
"Sebaiknya kamu makan dulu, Sayang. Ayo Kis, dari pada kamu melamun seperti itu," kata bunda Nisya kepada putri kesayangannya.
"Baiklah Bunda, tunggu sebentar," kata Kisya sambil menorehkan senyum yang manis pada bundanya.
"Hari ini adalah hari yang bahagia untuk Jeff. Harusnya kita pun ikut bahagia. Tetapi kamu malah bersedih seperti itu," ucap bunda Nisya sambil menyiapkan makanan di meja.
"Kisya tidak sedih kok Bunda, Kisya bahagia ko, Jeff mendapatkan jodohnya, dan ternyata dia adalah wanita yang sangat cantik, cuma Kikis tidak bisa berpikir dengan jernih. Sampai kapan Kikis harus menghindar seperti ini?" Wanita itu menatap sang Bunda dengan mata yang berkaca-kaca.
"Untuk itu Bunda pun kurang tahu. Jalan terbaik memang menghindar, tidak usah bertemu dulu sama sekali, tunggulah beberapa saat sampai Jeff dan Dokter Alana memiliki momongan, baru kamu bisa menampakan diri, karena kalau sebelum mereka punya anak, kamu tidak bisa menampakan diri begitu saja, pasti belum bisa move on seterusnya darimu, Nak," kata Bunda Nisya sambil memberikan sepiring nasi kepada buah hatinya.
"Harus menunggu selama itu ya, padahal Kisya ingin berteman dekat dengan istrinya, karena tidak dipungkiri kita adalah saudara ipar, masa Kikis tidak boleh menghadiri acara keluarga sama sekali, Bunda?" kata Kisya dengan kening yang mengerut, sambil menatap Bundanya yang mulai menyantap makanannya.
"Itu adalah resikonya. Jeff masih mencintaimu, Kis. Jika kamu masih menampakan diri di hadapan Jeff, maka dia akan merasa gelisah, kamu harus kasihan kepada istrinya, karena kalau dia resah istrinya pasti menyadari kalau Jeff ternyata sedang memikirkanmu, begini lebih baik, bersembunyi dan menghindar yang terbaik," ungkap Bunda Nisya kepada Kisya.
"Menghindar dan harus terus menghindar sampai memiliki bayi, baiklah kalau memang itu yang harus dilakukan, Kikis akan menghindar, Kis akan berusaha menjadi bayangan yang hilang untuknya," ucap Kisya sambil menundukkan wajahnya.
"Itu memang keputusan yang terbaik, tapi sekarang ayo kita makan, kamu harus makan yang banyak Sayang. Bukannya kamu ingin segera mendapatkan bayi, karena itulah kamu harus makan-makanan sehat, yang Bunda masak. Lihatlah ada brokoli ada abalon terus ada buah anggur, kamu harus memakan semuanya, Sayang," ucap sang Bunda dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Baiklah Bunda, kikis akan memakan semua masakan Bunda. Terima kasih ya sudah membuatkan masakan yang begitu banyak seperti ini," kata Kisya sambil mencoba menyantap masakan yang dimasak oleh bundanya dengan penuh kasih sayang.
"Sama-sama, Sayang. Ini juga kan buat cucu Bunda. Bunda ingin kamu hamil dan cepat melahirkan cucu yang tampan dan cantik. Lahirkan banyak cucu untuk bunda agar Bunda tidak merasa kesepian lagi, kepergian Rasya benar-benar membuat Bunda merasa sangat sepi, karena itulah Bunda menginginkan Kisya melahirkan banyak anak-anak yang lucu, agar bisa memenuhi rumah ini dengan teriakan tawa dan tangis mereka," kata bunda Nisya dengan bersungguh-sungguh.
"Baiklah Bunda, Kisya akan berusaha sebaik mungkin, Kisya juga ini memiliki anak perempuan, andai saja dahulu baby cinta tidak gugur, maka mungkin saat ini baby cinta sudah lahir, tetapi Rosaline telah membuat baby cinta tidak ada lagi. Sungguh sangat menyedihkan," kata Kisya dengan mata yang berkaca-kaca, wanita itu menyentuh perutnya dan mengelus lembut perutnya, dia mengingat kejadian di mana dia keguguran, kala itu ketika Rosaline dengan sengaja mendorong dirinya sampai ia terjatuh.
"Sudah-sudah lupakan saja masa lalu, sebaiknya sekarang kita buka lembaran baru, janinmu sudah tenang di surga sana, dan dia akan menjadi bidadari yang paling cantik di surga. Sekarang kamu hanya harus fokus untuk program hamilmu kali ini," kata Bunda Nisya sambil memberikan beberapa sendok brokoli di atas piring Kisya.
"Baiklah Bunda, terima kasih banyak ya. Kikis sangat berterima kasih karena ada Bunda yang selalu membuat Kikis bahagia, Kisya sayang banget sama Bunda," ucap wanita itu sambil menorehkan senyum yang manis kepada bundanya.
Beberapa saat kemudian, mereka pun menghabiskan makan siang mereka, lalu Kisya dengan segera melakukan panggilan video call kepada buah hatinya karena dia sangat merindukan jagoan kecilnya.
Setelah Kikis melakukan panggilan video call Kisya pun lalu lanjut untuk melakukan aktivitasnya yang lain. Sampai akhirnya kisya ketiduran di sofa di ruang tengah.
"Ya ampun Kisya, Sayang. Kamu ketiduran di sini, Nak. Padahal kamu pindah saja tidurnya di kamar, Sayang. Tidur di sofa sangat tidak nyaman," kata bunda Nisya sambil menyelimuti putrinya dengan selimut yang tebal.
Bunda Nisya begitu menyayangi Kisya sangat dalam. Kikis adalah satu-satunya kesayangan bunda Nisya yang akan menjadi penerus keluarganya. Karena itu bunda selalu berusaha menyemangati Kisya agar cepat melahirkan kembali, memberikan banyak keturunan untuknya.
__ADS_1
"Sayang ... Bunda beruntung sekali memiliki dirimu didunia ini, gadis cantik yang sangat penyayang dan baik hati, kamu harus selalu sehat ya, Sayang. Dan kamu harus melahirkan banyak bayi untuk keluarga kita," ungkap Bunda Nisya Kepada Kisya. Lalu bunda pun mengelus kening buah hatinya dengan lembut, memperlihatkan kasih sayang yang begitu besar dari seorang ibu untuk putrinya.
🎄🎄🎄
Di sisi lain, pesta pernikahan semakin siang semakin ramai saja, membuat Jino menjadi tidak betah tinggal di sana. Pria itu sudah sangat tidak sabar ingin pulang kerumah dan bertemu istri cantiknya.
Jino lalu memberanikan diri untuk menemui sang papa, dia ingin izin pulang terlebih dahulu.
"Tidak enak jika kita pulang terlebih dahulu," ungkap papa Geovandra kepada Jino.
"Tetapi Jino sudah tidak nyaman tinggal di sini berlama-lama, Pa. Kasihan lihat baby Vano sampai kelelahan seperti itu, Jino hanya ingin mengundurkan baby Vano saja," kata Jino kepada sang papa.
"Tidurkan saja di ruangan khusus, bukan sudah ada 1 kamar untuk kita istirahat, kamu bisa tidur kan lebih dulu di sana. Ayo cepat jangan membuat Papa malu dengan pulang terlebih dahulu, kita ini keluarga Jeff, kalau sampai tahu Kakaknya pulang terlebih dahulu, Jeff akan sedih," ucap papa Geovandra kepada Jino.
Pria itu hanya bisa menghela nafas berat, lalu mencari keberadaan kamar tersebut. Dan akhirnya ketemu. Dengan segera Jino masuk ke dalam kamar tersebut, ternyata di kamar itu ada seseorang yang sedang berganti baju, alangkah terkejutnya Jino melihat perempuan tanpa busana di kamar itu.
"Kak Jino?" Wanita itu menutup bagian dadanya dengan wajah yang bersemu merah.
__ADS_1