
Ucapan Jeff membuat Kisya berusaha menyunggingkan senyum walaupun dengan sangat susah. Kisya menyeka air matanya dan berusaha tersenyum walaupun hanya sekilas. Dadanya masih terasa amat sesak. Rasa bersalahnya masih belum menghilang.
"Kis, maafkan bunda ya, karena sudah membohongimu selama ini, bunda tidak bermaksud buruk, itu semua demi kebaikan kamu." Ucap bunda Nisya dengan tatapan penuh kasih sayang. Menatap sang buah hati yang kini terlihat sangat kacau. Kisya menelan Saliva mendengar ucapan sang bunda. Dia mengangguk dengan pelan.
"Jadi tanggal berapa aku menikah, kenapa bisa aku menikah , aku bingung bunda?.. Ucap Kisya pelan dengan wajah kebingungan.
"Karena kamu sakit, dan koma saat itu, maka aku ingin sekali menikahimu sayang, aku saat itu sangat ketakutan kamu tidak bisa bangun kembali." Ucap Jeff pelan . Kisya menatap mata Jeff dengan dalam. Sepertinya Kisya begitu percaya dengan ucapan Jeff. Lalu Kisya menatap bunda Nisya. Dan bunda Nisya mengangguk untuk membenarkan ucapan Jeff.
Lagi lagi Kisya menelan Saliva. Dadanya begitu sesak dan sebenarnya dia tidak bisa semudah itu menerima kenyataan. Tetapi ini adalah sebuah kenyataan dan dia harus dengan tegar menerima semuanya. Walau itu begitu pahit.
"Kenapa kakak menikahi gadis yang hampir saja mati, bagaimana kalau aku tidak bangun kembali?.. Ucap Kisya dengan pelan.
Jeff tersenyum sembari mengelus rambut Kisya dengan lembut. Seraya berkata.
"Aku tau dan yakin kalo kamu itu pasti akan bangun lagi."
Kisya tersenyum tipis dia melihat Jeff begitu yakin bahwa dia akan sembuh.
"Berapa lama kakak menungguku?...
__ADS_1
Ucap Kisya pelan.
"Menunggumu?...
"Iya menunggu aku terbangun?..
Ucap Kisya.
"Hampir 8 bulan lamanya aku menunggu istriku bangun, selama itu aku berdoa kepada Tuhan agar kamu cepat bangun cepat sehat dan tersenyum kembali." Tutur Jeff dengan mata yang berkaca-kaca. Jeff mengingat betul saat itu dia menunggu Kisya dengan penuh kecemasan. Dengan menahan segala kemarahan terhadap sang kakak. Menunggu Kisya bangun dan tersenyum kembali.
Karena Jeff ingat betapa menderitanya Kisya saat dia defresi dan hendak bunuh diri. Rasa sakit yang dirasakan oleh kisya mungkin telah Kisya lupakan di sisi hidupnya. Tetapi tidak dengan Jeff. Jeff masih mengingat hari itu. Hari dimana Kisya selalu berteriak histeris. Menangis tanpa sebab dan terlihat berhitung menderita sampai dia hendak mau menghabiskan sisa hidupnya dengan sebuah pisau.
Jeff tidak ingin Kisya masuk ke masa itu. Masa dimana Kisya begitu terluka dan menderita. Jeff ingin selalu melihat Kisya tersenyum .hanya itu saja keinginan Jeff saat itu dan saat ini. Mata Kisya kembali berkaca-kaca. Dia lalu memeluk sang suami kembali.
"Terimakasih telah menungguku...! Ucap Kisya pelan . Kisya menundukkan wajahnya. Kisya memeluk tubuh Jeff kembali dan memejamkan mata. Namun kenpaa sebuah bayangan muncul tanpa dia inginkan. Bayangan seorang Jino telah mengelilingi pikiranya. Tidak dia pungkiri bahwa rasa cintanya kini hanya untuk jino. Tapi kini statusnya yang sekarang baru dia ketahui tidaklah memungkinkan untuknya bisa bersama dengan Jino.
Walau dia sangat mencintai Jino dan sudah menetapkan hatinya untuk Jino, tetapi Kisya tak bisa mengubah takdir dan sebuah ikatan pernikahan. Dia kini sudah menjadi istri dari seorang georjeffan .
"Tuhan kenapa begitu sulit untuk menggapai sebuah mimpi indah. Dia baru berkata jujur saat aku telah benar benar jatuh cinta dan mengecup indahnya cinta, semuanya seolah hancur. Hancur bagai kepingan debu. Seperih ini kah rasanya mencintai, sepedih inikah rasanya kasih tak sampai. Aku sangat mencintai kak Jino dengan segenap hatiku, tidak menyangka akan. Sesakit ini, tuhan tolong buat aku melupakanya." Kisya berbicara dalam hatinya sambil memeluk Jeff dengan erat. Secara tiba-tiba Kisya berfantasi bahwa yang dia peluk adalah Jino. Bukanlah Jeff..
__ADS_1
Kisya melepaskan pelukanya terhadap Jeff. Kisya menatap Jeff dan tersenyum tipis. Ternyata Jeff yang dia peluk, bukanlah Jino.
"Aku telah mencintaimu kak Jino, tapi aku harus segera melupakanmu, sayang apa kamu mendengar bisikan hatiku untukmu, tolong maafkan aku jika harus melupakanmu secepatnya. Semoga aku bisa melupakanmu." Batin kisya bergejolak.
"Aku permisi kak , aku mau ke kamar kecil." Kisya beranjak menuju ke kamarnya. Dia berjalan perlahan dan Naik ke lantai dua dimana kamarnya berada. Sesampainya Kisya di kamar. Kisya langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dia bercermin dan membuka bajunya. Dia melihat tanda kepemilikan dari Jino. Tanda kepemilikan wilayah yang Jino tinggalkan di daerah lehernya .
Kisya menyentuh dengan halus seluruh tanda bintang yang belum sepenuhnya hilang dari tubuhnya. Dia memejamkan matanya untuk mengingat malam dimana mereka begitu menikmati kebersamaan mereka. "Sayang, bantu aku aku melupakanmu, kenapa kamu selalu hadir dalam pikiranku, bantu aku untuk semuanya." Kisya berkata pelan sambil memejamkan matanya berfantasi bahwa kini Jino sedang memeluknya dari belakang.
"Apakah aku sanggup untuk melupakanmu?..
Kisya bertanya lagi dengan suara yang pelan. Matanya masih terpejam dan tangannya masih menyentuh leher yang penuh tanda bintang itu.
Tanpa terasa air matanya menetes. Kisya benar-benar begitu merasakan kepedihan ini menyiksanya. Rasa cintanya terhadap Jino tak bisa tersampaikan dan tak boleh lagi dia ungkapkan. Rasanya semuanya membuat dadanya sesak.
Kisya membuka matanya dan melepas semua kain dan diapun langsung mandi. Dia membiarkan shower membasahi seluruh tubuhnya.dia menangis dengan pilu air matanya begitu deras mengalir bersamaan dengan air dari shower yang terus menghujaninya. Hatinya terasa tercabik sembilu. Seolah ribuan pedang telah menusuk ke dalam hatinya. Dia begitu tersakiti oleh kenyataan dan cintanya terluka oleh itu. Setiap deru nafas yang Kisya keluarkan semuanya kini atas nama Jino. Bukan atas nama Jeff. Sanggupkah dia untuk menepis semua rasa cinta dan mengalihkannya terhadap orang lain?.. Kisya sendiri belum tau apakah dia bisa. Karena yang dia tau saat ini hatinya begitu tercabik karena tak bisa bersama dengan orang yang dia cintai.
Bersambung ❤️
__ADS_1