Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Pergilah, dan Jika Lelah Pulanglah


__ADS_3

Kisya kini kembali ke rumah Jino. Dia hendak membawa semua bajunya. Semua barang-barang yang dia tinggalkan di rumah besar itu. Dia ingin melupakan semuanya. Semua kisahnya. Mungkin saja Kisya akan berniat bercerai dengan Jino. Karena itu hari ini kisya datang ke rumah sengaja ingin membawa semua baju dan perhiasan yang dia miliki. Tetapi untungnya Kisya belum ada niat untuk bercerai dengan Jino.


Kisya kini duduk di pinggir kasur. Melihat ke seluruh sudut kamar. Dimana di sana penuh dengan kenanganya bersama Jino dan Vano. Tetapi Kisya mengingat kembali masa dimana Jino menodainya. Kisya meneteskan air matanya kembali, dia merasakan rasa sakit itu lagi. Rasa sakit yang sungguh menghancurkan jiwa dan raganya. Rasa sakit yang tak tertahan seolah selalu saja dia rasakan.


Tok tok tok.


Seseorang mengetuk pintu kamar nya. Dan Kisya hanya terdiam saja. Wanita itu sama sekali tidak sanggup untuk berkata sepatah katapun.


"Sayang, Mommy... Kamu tega menggalin aku dan Baby Vano, ninggalin anak kesayangan kita, di butuh kamu sayang, Mom," ucap Jino dari balik pintu kamar yang sedang Kisya tempati. Sedang wanita itu sama sekali tidak menjawab.


"Baiklah aku memang salah. Aku meminta maap sayang. Aku memang pria jahat. Aku sangat bejad. Tapi perlu kamu tau. Bahwa aku sangat mencintaimu sayang. Jika memang kamu ingin pergi maka pergilah. Jika kau merindukan kami. Ingat kami ada di sini. Aku dan juga anak kita akan selalu menunggumu pulang sayang," tutur Jino dengan suara yang parau. Sedang Kisya masih tidak tidak menjawab.


Jino akhirnya melangkah pergi menjauh dari kamar Kisya.


Kisya menitikan air matanya saat mendengar ucapan Jino. Kisya lalu bergegas membawa semua bajunya tanpa meyisakan satupun. Kisya membuka kamar dengan koper besar nya dan berjalan menuruni tangga menyeret kopernya.


Di bawah bunda dan Papa Geovandra, Mama Murni sudah gelisah menunggu Kisya. Papa bergegas membantu Kisya mengangkatkan koper. Sedang Mama Murni hanya melihat Kisya dengan mata berkaca-kaca. Tidak terlihat Jino di ruangan itu. Hanya ada Baby Vano yang kini sedang tertidur di ayunannya.


Saat Kisya melangkah keluar dari pintu rumah. Tiba tiba Baby Vano menangis.


"Mommy mommy...  Hu hu hu... Mommy," Tangis Vano dengan jeritan nya. Balita itu hampir terjatuh dari ayunannya karena berteriak dan meronta ingin menghampiri sang Mommy. Betapa kasiannya balita itu.


Kisya sesaat menghentikan langkahnya. Hatinya seakan tidak mau pergi meninggalkan Baby Vano. Namun ketakutannya terhadap Jino membuat Kisya melangkah maju terus tanpa menoleh. Dia benar-benar tidak memperdulikan anaknya yang meronta meminta di gendong.


Kisya masuk mobil bersama bunda Nisya dan Papa Geovandra mengantarkan Kisya sampai di rumah Bunda Nisya.

__ADS_1


Di dalam mobilnya, wanita itu menitikan air matanya. Dia tak sanggup meninggalkan anaknya. Dia merasakan bahwa Baby Vano begitu membutuhkan dia. Dia merasa tidak berguna menjadi seorang ibu. Dia baru menyadari dan mengingat betapa Kisya sangat mencintai Baby Vano.


"Baby Vano... Bundaaaa hu hu hu," wanita itu menangis memeluk sang bunda. Karena begitu sakit harus pergi meninggalkan Baby Vano sendiri. Bunda Nisya hanya bisa menghela nafas saja. Air mata hunda Nisya pun menetes. Tetapi apalah daya. Bunda Nisya tidak bisa membujuk Kisya untuk tetap tinggal bersama dengan Jino dan Baby Vano.


Mobil Papa Geovandra melaju keluar dari halaman rumah melewati pagar tinggi rumah Jino. Dari balkon Jino melihat mobil itu pergi. Tak kuasa menahan tangis dan akhirnya Jino menangis. Meratapi kepergian sang istri. Kini dia hanya sendiri. Sendiri dalam cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Karena Kisya sama sekali sudah melupakan rasa cinta nya terhadap Jino.


Pria itu benar-benar merasakan kesakitan yang begitu menyiksa. Dia sangat mencintai sang istri. Dan kini istrinya pergi di saat dia sedang sangat mencintai. Terbayang sudah rasa sakit dan perih yang Jino rasakan saat ini. Pria itu menghela nafas beratnya. Lalu mengusap air mata yang menetes.


"Pergilah sayang, tapi jika lelah, maka pulanglah!" kata Jino dalam hatinya.


"Baby Vano sayang," Pria itu mengingat buah hatinya. Dia segera berjalan menuju ke lantai bawah. Dia hendak menemui putra kecilnya. Dan benar saja. Baby Vano masih mengamuk tidak mau berhenti menangis. Balita itu terus memanggil Mommy Mommy Mommy.


Hati Jino semakin ter-iris. Luka dalam jiwanya bertambah parah dan berdarah. Melihat betapa menderitanya putra kecil kesayangannya. Dengan segera Jino menggendong buah hatinya. Memeluk dan menciuminya dengan penuh kasih sayang.


Mama Murni tidak tega melihat putranya dan cucu kesayangannya menangis seperti itu. Mama Murni memeluk mereka berdua dan ikut menangis. Saat itu tidak Jeff melihat dari lantai atas. Di temani Dokter Allana.


Dokter Allana menitikan air matanya. Dan menangis. Melihat pemandangan yang begitu menyedihkan. Sedang jeff sendiri hanya terdiam. Jeff belum bisa menemui Kisya. Karena Mama Murni melarang Jeff untuk bertemu dengan Kisya. Karena kehadiran Jeff malahan akan memperkeruh suasana. Dan hisa saja menghancurkan pernikahan Jino dan Kisya.


Mama Murni memohon kepada Jeff agar tidak menggangu Kisya lagi, Mama Murni mengatakan kepada Jeff bahwa Kisya awalnya tidak mau menikah dengan Jino. Karena Jeff hilang. Dan Mama Murni mengatakan kepada Jeff bahwa butuh waktu berbulan-bulan lamanya Kisya baru bisa menerima Jino seutuhnya.


Saat itu Jeff menangis. Dia benar-benar sedih karena Mama Murni malah membela Jino. Tetapi melihat adegan tadi. Betapa Baby Vano membutuhkan sang Mommy. Maka Jeff mengerti apa yang di katakan oleh sang Mama. Jeff sudah tidak bisa lagi masuk ke dalam keluarga Jino dan Kisya.


Dan sesuai dengan ucapan Jino. Bahwa mungkin saja memang Kisya akan segera mengandung bayi kedua mereka. Secara, Mereka baru pulang dari Korea selepas berbulan madu. Jeff hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkomentar. Di sampingnya masih ada Dokter Allana yang begitu setia menemani dirinya.


"Lana," kata Jeff.

__ADS_1


"Hmm," jawab Dokter Allana.


"Haruskah aku menjadi penjahat, hadir di antara mereka bertiga?" Jeff menatap Allana dengan tatapan yang sendu.


"Jika kamu mau dan tega, maka lakukanlah, tetapi... Hati kisya sudah bukan milikmu lagi Jeff," jawab Allana dengan tatapan yang berkaca-kaca.


"Jadi?"


"Jadi, percuma," ucap Allana.


"Percuma?" tanya Jeff.


"Kamu hanya akan meyakiti hati Jino dan aku," ucap Allana dengan wajah yang memerah.


Jeff berfikir sesaat dan diapun tersenyum ke arah gadis cantik yang kini ada di sampingnya. Seorang malaikat penolongnya.


"Lana, apa kamu menyukaiku?


"Kenapa kamu bertanya, bahkan kamu sudah tahu jawabannya," ucap Allana.


"Baiklah, Tuhan telah memberikan kamu dalam hidupku, aku tak akan menyia-nyiakan pemberian Tuhan, Lana maukah kamu selalu bersamaku, tolong obati tubuhku, dan obati luka hatiku, aku ingin sembuh dari sakit dalam tubuhku, dan dari sakit dalam hatiku, aku akan berusaha melupakan Kisya, dan aku akan berusaha mencintaimu!" tutur Jeff dengan tetesan air matanya. Dan Dokter Allana tersenyum dengan manis.


Bersambung.


Sanggupkah Jino mengubah kerasnya hati Kisya? beberapa chapter yang menegangkan sebelum ending.

__ADS_1


__ADS_2