
Suasana masih saja riuh. Setelah keputusan yang Jino ambil. Tetapi mereka tidak ada yang berani menyela Jino sama sekali. Jino terlihat begitu garang. Dan para pemegang saham tidak berani membantah. Ada dua Direktur yang di berhentikan dengan tidak hormat saat itu juga. Mereka bahkan tidak mau mengakui perbuatannya bersekutu dengan Jacob. Karena itu Jino langsung mengusir mereka saat itu juga.
"Pak, apa anda tidak salah mengambil keputusan?" Edward berkata dengan sangat pelan. Sedang Jino hanya tersenyum simpul."Sebaiknya, anda pikirkan lagi secara matang, saya sungguh tidak layak untuk posisi ini!" ucap Edward.
"Kamu layak Edward, saat ini tidak ada orang paling tepat untuk menduduki posisi ini selain kamu!" tangkas Jino.
"Ta- tapi Pak."
"Kamu cukup terima amanat saya, bekerja dengan jujur dan jika kamu berhianat maka kamu akan menyusul Jacob membusuk di penjara."Jino berkata dengan senyum simpul berkata pelan namun tegas. Edward mengangguk. Dia tidak percaya bahwa dirinya akan naik jabatan setinggi itu. Padahal Edward adalah asistennya Jino. Sebuah mimpi bisa menjadi seorang direktur. Dan mimpinya itu sudah menjadi kenyataan.
Jino memberika amanah kepada Edward untuk memimpin perusahaan cabang di Belanda. Dan itu sebuah jabatan yang begitu tinggi. Tubuh Edward bergetar tak percaya mendengar kabar yang begitu membahagiakan. Angel lalu melihat Edward begitu tegang. Angel menggenggam tangan Edward untuk menenangkan demam panggungnya. Mereka memang sudah bekerja bersama sangat lama.
Angel selalu menjadi teman dan rekan kerja yang baik untuk semua orang termasuk Jino dan Edward. Jino lalu mempersilahkan Edward untuk mengucapkan sepatah dua patah kata di depan para dewan Direksi. Ada saja Dewan Direksi yang berwajah kecut dan seolah menolak keinginan Jino, dan ada juga yang tersenyum menerima keputusa Jino.
"Thank you very much to the director Mr. Georjino who gave me the opportunity to join the leadership of the company, I will try my best to keep the company moving forward, I ask for cooperation from the representatives of the board of directors, thank you."
(Terimakasih banyak kepada direktur tuan Georjino yang sudah memberikan saya kesempatan untuk bergabung memimpin perusahaan, saya akan berusaha sebaik mungkin agar perusahaan terus maju, saya meminta kerjasamanya kepada para wakil Dewan Direksi, terimakasih." lalu para pemegang saham dan dewan direksi bertepuk tangan. Edward lalu duduk kembali.
Saat itu adalah hari paling membahagiakan untuk dirinya. Pasalnya Edward hanya orang biasanya yang ikut kepada Jino dan setia kepadanya. Kini dia di beri amanah oleh Jino untuk tinggal di Amsterdam dan memimpin perusahaannya. Lalu saat itu juga Jino melantik Edward menjadi pemimpin perusahaan baru. Posisi Jino sebagai pemilik perusahaan dan pemegang saham terbesar, tidak bisa terbantahkan.
Karena itu mereka semua sangat menurut kepada Jino. Walau kadang mereka menggerutu di belakang, tetapi mereka menunduk dan takut pada Jino saat mereka berhadapan seperti ini. Karena Jino sangat keras. Dia tidak akan memaafkan orang yang membantah apalagi berkhianat. karena itu Dewan Direksi hanya bisa menurut saja.
__ADS_1
Acara pelantikan pun selesai. Mulai saat ini Edward sudah resmi membantu Jino memimpin perusahaan cabang. Sore itu Jino dan yang lain hendak merayakan pesta kenaikan jabatan Edwards. Namun Angel terlihat murung. Entah kenapa dia seperti tidak suka Edward berada di Belanda dan memimpin perusahaan.
Jino melihat gelagat Angel yang tidak biasanya. Jino Melihat Edward juga begitu dekat dengan nona Sani. Sehingga Jino langsung bisa menebak bahwa nona Angel menyukai Edward.
"Ward, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Jino.
"Maksud direktur." Edwar kurang mengerti.
"Apa kamu akan membawa kekasihmu untuk tinggal di sini?"
Sesaat semua hening. Edward hanya terdiam dalam kebingungannya. Sedang Angel hanya bisa menunduk.
"Kamu memiliki kekasih, pak Edward?" tangkas nona Sani. Sepertinya terkejut mendengar kata kekasih.
"Nikahi saja dia, bawa di untuk tinggal di sini!" ucap Jino.
"Saya, saya akan pikirkan itu Direktur." ucap Edward.
Sedangkan Angel hanya terdiam. Jino mencium bau bau kisah cinta diantara kedua orang kepercayaannya ini. Jino menebak bahwa Angel adalah kekasihnya Edward. Jika itu benar. Maka Jino tidak bisa terus menahan Angel untuk selalu bersamanya. Angel punya kehidupan dia pasti akan ikut bersama Edward dan tinggal di Amsterdam. Jino sebenarnya begitu berat menghadapi semuanya sendiri, mengingat Angel sudah bekerja dengannya sangat lama. Jino begitu percaya kepada angel.
Tetapi jika menyangkut dengan hati dan perasaan, Jino tidak bisa berbuat apapun. Setiap manusia punya kehidupan masing-masing. Dan dia hanya bisa mendukung bawahannya itu.
__ADS_1
"Oh iya Edward, bagaimana, apa tiket untuk berbulan madu sudah kamu pesan?" tanya Jino.
"Sudah pak, semua sudah beres, hotel dan semua kebutuhan anda bersama nyonya di sana sudah siap semuanya, anda tinggal memboyong nyonya muda untuk berangkat ke sana!" ucap Edward.
"Bagus sekali, aku sudah tidak sabar untuk bertemu Dengan istriku tercinta." Jino tersenyum dengan lebar. Dia sudah membayangkan wajah cantik sang istri menyambutnya penuh senyum dan tawa. Dia bahkan membayangkan wangi tubuh istrinya yang membuat dirinya candu.
"Ya-Tuhan, anda mau mau berbulan madu ya, ih manis sekali." ucap nona Sani. Dan Jino mengangguk dengan senyuman manisnya.
"Kita akan pulang besok pagi, pada jam penebangan pertama, Edward aku titip perusahaan kepadamu, jaga dia sepeti menjaga anakmu sendiri, karena aku akan selalu memantau kamu dari kejauhan!" ucap Jino penuh penekanan.
"Siap bos!" Edward berkata dengan sungguh-sungguh. Jino pun tersenyum. Seusai makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing. Saat itu Jino bahkan tidak bisa tidur karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih hatinya. Jino keluar dari kamar hotel menuju ke kamar Edward. Jino memiliki kartu duplikat untuk masuk ke dalam kamar Edward. Jino hanya ingin mengajak Edward minum kopi.
Jino masuk ke dalam kamar hotel itu. dia membuka pintu perlahan. Dia melangkah dan apa yang dia lihat. Dia tidak percaya dengan matanya sendiri. Edward sedang bermadu kasih dengan seorang gadis. Jino menelan saliva. Dan mundur perlahan.
"Angel sayang, aahh ." Edward sedang bercinta dengan angel. Dan Jino kini harus secepatnya keluar dari kamar Edward. Ah kejadian itu membuat dirinya tidak bisa tidur karena jadi memikirkan sang istri di rumah.
🌺🌺🌺
Keesokan harinya seperti biasa kisya menyiapkan sarapan pagi. Dia bergegas untuk berangkat ke kampus. Saat dia mau masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja seseorang membekap mulut Kisya dengan saputangan basah yang sudah di beri cairan magic dan wanita itu pingsan dengan seketika. Pria tinggi dan tegap itu membawa Kisya masuk ke dalam mobil lalu membawanya pergi.
🌺🌺🌺
__ADS_1
Bersambung