Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Bonus Chapter 4


__ADS_3

Wanita itu mengecup kening suami dengan penuh kasih sayang. Tubuhnya sudah sangat lemas, dan sepertinya dia sangat membutuhkan asupan nutrisi untuk memulihkan kembali tenaganya yang hilang. Pekerjaannya sebagai seorang istri sungguh sangat melelahkan. Tetapi itupun pekerjaan yang sangat menyenangkan untuknya, karena bisa membuat sang suami bahagia.


Kisya menyadari bahwa dia telah berbuat banyak kesalahan, selama beberapa bulan ini. Wanita itu telah membuat suaminya tersakiti oleh perbuatannya. Sehingga dia harus mengobati luka hati sang suami dan menebusnya seumur hidupnya.


Kisya berjanji dalam dirinya bahwa dia akan selalu mempercayai sang suami selama dia masih bisa bernafas. Karena wanita itu kini sudah mengembalikan rasa cintanya seperti sedia kala. Kini wanita itu menatap lembut wajah sang suami yang masih terlelap.


Jino sendiri benar-benar merasakan tubuhnya hancur seolah tak bertulang. Lutut dan pinggangnya mungkin sudah tak berasa lagi. Dia sangat enggan untuk membuka matanya karena saking kelelahan.


"Dad mau bangun tidak, ko tidur terus sih?" kata Kisya kepada sang suami sambil mengelus lembut rambutnya.


Sedang Jino sendiri masih menutup matanya, dia begitu enggan untuk membuka mata walaupun sebentar.


"Daddy masih ingin tidur Mom," ucap Jino sambil memejamkan matanya. Dia seolah sangat sulit untuk bergerak. Selama dua hari ini dia bekerja sangat keras sehingga membuat seluruh ototnya terasa lepas dari persendian.


"Mom lapar Dad," kata Kisya sambil merengek dengan begitu manja. Wanita ini memang terbangun karena sangat lapar. Bahkan perutnya pun terus berbunyi sangat berisik.


"Apa sangat lapar?" Pria itu Mencoba membuka matanya dengan perlahan menatap sang istri yang kini sedang melaju karena kelaparan.


"Iya lapar sekali!" kata Kisya dengan begitu manja. Dia pun mencoba untuk bangun dari posisi tidurnya, tetapi tubuhnya begitu lemas dia kembali tidur karena sangat kelelahan.


Jino terkekeh melihat istrinya seperti itu. Bahkan ia sendiri pun begitu lelah karena itu dia memutuskan untuk tidak banyak bergerak dan hanya tidur. Lalu Jino pun beralih melihat ke atas nakas. Dia mengambil ponsel yang berada di nakas dan menelepon koki di dapurnya.

__ADS_1


"Bawakan sarapan untuk kami, lima menit harus selesai!" kata Jino kepada kokinya.


"Baik Tuan. Akan segera saya siapkan!" kata koki tersebut lalu dengan segera memutus sambungan teleponnya, karena harus menyiapkan makanan selama lima menit.


Jino kembali menyimpan ponselnya di atas nakas lalu tangannya pun kembali mendekat erat tubuh sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Capek ya sayang?" Pria itu tersenyum begitu manis, ketampanannya terlihat begitu jelas. Tubuh polosnya begitu putih benar-benar sangat putih, tetapi ada sedikit cakaran di bahunya Jino. Entah kenapa saat itu Kisya sampai bisa mencakar bahu sang suami.


"Sangat lelah, bahkan jika Dad meminta lagi Mom sudah tidak sanggup," Kisya merengek begitu manja sambil menundukkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Mau mandi bersama?" tanya pria itu begitu manis.


"Baiklah, tunggu dulu ya sebentar!" Jino lalu melepaskan pelukannya kepada sang istri dan langsung bangun dari posisi tidurnya. Pria itu berdiri dan melangkah menuju ke kamar mandi dengan tubuh yang polos membuat Kisya merasa malu melihatnya.


Pria itu lalu mengambil handuk dan mengenakan di pinggangnya setelah itu langsung mengisi bak mandi dengan air hangat, dan beberapa aromaterapi. Bukan cuma tubuh istrinya yang tersiksa karena lemas dan rasa pegal. Tetapi tubuhnya pun begitu lelah tulang-tulangnya serasa terlepas dari engselnya.


Setelah mengisi bak mandi dengan air panas Jino langsung menuju ke arah sang istri tertidur. Pria itu dengan penuh kasih sayang menggendong sang kekasih hati masuk menuju ke kamar mandi lalu merebahkan sang istri di dalam bak mandi.


"Airnya hangat sekali, rasanya nyaman seperti ini!" Kisya memainkan air dengan begitu lucu seperti anak-anak yang begitu asyik bermain air. Jino sendiri hanya tersenyum melihat tingkah laku dan istri. Hari ini dia begitu bahagia karena apa yang telah membuat hatinya hancur dan terluka telah sirna karena sang kekasih hati kini datang kembali mengisi hidupnya yang sepi.


Pria itu pun lalu masuk ke dalam bak mandi, bersama dengan sang istri, mereka hanya bermain air karena badan mereka begitu sakit. Rendaman air hangat itu sontak membuat tubuh mereka sedikit relax.

__ADS_1


"Kamu begitu cantik, hanya kamu wanita yang tercantik yang terlihat mataku," kata Jino sambil menatap wajah sang istri dengan penuh cinta. Pria itu tidak henti memuji kecantikan istri kesayangannya.


"Benarkah?" sahut Kisya dengan wajah bersemu merah.


"Betul, sangat cantik dan karena kecantikan ini aku sampai menderita, karena tidak bisa melupakanmu kemarin. Jangan pernah marah lagi ya, jangan pernah pergi lagi, jangan pernah meninggalkan aku. Tetaplah disini disampingku kita hidup berdua sampai akhirnya ajal menjemput kita, kita hidup berdua sampai nafas terakhir kita, hidup berdua sampai kita melihat anak cucu kita menikah, kita hidup berdua sampai melihat anak cucu kita memiliki banyak cucu," kata Jino dengan senyuman yang manis dan ucapannya itu membuat Kisya tentang tertawa.


"Apakah umur kita akan sepanjang itu melihat anak cucu kita memiliki cucu lagi, Kamu gokil sekali Dad," wanita itu masih terkekeh karena melihat sang suami begitu lucu.


"Aku ingin memiliki usia yang panjang dan hidup bersamamu, melihat anak cucu kita cicit kita bahagia, itu adalah keinginanku. Apakah salah jika aku memiliki keinginan seperti itu. Andai saja aku tidak sampai pada saat itu, mungkin aku akan menunggumu di surga," kata Jino sambil menggenggam lembut dengan sang istri.


"Tidak mau, jangan pergi sendirian. Aku tidak mau ditinggalkan!" Kisya berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Ucapan sang suami menang sangat mengiris hatinya. Dia tidak sanggup jika harus kehilangan suaminya, dia ingin hidup bersama dengan suaminya, tetapi jika sang suami telah tiada, apa arti hidupnya semuanya tiada arti.


"Baiklah, kita hidup bersama dan mati bersama bagaimana?"


"Ya, aku mau!" Jawab Kisya.


Bersambung.


Hallo kakak... bonus kali ini sesi Jino dan Kisya... fans nya abang Jeff harap bersabar ya.


Kak jangan lupa like' dan Vote setelah membaca. udah semenjak tamat Jino tidak masuk rangking vote lagi😔.

__ADS_1


__ADS_2