Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Sudah Kukatakan


__ADS_3

Jino terus memeluk sang bayi dan berusaha menenangkanya. Tetapi sudah hampir satu jam bayi itu tidak mau berhenti menangis. Jino beserta kegelisahannya tak kuasa melihat betapa menderitanya bayi kecil itu. Jino tak kuasa menahan semua kekalutan hatinya. Dia tidak boleh membiarkan bayinya terus menangis seperti ini. Jino beranjak dan berjalan melangkah menuju pintu.


Jino membuka pintu kamarnya.


"Ceklek.


Pintu itu terbuka, dan terlihat seorang gadis sudah berdiri di depan pintu tersebut dengan matanya yang basah. Jino tak kuasa menahan rasa haru karena ternyata Kisya merasakan kegelisahan bayinya. Dengan susah payah Jino menahan air matanya namun tiada hasil. Mata elang itu memancarkan sebuah rasa bahagia ketika melihat gadis yang ada di hadapannya. Manik mata setajam elang itu meneteskan air mata harunya.


"Kis."


Suara Jino berat dan bergetar karena menahan tangis.


Kisya tersenyum manis sambil menyeka air matanya yang tak kunjung kering.


"Kak."


Suara lembut itu menusuk sampai ke jantung hatinya. Sapaan penuh kasih sayang Kisya lontarkan.


"Tolong bantu aku, anaku tidak mau berhenti menangis!..


Ucap Jino bergetar. Kisya menitikan air matanya dan langsung mengambil baby Vano dalam peluknya. Jino menatap Kisya penuh rasa hangat.


"Sayang, tenanglah sayang , ada aunty disini!..


Kisya memeluk dan menciumi bayi yang sangat gelisah itu dengan penuh kasih sayang. Seperti sebuah ramuan ajaib. Bagaikan sebuah sihir ucapan Kisya mampu membuat baby Vano yang sedang mengamuk menjadi sangat tenang. Bayi itu terdiam seketika. Bayi kecil itu bahkan tau siapa ibunya.


Mungkin hanya pelukan seorang ibu yang baby Vano inginkan. Ketika bayi itu merasakan sebuah kekuatan besar, sebuah ikatan kuat tak terlihat. Maka kegusaran pun dia rasakan dan dia menangis sejadi jadinya. Tetapi setelah berada dalam pelukan sang ibu. Baby Vano bahkan langsung terlelap dengan seketika.


Jino terkesima melihat ikatan tak terlihat itu. Sebuah ikatan yang tak mungkin dia putus atau orang lain putuskan. Sebuah ikatan yang disembunyikan kepada seluruh dunia. Tetapi ikatan itu merasuk ke dua nyawa yang bersangkutan. Kisya yang tidak pernah tau bahwa bayi yang dia peluk adalah darah dagingnya. Kisya yang tidak pernah tau bahwa bayi ini menangis karena merindukanya. Tetapi Kisya memiliki sebuah perasaan sayang yang luar biasa untuk bayi yang kini dia peluk.


"Akhirnya kamu tertidur nak!..


Ucap Jino mengelus lembut kening sang bayi yang kini mulai terpejam penuh ketenangan. Kasih sayang seorang ibu memang seluas samudra. Walaupun tertutup oleh tembok kebohongan tetapi kasih sayang Kisya terhadap bayinya tetap muncul dan bisa menembus penghalang itu.


Jino terus menatap Kisya karena begitu lembut memeluk sang buah hati. Jino lalu menuntun Kisya untuk masuk ke dalam kamarnya. Awalnya Kisya enggan untuk masuk,mengingat ini sudah hampir jam 2 malam. Tetapi Kisya tidak mau baby Vano Kedinginan.


Kisya melangkah sesuai tuntunan Jino. Jino membawa Kisya duduk di sebuah sofa di depan kasur king size nya. Jino duduk di lantai sedang ksiya duduk di sofa tersebut. Jino terus memperhatikan kedekatan kisya dan buah hati mereka. Ada sebuah perasaan damai dan sejuk di antara panas darahnya.


Kisya tersadar kini dia sedang di perhatikan oleh sepasang mata elang milik pria yang kini telah menggetarkan hatinya. Sedikit ingin mencari tau perihal perasaanya . Kisya membalas tatapan elang itu dengan sebuah tatapan redup yang membuat Jino mabuk. Jino beranjak dan duduk di samping Kisya.


"Bersandarlah di pundaku!..

__ADS_1


Ucap Jino pelan . Kisya menurut tanpa perlawanan. Kisya menyandarkan kepalanya di pundak Jino yang kokoh. Sambil menatap lembut sang buah hati yang tertidur dengan tenang. Jino mengelus rambut Kisya dengan penuh kelembutan.


"Harusnya ini tidak boleh dilakukan, harusnya aku bisa menenangkanya sendirian!..


Ucap Jino pelan.


Kisya hanya terdiam merasakan sebuah ketenangan karena berada di samping Jino dan memeluk sang bayi kesayangan. Jino menghela nafas berat karena rasa cinta nya kini mulai terasa panas dalam dadanya. Hati nya kini mulai mengenali sebuah perasaan nyaman dan tenang ketika berada di samping gadis yang sebenarnya ingin dia jauhi.


"Semoga ini yang terakhir kalinya kita  seperti ini."


Ucap Jino pelan namun sangat menusuk dihatinya Kisya.


"Kenapa yang terakhir?..


Suara lembut itu memecah kegundahan Jino.


Mereka saling menatap dengan mata yang berbinar penuh rasa cinta. Jino menelan Saliva dengan sangat susah .


"Karena kalo terus seperti ini , tidak baik untuk kesehatan jantungku!..


Ucap Jino pelan lalu dengan cepat membuang muka. Sedang Kisya Masi menatap Jino dengan penuh dengan seribu pertanyaan yang ingin dia lontarkan.


"Kak."


"Hmm."


"Aku akan menikah dengan kak Jeff, tetapi kenapa hatiku tidak bahagia?..


Ucap Kisya sambil menatap Jino dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku tidak tau jawabannya."


Ucap Jino pelan.


"Kak, apa kakak akan kencan buta?..


Ucap Kisya pelan.


"Mungkin."


Ucap Jino .

__ADS_1


"Kak."


"Hmm."


"Aku akan tidur disini!..


Ucap Kisya pelan.


Jino terntak dengan ucapan Kisya. Jino menatap wajah Kisya dengan inten. Lalu dia menelan Saliva dengan sangat berat.


"Ta, tapi." Jino gagap.


"Malam ini saja kak, kikis ingin bersama baby Vano, memeluk dan mendekapnya semalaman."


Kisya lalu bersandar kembali di pundak Jino. Jino menarik nafas dengan sangat berat rasanya degupan jantungnya seperti sedang berlari Marathon.


"Kamu tidak takut padaku?..


"Dulu aku takut, waktu kita di wisma atlit, sekarang tidak."


Ucap Kisya tersenyum manis.


Jino diam mematung melihat senyuman Kisya yang begitu manis seperti bunga yang sedang mekar.


"Tapi , aku yang takut." Dengan susah Jino menelan Saliva 


Kisya menatap Jino dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Aku takut tidak bisa menahan diri jika bersamamu." Ucap Jino pelan dan Kisya hanya terdiam.


"Aku akan segera menikah dengan kak Jeff, tetapi kenapa aku tidak bahagia...? Ucapnya sambil memandangi bayi yang kini lelap dalam pangkuannya.


"Selamat untuk pernikahanmu."


Ucap Jino pelan.


Jino bangkit dari duduknya dan langsung tidur di kasur king size nya. Jino tidur tengkurap. Sedang Kisya masih asik di sofa bersama baby Vano. Kisya lalu menidurkan baby Vano di samping Jino. Lalu Kisya berjalan ke arah pintu dan mencoba menarik hanlde pintu. Secara tiba-tiba sepasang tangan kekar memeluk tubuh Kisya dari belakang.


Kisya terkejut lalu tersadar bahwa itu adalah tangan milik seorang pria yang membuat hatinya bingung. Dan bisa jadi tangan itu adalah milik pria yang membuat dirinya berubah terhadap Jeff.


"Sudah kukatakan jangan dekati aku, tetapi, kamu tidak pernah mendengarkan-ku, " Bisik Jino dengan suara seraknya. Sambil terus memeluk tubuh mungil gadis yang membuatnya mabuk kepayang.

__ADS_1


Bersambung❤️



__ADS_2