
Wanita itu melemparkan ponselnya ketika melihat bahwa Kisya dan Jino berfoto bersama. Kemarahanya memuncak melihat kebahagiaan Jino dan Kisya.
"Brengsek, dasar brengsek, kalian menari di atas penderitaanku, aku tidak terima ini!" Wanita itu mulai menangis meraung-raung karena melihat betapa mesranya foto Jino dan Kisya di ciwidey. Wajah penuh senyum dan cinta terukir dari bibir manis kedua manusia yang berpasangan dan sedang dimabuk asmara itu.
Jino dan Kisya terlihat begitu bahagia di foto tersebut. Sehingga wanita itu sangat iri dibuatnya. Dia merasa begitu bodoh karena sangat pedih memendam rasa duka ditinggalkan oleh kekasih tercinta. Sedangkan Jino dan Kisya sudah begitu bahagia.
"Delapan bulan lamanya aku memendam rasa sakit ini, aku selalu setia kepada kak Jeff dan masih berharap dia akan kembali pulang, tetapi wanita itu, dia adalah istri sahnya kak Jeff malah menari di atas luka hatinya kak Jeff, lalu bagimana kak Jeff akan pulang jika melihat dia seperti itu. Dasar wanita murahan. Dengan mudahnya dia berganti suami. Lihat saja aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang!" Rania begitu emosi. Kemarahanya memuncak saat melihat kebahagiaan Kisya.
Dia begitu aneh. Sepertinya Rania itu psikopat karena membenci Kisya tanpa alasan yang jelas. Menurut dia sih, Kisya tidak setia kepada Jeffan. Tetapi kenapa dia harus mengurusi Kisya yang tidak setia. Bukankah harusnya dia bahagia melihat Jino dan kisya begitu dekat. Karena jika jaffan kembali , maka Jeffan tidak akan menyukai Kisya lagi. Tetapi si wanita ular itu selalu ikut campur urusan Kisya.
Entah apa yang ada di dalam pemikiran wanita itu. Sehingga apa yang dilakukan Kisya menurutnya selalu saja salah dan membuat dia kesal. Apalagi saat dia diperiksa ternyata dia tidak sedang mengandung. Tetapi ujung-ujungnya yang dia benci adalah Kisya. Apa hubunganya Kisya sama gagalnya kehamilan Rania? Kan dia eror.
Kini Rania melempar semua barang yang ada di hadapanya. Dia mengacak seluruh isi kamarnya. Gadis itu mengamuk tanpa kejelasan. Padahal dia cuma melihat foto Jino dan Kisya saja. Dia sudah sangat mengamuk. Apalagi kalo Rania melihat sendiri betapa Jino dan Kisya begitu dekat dan bahkan selalu menempel seperti perangko.
"Lihat saja gadis murahan, aku tidak akan membuatmu hidup dengan setenang itu. Aku akan membuat kalian sadar bahwa perbuatan kalian begitu menyakiti hati kak Jeff." Rania menatap birunya langit. Seolah disana ada pantulan wakah Jino dan Kisya. Hati Rania yang memanas dan jiwa Rania yang berontak. Dia mengatas namakan semua itu atas nama cintanya kepada Jeff.
__ADS_1
Karena itu dia sangat tidak terima Kisya dan Jino hidup bahagia di balik hilangnya Jeff. Jeff masih hilang menurut Rania. Rania yakin Jeff akan segera kembali pulang. Padahal sudah jelas keluarga Jeff sendiri sudah menerima kepergian Jeff dengan iklas. Agar Jeff bisa tenang di alam sana. Walaupun memang mama Murni dan Papa Geovandra sepakat tidak akan mengadakan upacara kematian untuk Jeff. Karena Mama Murni berfikir suatu saat Jeff pasti akan pulang kembali ke pelukan sang Mama.
Rania terus menangis merasakan kekesalan yang amat mendalam. Dia merasa sangat pedih karena Kisya begitu bahagia dibanding dirinya. Mungkin kalo Kisya terlihat terpuruk dan menderita. Rania baru akan merasakan kebahagiaan yang maksimal. Rania memang sedikit gangguan jiwa. Karena dia tidak suka melihat Kisya bahagia dibanding dirinya.
Tiba-tiba saja Ardika datang. Dia terkejut melihat seisi kamar Rania sudah seperti kapal pecah. Seluruh barang berserakan dilantai dan pecahan kacapun dari pas bunga bertebaran di seluruh lantai. Ardika benar-benar pusing dibuatnya. Dia tidak menyangka adiknya bisa menajdi defresi seperti ini. Ardika begitu menyayangi sang adik. Namun dia tidak setuju dengan perbuatannya selalu membenci orang lain.
"Rania!" Bentak Ardi dengan kemarahanya.
Rania menoleh dan menyeka air matanya.
"Wanita bodoh, apa yang kamu lakukan, kamu mengacak seluruh isi kamar, memecahkan seluruh perabotan, apa kamu beneran sudah gila?" Ardi mendekati Rania dan menarik tangan Rania sehingga rania keluar dari kamar.
"Aw." Kaki Rania terkena pecahan kaca. Ardi terkejut. Dengan segera dia menggendong sang adik dan mendudukannya di sofa di ruang keluarga.
"Gadis bodoh!" Ucap Ardi masih marah. Ardi lalu membawa kotak P3k dan melihat kondisi kaki Rania. Ardika dengan segera mengobati luka pada kaki sang adik. Dia begitu pusing atas tingkah sang adik yang kini sangat sering mengamuk. Entah apa penyebab Rania mengamuk bahkan Ardi masih tidak tau hal itu. Hati Ardi putih dan bersih. Tidak sekotor dan sehitam Rania.
__ADS_1
Karena itu ardi tidak pernah berprasangka buruk kepada siapapun. Kini Ardi bertekad untuk membawa Rania ke Dokter dan mengobati defresinya sang adik. Dia tidak mau adiknya terus menderita. Dia sebagai kakak sangat menyanyangkan hal itu. Dia berharap Rania menjadi Rania yang manis seperti dahulu kala. Ardika tau Rania seperti ini semenjak Jeff meninggalkan dirinya.
Ardi dan Jeff bersahabat sudah sangat lama. Namun karena kesibukan masing-masing mereka sudah jarang berkumpul bersama. Bahkan Ardi baru mengetahui baru-baru ini bahwa sang adik ternyata menyukai Jeff. Jika saja dia tahu perasaan Rania lebih awal. Maka Ardika pasti akan melarang Rania untuk bertindak bodoh dengan menyukai Jeff. Karena Ardi tahu dengan betul bahwa Jeff tidak akan pernah menyukai wanita lain selain Kisya. Jeff tidak akan membuka hati untuk siapapun selain untuk Nakisya.
"Jangan bertindak bodoh lagi, kalau tidak aku akan membawamu ke rumah sakit jiwa!" Ucap Ardi pelan. Dia terus mengobati luka pada kaki sang adik perempuannya. Dia begitu iba dengan sang adik. Tidak menyangka kepergian Jeff bisa merubah adiknya menjadi seperti itu.
"Buka urusanmu!" Ucap Rania kesal. Rania mendorong Ardi dan menarik kakinya. Dia tidak mau di obati oleh ardi. Ardi hanya bisa menggelengkan kepala saja pertanda dia begitu kesal akibat sikap aneh sang adik.
"Bodohnya dirimu, marah tanpa kejelasan!" Ardi beranjak dan mengambil air putih. Ardi meyodorkan segelas air putih itu pada adik perempuannya. Rania menoleh dan menatap Ardi. Namun pesona air putih itu membuat Rania kehausan setelah menangis tadi. Akhirnya Rania mengambil air putih itu dan meneguknya sampai habis.
"Bersikaplah dengan baik, jangan seperti orang gila, dan jangan juga berbuat jahat, karena aku tidak suka kejahatan. Kamu tahu sendiri bahwa aku adalah seorang perwira polisi. Aku tidak akan membiarkan siapapun berbuat jahat!" Ucap Ardi sambil duduk dan menatap rania dengan penuh iba. Ardi tidak menyangka bahwa Rania bisa berbuat jahat dengan mencoba menabrak Kisya waktu itu.
Ardi sudah mendapatkan bukti-bukti atas kejahatan Rania.
🌺Bersambung 🌺
__ADS_1