Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Honeymoon 2


__ADS_3

Pagi pun tiba matahari mulai menelusup masuk dari celah-celah jendela. Udara dingin berganti menjadi lebih hangat daripada biasanya. Sepasang suami istri itu masih terlelap dibuai mimpi indah. Padahal hari ini banyak sekali rencana yang akan mereka lakukan. Suara bunyi bel telah membuat tidur mereka terganggu.


Jino dan Kisya dengan perlahan membuka mata mereka. Kisya terbangun dan hendak membuka pintu kamarnya. Tetapi dengan cepat sang suami menarik lengan Kisya sampai tubuhnya terjatuh Kembali ke tempat tidur.


"Mom tidur saja biar Daddy yang buka pintunya." ucap Jino dengan senyum manisnya. Jimo melakukan hal itu karena dia tidak mau seseorang melihat Kisya dengan kondisi bangun tidur seperti itu. Rambut panjang Kisya terderai dan terlihat berantakan. Kisya mengenakan kemeja panjang milik Jino tanpa menggunakan celana panjang dan hanya menggunakan celana yang sangat pendek. Dan itu membuat Kisya terlihat begitu seksi. Apa lagi rambutnya yang acak-acakan membuat Naluri Lelaki Jino bangun kembali.


Wanita itu terlihat begitu seksi dengan rambut berantakannya. Jino sama sekali tidak mau membagi moment tersebut dengan pria lain. Karena itu Jino tidak memperbolehkan kisya membuka pintu kamar. Kisya menuruti semua perkataan sang suami ini Kisya Hanya duduk di atas kasurnya dia mulai memegang ponselnya dan memainkan ponselnya.


Sudah dua hari Dia tidak berjumpa dengan sang bayi. Bisa melihat beberapa foto terbaru yang dikirimkan oleh Mama Murni kepada emailnya. Baby Vano terlihat begitu lucu dan menggemaskan. Kisah jadi sangat merindukan bayi ganteng itu. Jino sendiri langsung membuka pintu. Ternyata itu adalah petugas hotel yang mengatakan bahwa dia disuruh oleh seseorang untuk memberikan paket kepada Jino.


Jino dengan senang hati menerima paket tersebut. Ternyata itu adalah paket dari Papa Geovandra. Papa Geovandra mengirimkan sebuah jam tangan couple untuk Jino dan Kisya. Jino terkekeh melihat jam tangan tersebut pasalnya Jino sendiri memberikan Papa oleh-oleh sebuah jam tangan juga. namun jam tangan dengan merk yang berbeda.


Jam tangan yang Papa kirim ini adalah jam tangan dengan logam mulia dan berlian menghiasi seluruh lingkaran jam tersebut. Diperkirakan harga jam tangan couple tersebut itu sekitar 500 juta. Itu adalah kado spesial dari Papa geopatra untuk Jino dan Kisya sebagai hadiah karena Jino sudah berhasil membuat perusahaan pulih kembali dengan cepat.


Jino merasa senang dengan kiriman paket dari Papa Geovandra. Setelah menerima paket petugas Hotel pun segera pergi. Sedang Jino membawa masuk paket tersebut. lalu Jino duduk di atas kasur bersama dengan Kisya. Jino lalu memakaikan jam tangan tersebut kepada sang istri dan jam tangan tersebut sangat cocok di lengannya. Jino lalu menggunakan jam tangan yang sama pada lengannya.


"Siapa yang mengirimkan jam tangan secantik ini?" tanyak Kisya dengan senyum yang manis sambil terus memandangi jam tangan yang begitu indah tersebut.


"Siapa lagi kalau bukan bos besar!" ucap Jino sambil mengenakan jam tangan tersebut.

__ADS_1


"Senangnya jadi anak Papa, selalu diberikan barang yang mewah seperti ini," ucap Kisya dengan melontarkan sebuah senyum manis untuk sang suami. Jino pun ikut tersenyum tidak menyangka kisah begitu suka dengan jam tangan dari Papa Geovandra.


Dino sendiri sudah membeli sebuah kalung untuk kisya sebagai kejutan namun ia belum menerima kalung tersebut. Jino sengaja tidak memberikan kalung itu sekarang sekarang karena Jino menunggu moment yang tepat untuk memasangkan kalung tersebut di leher sang istri.


"Mommy suka?" tanya Jino sambil menatap sang istri dengan intence. Wanita itu tersenyum dengan manis wanita itu memang tidak pernah memboroskan banyak uang keluarga Jino tetapi jika diberi seperti itu dia akan senang hati menerima barang pemberian itu.


"Apa yang paling Mommy inginkan saat ini, katakan saja Sayang aku akan memberikan apapun untukmu kalau pun aku sudah tidak mampu untuk membelinya akan aku usahakan!" ucap Jino sambil menatap istrinya. Kisya tersenyum dengan manis dia Lalu memegang pipi sang suami dengan kedua tangannya sambil berkata.


"Aku hanya ingin seorang Baby girl, Bisakah Kakak memberikan itu padaku?"


"Hanya itu saja?" tangkas Jino. Dan kisah hanya mengangguk dengan wajah yang memerah. Wanita itu sangat menginginkan seorang bayi perempuan tumbuh di rahim nya. Dia tidak butuh emas permata bahkan berlian ataupun uang yang banyak saat ini. Yang dia butuhkan hanyalah sebuah bayi perempuan yang bisa dia kandung. Wanita itu berharap agar dirinya Pulang membawa oleh-oleh seorang janin dalam perutnya.


"Sayang Hari ini kita mau kemana? berenang yuk ke pantai!" Kisya menginginkan berjalan-jalan dan berenang di pantai. Jino tersenyum begitu manis akhirnya pria itu mengangguk sambil berkata," Oke Ayo kita siap-siap!"


"Hore akhirnya kita bisa jalan-jalan, kita bermain air di pantai Membuat istana pasir!" Kisah menjerit kegirangan karena merasa senang. Jino hanya terkekeh melihat tingkah sang istri yang begitu kekanakan.


"Ya ampun imut sekali sih, Mom udah kayak anak SD saja diajak ke pantai sampai senang itu," ucap Jino masih terkekeh.


"Iya dong Mommy kan belum pernah ke Korea Eh kita mau ke pantai apa? ayo kita browsing dulu Kita lihat pantai yang bagus di Korea. Ayo cepat, Ayo cepat, yo cepat buka laptopnya Dad!" Kisya berkata begitu manja.

__ADS_1


"Pakai ponsel saja kenapa harus menggunakan laptop, ayo kita browsing kita mau ke mana nih?" Jino Mulai mengambil ponselnya lalu memeriksa beberapa tempat yang bisa dikunjungi beberapa pantai yang berada di Korea.


"Sayang Lihatlah ini cepat kemari!"


"Apa Dad?" Kisya mendekati sang suami.


"Ini Lihatlah ada pantai Naksan di daerah Gangwon-do gimana mau kesana tidak?" ucap Jino masih memperhatikan gambar di layar ponselnya.


"Boleh juga sayang, kita kesana yuk!" Kisya begitu sumberingah saat melihat betapa indah gambar di ponsel sang suami dia sudah bisa membayangkan bahwa pantai yang asli akan lebih indah daripada gambar.


"Bentar Kakak cek dulu ya, dari Soul ke Gangwon-do berapa Jam kita cari pantai yang terdekat dengan Kota Seoul saja!" ucap Jino sambil terus melakukan pencarian.


"Ayo sayang kita ke pantai Naksan saja ternyata jaraknya begitu dekat cuma 3 km dari kota Seoul. Kita bisa ke sana dengan jarak tempuh setengah jam saja!" ucap Jino dengan senyum manisnya. ucap Jino dengan senyum manisnya.


"Ya ampun senangnya." wanita itu tersenyum begitu manis.


🌺🌺🌺


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2