
Hari ini Baby Vano sudah boleh pulang dari rumah sakit. Semua begitu senang termasuk sang bayi juga sudah girang karena jarum infus yang menempel pada kakinya sudah di lepas oleh suster. Baby Vano sekarang lebih leluasa. Namun dia masih ketakutan untuk berjalan. Karena bekas infusnya masih terasa sakit.
Mereka semua berkemas untuk pulang. James membawakan tas susu Baby Vano sekalian menjaga mereka. Sedang Mama Murni dan Papa berjalan mengikuti. Kisya yang asik menggendong Baby Vano di kejutkan dengan seorang pengemis tua yang tiba-tiba saja datang meminta uang dan setengah memaksa.
Kisya saat itu kesusahan untuk membuka dompet karena dia sedang menggendong sang buah hati kesayangannya. Tiba-tiba saja pengemis tua itu mengambil Baby Vano dari pelukan Kisya secara paksa. Semuanya tampak terkejut. Kisya sudah menangis ketakutan. Pengemis tua itu memeluk Baby Vano erat. Saking eratnya sampai Baby Vano menangis menjerit-jerit.
James hanya diam. James lalu melihat ke sekeliling. Ternyata sudah ada beberapa anak buah James yang akan menyerang. James hanya memegangi tangan Kisya supaya tidak mendekati pengemis itu. Terlihat pengemis tua itu membawa senjata tajam. Karena itu Kisya tidak boleh mendekat sama sekali.
Kisya masih terus menangis dengan ketakutannya yang luar biasa. Dia sungguh takut buah hatinya terluka. Apalagi sang bayi baru saja keluar dari masa kritis dan baru dinyatakan sembuh. Kini sudah ada drama seperti ini. Membuat Kisya semakin defresi dibuatnya. Kisya terus menangis ketakutan. Mama Murni memeluk Kisya dan Papa menyarankan untuk menjauh. Biarkah James yang menyelesaikan masalahnya.
Papa Geovandra memang cemas dan takut. Namun dia percaya kepada James dan anak buahnya. Karena Papa sudah membayar mereka mahal. Untuk menjaga semua anggota keluarga. Menambahkan beberapa orang penjaga yang tidak terlihat.
Dengan hitungan jari pengemis tua itu berhasil di lumpuhkan oleh anak buah James. Dan James dengan segera memeluk Baby Vano yang sudah menjerit ketakutan.
"Jangan menangis bos kecil, ini sama Mommy kamu nak." ucap James sambil memeluk Baby Vano dengan lembut. Kisya langsung mengambil alih sang buah hati. Air mata Kisya sudah membanjir. Tangis seru dan haru mewarnai perjalanan pulang mereka. Kisya bersyukur sang batita tidak terluka sedikitpun. Baby Vano masih menangis sesegukan. Bayi itu masih takut dengan kejadian tadi.
Apalagi Baby Vano tidak suka dengan orang asing. Dia persis sepertu sang ayah yang sangat anti orang asing. Dan itu sudah menurun kepadanya. Dengan segera James menyarankam Kisya dan Tuan serta Nyonya Davis untuk masuk ke dalam mobil. James sengaja membuat mereka menaiki dua mobil yang berbeda agar bisa terlindungi dengan baik.
__ADS_1
Sedang James ikut ke dalam mobil Kisya. Tuan dan Nyonya Davis naik ke mobil yang di jaga oleh anak buahnya James.
"Bagaimana?" tanya James lewat telepon. James menelepon anak buahnya yang berhasil meringkus pengemis tua itu.
"Kami akan membawa ke kantor polisi!"
"Bagus, cepat selesaikan semuanya, karema itu sudah masuk ke dalam tindakan kriminal." ucap James.
"Baik bos."
Lalu James menutup teleponnya. Dan melihat ke luar mobil. Dia melihat ke kiri, kanan, depan dan belakang. Karena takut ada mobil yang mengikuti. Tetapi syukurlah tidak ada yang mengikuti. James sedikit lega. Sedang kisya masih memeluk sang buah hati dengan ketakutan yang teramat sangat. Baby Vano masih sesegukan karena itu. Baby Vano begitu takut dan dia memeluk sang Mommy dengan sangat erat.
Wanita itu masih menangis dalam diam. Dia menitikan air matanya tanpa ada suara. Dia menangis dalam diam. Apa yang harus dia katakan kepada sang suami ketika nanti pulang. Dia tidak bisa menjaga buah hatinya dengan baik. Padahal sudah jelas amanat Jino sebelum berangkat. Yaitu dia harus menjaga diri dan menjaga buah hati mereka dengan baik. Tapi Kisya malah sangat teledor.
"Sudahlah Nyonya jangan menangis lagi, yang terpenting sekarang bos kecil sudah baik-baik saja," ucap James sambil menatap Nyonya-nya.
"Aku hanya kecewa saja, karena aku begitu teledor, sudah dua kali aku membahayakan nyawa putraku sendiri, aku memang tidak berguna." Kisya masih manangis namun tanpa suara. Dia marasakan hatinya begitu sakit, saat melihat buah hatinya menjerit dalam pelukan pengemis tua itu. Dia seolah tidak berguna menjadi seorang ibu.
__ADS_1
"Itu bukan kesalahan anda Nyonya. Itu sebuah insiden yang tidak disengaja," James menguatkan hati Kisya dengan pelan. James tau bos-nya sangat mencintai istrinya. Karena itu kalau sampai Jino tahu bahwa Kisya menangis seperti ini. Maka dia akan habis kena semprot dari Jino.
"Aku merasa berdosa pada putraku, Mommy berdosa padamu sayang." Kisya mengecup kening sang buah hati. Kisya terus menghujani pipi dan kening putra kecinya dengan ciuman penuh kasih sayang. Bayi bule itu sekarang sudah sedikit tenang dan mulai tertidur. Baby Vano tertidur karena lelah seusai menangis.
Akhirnya mereka sampai di halaman rumah. Kisya segera turun dari mobil. Tetapi tiba-tiba saja telepon James berdering. Dengan segera james menerima telepon tersebut. Sepertinya itu adalah telepon dari anak buahnya.
"Ada apa?" tanya James datar.
"Bos kami butuh bantuan, mobil kami di serang!" ucap anak buah james lalu dengan segera menutup telepon tersebut. James begitu terkejut dan langsung melacak keberadaan anak buahnya itu. James lalu segera memberi kode pada anak buahnya yang lain agar menjaga Kisya dan seluruh keluarga. Sedang dia sendiri bergegas untuk menyusul anak buahnya yang tadi butuh bantuan.
Tanpa menunggu lama akhirnya James sampai di tempat tujuan. Terlihat ke 4 anak buah James sudah terluka parah. Dengan berbagai luka tusuk yang mereka terima.
"Brengsek, ada apa ini?" James merasa sangat marah.
"Maaf bos, kita kalah orang, jumlah mereka begiti banyak, sepetinya pengemis tua itu hanya setingan saja. Untuk menculik bayi itu." ucap pria itu Dengan rintihan kesakitan.
"Apa, BRENGSEK.. !" James lalu membangunkan mereka dan langsung membawa mereka ke rumah sakit terdekat untuk di obati. James juga tidak lupa untuk memperketat penjagaan di mansions Daviz. Karena takut terjadi sesuatu hal. James begitu marah dengan kekadian ini. Wajah James memerah dan tanganya mengepal. Andai saja Jino ada di sini. Dia pasti sudah ke hajar karena tidak becus menjaga keluarganya.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Bersambung