Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Pelukan menyakitkan


__ADS_3

Lintang masih menatap sang suami dengan matanya yang berkaca. Dia sudah yakin dan bersungguh akan segera melupakan Jino dan memulai kehidupan baru bersama dengan sang suami. Dia harus kuat menahan rasa cintanya terhadap jino. Demi kisya dan demi persahabatannya. Saat itu Lintang menghampiri Jino dan Kisya sekedar untuk pamit pulang terlebih dahulu.


Lintang berjalan mendekati Jino dan kisya. Kini Lintang sudah berdiri di hadapan Jino. Saat itu Jino menatap Lintang dengan mata yang redup. Jino melihat sebuah kesedihan di mata Lintang. Jino tau dengan jelas bagaimana sifat dari mantan kekasihnya itu.


Jino menarik tangan Lintang sehingga Lintang maju ke arah tubuh Jino dan mereka berpelukan. Jino memeluk Lintang dengan mata yang tertutup. Merasakan tubuh wangi sang mantan kekasih yang kini sudah tak bisa dia sentuh lagi. Ini adalah pelukan Jino untuk Lintang. Sebuah pelukan perpisahan. Begitu manis dan menyejukan.


Lintang memeluk Jino dengan sangat erat. Seolah dia tak mau melepaskan pelukan sang mantan kekasih. Begitu Lintang sangat merindukan pelukan nyaman tersebut. Sebuah kerinduan yang sangat dalam yang selalu dia pendam selama ini. Tetapi pelukan kerinduan itu ternyata terpuaskan olen sebuah pelukan perpisahan dari Jino. Mereka begitu merindukan satu sama lain. Jino begitu merindukan pelukan Lintang. Bukan berarti Jino masih mencintai Lintang. Tetapi karena lintang adalah salah satu perempuan yang sudah membuatnya jatuh tertunduk dan takluk begitu lama.


Perasaan Jino terhadap Lintang sudah bukan perasaan cinta lagi. Melainkan sebuah rasa sayang antar teman biasa saja. Jino melihat mata yang kacau dalam tatapan Lintang. Karena itu Jino memeluk Lintang untuk sekedar menenangkan dan memberikan sebuah pelukan perpisahan pada sang mantan kekasihnya. Boy hanya melihat kejadian itu. Begitupula dengan Kisya.


Jino melepaskan pelukanya terhadap Lintang. Sebegitu pula dengan Lintang. Dia melepaskan pelukanya dari Jino. Mereka sadar betul, bahwa mereka harus melupakan semuanya dengan baik. Mengakhiri semuanya dan berkata baik-baik saja. Kisya melihata Lintang dengan instens. Kisya kini yang memeluk Lintang.


Kisya menyadari betul. Ketika sang mantan menikah maka akan ada mantan pacar yang sakit hati. Karena itu Kisya tidak marah atau cemburu memlihat Lintang memeluk Jino seperti biasa itu. Karena Kisya tau bahwa Lintang hanya mengucapkan sebuah ucapan salam perpisahan pula. Lintang menyeka air matanya dan tersenyum dengan manis di hadapan Kisya.


Boy memberikan salam kepada Jino. Wajah Boy tetap sama. Dia kurang menyukain Jino. Karena itu dia selalu memasang muka tidak suka terhadap Jino. Boy lalu menyalami Kisya. Mereka selesai dan sepasang suami istri itupun pamit untuk ijin pulang terlebih dahulu. Jino dan kisya hanya bisa menuruti keinginan mereka saja.


Kini Lintang dan Boy sudah ada di dalam mobilnya. Mereka hendak pulang ke rumah mereka yang mewah dan megah. Sepanjang jalan lintang hanya terdiam dengan tatapan mata yang kosong. Tidak ada satu katapun yang terucap dari bibirnya. Dia seolah mennjadi patung dalam dunia khayalanya. Boy sendiri tahu betul rasa sakit hati yang lintang rasakan . Karena itu Boy membiarkan Lintang sendiri dalam kebisuan yang mendalam.

__ADS_1


Kini tanpa lintang sadari mereka sudah berada di halaman mansion milik mereka.


"Ayo turun, masa mau di dalam Mobil terus sih sayang?" Ucap Boy dengan Senyumanya dan tersenyum manis kepada sang istri tercinta. Lintang terkejut kenapa bisa secepat itu dirinya sanpai di rumah. Lintang segera turun dan tersyum ke arah sang suami. Siang itu udara begitu panas. Boy lalu mengambil minuman dingin dari kulkas dan meminumnya. Boy masuk ke dalam kamar berniat untuk memberikan sang istri minuman dingin. Tetapi ternyata Lintang sedang membuka bajunya.


Boy terdiam saat melihat Lintang sedang melepas pakaian hendak mengganti pakaianya. Lintang melihat Boy dengan nada datar. Saat Lintang ingin mengenakan kaos tiba-tiba Boy datang ke arah sang istri dan memeluk Lintang dari belakang.


"Tidak usah pakai dulu boleh kan!" Boy memeluk dan mengecup punggung Lintang dengan lembut dan penuh kasih sayang. Lintang menghentikan aktivitasnya. Lintang memejamkan mata saat Boy mengecup lembut bagian leher belakangnya. Lintang tau apa yang di dinginkan Boy. Selama ini Boy selalu meminta haknya sebagai suami. Bamun Lintang sama sekali tidak pernah menggubris itu semua.


Tapi lain untuk hari ini. Hatinya yang sakit dan terluka. Karena pernikahan Jino dan Kisya membuat dirinya seolah butuh seseorang teman untuk bisa memeluknya dan berkata semua baik-baik saja. Lintang memejamkan matanya dan tiba-tiba air matanya menetes tanpa dia sadari.


Boy merasakan tetesan air nata Lintang jatuh ke tangannya. Boy membalikan tubuh Lintang kini berhadapan dengan dirinya. Boy menatap Lintang dengan tatapan penuh kasih sayang . Boy mengecup kening Lintang dengan sangat lembut.


Boy memeluk Lintang erat. Dan kini Lintang pun membalas pelukan sang suami. Rasanya begitu nyaman saat kita tersakiti. Ada seseorang yang menemani kita bahkan memeluk kota dengan penuh kasih sayang. Siang itu Lintang memutuskan untuk menyerah pada takdir dan keadaan. Dan Lintang ingin menyerahkan diri kepada sang suami yang sudah dengan setia menunggunya sampai saat ini.


Boy menunggu dengan sabar selama beberapa bulan ini. Dan Lintang sangat bersyukur karena itu.


"Aku menyerah Boy, aku tidak mau merasakan rasa yang begitu menyakitkan seperti ini!" Lintang mulai terisak kembali.

__ADS_1


Boy merasakan tubuh Lintang bergetar dalam peluknya. Lalu Boy menggendong tubuh ramping itu ke tenpat tidur. Boy membaringkan tubuh sang istri dengan perlahan di atas kasur. Dia menyentuh kaki sang istri seraya berkata.


"Apa kaki ini masih terasa sakit?"


"Kaki itu sekarang sudah tidak merasakan sakit seperti dulu, walau aku berjalan terpincang-pincang , tetapi aku sudah bisa berjalan, bukankah itu sebuah kemajuan." Ucap Lintang sambil menyeka tetesan air matanya.


Boy tersenyum manis.


"Hati ini juga suatu saat akan sembuh dan mulai terbiasa, kamu akan segera melupakan dia dan memulai menerima aku sebagai suamimu!" Boy menyentuh dada Lintang seraya menyentuh hatinya Lintang.


"Bisakah aku melupakan rasa sakit ini?"


"Kamu harus berusaha, aku akan membantumu!" Boy menatap sang istri dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Aku takut tak bisa, maafkan aku jika akhirnya aku mengecewakanmu kembali!" Ucap Lintang membalas tatapan Boy dengan mata basahnya.


Boy tersenyum denangan manis. Dia begitu mencintai istrinya dengan sepenuh hati. Dan dia akan berusaha menyembuhkan luka hati sang istri sekuat tenaganya.

__ADS_1


Bersambung 🌺



__ADS_2