Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Kenyataan perih


__ADS_3

Jeff masih menangis dengan pilu dalam pelukan Dokter Allana. Pria itu terpuruk dan hancur. Hidupnya terasa tidak berarti lagi. Semuanya sudah selesai untuknya. Kesakitan yang dia rasakan tidak bisa dia bandingkan dengan apapun. Sakit yang bertubi-tubi dia rasakan amat sangat menyiksa.


Dia menyesal telah hidup dan selamat jika semua alhirnya hancur lebur seperti ini, untuk apa dirinya hidup dan bertahan. Jika kini dia bukanlah apa-apa tanpa, kehadiran Kisya dalam hidupnya.


"Apa yang harus aku lakukan Dok, bunuh saja aku Dok, kenapa kamu membiarkan aku hidup jika akhirnya hanya ragaku yang hidup, tetapi hatiku telah mati. Aku tidak mau hidup jika rasanya sesakit ini.


"Kamu adalah seorang laki-laki Kenapa kamu secengeng ini? Kamu harus kuat menghadapi segalanya. Kenapa malah kamu ingin mati, Padahal aku sudah berusaha menolong. Aku telah menghabiskan semua uangku hanya untuk menolong dan kamu tidak menghargai itu, tidak menghargai aku yang telah kesusahan oleh kamu, apa timbal balik mu buat aku?" Dokter Allana melepaskan pelukan Jeff dia begitu marah ketika Jeff mengatakan ingin mati saja.


Dokter Allana marah karena dia kecewa, dia bersusah payah ingin supaya Jeffan hidup. Namun Jeffan tidak menghargai upayanya, malah menginginkan supaya dia mati saja. Karena itu Dokter Allana  merasa menyesal karena telah menolong Jeffan.


"Jadi Dokter ingin aku membayar semua uang perawatan ku selama ini?" ucap Jeff sambil menatap Dokter Allana dengan mata yang basah.

__ADS_1


"Aku tidak butuh uangmu, selama ini aku bahkan sudah putus asa karena kamu tidak kunjung bangun, sekarang aku sudah berupaya untuk membuat kamu bangun tapi kamu tidak menghargai semua usahaku Sudahlah." wajah kecewa terlihat di mimik muka Dokter cantik itu.


Dokter itu merasa sangat sedih karena sikap Jeff. Semuanya membuat dia merasa tidak berguna. Semua pengorbanannya merasa tidak dihargai. Karena itu Dokter Allana merasa sangat sedih. Dokter itu duduk dan meneguk air putih. Dia terdiam dengan wajah yang kusut dan kusam.


Jeff yang tadinya berteriak dan menangis kini terdiam melihat wanita yang ada di hadapannya begitu sedih karena tingkah lakunya.


"Maafkan saya dok, bukan berarti saya tidak menghargai anda karena telah menolong saya, Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Saya berjanji akan membayar semua uang Dokter yang telah keluar untuk membayar biaya pengobatan saya. Saya pasti akan membayarnya." menatap Dokter tersebut dengan rasa bersalah.


"Kenapa kamu selalu mengungkit masalah uang. Kamu hidup dan bernafas pun aku sudah senang, kamu bisa bicara pun aku sudah bahagia. Aku tidak butuh uangmu, aku bisa mencari uang ku sendiri tidak harus meminta Padamu." sebuah gambaran begitu pilu terlihat di wajah Dokter cantik itu.


Rasanya terlalu sakit jika mengingat semua luka hatinya terlalu pedih jika mengingat semua kepiluan. Rasa sakit dan pilu ini memang dia rasakan sendiri. Karena itu dia menginginkan supaya dia mati saja, daripada harus menanggung penderitaan seperti ini. Tetapi dia sungguh tidak menyangka bahwa ucapannya bisa menyakiti hati seorang malaikat yang telah menghidupkannya kembali.

__ADS_1


Dokter Allana adalah malaikat Tak Bersayap untuk Jeff. Dokter cantik itu setahun ini telah menjaga dan merawat Jeff sepenuh hati. Jeff merasakan sendiri setiap hari, dia mendengar suara-suara ternyata suara itu adalah suara dari Dokter Allana, bukan suaranya Kisya.


"Maafkan aku dok, hatiku terlalu sakit merasakan semua kenyataan hidup ini, semua kenyataan bahwa orang yang sangat aku cintai kini telah bersanding bersama orang lain. Bukannya aku tidak menghargai semua usaha dan pengorbanan Dokter, mungkin aku terlalu bodoh mengatakan sebuah kematian, aku hanya merasa sepi jika hidup seperti ini. Melihat sendiri orang yang aku sukai, orang yang aku cintai, yang aku sayangi, ternyata telah bersanding bersama orang lain. Rasa sakit itu terasa menjulur ke seluruh urat nadiku, menjalar ke seluruh aliran darahku, hatiku sakit jiwaku terkoyak, karena itu aku tidak sanggup lagi melanjutkan hidup, Tak sanggup untuk menghadapi semua sakit ini. Sangat perih, rasanya angin kesakitan telah menyusup ke seluruh anggota tubuhku. Aku tak sanggup melanjutkan semua ini dok, aku tak bisa menahan kesakitan ini, Aku harus apa? jika rasanya sesakit ini aku tidak mau lagi untuk membuka mata dan hidup kembali." pria itu menangis dengan sangat lirih.


Dia mengatakan kepada Dokter Allana, seluruh luka dalam hatinya sehingga Dokter Allana mengerti kenapa dia memilih untuk mati. Dokter Allana bangun dari duduknya. Dia berjalan dan duduk di samping jeff.


"Jangan kamu pikir, cuma kamu orang yang paling menderita di dunia ini. Cuma karena putus cinta kamu lebih memilih mati, itu pilihan yang sangat bodoh, kamu tidak tahu ada orang yang lebih menderita daripada kamu di dunia ini. Kamu tidak tahu ada orang yang lebih tersiksa di dunia ini selain kamu. Harusnya, kamu harus bisa lebih tegar daripada orang lain, hidupmu lebih beruntung Karena Kamu terlahir sebagai orang kaya, ada beberapa orang yang putus cinta dan menderita Bahkan mereka putus cinta bukan cuma satu kali saja, kamu baru putus cinta satu kali saja, sudah memutuskan ingin mati. Sangat tidak sesuai dengan postur tubuhmu yang besar, tetapi ternyata hatimu begitu cengeng." Dokter itu Berkata sambil menatap dengan mata yang basah.


Dokter itu menatap Jeff dengan mata yang berkaca-kaca. Sekuat tenaga Dokter Allana menahan supaya dia tidak menangis. Jeff tidak tahu bahwa ada orang lain yang lebih menderita daripada. Pria itu terdiam sambil menatap pantulan wajah cantik yang ada di hadapannya. Helaan nafas terdengar begitu berat, membuat pria itu benar-benar terasa sesak.


Dokter Allana mengatakan bahwa dia harus bisa kuat, karena di dunia ini bukan cuma dia, satu-satunya orang yang pernah merasakan putus cinta. Tetapi pria itu saat ini tidak bisa mendengarkan apapun. Luka hatinya telah membuat dia buta dan tuli. Rasa sakitnya telah membuat dia bisu. Kekecewaannya membuat ia tidak ingin hidup lagi.

__ADS_1


Untuk saat ini pria itu sama sekali belum bisa menerima masukan apapun, dan dari siapapun. Yang dia rasakan saat ini hanyalah rasa sakit, perih dan penuh dengan sembilu. Pria itu Bahkan tak sanggup untuk bernafas dengan lega. Rasa sesak timbul bagaikan ada sebuah truk yang menghimpit dadanya. Rasa sesak itu membuat dirinya tak sanggup untuk berkata apa pun. Pria itu hanya bisa menundukkan wajah dengan mata yang basah. Dia tak sanggup untuk berkata apapun selain menangis.


🌺🌺🌺🌺 Bersambung.


__ADS_2