Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Aku bangun, Kamu tidur, dan sebaliknya


__ADS_3

Jino mencoba untuk memejamkam matanya. Tetapi sayang dia sama sekali tidak bisa tidur. Dia terus menatap wajah sang istri yang tengah tertidur dengan lelap. Jino masih berharaf istrinya bisa bangun dan tersenyum kepadanya. Tetapi sayangnya Kisya memang tertidur begitu lelap sehingga melupakan malam ritual malam pertama mereka.


Jino berkali-kali menelan Saliva. Menghela nafas panjang untuk menstabilkan debaran jantungnya yang memuncak. Dia harus bisa tertidur. Tetapi itu tidak bisa dia lalukan. Kini Jino hanya bisa menatap pantulan indah sang istri yang terbuai dalam dunia mimpinya. Jino merasa sangat kedinginan. Padahal dia sudah mengenakan selimut tebal. Pria itu mencoba untuk memeluk erat tubuh istrinya. Sayangnya tak ada respon sedikitpun dari Kisya.


Kisya beneran tertidur pulas malam itu. Pengaruh obat sungguh membuat Kisya terbuai dalam dunia mimpi. Meninggalkan sang suami dalam alunan kegelisahan. Seorang pria yang sudah sangat menggebu, dengan aura yang tak bisa dia tahan,ehhh di tinggal tidur oleh istrinya di malam pernikahan mereka. Jarum jam sudah menunjukan angka dua dini hari. Jino bahkan belum bisa terlelap sedikitpum. Dia gelisah tak karuan. Entah apa yang harus dia perbuat malam itu. Sebuah kegelisahan menghampiri sekujur tubuhnya. Aura yang dia tahan menbuat pikiran terasa pusing.


Jino akhirnya memutuskan untuk bangun dan mandi malam itu. Entah kenapa dia harus mandi. Padahal malam itu sangat dingin. Tetapi tubuh Jino seolah panas oleh hawa lelakinya. Setelah mandi pria itu duduk di sofa. Dia kembali menatap sang istri dengan tatapan yabg intens. Istrinya tertidur dengan sangat cantik.


Lagi-lagi Jino duduk di samping sang istri. Berharap Kisya akan bangun dan memeluk tubuhnya. Sayangnya semua itu hanya hayalan si pengantin pria. Sedang pengantin wanita saat itu sedang terbuai dalam dimensi lain. Jino mengelus rambut Kisya begitu lembut. Dia menatap betapa Kisya tertidur seperti bayi. Sangat cantik dan polos.


Dia kembali merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Dan Jino memeluk tubuh mungil pengantinnya. Pelukan yang begitu erat dan sangat mesra. Jino mengecup kening sang istri lembut. Lalu mencoba memejamkan matanya. Dia ingin sekali tertidur. Karena memang dia sendiri sangat lelah karena pesta pernikahannya kemarin. Sayangnya seolah rasa kantuk itu tak pernah hinggap di pelupuk matanya. Jino malah terlihat segar setelah mandi.


"Aku harus tidur, kenapa aku tidak bisa tidur dan malah gelisah terus-menerus." Jino nengehela nafas panjang dan membuangnya perlahan. Matanya terpejam tapi tidak tertidur. Dia mencoba untuk tidur tetapi masih saja tidak bisa. Mungkin karena malam pertama yang dia harapkan terjadi kegagalan makanya pria itu gelisah.


Malam yang semakin dingin. Bahkan jarum jam sudah sampai di angka empat. Pria itu masih mencoba untuk tertidur. Namun semuanya percuma. Dia tidak bisa tidur sama sekali. Dia mulai kesal pada dirinya sendiri. Kenapa dia tidak bisa tidur. Apakah dia harus meminum obat tidur milik sang istri? Jino sempat berfikiran seperti itu. Namun dia urungkan. Karena semua obat itu adalah milik istrinya. Dan mungkin tidak cocok untuknya.


Jino kembali bangun dan duduk di kasurnya. Dia lalu menyalakan televisi. Dia sudah mulai jenuh dengan kondisi matanya yang tidak bisa beristirahat. Sampai tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel miliknya.

__ADS_1


-Rosaline-


Aku akan pulang dalam waktu dekat.


Pesan dari rosalin membuat Jino tersenyum dengan manis. Jino memejamkan matanya  terus menyunggingkan senyum manisnya.


-Georjino-


Pulang saja, orang tuamu menunggu kamu pulang.


Balas Jino mengirim pesan kepada Rosaline.


-Rosaline-


-Georjino-


Baiklah.

__ADS_1


Jawab jino lalu mereka tidak saling mengirim pesan lagi. Jino tersenyum mendapat pesan singkat dari wanita yang bernama Rosaline. Jino lalu menyimpan kembali ponselnya. Dan kembali menonton televisi. Sesakali dia menatap wajah polos sang istri. Dan mengelusnya dengan lembut. Lalu dia kembali menonton televisi lagi.


Jarum jam menunjukan angka enam pagi dan Jino baru bisa tertidur dengan lelap. Saat itu Kisya terbangun. Dia merasa sangat puas karena tidur lebih awal. Dia terbangun dengan begitu segar. Dia melihat kesebelahnya. Terluhat Jino tertidur dalam posisi duduk. Dan televisi masih menyala. Kisya merasa sangat aneh dengan posisi tidur sang suami. Lalu dia berfikir tentang apa yang terjadi semalam.


Wajahnya merona merah saat dia sadar bahwa semalam Jino sudah mengecup bibirnya dan memberikan tanda kepemilikan di leher dan dadanya. Tetapi setelah itu dia bahkan lupa semuanya.


"Apa semalam aku meninggalkannya tidur sendirian?" Kisya menantap Jino penuh rasa bersalah. Entah kenapa Kisya sendiri begitu mengharapkan ada moment indah pada malam pernikahanya. Tetapi dia malah tertidur dengan sangat lelap. Meninggalkan sang pengantin pria dalam kegelisahan. Rasa bersalah hinggap di wajah wanita itu. Dia membantu jino membenarkan posisinya. Agar jino bisa tertidur dengan nyaman. Kisya terus menatap Jino yang tertidur pulas dengan wajah yang sangat lelah.


"Kasian sekali kamu kak, wajahmu bahkan terlihat begitu lelah." Ucap Kisya menatap lembut sang suami. Jino terlihat begitu tampan. Wajahnya yang putih membuat Kisya tak henti menatap wajah sang suami. Kisya lalu memainkan rambut Jino tetapi Jino masih terlelap. Maklumlah, Jino baru saja bisa tertidur setelah semalaman bertarung dengan aura jahatnya sebagai laki-laki.


Kisya lalu beranjak untuk bangun dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Kini Kisya sudah tampil segar dan cantik dengan rok pendeknya. Dia ingin sarapan dan turun ke resto. Mengingat Mama Papa dan Bunda pasti sudah menunggunya di resto. Tetapi dia tidak mau meninggalkan Jino sendirian di kamar. Diapun tak tega untuk membangunkan sang suami yang terlihat begitu lelah.


Kisya hanya bisa mengirim pesan kepada Bundanya bahwa dia akan sarapan di dalam kamar karena Jino belum bangun. Dan bunda nya hanya memberikan emot tersenyum saja. Mungkin Bunda dan yang lain berfikir lain-lain soal Jino dan Kisya. Padahal itu semua jauh dari pemikiran mereka. Malam pertama pengantin yang terjadi tadi malam di luar jangkauan. Karena pengantin wanita meninggalkan sang pengantin pria, dalam kegelisahan.


Kisya akhirnya menelepon resto untuk mengantar makanan ke kamarnya. Sambil menunggu makanan datang, Kisya tak henti menatap wajah sang suami yang begitu tampan. Lagi-lagi Kisya telah jatuh cinta kepada pria itu. Dan kini pun begitu. Kisya telah jatuh cinta kepada sang suami untuk kesekian kalinya. Dia tak percaya bahwa pria ini sekarang sudah menjadi lelaki halalnya. Mengingat hal itu Kisya hanya bisa tersenyum sendiri.


Dia lalu memeluk sang suami dengan lembut. Kisya menjadikan dada sang suami sebagai bantal untuknya tertidur. Andai saja Jino saat itu bangun mungkin akan ada hal romantis yang terjadi. Tetapi karena Jino bergitu lelah semalaman tidak tidur maka Jino tidur sangat lelap pagi itu.

__ADS_1


🌺Bersambung🌺


__ADS_2