Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Tatapan sendu


__ADS_3

Setelah mendapatkan beberapa Poto Kisya akhirnya Angel pun kembali ke mejanya. Dia duduk dengan wajah penuh senyum karena telah berhasil menjalankan misi yang telah di berikan oleh sang bos . Jino tersenyum melihat keberhasilan dari Angel dan berterima kasih lewat bisikan.


Kini Angel dan sekretaris dari Nona Talita telah di sibukkan dengan berbagai berkas yang akan di tandatangani oleh Jino dan Talita. Kini Jino dan Talita telah fokus pada lembaran kertas yang ada di hadapannya. Jino dengan teliti membaca setiap detail tulisan di lembar kontak. Karena itu sangat penting. Jino tidak mau ada kesalahan sedikit pun.


Di sisi lain Lintang dan Kisya telah selesai makan dan mereka Berpoto syelfie. Sedang  Lintang tidak mengajak Rania dan membuat wajahnya menekuk cemberut. Beberapa saat kemudian Rania pamit untuk pergi ke kamar mandi. Setelah Rania pergi. Lintang merasa sangat aneh dengan kehadiran Rania yang tiba-tiba. Namun Kisya sama sekali tidak mencurigai apapun.


"Untuk apa dia menemui kita Dan duduk bersama?..


Ucap Lintang sambil menatap punggung Rania yang mulai menjauh.


"Mungkin saja dia rindu terhadap kita berdua." Kisya tersenyum sambil meneguk jus jeruknya yang sudah tetes terakhir.


"Semenjak kapan ?... Lintang terkekeh mendengar ucapan Kisya.


"Semenjak tadi lah Lintang sayang."


"Tapi kamu tau sendiri kalo dari dulu dia itu sangat sentimen terhadap kita."


Lintang berdecik kesal.


"Tapi kan manusia bisa berubah Lintang ."


"Aih.. tidak deh, kamu harus menghapuskan semua kebaikan hatimu dan jangan terlalu polos. Rania itu penuh tanda tanya Kisya. Mana bisa dia berubah secepat itu?..


Ucap Lintang kesal.


"Tapi , Lintang, buktinya aku berubah dengan cepat." Ucap Kisya pelan sambil menundukkan wajahnya. Wajahnya sudah mulai merah kembali dan air matanya hampir saja menetes. Lintang melihat Kisya begitu  pilu dan Lintang langsung mengambil makanan dalam sendoknya.


"Aaaaaa... " Ucap Lintang menyuapi Kisya makanan. Kisya langsung membuka. Mulutnya lebar dan memasukan setumpuk makanan pada mulutnya. Mulutnya mengembung dan Kisya sudah untuk mengunyah makanan.


"Iwi sawat pedas." (Ini sangat pedas).

__ADS_1


Ucap Kisya sambil meneteskan air matanya. Kisya menangis sambil mengunyah makanannya.


Lintang terkekeh. Dan langsung memeluk sahabatnya itu.


"Tidak ada yang lebih lucu dari kamu, tidak ada yang lebih aku sayang selain kamu, kamu seperti ini membuat aku pilu, jangan menahan tangismu." Ucap Lintang masih dalam mode pelukan erat.


Kisya meneteskan air matanya. Bisa jadi karena memang sedih atau memang karena makanan yang pedas.  Itu memang cara jitu untuk bisa menangis di depan umum. Dengan susah Kisya menelan makanannya. Lintang menyodorkan. Segelas air putih untuk Kisya minum. Dengan segera dia ambil dan meneguk air putih itu dengan cepat.


Rasa makanannya memang sangat pedas dan itu membuat merah bibir dan seluruh wajah kisya. Air mata Kisya masih mengalir . Dan Lintang terkekeh melihatnya. Tiba-tiba ponsel Lintang berdering. Dengan segera Lintang mengambil dan menerima telphon masuk. Ternyata itu adalah telphon dari suaminya Boy .


Kisya masih dalam tahap menangis kepedasan. Matanya merah dan air matanya terus mengalir. Kisya melihat sekeliling. Ternyata dia menemukan seseorang yang dia rindukan.


"Kak Jino." Ucap Kisya dalam hatinya sambil menyeka air mata yang menetes di pipi nya. Kisya meneguk airnya kembali. Rasa pedas di mulutnya secara tiba-tiba menghilang  . Entah kenapa rasanya begitu sejuk dan air mata tak lagi menetes. Kisya terpana melihat sosok tampan dengan stelan jas hitam sedang berdiskusi dengan klienya.


Jino masih tidak mengetahui kalo Kisya sedang menantapnya. Jino asik dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya. Sambil sesekali tersenyum manis terhadap nona Talita. Kisya terdiam seribu bahasa. Tubuhnya bergetar dan melemah ketika melihat Jino sedang bekerja bisa setampan itu. Kisya menelan Saliva dengan sangat sulit.


"Kenapa kita harus bertemu lagi, sulit sekali jika seperti ini untuku melupakanmu." Ucap Kisya dalam hatinya sambil terus menatap jino dengan tatapan sendu. Manik matanya berbinar seolah bercahaya seperti Mutiara. Kesejukan mengelilingi tubuh gersangnya. Dan rasa hangat menyelimuti hatinya.


Ini adalah sebuah perasaan yang begitu nyaman dia rasakan ketika melihat dia seorang pria yang kini telah menjadi raja di hatinya. Dada nya berdegup sangat kencang. Tiba-tiba saja Rania datang dan duduk di sampingnya. Kisya segera memalingkan muka dan tidak menatap Jino lagi. Kisya kini menundukan wajahnya dengan semu merasa merona.


"Wah, ada kak Jino juga disini."


Ucap Rania dengan sumberingah. Kisya menatap Rania lalu menatap Jino. Lintang kini sudah mengakhiri telphonya.


"Ada apa, ada siapa?...


Ucap Lintang bertanya sambil menatap Rania dengan wajah datar tanpa senyum sedikitpun.


"Itu tuh, ada mantan pacar kamu Lintang." Ucap Rania dengan senyumanya.


"Apa, mana?..

__ADS_1


Lintang melihat ke kiri dan kekanan. Ternyata dia menemukan sosok Jino sedang bersama klienya. Lalu Lintang menatap Kisya yang terdiam dengan wajah nenunduk.


"Wah kenapa bisa kebetulan seperti ini?..


Ucap Lintang .


"Aku pikir kalian janjian?..


Ucap Rania.


"Tidak juga, untuk apa janjian Dengan mantan ?...


Lintang memperlihatkan wajah juteknya pada Rania.


"Ya mungkin pikiranku salah."


Ucap Rania. Kisya masih terdiam sambil memainkan sendok dan mengaduk makananya tanpa arah dan kejelasan.


"Kalian tau tidak, lihat itu klienya kak Jino ternyata bohay, cantik banget, sepertinya usianya sudah matang." Ucap Rania.


Kisya lalu melihat ke arah Talita. Begitu pula dengan lintang.


"Apa perduliku ?.. Ucap Lintang spontan.


"Hmm mungkin Nona itu bukan sekedar klienya kak Jino, pria mana coba yang tidak tergoda melihat gadis seksi dan montok seperti itu." Rania mulai meracun. Dan Kisya sendiri sudah mulai gelisah dengan ucapan Rania. Sesekali Kisya menelan Salivanya dengan sangat berat.


"Apa kamu buta Rania, lihatlah dia tidak lebih cantik dari aku." Ucap Lintang mulai menyombong. Karena kesal dengan ucapan Rania. Lintang tahu betul Jino Takan terpikat dengan wanita lain jika Jino sudah jatuh cinta.


"Oh maaf Lintang bukan maksud aku membandingkan dirimu denganya."


Rania berpura-pura meminta maaf.

__ADS_1


Kisya masih terdiam dan masih kebingungan dengan ucapan Rania. Apakah Kisya mulai merasakan rasa cemburunya?...


Bersambung❤️


__ADS_2