Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Terjebak


__ADS_3

Aku dengan segera membawa Kisya dan Vano ke ruangan khusus altit menginap. Disana memang banyak altit lain. Makanya aku tidak mau membawa Kisya kesana. Namun buah hati kami terlihat kedinginan dan tidak mau berhenti menangis .



"Ayo masuk Kis


Ucapku sambil menggandeng tangan Kisya.


Saat aku masuk semua mata memandang.



"Hai bro sudah lama tidak datang, kini datang beserta keluarga".


Ucap salah satu teman Jino.



"Iya kami hanya ingin ikut beristirahat sebentar, boleh kan?..


Ucapku.



"Ya boleh dong ini kan kamar kamu juga bro"..



Lalu aku langsung masuk dan menuju ke tempat tidurku.



Semua mata memandang kami. Dan akupun mempersilahkan kisya untuk duduk di kasur . Kami duduk bersama dengan selimut membungkus tubuh kami bertiga. Vano kini mulai hangat dan tidak menangis lagi. Tadi aku sungguh Cemas melihat baby Vano membiru kedinginan.



Di ruangan itu ada 6 orang.


Ada aku kisya dan Vano ada juga tiga teman atlitku. Kamar ini adalah kamar kami berempat. Sewaktu aku masih aktif . Tetapi aku sudah lama vakum namun pelatih Masi menyisakan kamar ini . Dan kamar ini Masi milik kami berempat.



Kisya dengan erat memeluk Vano sampai akhirnya Kisya ketiduran. dengan perlahan aku mengambil Vano dalam pelukku dan menidurkan Vano. Sedang Kisya sendiri Masi tertidur serdandar pada pundaku. Mataku mulai pekat dan kantuk pun hinggap.



Georjino P.O.V end



Terlihat Jino mulai mengantuk Jino tidur dan saling bersandar satu sama lain. Suara telpon berdering membangunkan Jino dan Kisya.



"Ya ampun ini kak Jeff"


Ucap Kisya terkejut.



"Si siapa Jeff ?..


Ucap Jino gagap karena terkejut.



"I ini jam berapa?..


Ucap Kisya



"Ini sudah ya ampun sudah jam 10 malam, dan kita ketiduran"



"Bagaimana ini kak, apa apa aku harus mengangkat teleponnya?..


Ucap Kisya merasa cemas.



"Hmm Ja jangan bilang kita lagi bersama!..


Ucap Jino pelan.



"Baiklah.. hallo kak


Ucap Kisya pelan.



"Sayang kenapa lama sekali angkat teleponya ?..



"Kikis ketiduran kak..



"Aku cemas sayang aku takut kamu tidak bisa tidur karena sendiri di rumah"


Ucap Jeff cemas.

__ADS_1



"Iya kak maap, tapi aku mengantuk sekali"



"Yasudah kamu tidur dulu sayang.. besok Senin tanggal merah kita jalan jalan ya!..


Ucap jeff.



"Iyya kak lihat besok ya"



"Yasudah bye sayang"



"Bye kakak sayang"


Lalu Kisya menutup telepon selulernya.



"Kis, apa kita pulang sekarang!..


Ucap Jino pelan.



"Tapi ini udah malam kak, tidak baik membawa bayi keluar selarut ini!..


Ucap kisya sambil mengelus kening Vano dengan lembut.



Jinopun mengangguk. Kisya lalu merebahkan badannya di samping baby Vano. Kisya terus memandangi baby Vano yang telah terlelap. Jino pun pegal terus menerus duduk. Akhirnya Jino tidur di samping baby Vano. Mereka tidur bertiga dalam satu kasur sempit. Sampai susah untuk bergerak.



"Kis, apa kamu tidak takut padaku?..


Ucap Jino pelan.



"Hmm takut, tentu saja takut"


Ucap Kisya dengan senyuman manisnya.




"Karena aku ingin bersama baby Vano, entah kenapa kikis sayang banget sama baby Vano "


Mendengar ucapan Kisya ,Jino merasa sangat tersentuh.



"Baiklah.. ayo kita tidur!..


Ucap Jino sambil memejamkan matanya.



Kisya memeluk Vano sambil mencoba memejamkan mata. Dan sukses dalam sekejap kisya sudah terlelap dan masuk dunia mimpinya .


Lain halnya dengan Jino. Jino sangat gelisah malam itu. Jino tidak bisa tidur padahal sudah memejamkan matanya.



Jino membuka mata perlahan . Terlihat Kisya sudah terlelap. Jino melihat ke sekeliling. Jino melihat ketiga teman nya juga sudah terlelap. Jino tidak tenang karena di ruangan itu ada 3 pria lain. Jino tidak bisa tidur takut teman-temanya mengganggu Kisya. Maklumlah jiwa penjahat pasti akan curiga orang lain berbuat jahat pula.



Keresahan Jino malam itu menyangkut dua hal. Salah satu karena teman-temannya dan satu lagi karena Kisya tertidur begitu imut. Jino tak henti menatap Kisya. Kini Jino mengingat kembali dimana Jino memeluk dan mencium kisya.



"Bodoh , apa yang aku pikirkan , dasar brengsek"


Jino merutuki dirinya sendiri yang mengingat masa lalu ketika bercinta dengan Kisya. Kini kembali berusaha memejamkan matanya. Namun Jino tetap gelisah . Jino memang tidak boleh dekat dengan Kisya karena Jino selalu tidak bisa menahan hawa nafsunya jika bersama dengan Kisya.



Seperti ada tarikan magnet yang mendorong Jino melekat pada Kisya. Jino berusaha memejamkan mata dan tertidur. Namun rasa gelisah mengelilingi tubuhnya. Sekali lagi dia menatap Kisya . Betapa cantiknya Kisya ketika sedang tertidur. Kisya tidur terhalang oleh baby Vano. Jino memindahkan baby Vano ke samping kanan Kisya dan Jino kini tanpa penghalang lagi. Posisi tidur mereka kini baby Vano, Kisya lalu Jino.



Jino lalu memeluk Kisya perlahan dan mencoba memejamkan matanya .


Beberapa kali Jino menelan ludah dan mengatur kecepatan jantungnya yang berdebar tidak seperti biasanya. Jino memeluk Kisya erat. Dan Kisya tertidur sangat lelap. Anehnya setelah memeluk Kisya Jino merasakan ketenangan. Namun tetap Jino tidak bisa tidur sampai pagi



Malam itu Jino merasa sangat tersiksa karena tidak bisa tidur. Pagi pun tiba. Kisya terbangun dan terkejut ada sebuah tangan memeluk tubuhnya. Kisya melihat itu adalah tangan Jino. Kisya mencoba melepaskan pelukan Jino. Jino pun membuka matanya perlahan.  Jino tersenyum melihat Kisya di pagi hari dengan sangat cantik.



Sesaat mereka saling bertatapan. Wajah Kisya memerah dan cup .


Jino mengecup kening kisya dengan lembut. Ternyata ketiga teman Jino sedari tadi sudah memperhatikan.

__ADS_1



"Wah sarapan pagi".


Ucap salah satu teman Jino. Dan itu sontak membuat kisya dan Jino terkejut.



"Kalian dari tadi mengintip?...


Ucap Jino terkejut.



"Begitulah, kan jarang sekali ada live "


Ucap mereka terkekeh.



"Oh ya ampun malu sekali"


Ucap Kisya menutup mata. Dan Jino terkekeh melihat sikap Kisya.



Kisya segera terbangun dan menggendong baby Vano karena menangis. Sedang Jino lekas membuat susu untuk buah hati kesayangan. Mereka bekerja sama dengan baik merawat Vano semalaman. Kini mereka hendak kembali ke rumah masing-masing.



Jino hendak mengantar Kisya ke rumahnya. Pak Supir melaju dengan santai. Jino duduk dan terdiam di jok belakang bersama Kisya . Sedang Kisya sendiri Masi asik memainkan pipi bakpawnya baby Vano.


Dan kini sampailah Kisya di depan mansionya.



Kisya mencium pipi baby Vano dan menyerahkan Vano pada pelukanya sang ayah. Jino memeluk Vano dengan. Lembut dan hati-hati.


"Kis tunggu!..



"Iya kak?..



"Kis maapkan sikapku, itu salahmu karena kamu mengikuti ku sampai kesana, lupakan kecupan dan pelukanku , anggap tidak terjadi apa-apa!..


Ucap Jino sambil menatap Kisya dengan mata elangnya .



Kisya terdiam dan mengangguk. Jino sadar betul jika Jeff tau bahwa Jino memeluk dan mengecup istrinya maka Jeff akan mengamuk. Maka karena itu Jino ingin Kisya melupakan semuanya.



"Satu lagi, aku mohon jangan dekat dekat denganku lagi, aku takut tidak bisa menjaga mu, dan takut malah akan menyakitimu"


Jino Masi menatap Kisya dengan lekat.



"Aku hanya ingin bermain dengan. Vano, jika pelukan dan ciuman kakak adalah harga yang harus aku bayar maka aku tidak apa-apa asalkan tidak lebih dari itu"


Ucap Kisya pelan.



"Tapi aku takut melakukan hal lebih dari itu, karenanya jangan lagi dekat dekat denganku..


Ucap Jino. Dan Kisya hanya terdiam.



"Ayo jalan pak!


Ucap Jino lalu pak supir pun menjalankan mobilnya. Meninggalkan Kisya dalam keheningan.



Kisya menatap mobil Jino sampai tak terlihat lagi. Kisya masuk ke dalam mansionya dengan wajah lemas. Kisya sangat sedih jika tidak bisa bersama baby Vano lagi.



"Aku bukan ingin bersamamu kak, aku tau hatiku hanya milik kak Jeff, tetapi aku hanya ingin bersama baby Vano. Aku terdiam di saat kamu memeluk dan mengecup keningku, karena aku ingin bersama dengan baby Vano. Jika itu harga yang kamu tawarkan untuku bisa agar bisa bersama Vano aku akan menerima, asalkan aku bisa selalu dekat dengan bayi itu. Entah kenapa aku sangat suka dengan bayi itu. Rasa sayangku padanya sangat dalam. Padahal selama ini aku tidak pernah menyukai seseorang sampai sekuat ini. Tetepi khusus untuk bayi mungil itu aku merasa sangat kalah. Aku sangat menyukai bayi mungil itu dengan sangat dalam. Bahkan aku sendiri bingung dengan perasaan ku kenapa bisa sekuat ini rasa sukaku terhadap baby Vano ?..


Ucap Kisya dalam hatinya menerawang.



Kisya terduduk dalam diam. Melihat Poto-Poto baby Vano. Dan ucapan Jino tadi . Air mata nya menetes tanpa dia sadari. Dia tidak mau kalo harus menjaga jarak dari baby Vano. Entah kenapa baby Vano untuknya saat ini adalah sebuah nafas dan penyemangat hidupnya. Sehingga ucapan jino untuk menjaga jarak itu terdengar sangat menyakitkan.



"Aku bahkan tidak menyukaimu kak, aku hanya menyukai bayimu, "


Ucap Kisya sambil menatap Poto-Poto Vano di layar ponselnya. Air matanya tak henti menetes dan membuatnya sangat frustasi.



Bersambung



__ADS_1


__ADS_2