Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Honeymoon 12


__ADS_3

Korea, pulau Jeju.


Malam itu Jino bergegas untuk bersiap. Mereka akan segera makan malam di sebuah tempat yang begitu romantis. Jino dan kisya sudah mengenakan pakaian masing-masing. Wanita itu masih saja selalu tampil cantik dan seksi. Wanita itu ini mengenakan baju berwarna biru tua dan dresnya itu sangat pendek.


Masih saja Jino terlihat begitu fantastic dan terpikat melihat sang istri begitu cantik dan seksi. Lagi-lagi pria itu merasakan jatuh cinta yang kesekian kali pada saat melihat istrinya. Jino merasakan bahwa dia begitu menyayangi sang istri, dia begitu mendambakan saat ini. Saat dimana dirinya adalah pria paling bahagia di dunia karena memiliki istri yang begitu cantik dan manis.


Tidak pernah terpikir di benaknya, bahwa dia akan jatuh cinta kepada gadis itu. Gadis yang telah dia lukai dan dia hancurkan secara bertubi-tubi. Pria itu menatap Intence wajah sang istri dengan tatapan penuh kasih sayang. Wanitanya tersenyum dengan manis wajahnya merah merona dan begitu cantik.


"Ayo sayang, sudah siap?" Jino menatap sang istri lalu mempersilahkan istrinya untuk menggandeng tangannya. Wanita itu dengan segera meraih tangan sang suami dan kini bergelayut dengan mesra. Mereka sudah siap dan akan segera makan malam.


Saat ini Jino membawa Kisya ke sebuah tempat yang dia booking untuk mereka berdua saja. Sebuah Resto yang sangat mewah dan benar-benar menyenangkan, boleh dibilang ini adalah Resto termewah di pulau Jeju. Jino dan Kisya telah sampai ke tempat yang mereka pesan.


Wanita itu merasa takjub karena melihat keindahan dekorasi dari Resto tersebut.


Dia merasa bingung karena resto seindah itu ternyata tidak ada pelanggannya. Hanya ada pelayan dan tamu-nya mereka berdua saja. Kisya menatap ke kanan dan ke kiri. matanya menyelidiki setiap sudut ruangan. Namun memang benar-benar tidak ada pelanggan lain disana, hanya mereka berdua saja.


Jino mempersilahkan sang istri untuk duduk di kursinya. Lalu ia pun tersenyum dan berterima kasih pada sang suami, sebelum akhirnya dia pun segera duduk. Setelah memastikan Kisya duduk dengan aman dan nyaman Jino pun segera duduk di kursinya tepat di hadapan sang istri tercinta.

__ADS_1


"Mau makan apa sayang?" Jino memberikan daftar menu kepada sang istri. Dia pun melihat-lihat menu makan yang akan mereka pesan. Kisah mulai memesan beberapa menu yang begitu menarik tentunya harga menu-nya begitu mahal, tetapi itu tidak sebanding dengan kebahagiaan mereka yang tak ternilai harganya.


Mereka berdua memiliki perasaan yang begitu nyaman tenang damai dan hangat. Jino dan Kisya merasakan sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa, selama mereka berbulan madu di Korea. Jino bahkan masih tidak mempercayai bahwa ini adalah sebuah kenyataan yang pasti.


"Aku mau ini, ini, ini dan ini ya." Kisya memesan beberapa makanan untuk mereka makan berdua.  Lalu dia bertanya kepada sang suami, apakah ada tambahan menu atau tidak. Jino hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Jino akan memakan semua makanan yang istrinya pesan. Tidak peduli apapun itu, yang pasti Jino akan menikmatinya.


"Minumnya ini saja ya kak, mau enggak yang ini." Wanita itu tersenyum dengan manis.


"Boleh sayang, aku akan memakan dan meminum apapun yang kamu pesan." Jino tersenyum dengan lembut sambil memandang sang istri. Istrinya yang terlihat begitu bahagia dan memamerkan senyum yang manis.


Tidak ada kata-kata lain selain bersyukur. Jino sangat bersyukur kepada Tuhan, karena dia mendapatkan seorang wanita yang begitu sempurna di matanya. Kisya begitu cantik dan baik hati, wanita itu polos dan benar-benar penyayang. Jino tidak menyangka bahwa hatinya akan tunduk dan bertekuk lutut di bawah kaki sang istri. Dia sungguh jatuh cinta kepada sang istri setiap detik dan setiap waktu.


Kisya benar-benar senang menerima perhatian kecil dari sang suami. Hati wanita itu terlihat berbunga dan begitu bahagia. Padahal itu hanya sebuah perhatian kecil saja.


"Terima kasih, sayang." Kisya tersenyum begitu manis sambil menatap sang suami. Sedang Jino hanya tersenyum manis. Jino sangat senang melihat senyum sang istri. Hari ini dia hendak memberikan sebuah kejutan untuk Kisya. Jino lupa belum memberikan sang istri sesuatu. Tanpa basa basi Jino lalu menyerahkan sebuah kotak perhiasan kepada Kisya.


"Apa ini?" Kisya merasa terkejut melihat barang yang suaminya berikan kepadanya.

__ADS_1


"Itu hadiah buat kamu sayang."


"Hadiah, hadiah untuk apa Dad?" Kisya masih bertanya-tanya. Dia Lalu membuka kotak tersebut. Ternyata isinya adalah satu set perhiasan yang begitu indah. Kisya terkejut, dia mulai terpana dengan keindahan dari kerlip berlian itu.


"Sini.., biar Daddy pakaikan." Ucap Jino sambil mengambil kalung tersebut dan langsung membantu sang istri untuk pemasangnya di leher jenjangnya.


"Daddy.. ini cantik sekali," wanita itu tersenyum begitu manis ketika mendapatkan hadiah dari sang suami.


Jino tersenyum begitu puas ketika melihat senyum dibibir sang istri. Tidak sia-sia dia harus membeli perhiasan yang begitu mahal karena ternyata perhiasan itu membuat istrinya tersenyum dengan manis.


"Kamu suka sayang, perhiasan itu?" Jino terus memandangi wajah sang istri yang begitu bahagia.


"Sangat suka kak, terima kasih ya sayang, sudah membelikan aku hadiah yang seindah ini," wanita itu sekarang terasa begitu bahagia. Karena suaminya ternyata begitu romantis bisa-bisanya Dia memberikan kejutan yang seindah ini kepada dirinya. Jino mengangguk dan kini ia menggenggam tangan sang istri begitu lembut.


"Syukurlah kalau kamu suka sayang. Aku takut kamu tidak akan menyukainya." Ucap Jino dengan senyuman yang manis menatap sang istri dengan semua perasaan hangat yang dia rasakan. Hari ini dia begitu bahagia. Dan mereka saling bertatap mata dan seolah berkata lewat mata seolah berkata bahwa mereka begitu bahagia dan senang karena bisa selalu bersama.


Bersambung 🌺 🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Hai sahabat Jino dan Kisya, jangan lupa like dan vote ya say.. Aku sayang kalian semua.


__ADS_2