Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Lepaskanlah


__ADS_3

Kecupan di kening Kisya membuat Kisya menyadari sesuatu hal setelah terjadi. Awalnya Kisya sedang menangis tersedu, karena bahagia dan haru, lalu memejamkan mata karena dia benar-benar tidak bisa lagi untuk tidak menangis.


Tetapi kecupan itu membangunkannya. Mata Kisya terbuka dengan seketika. Ketika jam mengecupnya begitu mesra. Dengan perlahan Kisya yang mendorong tubuh Jeff agar menjauh darinya. Pria itu mengerutkan dahi ketika Kisya kini telah melepaskan pelukannya.


"Sayang," ucap Jeff dengan mata yang basah dan suara yang begitu halus.


"Terima kasih sudah datang kembali, Sudah sehat, sudah hidup kembali, sudah kumpul bersama kami di sini. Aku mohon kamu jangan pergi lagi, jangan sakit, jangan berpura-pura mati. Aku mohon hidup berbahagia di sini, bersama kami!" tetes air mata Kisya tidak bisa terbendung lagi saat itu.


Begitu pula dengan mereka yang melihat kejadian itu.


"Aku kembali untukmu, dalam setiap mimpiku hanya ada kamu. Aku berusaha untuk hidup dan kembali dalam pelukmu!" kata Jeff dengan pelan.


"Terima kasih telah kembali untukku, tapi aku bukan lagi istrimu Kakak. Kini aku telah menjadi kakak iparmu. Saat itu resepsi pernikahan kita semua tamu undangan sudah menunggu kita, tapi kamu tidak juga di temukan, akhirnya kak Jino lah yang menggantikanmu sebagai pengantin laki-laki. Jadi sekarang dia sudah menjadi suamiku, suamiku yang resmi, Maafkan aku tidak bisa lagi bersamamu. Kamu pulang begitu terlambat, sehingga aku tidak bisa lagi menyambutmu. Tolong lepaskan aku! hiduplah demi dirimu sendiri, jangan hidup demi diriku, aku tidak pantas untuk mu, kak. Aku wanita yang tidak setia!" Kisya meneteskan air matanya, dia benar-benar tidak tega harus menolak Jeff seperti itu. Tetapi hubungan keluarga adalah hubungan keluarga, kini status dia adalah adik iparnya.

__ADS_1


Jino tersenyum begitu bahagia, ketika mendengar istrinya menolak Jeff begitu saja. Pria itu merasa hatinya begitu hangat, ketika Kisya mengatakan bahwa dia adalah istrinya. Tetapi saat itu Jino tidak sanggup untuk mendekati Kisya. Karena Jino akan membiarkan Jeff dan Kisya untuk melepas rindu sementaranya.


Allana sendiri masih berkaca-kaca, dia ingin menahan tangis namun dia pun tak bisa.


"Benarkah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" kata Jeff dengan mata yang benar-benar sendu.


"2 tahun bukanlah waktu yang sebentar Kak. 2 tahun kamu pergi meninggalkan aku dan selama 2 tahun itu seseorang telah masuk ke dalam hatiku, saat itu aku tidak mengingat apapun. Tapi aku berusaha untuk melupakanmu, karena mengingatmu rasanya hatiku sangat sakit, perlu Kakak tahu, selama 8 bulan pernikahanku bersama Kak Jino. Aku bahkan tidak pernah memberikan diriku padanya, Kak Jino tidak pernah menyentuhku dan Aku pun tidak bisa menerima kak Jino begitu saja, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya aku menyadari perbuatanku sangat tidak baik, aku telah mengabaikan orang yang hidup demi orang yang mati. Karena waktu itu aku menganggapmu sudah meninggal. Maafkan aku. Kini rumah tanggaku bersama Kak Jino berjalan begitu bahagia. Walau akhirnya baru aku tahu bahwa semuanya berawal dari sebuah kebohongan. Kebohongan yang begitu menyakitkan dan aku sangat benci di bohongi seperti itu. Tetapi walaupun begitu, aku tetap tidak bisa kembali pada mu, kak. Tolong maafkan aku, maafkanlah aku!" tangis Kisya pun meledak. Wanita itu sungguh tidak kuat menahan semua derai air matanya.


"Aku masih mencintaimu kiss, tetapi jika pilihanmu memang hanya untuk bang Jino, maka aku tidak bisa berbuat bisa apa-apa lagi, karena aku sangat mencintaimu. Aku akan selalu mendukungmu, semuanya untuk kebahagiaanmu. Aku ikhlas menangis di atas semua bahagiamu. Aku ikhlas terluka di atas semua tawamu. Aku mencintaimu tulus dan jika memang cintaku tak terbalaskan lagi, aku ikhlas. Asalkan kamu selalu hidup dengan bahagia, Aku Mencintaimu, cukup kamu ingat itu saja. Selamat atas pernikahan kalian yang bahagia!" ucap Jeff dengan tetesan air matanya. Pria itu tak kuasa membendung semua duka dalam hatinya.


Walau hatinya hancur berkeping-keping, dia masih tetap bisa berbicara dengan tegar. Walau jiwanya terkoyak dia masih bisa berdiri, walaupun harus bersandar. Jeff merupakan seorang pria yang kokoh dan tangguh,dengan kesakitan hati seperti itu, dia masih bisa mendo'akan kekasih hatinya. Pria yang luar biasa, dia memang sungguh tiada bandingnya. Kini dia kalah dengan dengan bahagia. Karena kekasih hatinya pun bahagia walaupun bukan dirinya yang membuat Kisya bahagia.


Dia lalu mundur berjalan perlahan kearah Dokter Allana. Dokter Allana pun menatap dengan mata basahnya. Jeff baru menyadari bahwa ada wanita yang sedari tadi menangis karena kata-katanya. Wanita yang sudah menyelamatkan hidupnya, dari kematian. Wanita yang sudah setia dan rela berkorban apapun untuk dirinya. Dia adalah Allana, dia adalah Allana, dia adalah Allana.

__ADS_1


"Lana, maapkan aku telah membuatmu menangis!" Jeff memeluk Allana. Dengan begitu dia menangis kembali, dalam pelukan wanita itu. Dan Allana pun merangkul Jeff. Allana membalas semua pelukan dari pria yang sangat dia kasihi.


Kini Kisya tersenyum begitu manis melihat Jeff memeluk seorang wanita di hadapannya. Setidaknya ia merasa lega, karena ada wanita lain yang selalu menemani Jeff setiap saat. Kisya berharap Jeff bisa berbahagia dengan Dokter Allana. Walaupun dirinya sendiri tidak bisa menjamin bahwa dia dan Jino sendiri akan bahagia seperti itu.


Kisya langsung berlari ke atas menuju ke kamarnya Jino. Wanita itu menangis dengan tersedu, di atas kasur kesayangannya. Dia benar-benar merasakan kebahagiaan yang bercampur dengan kesakitan, karena harus menolak Jeff seperti itu.


Tangisannya sungguh nyaring, terdengar sampai keluar ruangan. Kini Jino hanya bisa menatap sang istri dari kejauhan. Ingin sekali Jino menghampiri dan memeluk istrinya saat itu. Tetapi Jino tidak ingin mengganggu Kisya, mencurahkan semua kesakitan hatinya.


Jino menyadari Kisya butuh ruang untuk sendiri. Karena itulah dia memberi kesempatan untuk sang istri merenungkan semua rasa sakit dalam hatinya. Jino berharap setelah ini Kisya bisa memaafkannya, dan mereka bisa hidup bahagia, sampai akhirnya ajal menjemputnya. Namun itu semua masih ada dalam angannya Jino saja. Keputusan akhir tetap ada di tangan Kisya.


Bersambung.


Hallo kak jangan lupa vote ya setelah membaca. Ada 4 chapter lagi😭😭😭.

__ADS_1


__ADS_2