
Jeff begitu tertegun saat mendengar apa yang diucapkan oleh Dokter Allana. Sepertinya Dokter Allana melewati banyak hal dalam hidupnya. Wanita itu terlihat tegar walaupun masalah datang benderanya. Terkadang Jeff merasa takjup dengan kekuatan wanita itu. Jeff sendiri sebagai seorang laki-laki kadang malah suka berputus asa, tetapi melihat keyakinan hati dari sang Dokter, dia menjadi lebih semangat untuk menghadapi masalah dalam hidupnya.
Malam itu Dokter Allana mau membantu Jeff untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Jeff akhirnya tidur dengan lelap. Keesokan harinya Dokter Allana membawa Jeff ke rumah sakit untuk di terafi agar cepat bisa kembali berjalan seperti sedia kala.
Wanita itu dengan telaten menjaga sang pasien sampai selesai terafi. Selesai terafi Allana selalu membantu Jeff mengantarkan Jeff pulang ke rumah, sedangkan Dokter Allana kembali bekerja.
"Jeff, kamu berani kan tinggal di rumah sendirian?" tanya Dokter Allana sambil menatapnya dengan tajam.
Pria itu terkekeh saat mendengar ucapan dari sang Dokter.
"Apa Kamu pikir, aku adalah seorang anak kecil yang takut, jika di tinggal sendirian di rumah?" Jeff pun senyum dengan manis membuat Dokter Allana begitu takjup melihat senyum Jeff yang seperti itu. Tapi Dokter Allana dengan secepatnya membuang mukanya, dia tidak boleh terlalu dekat dengan Jeff,dia takut akan jatuh cinta kepadanya, Dokter Allana sangat takut jika suatu saat dia menyukainya. Dan itu pasti tidak akan berjalan lancar karena yang disukai Jeff bukanlah dirinya.
"Aku hanya mengira saja, takutnya memang kamu phobia sendirian." Dokter Allana berkata sambil menyibukkan diri melihat ponselnya, padahal Dokter Allana sendiri tidak mau menatap mata Jeff. Sepertinya Dokter Allana memang benar-benar menghindari tatapan mata bersama Jeff.
"Tenang saja aku tidak memiliki penyakit seserius itu, kamu cukup bekerja saja dengan tenang agar kamu tidak banyak pikiran."
"Baiklah Jeff, aku akan segera berangkat dan segera pulang, kamu tunggu aku, baik-baik di rumah ya," akhirnya Dokter Allana pun pergi meninggalkan jeff dalam kesendirian. Jeff ini memang sudah mulai bisa berpindah dari kursi roda ke tempat tidur dan dari tempat tidur ke kursi roda, walau memang Jeff belum bisa mandi sendiri atau melakukan aktivitas lainnya.
Kakinya masih kaku dan lemah dia tidak sanggup untuk berjalan. Dokter mengatakan bahwa dia akan secepatnya sembuh dengan keinginan yang kuat. Jeff juga Ingin secepatnya sembuh dan kembali kepada keluarganya. Dia sungguh merindukan Mama Murni, Mama yang telah melahirkannya. Jeff kini sedang sangat merindukan sang Mama dia hanya bisa membayangkan wajah Mamahnya sambil menatap ponsel mencari keberadaan gambar sang Mama.
Akhirnya dia menemukan gambar sang Mama sedang bersanding di samping Papa Geovandra. Mamanya begitu cantik dan begitu manis. Ingin sekali pria itu memeluk kembali ibu yang sangat ia rindukan. Sekarang dia sudah memiliki tujuan awal untuk hidupnya. Walaupun kini hatinya sudah hancur lebur karena Kisya sudah bukan miliknya lagi, setidaknya Mama Murni masih miliknya. Mama Murni masih Ibunya, dan Mama Murni adalah Mama yang telah melahirkannya. Mama Murni pasti akan memeluknya seperti dia yang merindukan sang Mama.
__ADS_1
Sementara Jeff sedang bernostalgia dengan gambar sang Mama. Di sisi lain Dokter Allana kini telah di sibukkan dengan beberapa pasiennya. Dokter Allana pun bertemu dengan Ardi dan adiknya Rania. Kini Ardika sudah berhasil membawa Rania ke rumah sakit. Walau itu dengan sebuah paksaan keras.
Kini Rania sudah masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Sepertinya Rania sedang berkonsultasi dengan Dokter spesialis ahli jiwa. Sementara Rania berada di dalam. Allana dan Ardika duduk berdampingan. Tiba-tiba saja Ardika menggenggam tangan Allana. Dokter Allana begitu terkejut karena serangan Ardika yang begitu dadakan.
Dengan segera Dokter Allana menepis tangan Ardika.
"Maaf ardi, maksudnya apa?" Allana mempertanyakan Kenapa Ardika bersikap seperti itu.
"Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu sudah membantu aku selama ini," tutur Ardika kembali menyentuh tangan Allana namun lagi-lagi Allana menepis tangan Ardika.
"Tidak apa-apa, kita kan teman, tapi ardi, jangan menyentuh tanganku secara tiba-tiba. Aku tidak suka dikejutkan," ucap Allana sambil menyunggingkan senyum miringnya.
"Alana, bisakah kita memulai kembali hubungan kita yang sudah lama terhenti," sepertinya Ardika mengatakan sesuai dengan isi hatinya, ia ingin mengajak Allana kembali berpacaran dengannya seperti dahulu kala.
"Maukah kamu menjadi kekasihku lagi?" Ardika berkata dengan mata yang penuh dengan harapan. Berharap Allana menyetujui semua keinginannya. Sesaat Allana termenung mendengar perkataan Ardika. Gadis itu lalu mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada Ardika sambil berkata.
"Masa lalu biarlah menjadi hari yang lalu. Tetapi maaf aku tidak suka kembali ke masa lalu."
"Baiklah kita lupakan masa lalu kita kita mulai hidup kita dari nol. Dari sekarang kita jalin hubungan kita dengan baik, bahkan kalau kamu mau aku akan menikahimu Allana." Kata-kata Dika dengan penuh harap pada tab sang gadis yang kini berada di hadapannya.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu, berpacaran dengan mu dulu sudah cukup bagiku. Aku tidak ingin mengulanginya." Allana sedikit terkekeh menjawab semua pertanyaan yang Ardi Sebutkan.
__ADS_1
"Benarkah kamu menolakku? Atau mungkin ada pria lain dihatimu?"
"Mungkin iya. Kini hidupku telah terisi oleh pria itu tapi pria itu belum tentu menyukaiku. Mari kita lupakan saja!"
"Siapa pria itu Allana, pria yang telah merebut hatimu dariku." Ardika bertanya kepada Allana dengan sungguh-sungguh.
"Ya Tuhan, jika kamu tidak mengenalnya, tidak usah tahu tentang siapa pria itu, Sepertinya aku sudah jatuh cinta kepadanya, karena sudah bersama dia selama setahun ini," tutur Allana sambil membayangkan seorang laki-laki yang sedang dia cintai, sepertinya memang Dokter Allana sudah mulai jatuh cinta kepadanya, namun dia selalu membunyikan perasaannya karena takut sakit hati.
"Kenapa kamu tidak menyatakan cintamu kepadanya?" tanya Ardika dengan serius.
"Aku tidak mungkin melakukan itu Aku adalah seorang perempuan. Lagian walaupun dia tidak mencintai aku, aku senang, karena bisa bersama dengan dia." Allana tersenyum membayangkan bahwa kini dirinya merasa memiliki seorang teman karena selama setahun ini dia terus menerus merawat Jeff, berbicara dengan Jeff dan bahkan ketika terbangun Allana begitu bahagia.
"Apa maksudmu dengan bersama dengan dia, apa kalian tinggal satu rumah, tanpa hubungan yang jelas?" Ardika begitu penasaran dengan ucapan yang Allana lontarkan sedangkan Allana hanya tersenyum sambil menatap Ardika.
"Dia pasienku, aku mulai menyukainya dari sejak awal aku merawatnya, tapi sudahlah Jangan bahas itu lagi," tutur Allana sambil tersenyum dengan manis. Allana memang baru menyadari bahwa dirinya telah menyukai pria itu pria. yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya dahulu.
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Ini testimoni buku MY BABY dan **ALEX DI HATI ALEX.
Yuk siapa lagi yang mau pesan buku nya. silahkan hubungi no admin. 087779966421**.
__ADS_1