
"Kenapa kau menyukai pria yang belum tentu menyukaimu, dia belum tentu menyukaimu seperti aku, sedang aku, sudah jelas sangat menyukaimu Allana," tutur Ardika dengan harapan bahwa Allahlna bisa menerima cintanya.
"Tidak seperti itu ardi, aku akan menunggunya sampai dia menyukaiku." Dokter Allana menjawab dengan senyuman yang manis. Dia benar-benar tidak bisa kembali berhubungan dengan Ardika, Ardika adalah pria dari masa lalunya, tidak mungkin dia harus kembali ke masa lalu, dia tidak mau mengingat masa lalunya yang buruk, dan kelemahan masa lalunya yang menyakitkan, dia ingin hidup yang baru tidak mau seperti dulu lagi.
Lagian Dokter Allana tidak akan pernah mau kembali ditinggalkan tanpa Pesan, seperti dulu Ardi kan meninggalkan dia tanpa pesan. Karena itu biarlah menjadi pelajaran Dokter allana bahwa Dokter Allana tidak akan pernah mempercayai Ardika kembali untuk kedua kali.
Ardika memang merasa kecewa dengan jawaban dari Dokter Allana, tetapi apalah dayanya, dia tidak bisa memaksa Dokter Allana untuk bersamanya dan bahkan untuk mencintai dirinya. Dokter Allana punya hak untuk memilih dan Ardi pun tidak memaksakan hal itu.
Ardika lebih tegar tidak seperti sang adik yang selalu ngotot ingin menyukai atau mencintai padahal dia sendiri tidak menyukai Rania. Beruntunglah Ardika tidak seperti sifat Rania sang adik. Rania Memang agak sedikit gila sedangkan, Ardika masih waras.
Rania kini masih berada di ruangan Dokter psikologi. Dia benar-benar sedang berkonsultasi dengan masalah yang mendera dalam hidupnya. Semoga saja Rania bisa segera sembuh karena kalau tidak, Ardi terpaksa harus membawanya masuk ke dalam rumah sakit jiwa. Walaupun pada kenyataannya sang Ayah pasti akan sangat marah ketika mendapati hal itu.
Ayah Rania dan Ardika adalah seorang Mentri dalam negri yang sangat takut untuk disorot oleh gosip selebriti. Dia tidak mau nama baiknya tercemar karena anaknya. Karena ayahnya begitu diktator kepada putra-putranya.
🌺🌺🌺
__ADS_1
Di sisi lain Jeff sedang duduk di kursi roda menonton televisi. Tanpa Jeff sadari ternyata saat itu adalah saat di mana Papa geovandra sedang di wawancara oleh banyak wartawan televisi. Papa Geovandra diberikan banyak pertanyaan dan beliu dapat menjelaskan semua jawabannya. Termasuk Papa begitu memuji Jino dalam mengusahakan keberhasilan bisnisnya dan keberhasilan perusahaan yang hampir saja goyang karena pihak yang tidak bertanggung jawab.
Benar sekali, media masa kini sudah sangat mengenal Jino, seorang pengusaha muda yang tampan dengan istri yang cantik. Jeff begitu sakit melihat hal itu, dia memang kini benar-benar sudah tidak dianggap lagi oleh keluarganya. Keluarganya sudah menganggap Jeff mati karena sudah setahun lebih Jeff tidak ada di sekeliling mereka.
Rasanya dia ingin berteriak dan mengatakan bahwa "Aku masih hidup, aku masih ada dan bernafas." Tetapi tidak bisa melakukan hal itu, dia benar-benar masih lemah. Kakinya masih lumpuh tidak bisa bergerak dia harus cepat secepatnya untuk menyembuhkan kakinya. Dengan terapi setiap hari, karena dia harus kembali ke rumah dan memperlihatkan bahwa dirinya masih hidup dan sehat.
Jeff begitu merindukan sang Mama dan juga Kisya, walaupun pada kenyataannya Jeff kini sudah tidak bisa lagi mengambil Kisya dari sang Abang. Pernikahan Jino dan Kisya sudah sangat terkenal di seantero ibukota. Sehingga jika Jeff datang dan mengambil kisya kembali, bukan cuma Papa dan Mama yang akan melarang tetapi akan dihukum dan digunjingkan oleh dunia.
Jeff sadar betul kini dirinya tidak bisa lagi bersama dengan Kisya. Walaupun hatinya teramat sakit dan belum bisa melupakan gadis itu, dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa melupakan Kisya sedikit demi sedikit. Berharap dia benar-benar bisa melupakan gadis itu. Gadis yang telah merenggut jiwanya, membuat dia jatuh cinta dan menderita karena cinta itu.
Jeff tersadar bahwa dari awal Kisya memang sudah berubah selama ini. Mengingat bahwa Kisya memang mengatakan bahwa dia sudah bermain-main dan hatinya sudah pergi entah kemana. Mungkin dia baru menyadari saat ini. Ucapan Kisya dulu itu adalah karena Kisya sudah berpaling terhadap Jino.
Seorang Dokter yang muda dan cantik, itu telah menggugah hatinya sehingga bisa lebih semangat untuk melanjutkan hidupnya. Dia belum mengetahui bahwa Dokter cantik itu telah menyukainya sekian lama. Jeff tidak tahu bahwa Dokter Allana menyukai Jeff, dari sebelum dia bangun. Karena itulah Dokter Allana terus merawat Jeff sampai akhirnya Jeff bangun dan sehat.
Semoga saja suatu saat dia bisa jatuh cinta kepada Dokter itu, sehingga tidak akan ada yang tersakiti lagi ketika melihat kisya dan Jino bersama. Walaupun sebuah ungkapan yang sangat berat untuk Jeff, karena pada kenyataannya Jeff sangat sulit untuk jatuh cinta kembali. Godaan Rania saat itu pun tidak membuat Jeff mencintai Rania. Walaupun ia telah menyerahkan tubuhnya kepada Jeff. Jeff yakin dengan teguh bahwanya cinta itu sangat susah untuk terbagi.
__ADS_1
Karena itu memang sangat sulit melupakan Kisya untuk saat ini. Dia sempat menyesal telah hidup kembali, tetapi karena dukungan dari Dokter cantik itu, Jeff menjadi lebih bersemangat untuk melanjutkan hidupnya. Tidak dipungkiri pengaruh Dokter Allana terhadap hidupnya sangatlah besar. Selain bisa menjadi dewa penolong untuknya, Dokter Cantik itu bisa menjadi teman curhatnya serta teman satu rumah yang benar-benar merasa nyaman.
Walaupun dia masih mencurigai siapa sebenarnya pria yang mirip dengan dirinya itu. Dokter Allana belum mengatakan apapun kepada Jeff. Walaupun memang tidak menyadari bahwa Dokter Allana menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi Dokter Allana bukan sengaja menyembunyikan hal itu, karena sangat berat untuknya menyembunyikan masa lalunya yang kelam. Sama sekali tidak ada hubungannya sedikit pun dengan Jeffan.
Jeff lini hanya bisa duduk termenung sambil menunggu Dokter Allana pulang. Hari sudah semakin sore dan perutnya sudah mulai lapar. Dokter Allana belum juga pulang. Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan panggilan telepon kepada Dokter tersebut.
"Hallo." Ucap Jeff.
"Oh iya hallo, ada apa tukang tidur?" ucap Dokter Allana dengan senyum yang manis. Di samping Dokter Allana ada Rania dan juga Ardi sedang mendengarkan telepon. Mereka berdua sepertinya menguping perkataan Dokter Allana.
"Kapan kamu pulang, Lana aku sudah sangat lapar," ucapnya dengan nada yang penuh harap semoga Dokter Allana cepat segera pulang.
"Iya tunggu aku ya jeff, aku akan segera pulang," ucap Dokter Allana dengan senyum manisnya. Rania dan Ardika begitu terkejut karena Allana menyebut nama pria di hadapan Rania. Nama pria tersebut adalah Jeff seperti pria yang sangat dirindukan oleh Rania, dengan segera dia mengambil ponsel Allana merebutnya dengan paksa. Lalu Rania mendengarkan suara dari telepon tersebut.
Bersambung.
__ADS_1
kalian jangan lupa vote jino dan kisya ya, serta like setelah membaca...
salam sayang dariku Evangelin Harvey.