Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Mie Rebus


__ADS_3

Malam itu Jino dan Kisya begitu kelelahan. Mereka tertidur tanpa sempat ke kamar mandi lagi. Rembulan malam telah memancarkan sinar yang begitu indah. Membuat malam semakin sempurna karena kehadirannya. Pasangan suami istri itu masih terlelap saling berpelukan. Sampai saat pagi pun tiba.


Kisya membuka matanya dan melihat sosok tampan dihadapanya. Dia adalah Jino suaminya tersayang. Dengan segera dia bangun dan mandi. Sedang Jino masih terlelap di buai mimpi. Setelah mandi dan bersandan Kisya lalu mengecup kening sang suami berniat untuk membangunkan dia.


"Sayang bangun yuk, antar aku ke kampus!" Ucap Kisya pelan. Sambil menggoyangkan tubuh suaminya. Jino dengan perlahan membuka matanya.


"Mau ke kampus ya?" Ucap Jino pelan.


"Iya sayang, kita lihat lihat kampusku mau gak?"


"Hmm, maksudnya?"


"Aku kan mau pemerin kamu ke teman-temanku!" Kisya tersenyum dengan manis.


"Baiklah, tapi aku tidak bisa lama disana!" Ucap Jino sambil beranjak bangun. Kisya tersenyum manis dan mengangguk.


Kali ini Kisya sedang ingin memamerkan ketampanan suami ke hadapan teman kuliahnya. Jino kini sudah mulai mandi dan selesai dengan cepat. Kisya sudah mempersiapkan baju untuk kerja lengkap dengan dasinya. Kisya lalu membantu Jino mengancingkan kemeja Jino dan memasangkan dasi. Jino tersenyum senang melihat istri kesayangannya.


Mereka lalu turun. Disambut dengan larian kecil si Baby Tampan. Baby Vano ternyata sudah bangun lebih dahulu. Baby Vano memang selalu tidur bersama Oma dan Opanya. Karena Mama Murni memang tidak mau jauh dari cucunya yang lucu dan sangat menggemaskan.


Mereka memulai sarapan dan setelah itu lanjut ke tempat tujuan masing-masing. Sesampainya di kampus. Seperti biasa Jino membukakan pintu mobil dan mempersilahkan istrinya turun. Mereka lalu saling bergandeng tangan. Kisya sengaja berjalan-jalan di sekitar kampus.


Dia ingin memperlihatkan kepada Rania kalau Jino dan Kisya memang tidak bisa Rania kalahkan dengan tipu muslihat dan trik murahan seperti kemaren. Dari kejauhan Kisya melihat Rania dan Kisya makin bergelayut manja di tangan sang suami. Akhirnya mereka berpapasan.


"Rania." Ucap Kisya.


Rania menoleh seolah Rania tidak perduli.


"Bagaimana kabar Rebeka?" Tanya Kisya sambil menatap Rania dengan tajam.


Rania tersenyum tipis dia sebenarnya terkejut Kisya sudah tahu tentang hubunganya dengan Rebeka. Namun bukan Rania namanya kalo mengakui kesalahanya.


"Rebeka siapa ya?" Rania mengelak.


"Rebeka yang dua hari kemarin ke kantor suamiku, ya kan sayang?" Ucap Kisya dan Jino tersenyum.


"Kis, aku gak kenal Rebeka ya, entahlah dia siapa, aku enggak peduli!" Sangkal Rania. Dan itu membuat Jino ternyum dengan masam.


"Oh, jadi kalian tidak ada hubungan apapun ya?"

__ADS_1


"Jelas tidak ada, aku kenal dengan perempuan yang bernama Rebeka!" Rania lalu pergi meninggalkan Jino dan Kisya. Kini mereka berdua saling menatap. Mereka begitu yakin Rania punya maksud lain dengan rencananya.


"Dia tidak mengaku sayang." Kisya merasa kesal.


"Tidak apa-apa sayang, kita akan mencari bukti untuk membuat dirinya mengaku, agar dia bisa mengatakan apa motif tersembunyi di balik perbuatannya!" Ucap Jino mengelus lembut rambut Kisya dengan lembut. Dan Kisya hanya mengangguk saja.


Kisya begitu kesal terhadap Rania. Kisya akan berubah menjadi singa betina jika diperlukan. Ketika seseorang mendekati suaminya. Kisya akan berubah mengeluarkan taringnya dengan cepat. Kisya masih menghela nafas dengan sembarang. Dia masih memendam perasaan kesal terhadap Rania.


Tiba-tiba saja Lintang datang mengahampiri.


"Hai Kis, hai kak Jino." Sapa Lintang dengan senyuman manisnya.


"Pagi Lin, eh sayang kamu boleh berangkat ke kantor sekarang, aku biar bersama Lintang!" Ucap Kisya.


"Oke sayang." Jino lalu mengecup kening Kisya dengan lembut. Dan berbisik mesra,


"Nanti ke kantor ya pulang kuliah!"


Kisya tersenyum dan mengangguk. Lalu Jino pun pergi. James masih memantau dari kejauhan. Dia masih bertugas untuk menjaga Kisya.


"Tumben kak Jino nganter?" Tanya Lintang.


"Rania ya, aku kurang suka dengan dia, apa yang dia lakukan?"


"Lintang, sepertinya Rania tahu hubunganku dengan almarhum kak Jeff, dan kemaren Rania membayar seorang wanita bernama Rebeka untuk menggangu kak Jino." Ucap Kisya dengan wajah sedihnya. Lintang begitu tidak tega melihat Kisya begitu sedih.


"Aku akan mencari tahu, kamu apa motif Rania berbuat ini kepadamu!" Ucap Lintang.


"Bantu aku Lintang!"


"Iya pasti, eh kis itu siapa cowok ganteng yang selalu mengikuti kamu?" Ucap Lintang.


"Emang terlihat jelas ya, James mengikutiku?" Ucap Kisya.


"Tidak terlalu sih, cuman aku juga kan sebagai artis punya pengawal seperi itu, jadi aku tahu.


"Oh iya ya aku lupa Lin, hehe." Kisya terseyum.


"Jadi sekarang kamu bawa pengawal?" Tanya Lintang. dan Kisya mengangguk.

__ADS_1


"Kenapa, adakah yang aku lewatkan?"


Lintang mengerutkan keningnya.


"Karena seminggu yang lalu, ada orang yang dengan sengaja ingin menabrak aku Lin." Kisya berkata dengan pelan.


"Apa, kenapa kamu tidak megatakan kepadaku?" Lintang merasa sangat terkejut.


"Aku pikir itu tidak terlalu penting Lintang."


"Apa maksud kamu tidak penting, bagaiama kalau sesuatu terjadi kepadamu?" Lintang begitu cemas.


"Tenang saja Lintang, aku kan tidak apa-apa, lagian sekarang sudah ada James yang menjagaku!" Kisya menorehkan senyum manisnya.


"Kamu kenapa sudah mulai tidak jujur kepadaku, aku sedih."


"Loh, ko gitu, aku kan cuma tidak ingin membebanimu saja!" Ucap Kisya pelan.


"Beban apa, kamu bukan bebanku Kis, malah jika sesuatu hal terjadi kepadamu, maka aku tidak akan bisa memafkan diriku!" Mata Lintang mulai berkaca-kaca.


"Maafkan aku Lintang, kejadianya sehari sebelum aku berkunjung ke rumahmu, aku janji akan selalu berbagi cerita denganmu." Ucap Kisya Menggenggam tangan Lintang dengan erat. Dan Lintang tersenyum.


"Aku juga berjanji akan membantumu mencari dalang dari semuanya ini?" Lintang berkata dengan tulus. Dan kisya pun tersenyum. Kini Lintang dan Kisya harus berpisah karena jam mata pelajaran sudah di mulai. Mereka belajar seperti biasanya. Sampai akhirnya jam pulang pun tiba. Lalu dengan segera Kisya pulang dan sudah ditunggu oleh supir dan James.


Mereka sekarang menuju ke kantor Jino.


Jino sendiri masih sibuk dengan berkasnya yang sangat banyak. Dia melihat jam terus menerus. Dia sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan sang istri kesayangannya. Jino kali ini tidak memperbolehkan Kisya memasak. Karena kini yang akan memasak Jino. Dia akan membuat makanan spesial untuk sang istri tercinta. Entah masakan seperti apa yang akan Jino masak. Yang pasti Jino sudah mempersiapkan semua bahan dengan baik. Jadi kini Kisya hanya tinggal duduk manis saja.


Dan beberapa saat kemudian Kisya pun sampai di kantor. Ternyata Jino sudah memasak di dapur dan apa yang Jino masak ternyata membuat Kisya terkejut. Kisya tertawa dengan manis melihat hasil masakan sang suami. Ternyata Jino membuat dua mangkok mie rebus untuk makan malam mereka.


"Maaf ya sayang, aku sangat sibuk, hanya bisa membuat ini saja untuk makan malam kita saat ini. Kamu tidak marah kan?" Ucap Jino dengan senyuman penuh harap. Dan Kisya lalu menghampiri sang suami dan mengecup pipinya Jino dengan lembut.


"Makasih banyak suamiku tersayang, aku dengan senang hati akan menghabiskan masakanmu ini, terimakasih telah memasak untuku, aku sayang kamu, Daddy." 


Jino tersenyum dan begitu senang mendengar semua ucapan Kisya. Jino merasa hatinya begitu hangat dan berdebar. Rasa cintanya kepada Kisya semakin besar. Jino semakin mencintai Kisya.


🌺 Bersambung 🌺


Ah gimana mie rebus buatan bang Jino, mau enggak?" 🤭🤭

__ADS_1



__ADS_2