Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Jarang pulang


__ADS_3

Setiap malam Kisya menyiapkan makan malam untuk sang suami. Akan tetapi Jino selalu berdalih lembur dan bahkan tidak pulang. Hati Kisya berdegup kencang. Pikiran Kisya berkecambuk. Pikiran yang penuh dengan pertanyaan. Apakah Jino selingkuh? Apakah Jino membencinya? Itu pertanyaan yang tersirat di pikiran Kisya.


Sudah sebulan penuh kini Jino sudah hampir jarang pulang. Jino hanya pulang untuk melihat Baby Vano saja dan setelah bermain beberapa saat Jino pamit pergi kembali ke kantor. Kisya begitu sedih akan perubahan sikap Jino. Entah kenapa air matanya menetes tanpa dia sadari. Entah kenapa Kisya merindukan makan bersama dengan Jino. Kisya juga merindukan tidur di peluk oleh Jino dan bermain bersama dengan Baby Vano bersama-sama.


Air mata Kisya tidak bisa terbendung lagi. Malam itu Kisya bertekad untuk pergi ke kantor ingin melihat aktivitas Jino. Sekitar jam 9 malam kantor sudah sangat sepi. Hanya satpam saja yang berjaga dan ada beberapa yang memang sedang lembur karena di kejar deadline.


Kisya sampai di depan meja sekretarisnya Jino. Dan sekretarisnya bahkan sudah pulang. Terus Jino kemana?..  Kisya lalu memberanikan diri masuk ke ruangan Jino. Tapi meja Jino kosong.


"kemana dia." Batin Kisya.


Tetapi suara TV terdengar dari samping ruangan. Ternyata di dalam kantor Jino ada sebuah kamar. Kisya ingin masuk dan mencoba membuka kamar itu. Alangkah terkejutnya Kisya saat melihat Jino sedang tertidur dengan sangat lelap dengan TV yang masih menyala.


Kisya menelan salivanya. "Kenapa Jino tidur di kantor?"Pertanyaan itu mengganggu pikiran nya. Lalu Kisya bergegas untuk pulang. Keesokan harinya Kisya kembali ke kantor Jino kali ini Kisya datang jam 10 malam.  Ternyata memang benar Jino sudah tidur lelap di kantornya. Kisya menghela nafas panjang. Dia tidak tau apa yang ada di pikiran Jino. Apakah Jino sedang menghindarinya.


Keesokan harinya Kisya menelepon sekretarisnya Jino yaitu Angel. Kisya meminta Angel untuk bertemu di jam makan siang. Tentu saja dengan seijin Jino. Kisya berdalih ingin ada teman berbelanja. Akhirnya Jino mengijinkan lagian pekerjaannya tidak terlalu banyak pula.


Kisya sudah menunggu Angel di sebuah kafe. Tentu saja bersama Baby Vano dan bibi pengasuhnya. Kisya bertanya apa kegiatan Jino. Dan bagaimana bisa Jino selalu tidur di kantor. Tentu saja sekertarisnya pasti tau jawabannya.


Awalnya Angel hanya terdiam saja. Namun setelah Kisya meneteskan air matanyanya Angel terkejut. Dan akhirnya ia mau bercerita tentang kegiatan Jino di kantor.

__ADS_1


"Nyonya..  Sebenarnya hanya saya yang tau semua kegiatan Pak Jino. Anda tepat sekali menemui saya. Semuanya berawal dari pekerjaanya yang tidak beres. Pak Jino selalu datang dengan mata panda dan terlihat mengantuk. Dia tidak pokus dalam bekerja. Dan itu membuat beberapa pekerjaan terbengkalai karena Pak Jino membatalkan beberapa meeting


penting karena Pak Jino tidur siang.


Dan itu berjalan hampir setiap hari. Itu membuat presiden Davis sangat geram dan marah. Kinerja direktur sangat penting namun Pak Jino malah memilih tidur siang. Presdir sangat marah dan membuat Predir Davis sangat setres di buatnya. Saya dengar Pak Jino setiap malam tidak bisa tidur dengan lelap di samping anda Nyonya. Jadi saya dan sekretaris lainya berpikir bahwa Pak Jino selalu bekerja lembur setiap malam bersama anda Nyonya. Maap Nyonya itu memang hal pribadi. Tapi itu ternyata berpengaruh sekali untuk tuan. Kami berpikir Pak Jino sangat menyukai anda Nyonya sampai setiap malam Tuan selalu begadang untuk menyenangkan anda Nyonya." Ucap Angel dengan senyuman nya.


Deg.


Kisya tersenyum masam.


Sekertarisnya berpikir bahwa Jino tidak bisa tidur dan begadang karena bercinta denganya. Padahal selama ini Kisya dan Jino bahkan belum pernah bercinta sekalipun.


Delapan bulan pernikahan mereka bahkan Jino hanya memeluknya saja. Tapi kini Pelukan itu bahkan Sudah tidak bisa merasakan. Hangatnya pelukan sang suami karena suaminya selalu memeluk guling di kantor.


Setelah berbelanja mereka lalu berpisah. Kisya kembali pulang ke rumah dan menjaga Baby Vano. Rasanya sangat sesak mendengar semua ucapan Angel tadi. Dia merasa sangat bersalah karena membuat Jino seperti itu. Dia belum bisa membuat Jino bahagia. Padahal kisya begitu mencintai Jino.


Air mata menetes di pipi lembutnya. Tawa dan canda baby vano bahkan tidak mengurangi rasa pedih dalam hatinya. Sebuah penyesalan yang dia rasakan kepada sang suami. Baby vano kini sudah berusia 13 bulan. Baby Vano bahkan sudah berlajar berjalan. Kisya tidak tau lagi harus bagaimana. Senyuman baby vano bahkan sangat mirip dengan jino. Iti membuat kisya semakin pedih.


Kisya harus merubah semua keadaan rumah tangganya. Dia harus membuay surga di rumahnya. Tidak seperti sekarang. Dia merasakan suasana panas dalam rumahnya. Bahkan sang suami tidak betah dan tidak tenang berada di dalam rumah. Kisya terus menitikan air matanyam dia sangat bertekad dan dia akan berbuat yang terbaik untuk rumah tangganya.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Jam 4 sore Kisya pulang ke rumah dan membawa banyak belanjaan termasuk beberapa bajunya Jino dan baby vano. Kisya membeli beberapa baju couple. T-sert agar terlihat lucu pas di kenakan oleh Baby Vano dan Jino.


Baby Vano kini sudah belajar untuk berdiri.. belajar berjalan walau hanya merambat memegangi kursi. Baby vano semakin lucu dan menggemaskan. Kisya membawa buah avocado untuk sang buah hati. Lalu Kisya menyuapi Baby Vano buah avocado. Vano makan dengan sangat lahap.


"Sayang..  Kamu mirip banget sm Daddy mu..  Mommy jadi kangen sama Daddy sayang."


Ucap Kisya sambil menatap Baby Vano dengan senyumannya.


Dan Baby Vano tersenyum manis pada sang Mommy.


Setelah itu Kisya bergegas memandikan Baby Vano dan hendak mengerjakan beberapa tugas campusnya. Kisya kini sudah mulai sibuk kuliah. Sudah mulai beberapa bulan. Tentu saja mengambil kelas karyawan yang hanya kuliah selama 3x dalam seminggu karena Kisya lebih sibuk merawat sang Baby dalam kesehariannya.


Malam itu seperti biasa Kisya memasak makan malam untuk Jino. Tapi lagi -agi Jino tidak pulang.


"Sudahlah tidak apa-apa yang penting aku udah masak." Ucap Kisya dalam hatinya sambil menghembuskan nafas kencang.


Kisya lalu mandi dan berganti baju tidur. Hatinya tidak tenang mendengar ucapan dari sekretarisnya Jino. Kalo Jino benar-benar kesulitan tidur ketika di rumah. Bahkan sekretarisnya menganggap Jino lembur karena setiap malam kami berhubungan badan. Tetap kenyataanya tidaklah seperti itu.

__ADS_1


Pada kenyataannya mereka bahkan belum pernah berhubungan sama sekali. Ia masih ingat pada malam itu. Jino meminta haknya sebagai suami. Tetapi Kisya menolak karena belum siap. Waktu itu adalah hari terlelah untuk Kisya karena sudah melakukan banyak pekerjaan di kampusnya. Bukan maksud Kisya menolak Jino seeprti itu sungguh itu hanya salah faham saja.


🌺 Bersambung 🌺


__ADS_2