
Plak.
Gadis cantik itu di tampar dengan sangat kencang.
"Aw." Dia meringis kesakitan. Terlihat keluar sedikit darah dari sudut bibirnya.
"Begitu saja kamu tidak bisa, dasar gob**k." Wanita itu terlihat begitu marah.
"Aku sudah duduk di pangkuannya, tetapi, dia mendorongku Nona!" Rebeka mulai menangis. Dia memegang sudut bibirnya yang kesakitan.
"Sekarang kamu pergi dari kota ini, ini ambil, aku kasih kamu uang!" Wanita itu melempar segepok uang kepada Rebeka. Dengan segera Rebeka mengambil uang itu.
"Kalau terjadi sesuatu, jangan sebut namaku, kalau tidak, aku tidak segan-segan untuk membuatmu cacat bahkan mati." Wanita itu benar-benar sangat murka kepada rebbeka. Karena rencananya gagal total.
"Nona ampuni aku, aku tidak akan membuka mulutku sama sekali, aku berjanji!" Rebeka mulai menikan air mata dan dia terlihat ketakutan.
"Pergi dari hadapanku sekarang juga, dasar manusia tidak berguna!" Teriak wanita itu dengan sangat lantang.
Dengan segera Rebeka pergi meninggalkan wanita itu. Dia masih berdiri dengan wajah yang memerah menahan amarahnya. Dia sungguh merasa kesal karena rencananya tidak berjalan dengan lancar. Dia ingin membuat Jino dan Kisya bertengkar. Tetapi yang ada malah si Rebeka yang terpojok.
Wanita itu sungguh kesal. Kekesalanya memuncak ketika dia melihat Jino dan Kisya malah bergandeng tangan dan masuk mobil untuk pulang ke rumah. Ternyata Rebeka adalah orang suruhan Rania. Untuk membuat Jino dan Kisya bertengkar. Rania tidak suka kedekatan mereka. Mereka begitu romantis dan itu Rania tidak suka.
"Aaahhhh."
Prankk.
Rania melempar semua barang yang ada di mejanya. Wajah kesalnya terlihat dengan jelas. Seisi ruangan itu kini kacau balau. Dia sungguh kesal karena lagi-lagi rencananya gagal.
"Bibi!" Teriak Rania sangat lantang.
Lalu maidnya pun datang dengan berlari. Mengahampiri nona mudanya.
"Iya Nona muda, ada apa?" Ucap bibi sambil menundukkan wajahnya bibi terlihat ketakutan melihat sikap Rania.
__ADS_1
"Bereskan semuanya sebelum si brengsek Ardika datang!"ucap Rania dengan nada perintah yang sangat kental.
"Iya nona, akan segera saya bereskan!" Bibi lalu dengan segera membereskan semua kekacauan yang Rania perbuat. Lalu Rania masuk ke dalam kamarnya. Dia duduk sambil membuka laptopnya. Lagi-lagi Rania melihat foto Instagram Jino. Terlihat Jino memposting beberapa foto dirinya bersama Kisya dan Baby Vano. Rania melihat disana bahkan Kisya tersenyum dengan sangat cantik.
Rania begitu geram. Lalu dengan segera dia menutup laptopnya. Tiba-tiba saja seseorang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Rania!" Bentak Ardika.
Rania tidak membalas. Dia terlihat begitu malas. Dia tidak suka dengan kedatangan Ardi.
"Rania, tadi ada laporan tentang pencemaran nama baik yang ditujukan kepada Rebeka," ucap Ardi dengan lantang.
"Siapa yang melapor?" Tanya Rania santai.
"Siapa lagi, kalau bukan Jino." Ardi berteriak.
"Oh, itu salah Rebeka, tidak ada hubunganya denganku!" Rania begitu santai duduk di sofa kamarnya sambil membuka-buka majalah dewasa.
"Apa kamu bodoh Rania, nanti Rebeka akan di panggil dan dia pasti akan mengatakan kalau kamu yang menyuruhnya!" Sekali lagi Ardi berteriak kepada adik bungsunya itu.
"Kamu selalu beralih, Jino sudah mengetahui semuanya, dan kamu masih bisa berkata santai seperti itu!" Ucap Ardi dengan tangan yang mengepal keras.
"Aku tidak bersalah , Jino tidak punya bukti ataupun saksi, dan aku tidak tahu apa kesalahanku!" Gadis itu masih saja berdalih.
"Cukup Rania, hentikan semua perbuatanmu, memangnya kamu pikir kakak tidak tahu apa saja yang telah kamu lakukan kepada kisya?" Teriak ardika lantang.
"Jangan berteriak kepadaku!" Rania menjerit dengan lengkingannya.
"Itu karena kamu harus tahu, semua yang kamu lakukan itu salah dek, aku hanya ingin kamu menjadi orang yang baik!" ucap Ardika pelan namun penuh penekanan. Rania hanya terdiam menatap sang kakak dengan sinis.
"Aku tidak bersalah!" ucap Rania tegas.
"Sampai kapan kamu akan bertindak gila Rania, jadilah orang baik, kamu sudah salah langkah, kamu mencoba menabrak Kisya di kampus, kamu juga sudah mengirim teror paket ke rumah keluarga Kisya,dan kamu juga telah mengirim Rebeka untuk menggoda suaminya. Salahnya Rebeka bilang Jino sudah menghamili dirinya. Jadi Jino langsung menuntut Rebeka atas pencemaran nama baik. Dari ketiga kasus itu aku selalu berusaha menghilangkan barang bukti untuk melindungi dirimu aku sayang padamu, karena kamu adalah adiku. Aku mohon berhentilah menjadi orang jahat!" Tutur Ardi Dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kamu harus menjadi kaka yang baik untuk melindungi aku!"
"Aku sudah melindungimu, aku selalu menghilangkan barang bukti yang akan menjebloskan dirimu kepenjara, aku melakukan itu karena aku sayang sama kamu!"
"Wah benarkah itu, kamu menghilangkan barang bukti!" Rania tersenyum dengan senang.
"Iya!" Ucap Ardi.
"Kamu memang harus seperti itu kak, kamu adalah kakakku, sudah sepantasnya kamu melindungi diriku, kerja bagus kak ,untuk sekarang ini aku senang." Ucap Rania dengan senyuman manisnya.
"Maka hentikanlah kegilaanmu ini, hetikan semuanya, berhentilah menggangu mereka!" Ucap Ardi.
"Tidak bisa kak, aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan bahagia. Mereka takkan hidup dengan damai, aku tidak terima disini aku sendiri yang menderita!" ucap Rania sambil menitikan air matanya. Gadis itu mulai menangis dengan pilu.
Ardi tidak tega melihat Rania menangis Dengan pilu seperti itu.
"Kenapa kamu seperti ini dek, kamu sendiri yang mendendam dan membuat hatimu terluka terlalu lama, lupakan saja Jeff dan tataplah masa depan mu!" Ucap Ardika pelan.
"Aku tidak bisa melupakan kak Jeff, dia segalanya untuku, aku membenci Kisya karena dia bahagia di atas kepedihan kak jeff." Rania mulai mengisak dengan sesegukan.
"Jeff bahkan sudah tenang di alam sana, kenapa kamu masih saja mendendam, lagian apa salah Kisya terhadapmu?" Tanya Ardi peluh.
"Karena Kisya bahagia, di atas luka hatiku, karena Kisya bahagia di atas luka kak Jeff, karena itu aku tidak suka Kisya bahagia. Dia harus menderita kak, aku akan terus membuatnya menderita selama aku bisa!"
"Cukup Rania, hentikan semuanya!" Bentak Ardika.
"Aku tidak akan berhenti ,aku tidak suka, aku tidak suka kepada semua kebahagiaan Kisya, aku tidak suka!" Jerit Rania sangat kencang.
"Aku tidak bisa terus menerus melindungi dirimu dek, ada saatnya akupun harus taat kepada hukum, aku telah melindungi dirimu selama ini, dengan menggunakan kekuasaanku sebagai perwira polisi, tetapi aku tidak bisa terus-menerus membodohi mereka!"
"Kenapa tidak bisa kak, bukankah kamu adalah kakakku, sudah sepatutnya kamu melindungi aku sebagai adikmu kak!" Ucap Rania.
"Cukup Rania, aku ingin kamu berhenti, aku mohon!" Ucap Ardi dengan mata yang memerah. Ardi begitu kecewa akan sikap adiknya. Selama ini dia sudah berusaha membela adiknya. Dengan menghilangkan semua barang bukti kejahatan Rania. Tetapi dia ingin adiknya berhenti. Dia ingin adiknya menjadi orang yang baik. Bukan seperti ini.
__ADS_1
🌺 Bersambung 🌺