
Kisya menatap Jino dengan dalam. Mereka saling memandang dengan tatapan kerinduan. Jino hendak memeluk Kisya dan hendak mengecup Kisya namun Kisya mendorong dada jino dengan lembut dan memalingkan wajahnya dengan sendu.
"Sayang." Ucap Jino pelan dengan wajah penuh tanda tanya.
"Maaf kak, tidakkah kamu dengar ucapanku semalam, bahwa setelah aku keluar dari kamarmu, kita berdua harus saling melupakan."
Ucap kisya dengan mata yang merah menahan tangis.
Jino menyentuh dagu Kisya dengan penuh kelembutan. Lalu mengarahkan wajah Kisya menghadap pada wajahnya. Mata Jino berkaca ketika melihat Kisya hampir menangis.
"Jangan begini, aku tak bisa jauh darimu." Ucap Jino pelan.
"Maaf kak , aku tidak bisa."
Ucap Kisya menatap Jino dengan penuh rasa cinta. Tapi tatapan cinta itu tidak bisa selalu dia lontarkan. Kisya harus menahan rasa cintanya terhadap Jino demi kebaikan semua orang.
Jino terdiam menghela nafas dengan berat. Kisya masih dengan mata yang merahnya. " Apa benar-benar semuanya akan berakhir?... Ucap Jino dengan suara pelan. namun begitu menusuk hati. Kisya mengangguk. Tanpa bisa menatap mata Jino . Kisya beranjak turun dari atas pangkuan kekasih hatinya. Namun Jino melarang kisya turun dari pangkuannya.
Jiwanya berteriak dan menjerit ketika harus mengatakan hal itu. Kisya tak bisa terus-terusan membohongi Jeff dengan segala kebaikan Jeff dan terus menikmati rasa cintanya bersama Jino.
"Kita sudah sepakat bukan semalam bahwa semuanya akan berakhir, aku tidak bisa terus bersama denganmu, karena ini adalah perselingkuhan."
Ucap Kisya dengan mata yang berkaca-kaca. Air matanya hampir saja menetes membasahi pipi mulusnya.
Jino menghela nafas berat dan hendak memeluk Kisya. Namun Kisya mendorong Jino kembali dan Kisya turun dari pangkuan Jino. Kisya merasakan dadanya begitu sesak dan kesulitan bernafas. Kisya hendak keluar dari mobil dia hendak menikah pintu mobil namun Jino dengan segera memeluk tubuh mungil itu dengan erat.
"Aku tidak mau ini berakhir." Ucap Jino pelan dia memeluk tubuh Kisya dan memejamkan matanya seolah dia sedang merasakan rasa cinta dan kesakitanya.
"Jangan sepeti ini, ini membuatku semakin sakit kak...!
__ADS_1
Kisya mulai meneteskan air matanya. Jino masih tidak mau melepaskan pelukan Kisya. Jino semakin erat memeluk tubuh wanita yang sangat dia cintai saat ini.
"Kak aku mohon lepaskan, biarkan aku pergi!.. Ucap kisya dengan tetesan air matanya. Dia selalu membodohi dirinya sendiri. Mulutnya berkata bahwa dia tidak mau bersama Jino tetapi hatinya sebenarnya sangat tercabik. Dia begitu tak bisa melepaskan pelukan dari kekasih hatinya. Tidak bisa dia pungkiri lagi kalo pelukan Jino saat ini membuatnya semakin mencintainya.
Sebuah pelukan hangat dan nyaman. Membuat hatinya seolah mau meledak merasakan rasa cinta yang menggebu. Jantung mana yang tidak berdetak ketika seseorang yang kita cintai sepenuh hati akhirnya memeluk kita dengan lembut dan penuh kehangatan. Helaan nafas Jino lontarkan. Jino masih dengan mata tertutup merasakan bau stroberi yang mengelilingi tubuh pujaan hatinya.
"Tolong jangan biarkan aku lemah seperti ini, aku akan sangat sulit melupakanmu jika kamu terus seperti ini kak." Ucap Kisya mulai terisak pelan. Dia tak mampu untuk menahan air matanya lagi. Dia sangat mencintai Jino dan dia tak bisa jauh dari Jino jika Jino seperti ini terus. Kisya hanya tidak ingin menyakiti hati Jeff terlalu dalam.
"Aku harus mengembalikan semua pada tempatnya kak." Ucap Kisya dengan isakanya. Tangis Kisya mulai terdengar sangat lirih. Namun jino masih memeluk Kisya seolah dia sedang tertidur lelap. Tak ada satu katapun terucap dari bibir tampan seorang Georjino. Namun Kisya masih terisak dalam kegalauan hatinya.
"Tolong bantu aku kak...!
Kisya bergetar ketika mengucapkan kata itu. Dia sungguh tak bisa lagi untuk menahan gelora cinta dan rasa sakit yang datang bersamaan.sebuah perasaan suka yang menggebu. Diiribgi rasa rindu dan sebuah sihir cinta membuat Kisya dan Jino tak berdaya dengan keadaan.
Jino masih tak mau beranjak dari peluknya. Dengan posesif Jino masih memeluk Kisya erat. Dia sadar betul hatinya begitu sakit. Di kala cinta datang terlambat. Semuanya ternyata terasa amat sulit.
Jino masih terdiam tak mau menjawab dan tak mau menuntut apapun dari sang kekasih. Dia hanya fokus memeluk Kisya . Tidak ada yang bisa Kisya lakukan dengan pelukan Jino yang semakin erat. Dia hanya bisa menangis dengan pilu. Jino masih posesif dengan pelukanya. Tak peduli bahwa kisya menangis karena tersiksa.
Iya betul Kisya tersiksa. Dia sangat sakit dan perih karena harus menghindari Jino dan melupakan cinta mereka. Kisya tak sanggup untuk melupakan Jino jika perlakukan Jino seperti ini.
"Tolong bantu aku kak...!
Kisya masih segukan. Derai air matanya seolah tak habis. Dia keluarkan dengan hati yang perih.
Helaan nafas berat terdengar dari mulut manis sang wanita yang sedang di ambang kegalauan. Hatinya gundah dan tak bisa berfikir panjang. Dia ingin bersama pria yang memeluknya tetapi dia tak mampu untuk terlalu menyakiti pria lain. Yang mencintainya.
"Jangan berkata apapun, cukup diam seperti ini, aku tak bisa melepaskan mu sebelum kamu menyambut pelakukanku." Ucap Jino dengan suara yang serak dan sangat berat.
Mendengar ucapan Jino Kisya berhenti terisak. Kisya mulai mengelus tangan Jino dengan lembut. Jino lalu melonggarkan pelukanya.
__ADS_1
Kisya berbalik menghadap ke arah Jino. Lalu menatap Jino dengan mata basahnya.
"Kenapa begitu keras kepala?..
Ucap Kisya pelan sambil mengelus kening Jino dengan sentuhan lembut.
Jino menatap Kisya dengan mata yang memerah. Jino mengecup kening kisya dengan sangat lembut. Kisya hanya bisa memejamkan matanya.
Jino menatap bibir kisya yang ranum seolah itu adalah sebuah makanan yang lezat. Pria itu menyentuh bibir mungil snag kekasih dengan jemarinya.
"Aku ingin mengecupmu!..
Ucap Jino sambil menyentuh bibir itu Dengan lembut. Kisya lalu memegang tangan Jino yang menyentuh bibirnya . Kisya menggeleng dan tersenyum manis. "Kita akhiri semuanya dengan indah kak." Ucap Kisya sambil tersenyum manis menatap Jino dengan inten.
Mulut Kisya penuh kebohongan saat itu. Dia benar-benar sudah pintar bermain kata. Kisya berkata ingin mengakhiri. Namun hatinya begitu sakit harus mengucapkan hal itu pada Jino. Bibirnya mulai bergetar menahan tangis . Dan Jino menelan Saliva mendengar ucapan Kisya yang begitu merobek hatinya.
"Aku mencintaimu sayang."
Ucap Jino penuh rasa cinta.
"Aku juga cinta sama kakak, tapi aku mohon semua ini tidak boleh kita lakukan lagi, biarkan cinta kita selalu suci, jangan nodai cinta kita dengan sebuah perselingkuhan, aku mohon dengan sangat jangan jadikan aku wanita murahan yang berselingkuh Dengan kakak iparnya sendiri."
Ucap Kisya dengan tetesan air matanya yang terjatuh dan tak bisa dia bendung lagi.
Jino menelan Saliva mendengar ucapan wanita yang sangat dia cintai. Hatinya tercabik dan terasa sangat sakit. Mereka saling bertatapan penuh dengan cinta dan air mata.
Bersambung❤️
Hai readers sayang, tidak lupa kan menekan ❤️ 👍dan ⭐?... kalo belum cepat klik ya🌝
__ADS_1