Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Merindu


__ADS_3

Kisya tertawa lebar melihat kelucuan Lintang dan bebarapa temannya. Kini Kisya tidak sekamar dengan Lintang. Karena Lintang kan senior. Kisya sekamar dengan Ani. Ani mengikuti kelas karyawan juga dan Ani sudah memiliki bayi kembar. Dan katanya suami Ani akan menyusulnya nanti malam. Ani berkata kalau nanti malam Kisya akan tidur sendirian. Dan Kisya bilang tidak apa-apa.


Ring.. Ring.


Suara ponsel Kisya berdering.


"Hallo."  Ucap Kisya menahan senyum saat mejawab telepon dari suaminya.


"Hallo sayang, Lagi apa?"


Ucap Jino pelan.


"Aku lagi siap-siap kak, ada acara penyerahan sumbangan untuk anak yatim malam ini." Ucap Kisya.


"Oh..  Selesai nya jam berapa yang?" Tanya Jino.


"Mungkin jam 9 malam aku sudah masuk ke kamar ka." 


Ucap Kisya dengan senyumanya.


"Terus, apa kamu sekarang sekamar sama Lintang?" Tanya Jino.


"Tidak juga kak." Tangkas kisya.


"Terus sekamar sama siapa?" Jino terus mempertanyakan teman tidurnya kisya.


"Aku sekamar sama Aani kak, tapi.. "


Ucapan Kisya terhenti.


"Tapi apa?" Tangkas Jino.


"Tapi Ani mau pindah ke kamar suaminya..  Jadi aku sendirian kak." Ucap Kisya menghela nafas.


"Kamu takut gak tidur sendiri tanpa Baby Vano dan aku." Ucap Jino dengan senyuman nya.


"Ya harus berani dong kak, gak boleh penakut...  Lagian kakak juga gak mungkin nemenin aku!" Ucap Kisya.


"Oke deh, kakak lagi nyetir nih nanti di sambung lagi ya sayang!"


Ucap Jino dengan senyumanya.


Dan mereka sambungan telepon mereka pun terputus. Kisya memutus sambungan teleponnya.


Kisya sudah siap ke aula hotel. Lintang sudah menunggunya sedari tadi. Kisya menghampiri Lintang dan duduk di sebelah Lintang. Mereka makan banyak sekali sampe perut mereka kekenyangan.


"Kis sayang..  Kamu belum ada tanda tanda ngidam gitu say?"


Ucap Lintang dengan senyumanya.


"Hhmm belum..  Mungkin aku terlalu pokus sama Baby Vano Lintang."


Ucap Kisya dengan senyumannya.


Kisya tidak mau Lintang sampai tau kalo dia belum bisa menyerahkan dirinya pada Jino.


"Iya sih Baby Vano baru tiga belas bulan juga ya..  Tapi aku mau punya bayi lagi nanti sekitar Ceri seusia Vano hehehe." Ucap Lintang dengan terkekeh.


"Kamu kejar setoran yaaa?"


Ucap kisya dengan tawanya.

__ADS_1


Ceri adalah anaknya Lintang dan masih sangat bayi. Study tur kali ini sebenernya di peruntukan untuk anak tingkat satu saja. Tetapi Lintang sengaja datang untuk menemani kisya. Lintang sangat menyayangi Kisya walau kini Jino sudah menjadi suami Kisya. Lintang sama sekali tidak marah. Lintang semakin ingin melindungi Kisya.


Jam dua puluh satu atau jam sembilan malam dan kini mereka kembali ke kamar masing-masing.


Kamar Lintang dan Kisya beda lantai. Kisya berjalan menelusuri lorong hotel dengan Ani. Ani lalu masuk ke kamar tempat suami dan anak-anaknya sudah menunggu. Sedang Kisya masih harus berjalan lebih jauh dari kamarnya Ani.


Kisya akhirnya membuka pintu kamarnya. Dan alangkah terkejutnya kisya ketika di dalam kamarnya telah ada seseorang yang menunggunya.


"kakak." Ucap Kisya terkejut.


Dan Jino melontarkan senyum yang manis pada sang istri . Kisya pun membalas senyuman Jino dengan senyum bahagia. Rasa bahagia tersirat di hati Kisya melihat sang suami ada di kamarnya. Entah perasaan senang atau perasaan rindu. Yang pasti Kisya bahagia banget melihat Jino ada di hadapannya.


Jino tersenyum manis melihat Kisya begitu cantik malam ini. Jino melepas blazernya dan menghampiri kisya. Menggandeng tangangan kisya menuju balkon hotel.


"Lihat..  Bandung di malam hari."


Ucap Jino sambil menggenggam tangan Kisya dengan lembut.


"Bagus banget kak."


Ucap Kisya sambil menatap lampu lampu yang berkelip.


Jino menatap Kisya dengan tatapan hazelnya. Kisya lalu membalas tatapan Jino. Kisya menundukan wajahnya karena malu.


"Aku tak menyangka kakak yang mesum ini bisa jadi suamiku."


Ucap Kisya dengan tawa manisnya.


"A apa..  Mesum..?"


Ucap Jino terkejut. Lalu Jino tersenyum malu mengingat dia pernah kepergok sedang menggendong Lintang dalam keadaan telanjang dulu.


"Iya mesum." Ucap Kisya tertawa kecil.


Jino berkata dengan senyumannya yang manis.


"Kak..  Jangan-jangan  baby Vano anaknya kakak bersama Lintang?"


Ucap Kisya menatap Jino penuh tanya.


"What???" Jino tersentak. Dia menghela nafas dan berkata."Engga mungkin deh yang, Aku sama Lintang tidak pernah making love sama sekali!" Ucap Jino pelan.


"Aku gak percaya!" Ucap Kisya sambil membuang muka.


"Kamu cemburu sama masa lalu?"


Ucap Jino terkekeh.


"Apaan sih kak?" Ucap Kisya dengan pipi yang memerah.


"Maafin kenakalanku dulu!"


Ucap Jino menggengam erat tangan Kisya dengan lembut.


"kak." Ucap sambil menatap Jino.


"Hmmm." Jawab Jino.


"Kalau aku tidak memaapkanmu bagaimana?"


Ucap Kisya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Kamu harus memaapkanku sayang,  Karena kini emmhh..  Aku cuma punya kamu saja!" Ucap Jino penuh harap. Kisya menitikan air matanya.


"Ehh kenapa menangis?


Ucap Jino terkejut sambil mengusap air matanya Kisya.


"Aku takut kak!"


Ucap Kisya tersedu.


"Takut kenapa?"  Ucap Jino pelan.


"Takut kalo kakak meninggalkan aku, seperti kak Jeff." Ucap Kisya dengan tetesan air matanya. Lalu Jino memeluk Kisya dengan erat namun lembut. Jino menitikan air matanya. Mengingat bahwa Kisya memang begitu terpukul atas kepergian Jeff.


"Akupun tidak bisa menentang kehendak tuhan sayang."


Ucap Jino dengan pelukan hangatnya.


Jino menatap kisya dengan lekat dan kisya pun menatap Jino pula.


Jino lalu menggendong kisya masuk ke dalam dan merebahkan Kisya di kasur king sizenya.


"Di luar mulai dingin, kita tidur saja!"


Ucap Jino sambil tidur di samping Kisya dan memeluk erat tubuh sang istri dengan sangat erat.


"kaka kenapa jarang pulang?"


Ucap Kisya pelan.


Deg.


Jantung Jino berdetak mendengar ucapan sang istri.


"Hanya sibuk saja yang." Ucap jino pelan.


Sesaat suasa hening. Baik Jino ataupun Kisya tidak bersua. mereka hanya berpelukan menambah kehangatan pada malam ini.


"kak." Ucap Kisya pelan.


"Hmmm."


"Aku mau ganti baju dulu!"


Ucap Kisya sambil beranjak. Dia merasa sangat tidak nyaman tidur menggunakan longdres.


Dan Jino pun tersenyum. Saat Kisya membuka bajunya. Terlihat Jino menatap tubuh Kisya tanpa berkedip.


Saat longdres Kisya sepenuhnya terlepas terlihatlah tubuh Kisya yang mulus dengan kulit seputih susu dan tubuh yang langsing seperti biola.


Jino beranjak dan langsung mengahampiri Kisya Jino langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang.


"sayang hmm."


Ucap Jino sambil mengecup leher belakang Kisya dengan lembut.


Kisya hanya bisa memejamkan matanya dan tak bisa lagi menahan debaran jantung nya yang berdetak sangat kencang.


"Aku merindukanmu, sampai aku tidak bisa fokus bekerja." Ucap jino masih melekat pada tubuh sang istri yang begitu wangi. Wangi tubuh ini sungguh dia rindukan.


"Aku juga rindu kamu kak." Kisya berkata dengan pelan.

__ADS_1


🌺 Bersambung 🌺


__ADS_2