
Nakisya Allana Putri.
Waktu terasa begitu lambat. Sebulan bagaikan setahun. Lamaaa dan sangat lamaa. Aku sungguh belum bisa melupakan peristiwa yang membuat hidupku serasa hancur. Walau bunda bilang Jino sudah bertanggung jawab dan berubah. Tetapi aku masih takut untuk bertemu dengannya. Tetapi entah kenapa kerinduan ku terhadap Baby Vano semakin hari semakin menumpuk di dada. Aku sungguh merindukan anaku, anak yang dulu setiap hari menempel kepadaku, dan bahkan aku melahirkan dia dari dalam rahimku.
Padahal kalau mendengar cerita dari bunda. Aku sempat mau bunuh diri karena tidak mau ada Baby Vano di rahimku. Beruntungnya aku masih di beri usia panjang dan masih bisa melahirkan Baby boy-ku yang ganteng. Ia Baby Vano ganteng banget, akan tetapi dia sangat mirip dengan Daddy-nya sehingga membuatku enggan untuk menemuinya.
Aku merindukan Baby vano. Tawanya
Tangisnya, jeritan lnya. Dia anaku, anak yang terlahir karena pria yang memerkosaku dengan sadis. Tapi Baby Vano tidak bersalah. Daddy-nya lah yang bersalah. Aku masih takut untuk bertemu denganya. Entah apa yang aku rasakan jika bertemu denganya lagi. Kami bahkan belum bercerai.
Sebulan ini aku habiskan dengan fokus kuliah dan rehabilitasi.. Bolak balik ke rumah sakit hanya untuk terafi psikologi. Hidupku terasa hampa. Masa kuliahku berasa sangat tidak menyenangkan. Aku seperti kehilangan sesuatu. Iya mungkin aku kehilangan Baby Vano. Harus kah aku menemuinya?
Tetapi aku takut bertemu dengan Daddy-nya Vano. Semua ini membuatku sangat pusing. Terlihat bunda membawakan aku makanan kesukaanku. Martabak telor.
Aku segera mengambil sepotong dan langsung mengunyahnya. Wow... Rasanya aneh. Aku sedikit mual. Tumben bunda masak seperti ini. Biasanya masakan bunda sangat enak
Kenapa ya? Apa telor nya busuk, kenapa rasanya sangat membuat aku mual? Aku tak bisa menahannya lagi.
Hoek... Aku merasa mual dan aku berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan martabak itu.
*Hoek.
Hoek.
Hoek*.
Aku memuntahkan semua makanan yang kumakan hari ini. Bunda terlihat cemas. Lalu bunda memberiku minyak angin. Rasa mualku sedikit menghilang.
Aku segera pamit ingin bertemu dengan Lintang dan Baby Cerry.
Bunda pun mengijinkan. Aku akhirnya main ke rumah Lintang. Rumah yang sama besarnya dengan rumah ku dan Jino. Eh rumahnya Jino.
Disana Lintang menyiapkan aku banyak makanan. Tetapi lagi-lagi aku tidak bisa makan. Rasa mualku kembali kambuh.
__ADS_1
*Hoek.
Hoek*.
Oh yatuhan, rasanya tidak bisa lagi aku tahan.
Aku muntah saat Lintang sedang makan.
Aku meminta maap pada Lintang. Tapi perutku benar-benar bermasalah.
"Kis, kapan terakhir kamu datang bulan?" tanya Lintang sambil mengoleskan aku minyak angin.
"Entahlah sayang, aku lupa!" ucapku merasa sangat tidak nyaman dengan semua rasa mual ini.
"Bagaimana hubunganmu sekarang dengan Jino?" sekali lagi Lintang bertanya kepadaku.
"A-aku belum-belum bertemu lagi denganya, selama sebulan lebih," ucapku terbata.
"Oh... Kamu merindukan Baby Vano?" tanya Lintang sambil menijat pundakku.
"Bagaimana pun Baby Vano gak bersalah say. Kis kalo seandainya kamu hamil lagi, Bagaimana?" kata Lintang pelan.
"Tidak mungkin deh kamu becanda. Kami bahlan belum," Ucapanku terpotong oleh Lintang.
"aku yakin kamu hamil Kis. Kalian ke Korea bahkan untuk berbulan madu kan,"
Gluk.
Aku menelan ludah dengan sangat susah. Semuanya di luar nalarku. Aku berbulan madu dan hamil lagi. Sesubur itukah aku. Ya Tuhan kenapa rasanya aku senang mengetahui aku hamil. Seharusnya aku membenci keadaan ini tapi kenapa aku senang padahal ini bahkan belum pasti.
Hoek.. Aku mual sekali. Aku berlari ke kamar mandi lagi dan muntah lagi.
Hoek hoek hoek.
__ADS_1
Fiks, aku lemas dan cape. Kakiku seolah tak bisa menopang lagi. Berdiripun aku bergetar. Aku muntah lebih dari 10 kali. Lintang yang cemas lalu membawa aku le rumah sakit.
Sesampainya di sana aku langsung masuk IGD dan di periksa. Sesuatu hal terjadi benar benar di luar nalarku. Dokter menyatakan aku hamil 5 minggu. Aku memegang lembut perutku yang masih rata. Baby kamu ada di rahim Mommy nak? Air mata menetes tanpa aku sadari. Aku sangat bahagia dengan kabar yang aku terima siang ini. akhirnya aku mengandung.
Aku sangat bahagia. Kerinduanku terhadap Baby Vano mungkin akan hilang dengan memiliki Bayi lain.
"Ya Tuhan Kis, selamat ya!" kata Lintang dengan senyuman manisnya. lalu memelukku dengan sangat erat.
"Makasih Lintang!"
"Bmm Jino apa dia udah tau?" tanya Lintang. Dan aku hanya bisa menggeleng.
"Ya sudah sayang, mulai sekarang kamu harus serba hati-hati ya! Baby kamu biar sehat di dalem sana. Aku juga jadi ingin hamil lagi!" kata Lintang dengan senyumannya.
"Makasih Mommy Cerry!" ucapku terkekeh.
Aku terus merasa mual dan muntah. Kini aku di infus dan di rawat karena dehidrasi. Ya Tuhan. Aku hamil. Sungguh di luar nalar. Kenapa aku bisa hamil anak kedua dari dia. Bagaimana bisa aku dan dia sampai bulan madu segala. Tapi entah kenapa aku ingin dia tau kalo aku hamil. Aku ingin tau reaksinya bagaimana.
Apakah Jino akan senang mendengar bahwa aku sedang mengandung bayi kedua kami. Ah kenapa aku jadi memikirkan pria itu. Aku tidak mau memikirkan pria itu. Tetapi Jino selalu datang ke setiap detik ingatanku. Bagaimana caraku untuk menghilangkan dia dari dalam pikiranku?
Aku masih saja memikirkan dia. Pria yang kini akan aku beri anak kedua. Iya anak kedua. aku dan Jino akan mendapatkan seorang bayi kedua. Apa dia senang? Bagaimana perasaannya saat mengetahui akan memiliki anak kedua? Jino-Jino-Jino, kenapa dia selalu hadir dalam ingatanku, sangat menyebalkan.
Sebaiknya aku telepon Bunda. Aku akan memberitahukan semua kabar gembira ini kepada bunda. Aku tahu bunda pasti akan sangat senang. mendengar aku hamil, Bunda akan mendapatkan cucu lain selain Baby Vano.
Hoek.
Akupun kembali muntah dan rasanya sangat lemas. Aku tak punya tenaga untuk sekedar menelepon Bunda. Padahal aku ingin sekali memberitahukan kabar gembira ini pada Bunda. Tetapi aku tak sanggup. Aku tidak berhenti muntah dan sekarang kepalaku begitu pusing. Sebaiknya aku tidur terlebih dahulu.
"Jino, aku ingin kamu melihat, betapa menderitanya aku karena mengandung bayimu,"
Bersambung.
Hallo kk jangan lupa vote dan like setelah membaca ya.
__ADS_1
Salam sayang dariku, Evangelin Harvey.