Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Persahabatan bagai kepompong


__ADS_3

Setelah Kisya puas mencurahkan semua isi hatinya, lalu mereka pun hendak berjalan jalan. Lintang ingin pergi makan di sebuah resto kesukaan mereka. Kisya dengan setia mendorong kursi roda milik Lintang. Tentunya di bantu oleh supir jika Naik dan turun dari mobil.


Kini mereka telah sampai di sebuah resto yang lumayan mewah dan banyak pengunjung. Kisya dan Lintang duduk di meja yang telah di pesan. Mereka memilih beberapa makanan dan itu lumayan banyak. Kini mereka berkedok sebuah senyuman untuk menutupi kekalutan hati mereka.


Kisya dan Lintang tertawa begitu bahagia ketika mereka bercanda dan memilih beberapa menu dengan porsi yang tidak sedikit. Mereka berniat ingin meninggalkan rasa sedih mereka dengan makan sepuasnya. Sedangkan Kisya ingin sekali makan makanan pedas. agar bisa menagis karena pedas. Itu memang kebiasaan mereka ketika mereka sedang ada masalah atau sedang berada dalam kegundahan hati yang tak bertepi.


Boy sendiri masih sibuk di kantornya. Dan tidak bisa menemani mereka makan siang. Boy hanya bisa Vidio call saja meminta maaf pada istri tercinta karena tidak bisa pulang menemani Lintang makan siang.


Dan Lintang memaklumi itu. Lagian sudah ada Kisya sahabatnya yang paling dia sayangi sudah menemaninya, dan itu sudah sangat cukup. Bahkan mungkin lebih. Karena memang kehadiran kisya sangat mempengaruhi moodnya.


Ketika mereka sedang tertawa selesai memesan makanan mereka berpotongan syelfi sekedar untuk mengabadikan momen makan siang mereka. Tetapi tiba-tiba saja seorang gadis cantik dengan santai duduk di meja mereka. Dan membuat suasana mereka buyar pecah dan tak lagi bisa tertawa senang.


"Kenapa kalian berhenti, ayolah biarkan aku berpoto dengan kalian juga."


Gadis itu tersenyum dengan manis. Namun gurat kesal terpampang di wajah lintang. Entah kenapa lintang sedari awal tidak pernah menyukai gadis itu. Seolah gadis itu adalah musuh bebuyutannya.


"Maaf tetapi kami sedang tidak mood berpoto lagi." Ucap Lintang dengan wajah datarnya.


"Maaf ya Rania, nanti kapan kapan kita bisa berpoto bersama."


Ucap Kisya dengan ramah tersenyum pada gadis yang kini duduk di hadapan mereka. Entah angin apa yang membuat Rania datang ke mejanya. Entah bisikan apa yang membuat mereka bisa bertemu di satu resto yang mereka datangi. Entah kenapa Lintang selalu tidak suka dengan kedatangan orang lain. Lintang memang sedari awal terkenal karena jutek. Itu sudah bukan gosip lagi.


Lintang gimana tidak jutek. Dia orang kaya dan seorang model terkenal. Dia kurang suka dengan kehadiran seseorang yang kurang akrab dengannya. Sifat yang memang bertolak belakang dari Kisya yang selalu ramah dan baik kepada siapa saja. Walau kadang kebaikannya memang suka di salah gunakan teman-temanya. Karena itu Lintang hadir sebagai pembatas dari semua kebaikan Kisya yang di salah gunakan oleh mereka.


Lintang selalu hadir menjaga dan melindungi Kisya dari hal yang bisa menyakiti hati Kisya. Dan itu sudah berlalu semenjak mereka sekolah menengah pertama. Lintang juga selalu mendapat sinyal jika ada tanda-tanda orang yang tidak suka dengan Kisya. Sayangnya Kisya terlalu polos untuk berfikir negatif . Kisya tidak pernah berburuk sangka seperti lintang .

__ADS_1


Nisya terlalu naif dan berfikir kalo semua orang itu baik seperti dirinya. Dan itu kepolosan Kisya yang membuat Lintang harus bekerja keras menghadang setiap masalah yang ada di kelasnya dulu. Lintang menjadikan dirinya tameng untuk Kisya. Rasa sayang lintang kepada Kisya tak bisa diumpamakan oleh hal apapun. Begitupula sebaliknya. Mereka memang saling menyangi.


Seperti saat ini Lintang sudah mendapatkan sinyal bahwa gadis yang ada di hadapan mereka itu adalah seorang gadis yang bermuka dua. Karena itu Lintang bersikap sangat jutek. Tetapi tidak dengan Kisya. Dia selalu ramah dan tak pernah tersirat pikiran negatif sama sekali. Bodohnya Kisya dalam hal itu karena terlalu baik hati. Bahkan Kisya Tidak mendapatkan sinyal bahwa gadis yang ada dihadapannya itu adalah wanita ular yang sedang mengincar suaminya.


Akhirnya makanan pun datang. Senyum senang terlihat dari wajah kedua sahabat ini. Mereka sangat sunberingah melihat makanan yang begitu banyak.


"Wahhh... Ini pasti sangat pedas."


Ucap Kisya dengan wajah yang berseri .


"Benar sekali, ini juga pedas."


Lintang lalu mencicipi dan benar saja Lintang langsung tertawa sedang mencoba menu yang ada di hadapan mereka.


"Ini enak sekali."


"Mau mau... " Ucap Kisya dengan mata yang berbinar. Langsung mangap minta di suapi oleh Lintang. Dengan segera Lintang menyuapi kisya dengan sendok terisi penuh makanan dan itu membuat kisya kesulitan untuk mengunyah makanan. Mulut Kisya membulat penuh makanan. Mata Kisya berbinar sangat menikmati makanan yang memenuhi mulutnya.


Kisya mengacungkan jempol pada Lintang pertanda makanan itu sangat enak. Lintang terkekeh melihat Kisya bertingkah lucu seperti itu karena ulahnya. Dan sekarang giliran Kisya menyuapi Lintang makanan. Kisya membalas Lintang dengan. Menyuapi makanan yang lebih banyak dari makananya.


Mata Lintang membulat melihat sendok yang akan dia masukan ke mulut berisi penuh makanan. Tetapi dia harus memakainya. Dengan semudah Lintang mengunyah makanannya. Mulut mereka berdua penuh dengan makanan. Dan mereka terlihat begitu bahagia. Sedangkan Rania dari tadi hanya menonton saja.


Rania tersenyum melihat kedua sahabat ini bahkan tidak pernah berubah sejak masih sekolah menengah pertama. Sebenarnya dalam hati Rania begitu kesal melihat kebersamaan mereka berdua yang begitu akrab. Namun Rania penuh dengan topeng. Kali ini dia mengenakan topeng dengan wajah tersenyum. Padahal hatinya kesal setengah mati.


"Pamer kemesraan sebagai sabahat di depanku, cuih.. kampungan." Ucap Rania dalam hatinya dengan wajah senyum yang di buatnya seolah tampak natural.

__ADS_1


"Ayo Ran ikut makan juga!... Ucap Kisya dengan senyuman manisnya. Menawarkan Rania makan bersama.


"Ah , tidak terimakasih aku udah makan tadi sama teman."


Ucap Rania dengan menebar senyum manis yang dia buat semanis mungkin. Mungkin bisa melebihi manisnya gula aren dan dari Jawa.


"Kikis, kamu gak usah nawarin Rania makan, dia lagi diet mungkin."


Ucap Lintang dengan mulut yang masih penuh terisi makanan.


"Baiklah kalo begitu." Ucap Kisya lalu melanjutkan makan kembali.


Segelas jus jeruk yang dingin membuat kerongkongan yang panas menjadi lebih sejuk. Kisya meminum jus itu lebih dari setengah gelas sekaligus karena rasa pedas di mulutnya mulai menjalar panas ke daerah mata dan perut.


"Ini benar-benar pedas, mataku sudah hampir menangis."


Ucap Kisya dengan mata yang merah karena pedas.


"Bahkan aku sudah menangis."


Ucap lintang terlihat meneteskan air matanya karena begitu pedas. Dan mereka pun tertawa sambil menitikan air mata mereka. Cara itu adalah cara mereka agar bisa menangis di depan umum tanpa di curigai oleh teman dan wartawan.


Rania menatap mereka dengan tatapan tidak senang. Namun sesekali tersenyum penuh kebohongan.


Bersambung❤️

__ADS_1


Syuka engga gambar ini.. Jangan lupa tekan jempolnya 😘 Love you semuanya.



__ADS_2