Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Geovano & Cerysha


__ADS_3

"Benarkah, ya ampun putri ku sudah ada yang melamar!" Lintang tersenyum dengan senang.


"Gimana ,apa kamu setuju?" Tanya Kisya dengan senyuman manisnya.


"Jelas saja aku setuju, kita akan menjadi besan, dan persababatan kita akan terus abadi sampai anak-anak kita kelak punya anak juga!' Lintang terkekeh. Mereka berdua begitu senang. Alhasil mereka sepakat untuk menjodohkan Vano dan Cery.


"Bayimu ini sangat cantik, aku sungguh telah jatuh hati kepadanya Lintang, aku ingin dia bisa selalu denganku menjadi salah satu bagian dari keluarga Davis!" Kisya menantap Baby Cery dengan tatapan penuh dengan cinta.


"Tenang saja, aku akan mendidik dia menjadi anak perempuan yang baik, kali ini aku akan mejaga dia supaya tidak nakal seperti Maminya," Lintang terkekeh tersenyum dengan bahagia. Putri kecilnya kini sudah di lamar oleh sahabatnya sendiri. Dan itu sungguh sangat menyenangkan.


Baby Vano terus menantap Baby Cery dengan gemas. Anak sekecil Baby Vano mungkin mengganggap Baby Cery hanya sebagai mainan yang bisa hidup.


"Menikah dengan putraku, putri mu tidak akan kekurangan materi, putraku adalah cucu satu-satunya kesayangan keluarga Davis, karena itu kamu akan tenang, karena putraku tidak akan membuat gadismu ini kekuarangan!" Kisya tersenyum sambil menghendong kembali buah hati Lintang yang sangat imut dan manis.


Bayi kecil yang sangat cantik. Yang memang sangat manis seperti gula-gula. Bayi yang wajahnya begitu mirip dengan Lintang. Mulai dari mata, hidung , mulut dan kulitnya pun begitu mirip dengan sang Mami. Dia adalah duplikatnya Lintang. Sedang Baby Vano adalah duplikatnya Jino. Mereka menjadi Jino dan Lintang kecil. Sangat manis dan menggemaskan.


Suasana siang itu begitu riuh. Berisik dengan tangisan bayi serta tawa Baby Vano. Baby Vano berjalan kesana dan kemari, bahkan lagi Dia tidak bisa diam sama sekali. Kisya begitu lelah dibuatnya. Dia harus mengejar sang Baby yang kini sudah mulai berjalan dan tidak mau diam. Bayi usia empat belas bulan ini sangat senang berjalan. Dia tidak mau diam.


Mereka selalu mengikuti kemanapun Baby Vano berjalan. Karena Baby Vani begitu aktif dan sangat pintar. Baby Vano kadang terjatuh dan bangkit lagi. Bayi itu kini sudah menjadi batita. Batita yang sedang belajar berlari dan belajar naik kursi.


Batita seusia begini sangat sulit untuk bisa diam. Mereka akan terus berjalan dan bermain. Baby Vano hanya akan diam setelah dia tidur.


Kini Baby Vano sudah meminum susunya dan tertidur dengan sangat lelap. Kisya menidurkan Baby Vano di atas stroler milinya. Jino kecil itu sunggu semakin hari semakin cerdas. Dan sangat tampan. Kisya menatap sang putra dengan penuh kasih sayang. Dia sangat menyayangi Baby Vano. Tetapi dia juga ingin sekali memiliki bayi yang dia lahirkan sendiri.


Kisya masih belum tau identitas asli Baby Vano. Kalau saja tau mungkin Kisya tidak ingin terlalu cepat menambah momongan.


"Lin, apa melahirkan itu sakit?" Ucap Kisya pelan sambil menatap Lintang.


"Hmm, sangat sakit.. bahkan rasanya aku seperti mau mati saja!" Ucap Lintang sambil mengelus perutnya. Lintang melahirkan secara normal. Dia merasakan dari awal dia kontraksi dan akhirnya si Baby Cery lahir ke dunia. Semuanya begitu fantastik untuk dirinya. Seorang bayi bisa lahir dari perutnya. Sungguh sangat menggembirakan.


"Aku ingin cepat mengandung juga Lintang, aku ingin merasakan bagaimana rasanya hamil dan melahirkan, aku ingin merasakan apa yang kamu rasakan!" Ucap Kisya sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Sabar saja kalian pasti akan seegra di beri momongan, kalian bukanya sudah berusaha!"

__ADS_1


"Iya kami sudah berusaha dengan sangat baik, semoga saja kamu cepat tumbuh di perut Mommy ya Baby!" Kisya masih mengelus perutnya dengan senyuman penuh kasih sayang. Kisya sangat berharap banyak. Rasa ingin mengandungnya sangat kuat. Dia yakin bulan depan dirinya pasti akan mendapatkan kabar baik. Dia pasti akan segera mengandung.


Pasalnya sang suami setiap hari selalu memberi dia bibit unggul. Kali ini Kisya yakin bayi itu akan segera tumbuh di dalam rahimnya.


"Aku ingin bayi perempuan seperti Cery." Ucap Kisya dengan senyumannya.


"Aku malah ingin Baby Boy seperti Baby Vano!" Ucap Lintang terkekeh.


"Kamu masih mau hamil Lintang?" Tanya Kisya.


"Hahaha.. nanti dulu deh, rasa sakit saat melahirkan Cery masih terasa sampai ke jiwa, sungguh luar biasa. Makanya Aku akan menunda dulu kehamilan sampai Cery berusia tiga tahun!" Ucap Lintang.


"Ia, gimana kamu saja Lin, toh kamu sendiri yang merasakan."


"Eh Kisya, tahu tidak?"


"Apaan?"


"Setelah melahirkan, bercinta yang pertama kali itu, sakitnya seperti kita bercinta pertama saat masih gadis "


Kisya tidak menyangka suaminya begitu kuat dan hebat. Bahkan dirinya di buat terbang beberapa kali dalam satu malam. Jino sungguh pria kuat san perkasa. Kisya dibuat tak berkutik oleh semua sikap sang suami.


"Kamu melamun gitu?" Tanya Lintang.


"Ah tidak." Sanggahnya.


"Ayo, kita sebaiknya makan siang dahulu, mumpung anak-anak sedang asik tidur. Kalau mereka bangun kita bahkan tidak bisa makan dengan tenang."


"Kamu masak apa hari ini Lintang?"


"Bibi yang masak hehe." Lintang terkekeh.


Mereka lalu langsung turun dan bibi menunggu di dalam kamar untuk menjaga anak anak lucu tersebut.

__ADS_1


Kisya dan Lintang mereka makan dengan begitu lahap. Mereka sangat senang jika bersama. Kisya sebenarnya ingin menceritakan soal Jeff kepada Lintang. Namun dia urungkan. Karena itu menyangkut hubungan keluarga. Perasaan Kisya masih mengganjal. Siapa orang dibalik teror telepon tersebut. Dan itu membuat hati Kisya merasa sangat tidak tenang.


" Apa kamu ada masalah?" Lintang menatap sang sahabat dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. Namun Kisya hanya menggeleng saja. Ingin sekali Kisya bercerita. Namun Kisya urungkan. Karena Kisya tidak mau menambah beban sang sahabat tersayang.


"Cerita saja!"


"Tidak apa-apa ko Lintang!" Kisya tersenyum dengan manis.


"Idih kamu mulai bohong sama aku ya!"


"Hehe bukan begitu Lin!"


"Terus apa?"


"Ini hanya urusan keluarga saja, aku tidak enak jika membuka."


"Yasudah semasih bisa kamu tahan gak papa, tetapi jika kamu butuh bantuanku, katakan saja ya, aku pasti akan membantu, apapun itu Kis!"


"Makasih banyak ya Lintang, untuk sekarang semuanya baik-baik saja!"


"Baguslah, semoga tidak ada hal buruk ya!"


"Amin, semoga saja ya Lin!"


Kisya dan Lintang tersenyum dengan manis. Lalu mereka melanjutkan makan siang mereka kembali.


🌺 Bersambung 🌺


Hallo selamat pagi.. setiap pagi aku up Jino dan kisya, apa kalian senang?"


aku juga akan up ALEX DIHATI ALEX setiap harinya..


karena itu jangan lupa mampir ke novel ku alex dihati alex.

__ADS_1



__ADS_2