
"kak, terimakasi sudah mengantar!.. Kisya tersenyum dengan manis. Kini Kisya sudah berada di halaman mansionya lintang. Jeff tersenyum dengan manis lalu membelai rambut Kisya dengan lembut.
"Aku kerja dulu ya, nanti sore aku jemput."
Ucap Jeff dengan suara halus.
"Ah , kak maaf, seperti yang aku bilang kemarin, bisa bisakah seminggu ini jangan hubungi aku dulu!... Kisya menatap Jeff dengan penuh harap. Jeff menelan ludah dengan sangat berat.
"Bermainlah sesuka hatimu tapi jangan lupa pulang ke hatiku!...Ucap Jeff sambil menggenggam tangan Kisya dengan lembut . Kisya tersenyum dan mengangguk . Lalu Jeff pamit meninggalkan Kisya. Kisya melihat mobil Jeff semakin menjauh dan menghilang. Setelah itu Kisya segera masuk ke mansion Lintang .
Kisya menekan bel dan langsung di persilahkan masuk oleh para maid. Kisya pun masuk tanpa segan . Disana ada mama papa Lintang . Kisya langsung disambut hangat oleh mereka berdua. Mereka sudah sangat dekat tidak ada lagi batasan. kisya lalu masuk ke dalam kamar Lintang.
"Lintang."
Kisya berhambur memeluk sang sahabat tersayang. Lintang begitu senang dengan kehadiran kisya di rumahnya.
"Kamu ko baru kesini, aku kesepian."
Rengek Lintang dengan mata yang berkaca-kaca .
"Maafin aku Lintang sayang. Kemarin tu ada acara keluarga di rumah kak Jeff, dan aku menginap juga di sana."
Tutur Kisya.
"Acara apa?... Lintang merasa ingin tau.
"Penyambutan kepulangan baby Vano dan."
Ucapan kisya terhenti.
"Dan apa ?...
"Dan om Geovandra membahas soal pernikahan kami , kami akan menikah pada akhir bulan ini Lintang."
"Ya ampun selamat ya sayangku kikis, akhirnya kamu akan menikah juga."
Lintang terlihat senang mendengar kabar tentang rencana pernikahan Kisya. Namun wajah Kisya sebaliknya . Gadis itu merasa sangat sedih dan itu terlihat jelas di raut wajahnya. Kisya tersenyum masam dan hanya terdiam dalam kebimbangan.
__ADS_1
"Jadi, kenapa bisa sedih begini?...
Ucap Lintang merasa heran.
"Lintang, aku "
Ucapan kisya kembali terhenti.
"Why?..
Lintang terdiam dengan seribu tanda tanya dalam hatinya. Lintang sebenarnya tau kegalauan Kisya. Karena Lintang sudah bisa menebak siapa yang kini telah berdiam diri di hati kisya. Karena tidak ada yang lebih mengerti Kisya selain Lintang.
"Aku masih bingung dengan pernikahan ini Lin, kenapa aku tidak bahagia dengan rencana pernikahan ini, malah sangat terasa perih."
Kisya mulai bercerita. Dengan wajah yang sendu dan mata yang merah menahan tangis. Lintang menggenggam tangan Sang sahabat tercinta.
"Jadi apa keputusanmu?..
Ucap Lintang merasa sangat ingin tau keputusan Kisya.
"Aku tetap akan menikah dengan kak Jeff, tetapi aku telah berdosa kepadanya."
"Maksudmu?...
"Hatiku telah berpaling darinya, aku meminta waktu seminggu untuk menata hatiku kembali dan bersiap untuk menikah dengannya."
Kisya mulai menangis tanpa dia sadari.
"Kenapa harus menikah kalo kamu tidak mau."
Ucap Lintang sambil menatap kisya dengan tatapan sedih.
"Aku harus menikah karena kak Jeff sangat mencintai aku."
"Kenapa harus memikirkan orang lain ketika kita tersakiti?..
Ucap Lintang pelan.
__ADS_1
"Aku , aku tidak mau menyakiti kak. Jeff Lin, aku telah berdosa padanya ."
Kisya menangis sesenggukan dan Lintang segera memeluknya. Lintang tau bahwa kini hanya Jino yang berada di dalam hatinya Kisya. Tidak ada pria lain. Karena walau mereka dulu tidak ada hubungan apapun ,tetapi kini Jino dan Kisya telah terhubung oleh baby Vano.
"Kenapa tidak mengikuti kata hatimu?... Lintang berkata sambil menatap Kisya dengan mata yang merah.
Kisya terdiam seolah tak mendengar ucapan sang sahabat. Lintang menahan tangis melihat betapa rapuhnya Kisya saat ini. Sabahat yang sangat dia sayangi. Yang selalu dia banggakan dan selalu dia lindungi ,kini menitikan air matanya. Hati Lintang sebetulnya begitu sakit perih dan serasa sangat berat. Lintang ingin mengatakan kepada Kisya bahwa dia harus menikah dengan Jino .
Lintang ingin mengatakan pada Kisya bahwa menikah itu harus dengan orang yang kita cintai sepenuhnya. Tidak boleh dengan keterpaksaan dan karena kasihan. Karena tidak di pungkiri apa yang dia rasakan saat ini sangat perih. Lintang harus menikah dengan Boy seorang pria yang tidak pernah dia mimpikan sama sekali untuk menjadi suaminya .
Lintang lebih mendukung Kisya bersama Jino. Air mata Lintang menetes tak tertahan. Lintang begitu mencintai Jino tetapi demi sahabat yang lebih dia cinta dia berkorban dan menikah dengan pria yang tidak dia cintai. Lintang ingin mengatakan kepada Kisya betapa pedihnya harus menikah dengan pria yang tidak dia sayangi dan tidak dia cintai .
Tetapi tidak mungkin Lintang berkata seperti itu kepada Kisya. Karena kalo saja Kisya tau betapa besar pengorbanan Lintang untuk Jino dan Kisya . Maka Kisya pasti akan sangat sedih dan tidak bisa berhenti menangis. Kisya pasti akan menyalahkan dirinya sendiri karena melihat Lintang berkorban untuknya.
Air mata Lintang tak terbendung. Hatinya sakit ketika mengingat hal itu.
"Taukah kamu sahabatku, di sela-sela hati terdalamku, hanya ada pershabatan kita berdua. Dan saat aku rapuh dan aku kehilangan arah, kamu menuntunku untuk mencari jalan yang terang. Kamu bukan sanahatku, tetapi kamu adalah adiku. Rasa sayangku terhadapmu tidak ada bandingnya. Aku akan selalu menjagamu, selalu melindungimu. Aku akan selalu berusaha melindungi hatimu dari derasnya benturan kehidupan. Kisya .. aku berkorban untuk kamu, aku serahkan Jino kepadamu agar Jino bisa bertanggung jawab menjagamu seumur hidupnya. Tak usah perduli dengan hatiku yang sakit. Tidak usah mendengar jerit tangisku setiap malam. Aku bersedia tersakiti Demi kamu Kis, tetapi kamu sendiri malah tidak menghargai pengorbananku . Aku ingin mengatakan itu padamu, tetapi aku tidak bisa ." Lintang berkata dalam hatinya sambil menitikan air matanya.
Dadanya sesak dan terasa perih. Dia memang masih menyimpan Jino dalam hatinya. Tetapi dia akan lebih bahagia jika Jino bisa berbahagia bersama Kisya. Bukan hal seperti ini, bukan malah melihat air mata Kisya yang terus mengalir. Lintang tak mau melihat air mata Kisya. Lintang tau betul bahwa kini Kisya dalam keraguan. Tetapi karena Kisya pasti akan lebih mementingkan perasaan orang lain, maka Lintang yakin Kisya pasti akan mengorbankan perasaannya demi orang lain. Lintang yakin kisya pasti akan lebih memilih Jeff dari pada memilih pilihan hatinya
"Aku tidak bisa melakukanya ."
Ucap Kisya dengan tetesan air matanya. Memecah lamunan Lintang .
"Hmm.. tapi ini hidupmu."
Ucap Lintang pelan.
"Aku tau ini hidupku, tetapi aku tidak hidup sendirian, aku hidup bersama orang yang menyayangiku, dan aku tau kak Jeff begitu menyanyangiku."
"Kis."
"Lintang, seseorang yang selalu datang di setiap kita membutuhkan dia, itu adalah Jeff, seseorang yang selalu menahan perut laparnya demi bisa makan bersama dengan ku , itu adalah Jeff, dan seseorang yang selalu bisa aku andalkan ketika aku rapuh dan terpuruk itu adah Jeff. Tetapi hatiku telah mendustainya. Aku telah berpaling kepada hati yang lain."
Kisya menangis dengan lirih. Pagi itu tiba-tiba saja hujan deras seolah langit ikut menangis .
"Kis, dengarkan aku!...
__ADS_1
Bersambung❤️