
Selesai makan tuan Geovandra menyarankan Kisya untuk menginap. Mengingat di rumah pun Kisya sendirian. Karena bunda Nisya belum pulang dari Singapura. Dan kisya menyetujuinya. Jeff dan Kisya kini duduk di taman depan menikmati indah nya rembulan dan Kerlip bintang.
"Apa kamu kedinginan sayang?..
Ucap Jeff pelan. Kisya hanya menggeleng saja sambil terus menatap ke arah cahaya rembulan. Kisya hanya terdiam memandangi indahnya bintang yang begitu redup.
Jeff lalu membuka jaket yang dia kenakan dan memasangkannya di punggung kisya.
"Terimakasih kak."
Ucap Kisya pelan.
"Ada apa, kenapa sepertinya kamu sangat sedih?..
Ucap Jeff sambil menggenggam tangan Kisya dengan lembut.
"Kak, soal rencana pernikahan,bisakah kita tunda?..
Ucap Kisya pelan.
"Tapi mengapa sayang?...
Jeff mengerutkan keningnya.
"Karena aku merasa belum siapa saja kak, aku bahkan baru lulus SMA."
Ucap Kisya pelan sambil menundukkan wajah sendunya.
Jeff sesaat terdiam dan menghela nafas sangat berat.
"Apa perasaanmu berubah padaku?..
Kisya terkejut mendengar ucapan dari sang kekasih. Kisya menatap mata Jeff yang kini sudah berkaca-kaca. Kisya menggeleng dan dan meneteskan air matanya.
"Apa aku berubah kak?..
Jeff menelan Saliva dan berdiri.
"Iya."
Kisya terdiam dengan air mata yang terus menetes.
"Dimana rasa cintamu yang dulu hanya buat aku Kis?..
Ucap Jeff dengan suara yang bergetar.
Kisya menangis mendengar ucapan Jeff yang seolah menusuk hatinya. Kisya bangkit dan memeluk tubuh Jeff dari belakang. Dia menangis dan berkata.
"Maapkan aku kak, aku tidak seperti itu, aku hanya kebingungan , tolong beri aku waktu untuk mencari jati diriku kembali!...
__ADS_1
Ucap Kisya dengan Tangisanya yang meledak.
Jeff menitikan air matanya. Jeff sudah menyadari perubahan sikap Kisya terhadap nya setelah ciuman terakhir mereka di rumah sakit di Jepang. Ciuman yang Kisya beri untuknya saat itu Jeff rasa sangat tidak tulus. Jeff berpikir Kisya saat itu hanya ingin mencari jawaban saja. Ternyata memang benar saat itu Kisya mencium Jeff hanya ingin mencari jawaban tentang perasaanya.
Jeff sendiri Masi tidak tau apa dan siapa yang telah membuat Kisya berubah. Rasanya hatinya sangat sakit ketika Kisya bertindak seperti saat ini. Kisya yang kini Masi memeluk punggung Jeff erat dengan tangisan penuh rasa bersalah.
"Aku hanya ingin Kisyaku kembali , apa aku terlalu serakah menginginkan itu?.. ucap Jeff dengan air mata yang terus menetes.
Kisya menggeleng dan berkata.
"Tidak kak, aku yang bersalah, mungkin saja iya aku berubah, aku akan kembali menjadi Kisya milikmu seutuhnya, tetapi..
Ucapan kisya terhenti . Jeff berbalik badan dan menatap Kisya yang kini Masi mengisak pilu.
"Tetapi apa?...
"Tetapi, bisakah aku meminta waktu seminggu untuk mencari penyebab perubahanku."
Jeff mengangguk dan tersenyum dengan manis. Walau senyuman sangat berat tetapi dia benar benar menginginkan Kisya nya kembali. Jeff menatap mata Kisya yang basah dan merah. Cahaya rembulan membuat kisya begitu cantik namun air matanya membuat gadis itu terlihat sangat pilu dan penuh dengan luka yang tersembunyi.
Jeff ingin mengecup kening kisya. Namun Kisya menolak dengan membuang muka. Jeff mengerutkan kening dan tersenyum masam. Dia menelan Saliva dan menghela nafas berat.
"Bahkan dia tidak mau aku kecup."
Ucap Jeff dalam hatinya. Hatinya sangat sakit dan benar-benar serasa hancur. Selama ini Jeff selalu ada untuk Kisya. Namun entah siapa yang merubah hati Kisya menjadi sangat jauh darinya. Kisya beranjak dan duduk kembali.
"Aku akan menikah dengan kakak, tapi beri aku waktu seminggu, selama seminggu ini sebaiknya kakak tidak boleh menemuiku dan mendekatiku sama sekali!..
Ucap Kisya pelan.
"Aku hanya ingin menetapkan hatiku, aku hanya ingin tau seberapa besar aku merindukan mu kak."
Ucap Kisya dengan tatapan kosong.
Jeff terdiam dan langsung menggenggam tangan Kisya dengan lembut.
"Baiklah, tetapi kamu harus kembali menjadi Kisya ku yang dulu!..
Ucap Jeff dengan senyuman manisnya. Kisya tersenyum dengan sangat berat. Air matanya menetes melihat betapa Jeff begitu mencintainya. Sedang dirinya begitu jahat telah mulai berpaling darinya.
"Jangan menangis lagi, ayo masuk!..
Ucap Jeff dengan tatapan penuh cinta. Kisya menyeka air matanya dan tersenyum. Mereka lalu masuk ke dalam rumah.
Sedari tadi jino sudah memperhatikan Jeff dan Kisya dari balkon atas. Mata jino berkaca melihat kisya memeluk Jeff dari belakang. Jino menarik nafas dengan sangat berat. Jino tak tau harus sedih atau senang. Jino meneguk teh hangat dan menghabiskan satu cangkir penuh. Jino lalu beranjak dan melangkah keluar dari kamarnya. Dia turun menelusuri anak tangga dan kini duduk santai di depan TV.
Jeff dan Kisya datang dan duduk di sofa sebelah. Tiba-tiba ponsel Jeff berdering.
"Hallo."
__ADS_1
Ucap Jeff pelan . Tetapi seketika wajah Jeff menjadi tegang.
"Sayang aku pergi dulu sebentar ya!...
Ucap Jeff dan Kisyapun tersenyum dengan manis. Jeff bergegas pergi meninggalkan kisya di ruang TV bersama Jino. Tidak ada suara antara mereka berdua. Jino Masi asik menonton TV sedang Kisya asik memainkan ponselnya. Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi dari lantai atas. Mereka berdua tersentak.
Jino langsung berlari menuju ke lantai atas begitupula dengan Kisya. Mereka berdua menuju ke kamar dimana baby Vano menangis. Dengan cepat Jino menggendong sang buah hati . Tanpa menyadari kisya mengikutinya.
"Kenapa Dede nangis?...
Ucap Jino menatap putra kecilnya dengan penuh kasih sayang. Baby Vano Masi mengisak dan menangis lagi.
"Kamu haus sayang?..
Mendengar ucapan itu Kisya segera turun ke lantai bawah dan membuatkan susu untuk baby Vano. Saat Jino hendak menuruni tangga terlihat Kisya sudah naik tangga dengan sebotol susu di tangannya. Kisya tersenyum dengan manis menatap Jino. Sedang Jino hanya menatap Kisya dengan tatapan datar saja.
"Ayo kak kita ke dalam saja, biar baby Vano minum di kamar!..
Ucap Kisya dengan senyumanya. Jino lagi lagi tak membalas senyuman Kisya. Jino mengangguk dan berjalan mengikuti Kisya.
"Terimakasih!..
Ucap Jino pelan. Dan Kisya mengangguk.
"Bolehkan aku menggendong baby Vano!...
Ucap Kisya menatap Jino dengan tatapan penuh harap.
Jino mengangguk dan menyerahkan bayinya pada Kisya.
Kisya lalu menggendong bayi kecil itu Dengan penuh kasih sayang. Dan memberikan susu botol pada baby Vano. Jino memperhatikan dengan seksama. Jino memejamkan matanya.
"Dia tersenyum terus menerus membuat aku semakin menyukainya!...
Ucap Jino dalam hatinya sambil menatap Kisya yang sedang asik menyusukan bayi bule itu.
Kisya Masi tidak sadar Jino sedang memperhatikanya. Tiba-tiba saja Jeff datang.
Kis, ayo tidur di kamar sebelah !..
Ucap Jeff dengan suara pelan .
"Sebentar kak aku masih ingin bersama baby Vano!..
Ucap Kisya pelan.
"Tidurlah, ini sudah malam!..
Ucap Jino sambil mengambil alih bayinya. Kisya merasa sedih Jino mengambil baby Vano dari pelukannya.
__ADS_1
Bersambung.