
"Kyaa." Kisya menjerit dengan kencang saat sang suami menggendongnya menuju ke kamar mandi. Lalu Dengan perlahan Jino mendudukan sang istri di atas kloset yang tertutup itu. Jino mulai mengisi bak mandi dengan air dan busa sabun.
"Eh, tunggu!" Ucap Jino sambil berlari ke luar kamar mandi. Sepertinya dia melupakan sesuatu. Jino melupakan benda yang dia beli pada saat perjalanan pulang dari kantor. Kisya merasa aneh dengan sikap sang suami. Dia celingak-celinguk menunggu Jino di kamar mandi. Jino tidak kunjung datang juga. Ternyata barang tersebut tertinggal di mobilnya.
Jino berlari menuju mobilnya. Dan dia akhinya menemukan barang yang dia inginkan. Setelah itu Jino kembali berlari ke lantai atas. Tempat dimana kamarnya berada. Mama dan Papa serta Baby Vano hanya melihat saja Jino yang berlari seperti itu. Jino sampai di kamar mandi dengan nafas yang ngos-ngosan. Dia sangat lelah setelah berlari.
Lalu Jino tersenyum ke arah sang istri dan memperlihatkan sebuah bungkusan kecil kepada istrinya. Kisya terkejut dan tersenyum dengan manis. Jino langsung membuka bungkusan itu. Ternyata itu adalah bungkusan yang berisi dengan bunga mawar merah yang begitu wangi.
Jino dengan segera menaburkan mawar merah itu di atas bak mandi. Dan lengkap sudah bak itu dengan air busa dan taburan bunga mawar merah yang begitu indah dan harum. Kisya terseyum Dengan geli. Masih sempat-sempatnya sang suami untuk membeli hal semacam itu. Dia baru menyadari bahwa memang hal ini sudah dia rencanakan sedari awal.
Jino mulai membatu Kisya melepas pakaianya. Lalu mereka masuk ke dalam bak mandi dan mereka berendam bersamaan. Jino memeluk tubuh lembut sang istri dengan sangat posesif. Kisya hanya bisa memejamkan mata saat tangan suaminya mulai bermain nakal, kesana dan kemari.
"Apa di kantor begitu sibuk sayang?"ucap Kisya pelan sambil terus memejamkan matanya. Tubuhnya bersandar ke tubuh Jino.
"Iya sangat sibuk, bahkan aku hampir saja membanting semua berkas saking tidak sabar ingin bertemu dengan kamu sayang!" Ucap Jino dengan pelan.
"Ya ampun sayang, kenapa harus begitu, kamu harus lebih bisa bersabar, aku kan tidak akan pergi kemana-mana, aku akan selalu menunggu di rumah, jika aku kuliah maka aku akan pulang ke kantor." Ucap Kisya.
"Apa asa perubahan jadwal sayang?" Tanya Jino.
"Iya sayang, aku sekarang masuk kuliah hanya jumat dan sabtu saja, kelas karyawan tidak terlalu di berikan beban terlalu berat ko sayang, tidak seperti reguler!" Ucap Kisya dengan masih menjalankan kepalanya di dada sang suami.
"Oh pantas saja James tadi sempat ke kantor, aku sungguh khawatir jika dia meninggal kamu sendirian hanya dengan sopir saja sayang!" Ucap Jino menghela nafas lega.
"Iya, dia tadi sudah ijin kepadaku untuk menemui kamu sayang!" Ucap Kisya lembut.
"Benar, dia tadi datang."
"Apa dia sudah menemukan identitas cewek murah itu?" Tanya Kisya.
"Hmm."
"Benarkah sudah?" Kisya membalikan badannya menjadi menghadap ke arah sang suami. Jino menelan ludah saat melihat kemolekan tubuh putih sang istri yang bertabur dengan bunga mawar merah. Sepertinya super heronya sudah ingin beraksi saja.
"Kamu sengaja menggodaku?" Jino menorehkan senyum nakalnya.
"Ah.. ." Kisya menutup dadanya dengan kedua tanganya. Jino tersenyum devil lalu menerkam sang istri dengan ganas.
__ADS_1
Bunga mawar merah menjadi saksi betapa mereka berdua menikmati berendam saat itu. Suara kulit yang saling bersentuhan membuat suasana kamar mandi itu semakin romantis diiringi dengan Cipratan air dalam bak mandi. Mereka memadu kasih dan saling memiliki.
Akhirnya mereka berdua telah kalah. Dan mereka lalu beranjak dari bak mandi yang sudah dikotori oleh sang suami. Jino telah mencemari bak mandi tersebut. Mereka membersihkan badan mereka dengan sabun lalu setelah itu mengambil handuk masing-masing.
Mereka keluar dari kamar mandi secara bersamaan. Dan lanjut merebahkan tubuh lelahnya di kasur kesayangan mereka. Mereka masih handukan dan mereka lalu membungkus tubuh mereka dengan selimut tebal dan sesaat mereja beristirahat.
"Ceritakan padaku semuanya!" Ucap Kisya merasa penasaran.
"Cerita apa?" Tanya Jino.
"Si Rebeka." Ucap Kisya.
"Oh dia."
"Iya, siapa lagi sayang." Kisya mulai bersuara manja.
"Hmm, dia orang suruhan temanmu!" Ucap Jino sambil mengehla nafas.
"Temanku?" Kisya terkejut.
"Siapa dia?" Kisya begitu penasaran.
"Dia bernama Rania." Jawab Jino.
"Apa, Rania?" Kisya terkejut. Matanya membulat dan tidak percaya dengan apa yang Jino ucapkan barusan. Padahal Kisya tidak pernah bermusuhan dengan Rania. Kisya merasa kebingungan.
"Iya sayang, temanmu itu telah membayar Rebeka untuk merayuku dan membuat celah di antara hubungan kita, dia pikir aku akan tergoda." Ucap Jino.
"Brengsek sekali dia, apa maksud dia berbuat seperti itu." Kisya mulai marah. Dia sangat kesal wajahnya memerah.
"Sayang, ko kamu berkata kasar?" Ucap Jino pelan sambil mengecup bahunya Kisya.
"Aku kesal, aku cuma tidak bisa menahan diri kalau menyangkut dengan kamu sayang!" Mata Kisya mulai berkaca-kaca.
"Loh ko jadi sedih begini yang, sini sini aku peluk, jangan sedih dong, akukan tidak tergoda." Ucap Jino sambil mengeratkan pelukannya kepada sang istri.
"Aku gak mau ada seseorang mengambilmu dariku, jangankan mengambil, menyentuhmu seujung rambutpun aku tak mau." Kisya mulai menitikan air matanya. Jino tersenyum dengan senang mendengar pengakuan dari istrinya. Dia merasakan hal yang sama kepada istrinya.
__ADS_1
Mereka berdua saling mencintai. Bahkan Kisya yang lemah lembut dan polos pun akan mengamuk jika itu menyangkut dengan suaminya Jino. Itulah caranya memperlihatkan rasa sayangnya. Cinta Jino dan kisya sangat besar satu sama lain. Mereka saling mengisi hati masing-masing dengan lagi cinta yang sudah mereka setting dalam hati dan pikiran mereka berdua.
"Tidak akan ada yang bisa menyentuh aku lagi selain kamu sayang, kamu yang pertama dan terakhir." Ucap Jino. Jino melupakan kata-katanya. Ucapan Jino membuat Kisya terkejut.
"Tunggu kak, yang pertama dan terakhir?" Kisya terkejut dengan ucapan sang suami. Karena setahu Kisya, Jino itu adalah duda, dan yang pertama Jino sentuh adalah Mommy kandungnya Baby Vano. Bukanlah dirinya.
"Ah iya sayang, aku sampai lupa, kamu yang terakhir." Jino untungnya langsung meralat ucapanya.
"Kamu ko bisa melupakan Mommy nya Baby Vano sih yang, bukanya dia wanita yang sudah memberikan bayi selucu Baby Vano." Ucap Kisya.
"Itu karena kamu sayang, sekarang dalam kelapalaku hanya ada kamu saja satu, yang sudah tidak ada tempat lagi." Ucap Jino lalu mengecup kening sang istri dengan lembut.
"Bohong?"
"Engga ada kebohongan disini, aku jujur sayang, cuma kamu satu cintaku!"
"Aku pegang ya ucapan kamu kak, jika kamu sampai ingkari janji kita maka aku tidak akan memafkan kamu yang!" Ucap Kisya dengan tatapan mata redupnya. Jino mengangguk dan tersenyum manis.
"Aku janji sayang." Jino menatap sang istri dan akhirnya jino mengecup lembut bibir manisnya. Mereka melanjutkan lagi agenda kedua. Sebuah pertarungan super hero. Pertarungan yang sengit dan membuat dunia bergetar.
🌺 Bersambung 🌺
Hahaii.. sayangku sahabat Jino dan Kisya, makasih sudah membaca Jino dan Kisya sudah sampai chapter ini.
Yuk siapa lagi yang mau pesan buku novel My Baby silahkan japri 087779966421 ini no admin.
My baby
Silahkan intip sinopsisnya ya.
Salam sayang Evangelin Harvey
__ADS_1