
"Apa?...
Jeff merasa sangat tak percaya bahwa Rania sekuat itu. Memintanya untuk menemani dia tidur.
"Dasar gadis murahan!..
Ucap Jeff sambil membuang muka.
"Iya kak, aku murahan terhadapmu." Ucap Rania dengan senyuman manisnya. Lalu bersandar di bahu Jeff.
"Jangan seperti ini ,aku tidak nyaman." Ucap Jeff menjauhkan Rania dari bahunya. Jeff begitu heran kenapa ada gadis semurah Rania. Berharap bisa tidur bersama pria yang sama sekali tidak menyukainya.
Rania tersenyum senang dengan tatapan mata sendu.
"Ayo kak kita ke hotel aster saja!..
Ucap Rania dengan senyuman manisnya. Jeff hanya terdiam dengan wajah yang sangat kesal . Mau tidak mau Jeff harus mengikuti keinginan Rania. Semua itu demi Kisya. Karena dia tidak mau kisya dalam bahaya.
Jeff lalu mengemudikan mobilnya menuju ke hotel aster. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan lobi hotel. Rania turun terlebih dahulu sedang Jeff memarkirkan kendaraanya. Sebelum turun dari mobil Jeff mengenakan topi dan masker. Bersama dengan Rania itu seolah aib untuknya .
Jeff keluar dari mobil dan berjalan menuju kamar hotel yang telah lebih dahulu Rania pesan. Jeff masuk ke dalam kamar itu dan Rania sudah duduk manis di tempat tidur.
Jeff duduk dan langsung merebahkan diri di kasur yang terlihat empuk itu.
Jeff menarik selimut dan memejamkan matanya. Dan tak butuh waktu lama Jeff benar-benar tertidur .
Rania menatap Jeff dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Cepat sekali tidurnya sayang."
Ucap Rania sambil memeluk tubuh Jeff dan memejamkan matanya.
"Sangat nyaman seperti ini kak, aku sangat menantikan hari ini, hari dimana kita bisa lebih dekat sepeti ini." Ucap Rania memeluk tubuh Jeff dengan erat.
Plashback off.
Jeff mengingat semua kejadian semalam. Bahwa dirinya telah membuat sebuah perjanjian dengan Rania. Bersama Rania selamam merupakan hal yang sangat dia sesalkan . Walau memang tidak terjadi apapun selain tidur. Tetapi Jeff merasa malam kemaren sangat kelabu dan tanpa bintang. Jeff menghela nafas beratnya. Dan masuk ke dalam kamarnya. Jeff bersiap untuk turun dan sarapan.
Disisi lain Kisya masih berada di dalam kamar mandi. Dia sudah mengigil kedinginan. Dia beranjak. Dan segera mengenakan handuknya. Dia berdandan untuk menyembunyikan mata sembabnya. Kisya mengenakan baju yang dia pakai semalam karena dia tidak membawa baju ganti. Tidak lupa dia mengenakan syal yang Jino berikan untuknya. Dan itu sukses menutupi lehernya yang penuh dengan bintang.
Kisya sudah cantik dan bersiap turun. Kisya berjalan menuruni anak tangga. Menuju ke ruang makan. Dari kejauhan mama murni sudah tersenyum manis menyambut kedatangan putri menantunya. Kisya membalas senyuman sang mama. Dia lalu membantu mama murni untuk menyiapkan sarapan. Mama murni sangat senang Kisya menginap dia ingin segera Kisya tinggal di rumahnya. Karena dia tidak memiliki anak perempuan maka dia sangat menyayangi kisya dengan sepenuh hati.
Kisya sedang asyik membuat jus. Tiba-tiba saja Jeff datang dan langsung membantu Kisya menyimpan gelas jus di meja makan. Jeff tersenyum manis menatap kisya dan kisyapun membalas senyuman Jeff. Mereka bertiga tertawa dengan bahagia. Sedang papa Geovandra hanya duduk memperhatikan Jeff dan kisya.
Dari kejauhan Jino sudah memperhatikan dua orang itu. Dua orang yang saling tertawa bahagia. Jino lalu berjalan menuruni anak tangga sambil menggendong baby Vano yang sudah sangat tampan dengan wajah penuh bedak bayi.
Mimpi indah mereka semalam kini telah usai. Semuanya telah berakhir dengan sangat singkat. Mereka memutuskan untuk melupakan semua mimpi indah itu. Walau memang sangat berat namun itu harus meleka lakukan untuk Jeff. Kisya tidak mau melukai Jeff terlalu dalam. Bagaimana pun buhungan Kisya dan Jeff sudah berlangsung sangat lama.
Walau perasaan cinta kisya telah berubah namun Kisya masih menyayangi Jeff karena Jeff begitu baik. Kisya memberikan lauk untuk Jeff layaknya sang istri yang sedang melayani suaminya. Mama murni sangat senang melihat anak dan menantunya sangat harmonis. Namun tidak dengan papa Geovandra. Papa masih terdiam memperhatikan Jeff dan Kisya dengan tatapan datar. Sedang Jino sendiri sama sekali tidak menatap ke arah Jeff dan Kisya. Jino hanya fokus dengan makanannya saja.
Sepiring nasi goreng kesukaanya kini telah dia habiskan dengan lahap. Jino lalu meneguk jus yang Kisya buat untuknya. Jino merasa jus itu begitu enak. Jino lalu meminta mama murni mengisi kembali gelas jusnya. Dan mama murni dengan senang hati menuangkan jus itu untuk Jino.
"Itu jus buatan Kisya Jino, enak bukan?...
Ucap mama murni dengan senyuman manisnya. Sedang Jino hanya mengangguk tanpa ekspresi.
__ADS_1
Begitula dengan Kisya , dia sama sekali tidak mau menatap Jino barang satu detik pun. Dia sudah bertekad dan Takan tergoyahkan.
"Sayang , jadi hari ini mau kemana?..
Ucap Jeff sambil meneguk minumannya.
"Aku akan menemui lintang kak, Lintang mengatakan dia sudah pulang ke rumah dan dia kesepian."
Ucap Kisya pelan .
"Terus , mau kapan kita ke kampus?...
"Besok saja kak aku lihat kampus barunya. Aku ingin menemani Lintang terlebih dahulu." Ucap Kisya dengan melontarkan senyum manis terhadap Jeff. Jeff membalas senyum Kisya dan melanjutkan kembali sarapanya. Papa Geovandra masih dengan mode nyimak dan tidak berkata sepatah katapun. Papa sesekali menatap ke arah Jino , lalu berpaling menatap ke arah Kisya dan Jeff.
Jino sudah selesai makan dan bersiap untuk bekerja. Tidak lupa Jino membawa bayi kesayanganya dalam peluknya. Jino pamit dan berangkat terlebih dahulu. Kisya menatap punggung Jino yang semakin menjauh. Sebenarnya dadanya begitu sesak dan rasa sakit sedang menggerogoti hatinya. Namun pilihan mereka itu untuk kebaikan semuanya. Terutama untuk Jeff , karena kisya tak mau Jeff terluka lebih dalam.
Ketiga insan itu sedang dilanda sebuah beban hati yang sangat berat. Ketiganya menyembunyikan sebuah rahasia yang tak mungkin bisa dibayangkan dengan mudah. Mereka bertiga menyimpan rasa sakit yang ingin mereka sembunyikan satu sama lain. Begitu rumit dan sangat mengiris hati.
Bersambung ❤️
Hai readers tersayang, gimana suka tidak Lee up 2 eps setiap hari?
Doakan Lee sehat dengan semua kesibukan Lee. Betapa beratnya Lee membagi waktu antara pekerjaan Lee sebagai bidan dengan tugas dan laporan yang bejibun . Berat ketika harus menulis naskah jino berebut waktu dengan pasien yang datang ke rumah meminta imunisasi periksa hamil dan kerKB. Apalagi Lee harus menyelesaikan editan naskah yang lain karena sudah di tanyain terus sama penerbit 😭😭😭 . Bahkan editan itu masih belum selesai. Belum lagi di aplikasi lain Lee di minta update Alex di hati Alex karena sudah semenjak Jino up di sini , novelku yang berjudul Alex di hati Alex Hiatus. Tanganku cuma dua. Tidak bisa bercabang seperti gurita. Pokonya hari Minggu ini teramat berat untuku😭😭😭😭.
Karena itu tolong dukung Lee dan berikan Lee semangat Dengan menekan love❤️
Memberi rating bintang.
__ADS_1
Dan menekan jempol. Lebih bagus jika kalian menekan jempol dari episode awal. Siapa tau di episode awal kalian lupa menekan jempol.
Terimakasih banyak salam sayang dari aku . Evangelin Harvey/ Lee.