Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Bonus 6


__ADS_3

"Sayang jangan menangis lagi, ini Mom Sayang, Baby Vano yang ganteng anak Mommy, sini Mom peluk," kata Kisya sambil memeluk buah hatinya yang tercinta. Wanita itu begitu merindukan Baby Vano begitu dalam. Sudah lama tidak berjumpa dengan buah hatinya.


Karena itu saat ini Baby Vano begitu terkejut saking senangnya dia sampai menangis ketika melihat ada Kisya dihadapannya. Mommy yang sangat dia rindukan selama ini.


"Mom don't go Mom, don't go again!" rengek Baby Vano kepada Kisya dan Kisya menggelengkan kepalanya, wanita itu berkata." Asalkan Baby Vano tidak nakal dan tidak banyak menangis, maka Mom tidak akan pergi lagi ok, be an obedient child okay!"


"Okay Mom... I love you Mom," kata anak balita pintar tersebut sambil mengecup pipi sayang Mommy dengan penuh kasih sayang. Wanita itu benar-benar bahagia melihat buah hatinya seperti itu. Kisya tidak mau lagi kehilangan hari-harinya tanpa sebuah hati.


Sudah cukup selama ini dia menanggung rasa rindu karena keegoisan diri sendiri. Sekarang dia tidak ingin mengorbankan buah hatinya lagi meninggalkan Baby Vano sendirian membuatnya sakit dan ingin meronta memeluk sang buah hati. Karena itu Pada kesempatan kali ini dia kembali bersama sang suami. Rujuk kembali dan berjanji tidak akan lagi keluar dari rumah walaupun selangkah tanpa izin dari suaminya.


"Apakah kamu senang melihat Mom ada di sini, lihat nak sekarang Baby Vano adalah anak yang paling beruntung di dunia ini. karena Mom dan Dad disini menemani Baby Vano," kata Jino dalam sambil tersenyum melihat buah hatinya.


"Senang Dad, senang Daddy senang Mommy ada dicini menemani Vano," ucap anak tersebut dengan sangat pintar Baby memang lebih pintar anak usia sebayanya.


"Tentu saja dan sangat senang Mom ada di sini, Baby Vano harus menurut sama Mom and Dad, okay!" ucap Jino dengan senyuman yang manis, pria itu kini duduk di samping buah hatinya dan istrinya tercinta.


"Okay okay Dad okay oksy" kata balita tersebut dengan ceria dan sangat bahagia. Baby Vano sangat senang hari ini karena dia bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya. Balita itu sangat merindukan Kisya begitu dalam, sehingga saat tau bahwa Kisya ada di hadapannya. Balita itu langsung menjerit menangis saking bahagianya.


Kisya pun terbangun dari posisi tidurnya. Wanita itu masih mengenakan handuk di dadanya lalu dia pun turun dan hendak mengenakan pakaian. Kini ia sudah berada di kamar mandi untuk membilas tubuhnya agar segar dan wangi setelah itu langsung mengganti pakaian.

__ADS_1


Sedangkan Jino sendiri asyik bermain bersama jagoan kecilnya. Setelah memastikan bahwa Kisya sudah selesai mandi, maka dia pun langsung bergantian untuk memakai kamar mandi dan sekarang giliran Kisya yang merawat dan menjaga Baby Vano.


🌺🌺🌺


Di sisi lain Jeff dan Allana sedang berada di sebuah toko perhiasan. Mereka sedang memilih cincin untuk pernikahan mereka. Kini Jeff sudah bulat akan menikahi Allana dan menjadikan Allana sebagai wanita satu-satunya dalam hidupnya.


"Bagaimana ini anak? Apa kamu suka ini, desain yang lebih simpel daripada yang tadi," kata Jeff sambil menunjukkan sebuah cincin yang begitu minimalis.


"Iya ini lebih simpel tapi terkesan sangat elegan. Aku suka cuman ada yang lebih bagus daripada ini, aku rasa yang itu itu bagus tuh," kata Allana sambil menunjukkan ke arah cincin lainnya. Pelayan toko perhiasan itu dengan sabar dan telaten melayani mereka berdua, karena sedari tadi bahkan mereka belum bisa mendapatkan cincin yang pas untuk pernikahan mereka.


"Iya itu bagus tolong, saya ingin melihat cincin nya itu!" kata Jeff menunjuk ke arah cincin yang ditunjukkan oleh Allana.


"Ini silahkan dilihat Pak. Ini adalah perhiasan yang dibuat asli dari Australia," kata Pelayan toko perhiasan tersebut sambil tersenyum kearah Jeff.


"Apakah kamu suka, Sayang?" tanya Jeff kepada kekasih hatinya. Dan Allana pun langsung tersenyum dia mengangguk dan langsung mencoba cincin tersebut, karena begitu bahagia. Karena itu cincin yang sangat manis dan dia sudah mulai jatuh cinta kepada cincin tersebut.


"Jelas saja jadinya begitu cantik lihat terpasang dijariku begitu menawan aku ingin segera memakainya, Sayang!" kata Allana dengan senyumannya dan Jeff langsung memberikan cincin tersebut kepala Allana.


"Ya sudah kalau begitu kita ambil cincin yang ini saja ya. Ini juga terlihat sangat cantik di jarimu, lihat aku suka melihatnya," kata Jeff dengan senyuman yang manis yaitu terus memperhatikan jemari lentik sang kekasih dia sebenarnya ingin sekali terus menggenggam jemari itu tetapi pelayan Toko mulai berbisik-bisik. Jadi dia langsung melepaskan cemari milik Dokter cantik itu. Dokter yang kini akan segera menjadi istrinya.

__ADS_1


"Okay, ini saja kalau begitu. Eh iya apa kamu tidak memberikan aku hal lain seperti gelang, kalung, anting, gelang kaki?" kata Allana dengan senyumannya.


"Apa kamu mau semua itu?" Jeff bertanya dengan senyum manisnya.


"Tentu saja aku mau Jeff, tapi nanti setelah pernikahan. Jangan sekarang! Aku tidak mau kalau sekarang. Kalau aku minta sekarang, nanti aku disebut cewek matre sama kamu!" Allana berkata dengan senyuman manisnya. Dia sebenarnya hanya bercanda meminta semua itu. Karena kalau pun tidak diberi Allana mampu untuk membeli sendiri.


"Tidak-tidak, beli sekalian sekarang saja. Hitung-hitung itu untuk mas kawin pernikahan kita!" kata Jeff sambil menunjuk beberapa kalung yang manis.


"Kalau memang itu sebuah maskawin, maka aku akan segera memilihnya aku memilih beberapa perhiasan yang sangat mahal, dan kamu harus membayarnya!" Allana terkekeh sambil mencubit pipi Jeff dengan perlahan.


"Aku akan membayarnya, Sayang. Kamu lupa Aku sudah kembali ke rumah. Aku punya banyak uang aku akan membayar semuanya. Aku pun akan mengganti semua uangmu yang telah hilang karena pengobatanku!" ucap Jeff sambil menggenggam lembut tangan Allana.


"Apa-apaan. Kenapa kamu mengungkit uang itu. Aku tidak meminta ganti, sekarang bersamamu saja sudah membuat aku bahagia, untuk apa aku minta ganti rugi untuk semua uang yang telah keluar, aku ikhlas melakukannya!" kata Allana sambil tersenyum manis dengan wajah yang merona merah.


"Terima kasih, Sayang. Beruntungnya aku bisa bertemu denganmu. Aku berjanji akan menyerahkan seluruh hidupku untukmu!" Dia menatap Dokter Allana dengan sungguh-sungguh, dan tatapan penuh tanda terima kasih. Memang Dokter Allana adalah malaikat pelindung untuk malaikat penyelamat dan Malaikat pengisi hati yang sepi. Jeff berjanji dalam hatinya bahwa dia akan berusaha menyukai dan mencintai Dokter Allana seumur hidupnya.


Bersambung.


Catatn Kecil author:

__ADS_1


Kakak semuanya, sahabat Jino dan Kisya terima kasih sudah menunggu Bonus chapternya ya.


Salam sayang dariku, Evangelin Harvey.


__ADS_2