Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Rasa aneh yang menyerang


__ADS_3

Jino kini sudah sampai di rumah barunya . Dia akan tinggal bertiga bersama Vano dan bibi pengasuh Jino yang kini akan membantu mengasuh Vano. Karena Jino semakin sibuk dengan pekerjaannya papa memperbolehkan Jino dibantu oleh bibi .



Sebuah apartemen mewah yang dia beli dari hasil jerih payahnya membantu papa di perusahaan.


Jino menidurkan Vano di box bayinya. Dan kini Jino hendak ke supermarket untuk membeli buah dah sayur. Sesampainya di supermarket Jino memilih banyak sayuran dan buah segar. Tak lupa dia membeli susu dan diapers untuk pangeran kecilnya.



Trolinya sudah penuh dengan belanjaan. Banyak sekali ibu ibu muda yang caper pada Jino.



"Wah hot Daddy"


Bisik salah satu ibu muda di samping Jino. Jino tersenyum tipis lalu kembali  


Memilih beberapa botol susu.



Begitu asiknya Jino memilih sampai dia tidak menyadari di samping nya ada lintang.



"Jino"


Ucap Lintang.


Jino menoleh, dan terkejut melihat Lintang ada disampingnya.



"Lintang"



"Ya, ini aku



"Kamu tumben belanja"


Ucap Jino dengan terheran . Jino tau betul lintang adalah seorang model dan gak mungkin mau belanja seperti ini.



"Aku menemani Kisya "


Ucap Lintang datar.



"Oh, yasudah kalo begitu aku kesana dulu, permisi"


Jino sengaja segera pergi. Untuk menghindar dari lintang dan Kisya. Jino tidak mau ada masalah baru.



Tetapi



"Brug



Jino malah menabrak seseorang.



"Kisya


"Kak Jino



Ucap mereka berbarengan.


Deg


Deg


Jantung Jino dan Kisya berdetak lebih kencang dari biasanya.



"Kamu tidak kenapa-napa?..


Ucap Jino cemas.



"Emhh tidak


Ucap Kisya menggeleng.



"Vano mana kak?..



"Dede bersama bibi tadi kakak tinggal karena sedang tidur"


Ucap Jino sambil mengatur degup jantungnya. Entah kenapa perasaan aneh muncul saat Jino bertemu dengan Kisya . Jino mengingat kejadian wisma atlit disaat mereka berpelukan.



"Brengsek ini perasaan, kenapa gue mesum terus kalo ketemu Kisya"


Ucap Jino dalam hatinya .



"Aku mau ketemu Dede boleh tidak kak!


Ucap Kisya dengan penuh harap.



"Maap Kis, sebaiknya jaga jarak saja, karena Jeff akan salah faham!..


Ucap Jino sambil membuang muka.



"Apa kak Jeff yang membuat wajah Kakak biru?..


Ucap Kisya sambil memperhatikan wajah Jino.


Sudut bibir Jino Masi menyisakan warna biru. Malah tidak terlalu ketaran dari jauh. Namun nampak jelas ketika dilihat dari dekat.



Jino hanya terdiam dan membuang muka. Kisya lalu menyentuh pipi Jino dengan lembut. Menyentuh perlahan warna biru di sudut bibir Jino.


__ADS_1


"Deg deg deg



Jantung Jino serasa lari Marathon. Berdebar lebih cepat dan kencang. Jino menatap mata Kisya yang sayu. Lalu Jino menyentuh tangan Kisya yang kini sedang menyentuh pipinya.



"Apa ini sakit??


Ucap Kisya perlahan dengan mata berkaca-kaca.



Jino tadinya ingin menepis tangan Kisya dari pipinya. Tetapi entah kenapa Jino malah betah dengan posisi tangan mereka yang saling bersentuhan di pipi Jino.


Jino merasakan Perasaan yang aneh yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.



"Tidak apa-apa"


Ucap Jino pelan.


Mata mereka saling bertatapan.


Kisya menatap Jino dengan penuh rasa iba. Menyentuh pipi Jino penuh kasih sayang.



Jino lalu memejamkan matanya. Dan Jino menarik Kisya dalam peluknya.



"Jangan seperti ini, sebaiknya jauhi aku!..


Bisik Jino sangat pelan. Namun Kisya bisa mendengarnya dengan sangat jelas.


Kisya memejamkan mata. Merasakan debaran jantung mereka yang saling berpadu.



Entah kenapa pelukan Jino terasa begitu nyaman untuk Kisya sampai Kisya hanya bisa memejamkan mata.


Jino mengelus rambut Kisya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tidak ada nafsu sedikitpun di hati Jino. Yang ada adalah perasaan aneh yang muncul secara tiba-tiba.



Helaan nafas mereka saling bertaut. Mereka lupa dengan tempat dan lokasi saat ini. Mereka lupa ada sepasang mata yang basah karena tetesan air mata, Ketika memandang mereka berpelukan. Air mata jatuh dari membasahi pipi gadis itu.


Lintang merasa sangat sakit melihat Jino dan Kisya berpelukan.



Lintang P.O.V



Yatuhan aku melihat dua pasang mata yang jatuh cinta . Mereka saling berkomunikasi dengan tatapan. Mereka bersama dan melupakan aku.


Hatiku begitu sakit melihat ini . Tanpa aku sadari air mataku menetes juga.


Jino, andai kamu tau betapa aku masih mencintaimu. Tetapi perbuatan mu membuatku mundur untuk mencintaimu.



Aku berhenti berharap. Aku berhenti bermimpi. Aku berhenti untuk angan angan ku menikah denganmu.


Jino, andai aku tau rasanya sesakit ini melihat kalian berdua. Maka saat itu aku tidak akan pernah mau berteman dengan Kisya atau berpacaran denganmu.



Tuhan sepahit ini rasanya berkorban. Aku menyayangi mereka berdua. Kisya jino. , Demi kalian aku akan berusaha bahagia walau hatiku sebenarnya hancur. Demi cintaku padamu Jino aku mohon jangan sakiti Kisya. Dan demi sayangku pada Kisya aku mohon sembuhlah Kisya. Aku yakin Jino akan bisa mengobati Kisya.



Kalian tidak bisa membohongi ku kalian sudah saling jatuh cinta. Karena tidak ada yang bisa mengenal kalian lebih jauh selain aku.



Jino aku masih sangat mencintaimu.


Kisya aku sangat menyayangimu. Selamanya kalian akan selalu ada dalam hatiku. Jika suatu saat takdir mempertemukan kita di kehidupan yang akan datang. Maka aku lebih baik lahir menjadi buah hati kalian. Agar kalian bisa selalu bersamaku. Mencintai dan menyayangiku.



Air mata ini tak bisa aku tahan lagi.


Kenapa ikhlas itu rasanya sakit. Kenapa berkorban itu rasanya perih. Hatiku telah dipermainkan oleh takdir.  Tapi walau begitu kalian akan selalu menjadi yang terpenting untuku. Iya love you Jino dan Kisya



Lintang P.O.V end



Lintang menyeka air matanya. Dia mengambil bedak dan menutupi mata bengkaknya dengan bedak. Lintang berjalan menghampiri Jino dan Kisya yang masih asik dalam suasana romansa.



"Ahem


Lintang berdehem.



Jino dan Kisya terkejut. Kisya mendorong Jino dan langsung menjauhi Jino.



"Lintang, emhh ma  maap!..


Ucap Kisya dengan gagap.



"Kalian berpelukan tidak tau tempat, dan kamu Jino, apa kamu tidak takut Jeff membunuhmu!..


Ucap Lintang dengan datar.



Jino menghela nafas beratnya.



"Itu tidak seperti yang kamu bayangkan Lintang, ah sudahlah kita pergi saja yuk!..


Ajak Kisya pada Lintang.



Kisya dengan cepat pergi melangkah menjauhi Jino tanpa pamit pada Jino.


Jino hanya berdiam diri . Dan Jino tersenyum tipis melihat Kisya gugup seperti itu.



"Bahkan dalam keadaan gugup mommy kamu cantik de"

__ADS_1


Ucap Jino dalam hatinya.



"Sialan, perasaan apa ini, kalo Jeff sampai tau aku memeluk istrinya , aku bakalan kena bogem mentah lagi"


Ucap Jino dalam hatinya sambil terus senyum-senyum sendiri.



Jino lalu melihat Lintang dan Kisya berlalu. Dan Jino kembali berbelanja keperluan lainya.



*******



"Kis kamu ko pelukan gitu sm Jino?..


Ucap Lintang sambil mengemudi kan mobilnya.



"Kis cuma iba aja lihat kak Jino babak belur begitu!...



"Iba apa iba nih?...


Ucap Lintang dengan senyumanya.



Kisya kini hanya terdiam. Kisya membayangkan hal tadi. Dimana dirinya tadi dengan nyaman menerima pelukanku Jino. Entah kenapa dirinya tidak menolak. Padahal Kis tau sendiri kalo Jino adalah calon kakak iparnya. Kisya menghela nafas dalam-dalam .



"Lintang ,kenapa kamu bisa putus sama kak Jino?..


Ucap Kisya pelan.



Lintang terdiam tak bisa berkata-kata, otaknya berfikir untuk mencari jawaban yang masuk dalam logika. Harus menjawab apa kini dirinya . Tidak mungkin Lintang jujur dengan. Kondisinya . Kondisi dimana Lintang memang harus pergi meninggalkan Jino. Dan harus menyerah akan cintanya.



"Lintang kenapa kamu diam?..


Kisya merasa sangat penasaran.



"Kis,karena  aku dah engga suka dengan Jino lagi"


Ucap Lintang dengan senyuman manisnya. Jelas-jelas Lintang berbohong. Karena dia tidak boleh mengungkit rasa sakit hati Kisya.



"Kalian bahkan begitu dekat, aku bahkan melihat kalian tanpa busana hehehe"


Kisya terkekeh.



"Iya karena aku sudah punya pacar baru, dan Jino akhirnya menikah dengan isterinya, itulah alasan kami berpisah"


Ucap Lintang.



"Aku penasaran siapa dan bagaimana wajah istrinya kak Jino, sehingga bisa melahirkan bayi setampan Vano "


Ucap Kisya dengan penuh tanda tanya.



"Tentu saja dia sangat cantik"


Ucap Lintang dengan senyumanya.



Kisya terdiam lagi . Bayangan Jino muncul lagi. Bayangan dimana Jino memeluknya saat di wisma atlit. Mengecup keningnya dengan lembut. Entah kenapa sepanjang perjalan pulang hanya ada Jino dalam pikiran Kisya.



"Kenapa dengan kepalaku, apa aku sakit,kenapa penuh oleh bayangan kak Jino sih?..


Ucap Kisya dalam hatinya.



Kisya bergelut dengan pikirannya sendiri. sebuah perasaan aneh muncul tanpa dia sadari. Ini sungguh menyebalkan harus memikirkan yang lain lain bersama Jino. Batin kisya.


Kisya mengela nafas panjang dan memejamkan mata. Bahkan tergambar wajah Jino yang tampil dalam benaknya.



"Lintang


Ucap kisya Pelan.



"Apa say?..



"Sepetinya aku mesti ke dokter"



"Kenapa, apa ada yang sakit?..


Lintang merasa sangat cemas.



"Aku hanya merasa pusing saja , dan merasa aneh,bisa tidak besok antar aku ke dokter"



"Bisa banget, besok pulang kuliah aku anter ya"


Ucap Lintang dengan senyuman manisnya.



Kisya membalas senyuman Lintang dan kemudian menghela nafas lagi.



******



Bersambung

__ADS_1




__ADS_2