Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Tidak Waras


__ADS_3

Ardika kini berusaha menenangkan dan ia mendekap sang adik dalam Peluknya. Rania Kini lebih tenang daripada tadi. Bibi memberikan air minum kepada nona mudanya. Dengan perlahan-lahan ia meminum semua air yang diberikan kepadanya.


Ardika merasa kewalahan dengan sikap Rania yang seperti ini. Dia sungguh tidak bisa membiarkan adiknya menjadi orang yang gila seperti tadi mengamuk, dan menghancurkan, semua barang yang ada di kamarnya. Ardika dengan perlahan bertanya kepada sang adik Apa yang menyebabkan Rania bisa semarah itu.


Namun wanita itu tidak pernah bisa berkata jujur, kepada sang kakak. Dia malah memutuskan untuk Hanya berdiam diri, tanpa menjawab semua ucapan kakaknya. Dan itu membuat Ardi begitu kebingungan. Entah apa yang akan Ardi lakukan selanjutnya. Ardi hanya ingin sang adik hidup dengan bahagia tanpa harus mengamuk seperti tadi lagi.


Jalan satu-satunya yaitu membawa Rania ke rumah sakit untuk berobat. Namun Rania sama sekali tidak mau ikut, dan mengikuti saran Ardi. Gadis itu merasa baik-baik saja, tidak ada masalah, pada tubuh dan pikirannya. Karena itu Rania tidak mau ikut ke Rumah sakit Bersama Ardi. Ardi begitu kebingungan, dengan sikap Rania yang seperti ini, Ardi juga merasa tertekan oleh kata-kata sang Ayah karena harus selalu melindungi Rania dari semua kejahatannya.


Sebagai seorang Perwira Polisi, bahkan dia sudah melanggar sumpah setia kepada Negara. Dia melanggar semua sumpah demi keluarganya. Keluarga yang sebenarnya sangat tidak layak untuk dia Bela sama sekali. Tetapi apalah daya, dirinya tidak bisa merubah situasi ini. Ardi begitu sedih dan bingung, ketika melihat ayahnya sendiri bahkan menyarankan untuk, supaya dirinya membela semua kejahatan Rania dan membuang semua barang buktinya.


Ardi belum bisa melakukan itu semua, karena itu dengan rapi dan rapat Ardi menyimpan semua barang bukti kejahatan Rania Agar suatu saat jika dibutuhkan, semua barang bukti itu masih dalam keadaan utuh. Hati nuraninya bergejolak, karena memang dia sendiri tidak bisa terus-menerus membela sang adik seperti itu.


Ardi memunguti semua barang yang hancur, yang berada di lantai kamar Rania. Dan bibi menyapu semua barang pecah, yang ada di kamar itu. Sedangkan Rania kini sedang memeluk lututnya sambil menangis dengan begitu lirih. Rania tidak lagi mengamuk, dia lebih bisa sedikit tenang. Tapi dalam ketenangannya itu Rania sebetulnya sedang menyusun strategi untuk bisa membuat Kisya yang hancur sehancur-hancurnya.


Dia tidak terima, Kisya bahagia di atas semua kehancurannya. Karena itu Rania memutuskan untuk mengajak Kisya hancur bersamanya. Rasa benci Rania terhadap Kisya sudah menjalar ke seluruh urat nadinya. Wanita itu tidak mau dan tidak akan pernah bisa melihat rivalnya tersenyum dengan bahagia.


Semua yang terjadi dalam kehidupan Rania, Rania Berpikir itu adalah kesalahan dari Kisya, seandainya tidak ada Kisya, maka semua yang terjadi pada Kisya akan menjadi miliknya. senyum Kisya kebahagiaan Kisya dan semua tawa Kisya itu akan menjadi milik Rania. itu Pikirannya pada saat ini. Bahkan kemarin dan ia hendak menculik Baby Vano karena dan ia ingin mengasuh Baby Bano dan ingin dipanggil Mami oleh Baby Vano Bukankah Rania sudah gila.


Rania sudah tidak waras, bahkan dia menginginkan bayi milik orang lain. Karena dia kecewa, dia tidak bisa memiliki bayi bersama Jeff dahulu. Padahal kejadian itu sudah setahun berlalu. Tetapi rasa kesal Rania membuatnya tidak bisa bahagia sama sekali. Sebuah catatan untuk kita semua bahwa kita tidak boleh memelihara rasa iri terhadap orang lain karena jika kita melakukan hal itu kita akan tersiksa dengan sendirinya.

__ADS_1


Ardi menghela nafas beratnya dia duduk bersandar di sofa dengan wajah yang begitu frustasi. Dia sudah kebingungan dengan sikap sang adik, yang menurutnya sudah tidak waras. Ardi ingin menelepon seseorang untuk menjadi perantara di rumah sakit. Lalu Ardi menekan nomor Dokter Allana untuk berkonsultasi tentang kejadian ini.


Di sebuah rumah sakit terlihat Dokter Allana sedang tidur di samping tempat tidur pasien. Dokter cantik itu sudah menangis karena bahkan saat ini matanya masih basah. Dokter Allana menangisi pasien yang kini sedang dirawat karena Sampai detik ini Pasien itu belum menunjukkan tanda-tanda akan terbangun. Seperti biasa Allana selalu mengeluhkan kesusahannya karena terus-terusan membayar biaya perawatan pria yang sedang tertidur pulas itu.


Karena itu kadang Allana menangis dengan kebingungan takut kalau uangnya keburu habis, dan pria itu tidak bisa bangun kembali. Suara dering telepon membuat mimpi Dokter Allana buyar. Wanita cantik itu terbangun dan terkejut dia langsung mengambil ponselnya yang berada di samping tempat tidur. Dengan segera Dokter Lana menerima panggilan telepon tersebut tanpa melihat kondisi pasien yang sedang dia tunggu.


Dokter Allana belum menyadari bahwa pria yang senang tidur itu kini telah memperhatikan dia. Dokter Allana mengenakan kembali jas Dokter nya sambil menerima panggilan telepon dari sang mantan kekasih yaitu Wendi Ardi Pratama.


"Halo, Dika ada apa?"ucap Dokter Allana Sambil mencoba mengenakan jas Dokternya kembali.


"Lana tolong bantu aku Lana, sepertinya adik ku sudah tidak waras dan dia memang butuh pengobatan extra." ucap Ardi dengan begitu pelan, namun menyimpan sebuah kesakitan yang mendalam.


"Adik ku dia mengamuk kembali, aku kebingungan harus mengatakan apa lagi, harus berbuat apa lagi. Aku harus membawa dia secepatnya ke Dokter Psikiater."


"Bawalah dia ke sini ke rumah sakit sayang kasih. aku akan membantumu membuatkan janji dengan Dokter spesialis jiwa di sini." ucap Dokter Allana.


"Tapi aku masih kesusahan karena Rania tidak mau diajak ke rumah sakit, Ardi harus bagaimana."


"Tidak Bisakah kamu memaksanya?"

__ADS_1


"Tidak bisa Lana, karena hatiku pasti akan menangis lagi, dan menjerit lagi ketika aku memaksakan semua kehendakMu kepadanya."


"Ya sudahlah kalau begitu, nanti biar saya bicarakan dulu dengan Dokter. Bagaimana baiknya."


"Terima kasih Lana, aku sangat berterima kasih Lana, kamu selalu baik, kamu selalu saja mau membantuku, padahal aku sudah banyak menyakitimu."


"Ya Tuhan Ardika Kamu kapan menyakitiku? Aku sudah melupakanmu sudah sejak lama, lagian itu sudah beberapa tahun lalu dan kita tidak usah membahas itu lagi, dan sekarang kita adalah teman yang baik, kita akan selalu menjadi teman baik dan saling membantu." ucapan anak dengan senyuman yang manis Allana memang sudah lama merupakan Wendy dan Lana Sekarang manganggap dia hanya sebagai temannya saja.


"Baiklah Allana, terima kasih kalau begitu saya tutup dulu teleponnya,"


"Oke Wendy eh Ardi, sampai jumpa lain waktu ya, bye bye." ucap Dokter cantik itu sambil menutup teleponnya. Dokter itu masih belum menyadari bahwa pasiennya sudah membuka matanya sejak saat tadi.


🌺🌺🌺


Bersambung.


Teman Mampir yuk ke novel kembaranku


Vesper and The Bodyguards

__ADS_1


ayo buka ya😘😘😘


__ADS_2