Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Allana ???


__ADS_3

"Jangan sentuh aku!" Jeff menatap Rania dengan tatapan penuh aura kemarahan.


"Apa yang sebenarnya terjadi kak, kenapa kakak sangat sensitif?" Rania membalas tatapan Jeff dengan tatapan penuh rasa cinta. Jeff masih dengan kemarahannya. Dia ingin sekali pergi dan meninggalkan gadis itu. Namun Jeff harus menahan semua kekesalanya. Jeff tidak mau Rania sampai mengamuk dan menghancurkan rencana pesta pernikahanya.


"Apa maumu?... Aku banyak pekerjaan." Ucap Jeff pelan.


"Aku ingin kakak, aku rindu kakak." Rengek Rania sambil memeluk tubuh Jeff dengan lembut. Namun Jeff hanya terdiam. Jeff ingin sekali mendorong tubuh Rania yang menempel padanya. Tetapi dia hanya bisa diam. Jeff merasa sangat jijik pada dirinya sendiri karena terasa sangat murahan.


"Ayo kita duduk!"


Ajak Jeff sambil melepaskan pelukan Rania. Rania masih saja bergelayut manja pada lengan Jeff. Mereka duduk di sofa dan Rania segera memesan makanan untuk mereka makan siang.


"Sayang , apa kita beli rumah saja, agar kita tidak harus pergi ke hotel kalo kita ingin bertemu." Ucap Rania dengan sangat manja.


"Apa, rumah?" Jeff terkejut dengan ucapan Rania. Dia benar-benar merasa sangat geram dibuatnya.


"Iya rumah kita." Ucap Rania manja.


"Hehe.. kamu sudah gila Rania." Jeff terkekeh dan langsung bangkit dari duduknya.


"Aku gila karenamu kak."

__ADS_1


"Aku tidak mau bersama orang gila." Ucap Jeff sambil tersenyum menertawakan tingkah Rania. Gadis itu seolah menjadikan Jeff budaknya. Dan itu membuat Jeff begitu tersiksa. Jeff berfikir keras bagaimana cara untuk melepaskan diri dari cengkraman jalang ini. Dia merasa sangat muak di buatnya.


Tiba-tiba bel berbunyi. Ternyata itu adalah pelayan hotel yang mengantarkan makan siang mereka.


"Ayo kita makan sayang!" Ucap Rania dengan senyuman manisnya. Rania sangat tebal muka. Dia bertingkah layaknya seorang istri yang sedang melayani suaminya. Jeff lalu duduk kembali dan makan. Jeff memakan makanannya dengan lahap tanpa menatap Rania sama sekali. Setelah makananya habis. Jeff lalu pergi meninggalkan Rania di dalam kamar hotel itu. Rania merasa sedih Jeff meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Sedang Jeff segera menuju ke kantornya.



Kisya sudah sampai di rumah sakit sambil menggendong baby Vano. Kisya mendaftarkan baby Vano untuk di imunisasi. Saat itu Kisya melihat nama orang tua baby Vano. Ternyata disana ada nama orang tuanya. Tuan Georjino dan nyonya Allana. Kisya baru tau kalo ibunya baby Vano bernama Allana. Merasa aneh saja nama ibunya baby Vano mirip dengan nama panjangnya. Nakisya Allana putri.


Setelah mendaftar Kisya langsung dipanggil. Kisya masuk ke ruangan dokter anak dan duduk di depan dokter.


"Halo Bunda, hallo Baby Vano, apa Baby kondisinya sedang sehat?" Tanya dokter.


"Baiklah usianya sudah 4 bulan hampir mau 5 bulan ya, sekarang kita akan berikan imunisasi HIB, DPT polio tetes dan IPV ya." Dokter lalu bangun dan mulai menyiapkan obat di bantu oleh asistennya. Kisya menidurkan Baby Vano di atas tempat tidur pasien. Lalu dokter langsung memberikan suntikan pertama dan sudah tukang kerja untuk baby Vano.


Kisya merasa sangat tak tega melihat Baby Vano di suntik dua kali. Terlihat Baby Vano menangis sampai menjerit jerit. Setelah selesai di imunisasi. Kisya langsung memeluk kembali Baby Vano dan mencoba menenangkannya. Baby Vano sedikit tenang walau Masih sesegukan . Lalu kisya pun pulang ke rumahnya.  Kisya berencana membawa Baby Vano ke rumahnya. Karena bunda Nisya yang meminta.


Bunda Nisya menyambut kedatangan sang cucu tercinta. Bunda Nisya langsung memeluk dengan gemas Bayi yang menjadi keturunannya itu.  Jino baru berangkat ke Swiss jadi Baby Vano bisa leluasa tinggal di mansion Kisya. Papa Geovandra pun mengijinkan. Kisya sangat senang karena bisa merawat sang bayi. Sudah seharian kisya merawat baby Vano.


Malam pun tiba dan baby Vano sudah tidur dengan lelap. Kisya memeluk tubuh mungil itu dan menatap dengan penuh kasih sayang. Bayi mungil itu sangat mirip dengan ayahnya. Dia sangat mirip dengan Jino. Angin malam seolah membuat hatinya teriris. Kerinduanya terhadap sang kekasih membuatnya sangat sesak. Kisya sanggat merindukan Jino.

__ADS_1


Sebuah perasaan yang menggebu dan membuat hatinya bagaikan tertusuk duri yang sangat tajam.


"Kamu sangat manis Baby, kamu mirip sekali dengan Daddy mu, aunty merindukan dia." Ucap Kisya sambil mengelus rambut Baby kecil itu. Sampai akhirnya Kisya pun terlelap. Bunda Nisya masuk ke dalam kamar kisya. Hendak memberikan makanan untuk ngemil. Tetapi ternyata Kisya sudah tertidur. Bunda Nisya duduk di sudut kasur. Menatap inten pada buah hati dan cucunya .


"Kasihan sekali, kamu harus berpisah dengan buah hatimu sendiri nak." Ucap bunda Nisya dalam hatinya sambil dengan lekat menatap Kisya dan sesekali menatap Baby Vano. Mereka berdua sangat lelap. Bunda Nisya hanya bisa memandangi mereka dalam diam. Bunda Nisya memang belum bisa memaafkan Jino tetapi bunda Nisya sendiri merasa sangat kasihan kepada Kisya yang beberapa hari ini sangat jarang tersenyum.


Persiapan resepsi pernikahan Jeff dan Kisya sudah 90 persen selesai. Namun selama persiapan, kisya hanya bisa berdiam diri tanpa senyuman. Bunda Nisya sudah menyadari itu semua namun bunda menutup mata dan yakin jika suatu saat ingatan kisya kembali maka Kisya akan sangat senang karena Jeff adalah pria pilihanya.


Walau sekarang Kisya merasa sedih. Bunda Nisya yakin kesedihan Kisya itu hanya sementara saja. Karena ingatan Kisya yang sekarang hanya bayangan semu saja ,bukan nyata. Bunda Nisya lalu merebahkan tubuhnya di samping Baby Vano. Dia memeluk cucu kesayanganya dan mencoba untuk tidur bersama. Menyusul mereka ke dunia mimpi.



Jino sudah menyelesaikan tugasnya dengan sangat rapih. Papa Geovandra sangat senang Jino berhasil mengurus kekacauan yang terjadi di Swiss dalam waktu satu hari. Jino akan segera pulang ke rumah dengan pesawat pertama.


Jino pun sampai di bandara dan langsung menuju ke mansion orang tuanya. Tapi di sana tidak ada Baby Vano. Mama murni mengatakan Kisya membawa Baby Vano menginap di rumahnya.


Bersambung❤️


Terimakasih atas kiriman gambarnya ya kak Besar tenri


Dengan adanya grup chat hariku lebih sibuk dari biasanya😂😂😂 kalian is the best. grup paling berisik yang aku punya 😂😂😂

__ADS_1




__ADS_2