Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Teror Telepon


__ADS_3

Mentari pagi sudah mulai menelusup masuk ke celah-celah jendela kamar. Sepasang suami istri itu masih tertidur dengan lelap. Baju yang berserakan di lantai adalah sebuah pertanda adanya peperangan yang sengit antara kedua belah pihak. Semuanya terasa adil karena semuanya kalah secara bersamaan.


Bercak merah di leher jenjang sang istri makin bertambah banyak. Pria itu sangat gigih untuk bisa melumpuhkan kekuatan sang istri. Kini bahkan mereka lemas tak berdaya. Untuk bangunpun mereka rasakan lemah. Tubuh mereka seolah rapuh dan begitu lunak.


Tangan kekar masih memeluk perut ramping sang istri. Maklumlah jam empat subuh mereka baru bisa tidur dengan lelap.


Kring kring kring.


Dering telepon memanggil, membuyarkan seluruh mimpi mereka berdua. Kisya mencoba membuka matanya yang begitu rapat. Lalu dia perlahan bergerak dan mengambil telepon dan menerima telepon tersebut.


"Hallo." Ucap Kisya pelan.


"Iya hallo Nyonya, bisa bicara dengan Tuan Georjino?" Ucap seorang pria dari sebrang telepon.


"Oh, suami saya masih tidur pak, ada perlu apa?" Ucap Kisya.


"Oh begitu ya, apa kamu Kisya?" Pria itu berkata pelan.


Kisya terdiam. Dia kebingungan dengan pria tersebut. Tetapi Kisya tidak mengenal suara pria tersebut.


"Iya saya sendiri!" Ucap Kisya pelan.


"Kisya, ini aku, kamu sudah melupakan aku?" Ucap pria itu.


"Kamu siapa, maaf aku tidak mengenalmu!" Kisya mengelak.


"Aku Jeff sayang!"


Deg.


Deg.


Deg.

__ADS_1


Jantung Kisya berpacu dengan sangat cepat. Tetapi Kisya langsung menepis rasa ketakutan itu. Kisya mencoba berfikir jernih dan menjawab ucapan pria yang asing itu.


"Kamu tidak usah bercanda di pagi hari, aku nengenal suara kak Jeff dengan jelas, dan kamu bukan dia!" Kisya menjawab dengan gugup.


Jino membuka matanya dan mulai bangun ketika Kisya menyebutkan nama Jeff.


"Aku Jeff Kis!"


"Kamu bukan Jeff, ini bukan suara dia!" Tepis Kisya.


Lalu Jino mengambil telepon itu dari tangan Kisya. Dan mencoba mendengarkan suara pria asing tersebut.


"Tapi ini aku sayang, aku suamimu Jeff, pita suaraku rusak karena terlalu banyak meminum air!" Ucap pria asing tersebut.


"Kamu bukan Jeff, berhentilah berbohong, kami tidak akan percaya begitu saja!" Ucap Jino datar.


"Aku Jeff Jino!" Ucap pria itu.


"Kau memanggilku Jino, bahkan Jeff tidak pernah memanggil namaku dengan seperti itu." ucap Jino penuh penekanan.


"Dia bukan Jeff, Jeff tidak pernah memanggilku dengan sebutan nama, dia memanggilku dengan sebutan abang!" Ucap Jino pelan sambil menatap sang istri yang agak sedikit ketakutan.


"Itu juga bukan suara kak Jeff!" Ucap Kisya.


"Setidaknya, kita tahu itu bukan Jeff, Jeff tidak akan menelpon seperti itu, kalo memamg itu Jeff, dia pasti akan segera pulang, karena ada orang yang pasti sangat dia rindukan, dia pasti sangat merindukan Mama Murni!" Ucap Jino sambil menggenggam tangan sang istri tercintanya.


"Iya aku tahu kak, tapi apa maksud dan tujuan orang itu menelep kita seperti itu?" Kisya menatap mata sang suami seolah ingin mendapatkan jawaban yang pasti.


"Entahlah sayang, yang pasti dia sengaja ingin merusak keharmonisan rumah tangga kita!" Ucap Jino sambil memeluk tubuh mungil sang istri yang masih dia mematung karena berfikir terlalu berat.


"Iya, dia sangat ingin kita bertengkar, dia sengaja supaya aku percaya, Untungnya aku masih mengingat bagaimana suara kak Jeff dengan jelas." Ucap Kisya pelan. Wanita itu bersandar di tubuh sang suami. Jino mengelus rambut Kisya dengan sangat lembut. Dia berfikir keras, siapa yang berani meneror keluarganya. Jino begitu geram dibuatnya.


"Iya sayang kita tidak boleh begitu saja percaya pada orang asing, ingatlah bahwa yang harus kamu percayai hanya aku saja, aku suamimu bukan orang lain sayang!" Ucap Jino penuh harap. Semoga Kisya hanya mendengarkan dia dari pada orang lain dan orang asing yang baru dia kenal. Karena itu bisa merubah suasana rumah tangga mereka.

__ADS_1


"Iya sayang!" Ucap Kisya pelan. Mereka bertikir dalam keheningan. Mereka terus berfikir siapa yang ingin merusak rumah tangganya Jino dan Kisya. Sehingga berbuat kotor dengan menelepon seperti itu. Bodohnya peneror itu bahkan lupa kalau Jino dan Kisya sangat hapal dengan jelas suaranya Jeff. Walaupun Jeff sudah hilang selama delapan bulan. Namun mereka berdua masih mengingat bagaimana suaranya Jeff dan cara Jeff berbicara. Karena itu mereka langsung menebak bahwa itu adalah orang yang sengaja ingin merusak keharmonisan rumah tangga Jino dan Kisya.


Cuman hanya satu pertanyaanya. Siapa orang itu. Jino dan Kisya sedang berfikir begitu keras. Untuk mengetahui semua jawaban tersebut. Jino dan Kisya masih terdiam dalam kebisuan. Mereka tak memiliki satupun bayangan tentang siapa orang dibalik teror telepon tersebut.


"Sayang, kalau ada yang mencurigakan, kamu jangan lupa memberitahu aku ya, jangan pernah keluar rumah sendiri apalagi berdua dengan Baby Vano, keluarlah bersama supir ok!" Ucap Jino merasa cemas akan keselamatan istri dan anaknya.


"Iya sayang, aku akan selalu melapor padamu, dan akan selalu keluar bersama supir bahkan bersama bibi, tapi bagaimana jika ke kampus?" Sebuah pertanyaan Kisya lontarkan.


"Kamu ke kampus bersama supir, jangan sampai kamu duduk sendirian di tempat yang sepi, berusahalah berbaur dengan teman-temanmu, dan bersama dengan Lintang!" Ucap Jino. Dia sungguh sangat menghawatirkan keselamatan istrinya itu. Entah kenapa rasanya sangat tidak tenang setelah mendengar teror telepon itu. Mengingat bahwa Jino melihat sendiri bahwa Kisya hampir saja di tabrak oleh sebuah mobil.


Mengingat kejadian itu, Jino sangat cemas dan resah. Dia sangat takut terjadi sesuatu kepada sang istri tercinta. Jino harus berusaha sebisa mungkin melindungi istrinya. Karena Jino sangat yakin bahwa ada sesuatu hal yang aneh dari dua kejadian tersebut. Jino yakin pelakunya adalah orang terdekat. Dan orang yang sama yang ingin menabrak Kisya.


Jino berfikir seperti itu. Jino masih tidak bisa menemukan barang bukti dari si penabrak itu. Jino berpikir pasti ada orang yang kuat yang membantu orang itu menyembunyikan identitasnya. Seseorang yang sangat kuat.


"Sayang," Ucap Kisya pelan.


"Hmm." Kini menjawab.


"Bagaimana kalau sementara kita tinggal bersama Mama dan Papa dulu!" Ucap Kisya pelan.


"Itu lebih bagus, dan kita ceritakan semua kepada Papa ,kecuali Mama!" Ucap Jino.


"Kenapa Mama Murni tidak boleh tahu?"


"Karena Mama pasti akan sedih mendengar orang lain mengaku-ngaku menjadi Jeff." Ucap Jino pelan. Da. Kisya langsung mengerti apa yang Jino katakan. Jelas sekali Mama Murni pasti akan sedih mendengar seseorang memanfaatkan nama putra kesayanganya.


🌺🌺Bersambung 🌺🌺


Catatan kecil Author🌼


Hai sayang sampai sini gimana, siapa yang bisa menebak orang di balik teror telepon tersebut?...


Sahabat Jino dan Kisya tolong jangan lupa mampir ya ke novel terbaru saya, Alex dihati Alex.

__ADS_1


Karena ceritanya akan sangat segar dan tidak membosankan. silahkan cari di pencarian novel, dan ketik ALEK DIHATI ALEX ya. dan jangan lupa ramaikan comentar, tekan love jempol dan bintang untuk JINO dan juga ALEX.. okay.. salam sayang dari saya Lee(Evangelin Harvey).



__ADS_2