
Masih berlatar di sebuah rumah sakit.
Dokter Allana masih setia berada di ruangan itu. Setelah menerima panggilan dari temannya. Dokter Allana pun menutup teleponnya. Dia masih belum menyadari bahwa pria tersebut sudah terbangun. Wanita itu lalu menyiapkan 1 buah handuk kecil dan beberapa baskom air hangat dan air dingin untuk menyeka tubuh pria yang kini masih tertidur dengan lelap.
Dia masih kebingungan dengan keadaan. Pria itu kembali memejamkan mata hanya untuk sekedar mengingat semua kenyataan yang terjadi.
"Ayo sekarang kita mandi dulu yuk , kamu juga tidak boleh tidur terlentang seperti ini terus" Dokter cantik itu mulai membuka pakaian si pria tukang tidur. Pria itu hanya terdiam dia ingin mengetahui Siapa wanita itu dan sedang apa dia di sini.
Pria yang sedang pura-pura tidur itu masih terdiam ketika tubuhnya dibersihkan oleh Dokter muda itu. Dengan telaten dan dengan penuh kasih sayang Dokter Allana membersihkan seluruh tubuh si pria tidur tukang tidur.
"Nah kalau begini kan lebih bersih dan wangi ayo kita pakai pakaian dulu yuk, Dokter Allana memasangkan pakaian untuk pasien itu. Iya masih belum menyadari bahwa pasien itu telah terbangun.
"Kamu tahu tidak bahwa hari ini aku sangat sibuk sepertinya aku akan pulang ke sini agak lama aku harus mengurus beberapa pasien, dan membantu teman untuk berkonsultasi dengan Dokter Jiwa. Aku dengar adiknya sering mengamuk dan menangis histeris Aku yakin dia agak terganggu psikologinya. Dengarkan aku kamu harus cepat bangun, dan bantu aku untuk membayar tagihan rumah sakit, gara-gara kamu aku sudah tidak pernah ke salon lagi, seluruh uangku habis jangankan untuk ke salon aku lebih memilih membeli kan semua obat-obatan untuk kamu daripada ke salon, karena itu tolong kasihani aku kamu harus bangun dan membayar semua dengan senyuman mu." ucap Dokter cantik itu sambil terus membantu pria itu mengenakan baju.
Setelah itu Dokter membuat posisi supaya pria itu terlihat seperti sedang setengah duduk. Setelah setelah beres mengenakan baju. Dokter Allana pun hendak berpamitan. Dokter Allana dengan lembut menyentuh rambut dan kening pria yang tidur itu. Alangkah terkejutnya Dokter Allana ketika melihat pria itu membuka mata dengan perlahan.
"Ya Tuhan, kamu bangun?" Dokter cantik itu merasa terkejut setelah melihat pria itu bangun dari tidurnya, seluruh tubuhnya bergetar dan air matanya mengalir secara tiba-tiba. Dokter itu menangis dengan harus ketika melihat pasiennya kembali membuka mata. Dengan segera wanita itu memeluk si pasien dengan penuh kasih sayang wanita itu menangis di dada pasien sesenggukan.
"Mana, Kisya? Itu adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh pria tersebut terhadap Dokter Allana.
"Siapa dia, aku bahkan tidak tahu siapa dia, apa dia kekasihmu istrimu adikmu kakakmu atau ibumu, Ya Tuhan aku sungguh bersyukur kamu bisa bangun." Dokter Allana itu masih menangis begitu lirih, sedang pria yang baru terbangun itu masih menatap Dokter Allana dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Aku di mana?" tanya pada itu sambil menatap Dokter Allana dengan mata berkaca-kaca. Pria itu memejamkan mata dan mengingat kembali suara-suara yang selama ini mengelilingi kesehariannya. Dia menyadari bahwa selama ini suara yang muncul untuk membangunkannya adalah suara wanita itu. Wanita yang sama sekali tidak dia kenal. Tetapi wanita itu selalu menemaninya di setiap detik dan saat dia sedang koma.
"Kamu sedang berada di sebuah rumah sakit kamu tertidur selama 1 tahun lebih."
"Tertidur?" pria itu merasa kebingungan dengan ucapan tertidur.
"Iya kamu tidak sadarkan diri selama 1 tahun lebih dan aku setiap hari merawat mu disini, menjagamu dan memberikan kamu bantuan dana, untuk penyembuhan mu. Aku sudah kehilangan banyak uang gara-gara kamu, tapi bersyukur ternyata kamu bisa terbangun seperti ini. Tuhan memang begitu baik kepadamu, dan kepadaku, aku tidak sia-sia mengorbankan hidupku ku 1 tahun terakhir ini bersamamu." Dokter Allana sambil menggenggam erat tangan pria tersebut.
"Kamu yang merawatku?" pria tersebut mulai membuka kembali matanya dan bertanya kepada Dokter Allana.
"Iya aku yang merawatmu aku yang membiayai rumah sakit aku yang memandikan MU dan aku yang selalu menemanimu setiap hari." tutur Dokter Allana sambil menyeka air matanya Dokter itu begitu bahagia karena pasiennya sudah terbangun.
"Lalu ke mana keluargaku?" dia itu bertanya dengan penuh rasa suka cita, dia bertanya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya aku masih ingat, kalau tidak salah waktu itu aku mengalami sebuah kecelakaan mobil, dan seterusnya aku tidak mengingatnya."
"Benarkah, apakah kamu yang mengendarai mobil itu sendiri?"
"Aku waktu itu, aku berdua bersama istriku,"
"Istri?" Dokter Allana terkejut mendengar ucapan pria itu menyebutkan Seorang Istri. Wajah cantik Dokter itu, yang tadinya berbinar dan bahagia berubah menjadi sebuah kekecewaan ketika mendengar pria di hadapannya ternyata sudah beristri. Wanita itu terdiam dan mundur beberapa langkah ke belakang. Dia akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa dan memejamkan mata.
__ADS_1
Pria itu melihat sang Dokter dengan penuh tanda tanya. Dokter Allana masih memejamkan mata karena terkejut pria yang selama ini dia rawat ternyata sudah memiliki Seorang Istri. Ada sebuah kekecewaan di mata dokter itu. Entah kekecewaan yang seperti apa, yang pasti Dokter Allana merasa dirinya akan kehilangan sesuatu. Wanita itu menghela napas berat lalu kembali menghampiri pria itu.
"Siapa keluargamu, siapa nama istrimu, aku akan menghubungi mereka?" Dokter Allana Berkata sambil mengatur nafasnya. Tubuhnya bergetar Sepertinya dia akan menangis Tetapi dia menahan semuanya. Raut wajah kecewa terlintas sangat jelas wanita itu kecewa karena pria yang dia tolong ternyata sudah memiliki Seorang Istri.
"Aku, aku adalah, GeorJeffan Alfariziq Davis." ucap pria tersebut sambil memandang wajah sang dokter.
"Apa Georjeffan?"
"Iya panggil saja aku Jeffan." Pria itu berkata dengan lemas.
"Sepertinya aku tidak asing mendengar nama belakangmu?" ucap Dokter Allana sambil menatap Jeff dengan tajam.
"Kamu bisa menghubungi perusahaan papa ku!" ucap Jeffan dengan pelan.
"Siapa nama Papamu?"
"Papa bernama Geopatra Alfariziq Davis dia pemilik perusahaan Davis."
"Ya ampun, Bukankah dia orang kaya kamu tidak usah mengaku-ngaku seperti itu!" ucap Dokter Allana sambil menyunggingkan senyumnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺 Bersambung
__ADS_1
Kyaaa... siapa yang suka Jeffan terbangun... ayo ramaikan komentar.