Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Akibat datang Bulan


__ADS_3

Gadis itu menangis dengan sesegukan.


"Aku keguguran kak!" Ucap Rania dengan air mata yang menetes membasahi pipi manisnya.


"Bukan keguguran, kamu hanya datang bulan saja!" Ucap Ardi sambil melihat adiknya dengan wajah kecut.


"Tidak , aku keguguran, aku keguguran kak." Gadis itu terus menangis dengan sangat kencang.


"Kamu tidak dengar apa kata Dokter ya, tadi Dokter bilang apa, tadi Dokter bilang kamu hanya datang bulan Rania."


Ardi mulai membentak adiknya itu.


"Kamu senang aku keguguran!" Rania balik membentak.


"Sudah cukup kamu jangan seperti ini, terima kenyataan dan kembali ke dunia real, kamu itu sedang datang bulan dan bukan keguguran. Dengarkan kakak, kamu tidak boleh seperti ini, kamu jangan seperti orang gila!" Ardi menatap Rania penuh iba.


Rania terus menjerit dan menangis. Tiba-tiba saja dia pingsan dengan seketika. Ardi begitu terkejut dengan itu semua. Segera ardi menggendong adiknya ke sofa. Ardi lalu menelepon Dokter untuk memeriksakan adiknya itu. Setelah kejadian itu rania menjadi pendiam dan sering murung. Dia kecewa karena dirinya tidak bisa mengandung seorang bayi.


Seminggu sudah Rania terpuruk dalam kekecewaan. Sampai akhirnya Rania kembali melakukan aktivitasnya dan mulai masuk kuliah kembali. Rania turun dari mobilnya. Dari kejauhan terlihat Jino mengantarkan Kisya ke kampus. Rasa kesal dalam hatinya memuncak. Dia begitu membenci Kisya. Karena Kisya, dia tidak bisa memiliki Jeff semasa hidupnya. Air mata menetes dari sudut mata Rania. Dia benci semua yang berhubungan dengan Kisya.


Rania lalu berjalan mendekati Kisya. Setelah itu rania memperhatikan. Kisya sampai Kisya masuk ke dalam kelasnya. Selesai belajar Kisya ke kentin pada jam istirahat dan Rania masih mengikuti Kisya dari kejauhan. Rania senang ketika Kisya sendirian. Karena Rania begitu kesal ketika Kisya selalu di temani Lintang Jeff bahkan Jino.


Sekitar jam 2 siang, Kisya duduk di bangku depan kampus. Dia menunggu sang suami untuk menjemputnya. Tetapi kali ini Jino mungkin agak telat. Karena itu Kisya menunggu sang suami dengan sangat sabar. Kisya mendengarkan musik sambil duduk dengan santai. Jino sudah menghubunginya dan mengatakan kepada Kisya untuk menunggu.


Kisya terus menunggu sampai Kisya akhirnya kedatangan seorang teman. Dia duduk di samping Kisya.


"Eh Rania." Ucap Kisya terkejut.


"Hai kis, sedang apa?" Rania bertanya kepada Kisya.

__ADS_1


"Aku menunggu suamiku!" Ucap Kisya pelan sambil menorehkan senyum manis kepada Rania. Kisya masih saja polos dan baik hati kepada wanita ini. Wanita yang di dalam hatinya selalu menyimpan rasa iri dan benci kepada Kisya.


"Loh suami yang mana?"


Ucap Rania.


Deg.


Kisya merasa ucapan Rania terlalu menyindir. Kisya jadi teringat dengan Jeff kembali. Kisya menundukan wajahnya dan menelan saliva.


"Suamiku, Georjino!" Ucap Kisya dengan pelan, dia tidak menatap wajah Rania. Rania kembali memberikan racun berbahaya kepada Kisya. Kisya terlihat murung. Wajah senangnya kini berubah menjadi wajah sendu.


"Oh, kak Jino ya, bukan kak Jeff lagi ya!" Ucap Rania terkekeh.


"Jeff, kamu tau dari mana hubunganku dengan kak Jeff?" Kisya bertanya.


Deg.


Hati Kisya terasa remuk ketika mendengar ucapan Rania yang seperti  itu.


"Jeff bilang sangat mencintai kamu, tetapi kamu malah selingkuh dengan kak Jino , bahkan dia adalah kakak iparmu sendiri Kis, ih aku tidak menyangka saja kamu bisa bersifat picik seperti itu!" Ucap Rania terkekeh.


Kisya begitu murung. Rasa sedih telah menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia merasakan kesakitan karena ucapan rania barusan. Rania begitu senang melihat perubahan mood nya Kisya. Dia merasa sangat menang di buatnya.


"Kamu tidak tau, bahkan sebelum Jeff tenggelam dia menangis karena dia merasa terluka olehmu Kis!" Rania kembali berkata bohong. Rania adalah wanita ular yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Kisya terus menantap Rania.


"Rania, bisakah kamu diam!" Ucap kisya dengan lantang menatap mata rania dengan tajam.


"Aku tidak bisa diam, karena itu menyangkut kebahagiaan Jeff!" Ucap Rania.

__ADS_1


"Rania kamu menyukai kak Jeff ya!" Ucap Kisya menatap Rania tajam.


Rania terdiam, dia ingin mengakui semuanya tetapi dia urungkan.


"Tidak, tetapi kak Jeff adalah teman dekatku!" Ucap Rania.


"Oh aku pikir kamu menyukai dia, kalo kamu menyukai dia, mulailah mengerti sifat kak Jeff, kamu tau Jeff tidak akan curhat ke sembarangan perempuan kecuali perempuan itu yang memaksa, lagian semua yang kamu katakan itu aku tau itu semua tidak benar, aku jadi curiga, bahwa kamu itu adalah wanita yang mengirimkan aku pesan singkat ya!" Ucap Kisya.


Rania terkejut dengan ucapan Kisya. Kenapa Kisya bisa mendadak pintar dan tak bisa dia racuni lagi. Padahal dia sedang sendiri dan tidak ada teman yang menemani. Rania merasa sangat heran dia buatnya.


"Sms apa?" Sangkal Rania.


"Seseorang mengirimku pesan singkat seperti halnya dia sangat membenciku dan mencintai kak Jeff." Ucap Kisya.


"Kamu menuduhku?" Rania mulai berkata lantang.


"Aku tidak menuduhmu tetapi ucapanmu sendiri yang membuat aku berfikir seperti itu." Kisya berkata sambil menantap Rania dengan tajam. Sebenarnya hati Kisya lemah karena ucapan Rania. Tetapi Kisya tidak mau terus menderita karena ucapan orang lain. Kisya tidak bisa meminta bantuan orang selain menjaga dirinya sendiri.


"Kamu tidak boleh menuduhku sembarangan!" Ucap Rania memperlihat wajah kesalnya.


"Aki tidak menuduh, tetapi suamiku akan mendapatkan bukti yang kuat, dia sedang mencari keberadaan orang tersebut, jika itu bukan kamu, ya kamu tenang saja!" Ucap Kisya. Lalu Kisya beranjak dari tempat duduk pergi meninggalkan Rania sendiri. Kisya berdiri di pinggir jalan hendak menunggu Jino di pinggir jalan saja. Kisya mulai geram dengan tingkah Rania.


Kisya berdiri dengan hati berdegup kencang. Dia sebenarnya tidak sekuat tadi. Tetapi dia tidak mau terus merasakan penderitaan dari semua ucapan Rania. Kisya berjalan perlahan di pinggir jalan. Dia menunggu Jino namun sangat lama. Kisya tak tau harus bagaimana lagi menyikapi Rania makanya Kisya menutuskan untuk pergi saja. Menghindar adalag cara yang paling baik untuknya saat ini. Karema dia tidak punya kekuatan lebih dari itu.


Kisya terus berjalan perlahan sambil melakukan panggilan telepon. Dia memanggil Jino beberapa kali namun tidak tersambung. Kisya terus berusaha memanggil walaupun Jino tidak mengangkat telepon darinya. Kisya berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya. Dari kejauhan terlihat satu buah mobil memacu kecepatan dengan sangat kencang. Dia seperti sedang melakukan balapan karema sangat kencang.


"KISYA AWAS !!! Seseorang berteriak saat mobil itu hendak menabrak Kisya.


🌺Bersambung🌺

__ADS_1


__ADS_2