Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Harapan


__ADS_3

Rania terus mengikuti mobil Jeff dari belakang. Tiba-tiba saja suara letusan ban pecah sangat kencang. Mobil itu terbalik dan lepas landas masuk ke dalam danau. Mata Rania terbelalak ketika melihat itu semua.


"Tidak, tidak, tidak, kakak, kakaaakkk ." Rania berteriak lalu keluar dari dalam mobilnya berlari menuju ke arah kejadian. Terlihat mobil Jeff makin masuk ke dalam air. Air mata Rania tak bisa lagi terbendung. Dia sangat terkejut melihat kejadian yang terjadi di depan matanya.


"Kak Jeff, jeeeeefff.... " Teriak Rania dengan Tangisanya yang meledak. Rania terus berlari dan dia hendak terjun ke dalam sungai untuk menolong Jeff. Rania ingin menolong Jeff dan dia masuk ke dalam air. Padahal dia tidak bisa berenang sama sekali.


"Yatuhan apa yang dilakukan wanita itu, dia mau menolong padahal dia sendiri Tidak bisa berenang sama sekali, tolong pak tolong dia." Teriak seorang wanita sambil menatap Rania dengan penuh ketakutan. Wanita itu takut Rania keburu tenggelam. Untungnya seorang bapak-bapak pintar berenang dan langsung menyelamatkan Rania. Rania pingsan karena sudah terlalu banyak meminum air.


Beberapa orang juga sedang berusaha membantu Kisya dan kisya berhasil di selamatkan. Kisya pingsan dan dibawa ke dalam ambulans menuju ke rumah sakit terdekat. Rania akhirnya sadar dan dia kembali bangun. Rania menjerit Dengan sangat kencang. Dia sangat sedih karena mobil Jeff sudah tak tampak lagi. Mobil Jeff masuk semakin dalam ke dalam danau.


"Pak tolong selamatkan suamiku pak, tolong selamatkan dia!" Jerit Rania dengan tangisan yang meledak.


"Tidak kak tidak, kamu jangan seperti ini kak, maafkan aku kak maafkan, kamu jangan pergi, biar aku yang pergi kak, kak Jeff aku mohon berenang lah !" Rania masih menjerit dengan rasa sakit yang teramat sangat. Air matanya membasahi pipi manisnya. Dan dia sudah sangat lemas. Satu jam sudah Jeff masih belum di temukan.


Rania Masih terduduk dengan tangisan yang melirih. Hatinya teramat sakit. Dan jiwanya seolah ingin menyusul Jeff ke dalam. Dia tak bisa berbuat apapun karena dia tidak bisa berenang. Dari kejauhan Rania melihat tuan Geovandra dan Jino tengah datang.


"JEEFF ." Teriak papa Geovandra Dengan mata yang sudah merah menahan tangis. Jantungnya berdebar begitu kencang. Tubuh tua nya terasa sangat lemas. Dia terduduk dengan jantung yang berdebar begitu sakit. Dadanya seolah sesak. Dan tak bisa bernafas lega.

__ADS_1


"Jino selamatkan adikmu!" Ucap apa Geovandra dengan suara yang bergetar. Air mata papa Geovandra tak bisa lagi terbendung. Dia benar benar merasakan sebuah kecemasan yang teramat sangat. Tubuhnya lemas dan bergetar hebat.


"Baik pa." Jino lalu mendekati mobil tim SAR dan meminjam alat untuk menyelam. Kini Jino sudah siap mengenakan baju untuk menyelam. Jino langsung masuk ke dalam danau. Jino dan tim SAR lainya berenang ke dasar danau. Jino terus mencari dan mencari. Namun Jeff sudah tidak ada di dalam mobil lagi.


Selama Jino di dalam air. Papa Geovandra terus merasakan sebuah kecemasan yang hebat. Dadanya sakit dan sepeti di himpit batu besar. Bagaimanapun Jeff adalah putra yang dia besarkan sedari lahir. Walau Jeff bukan darah dagingnya tetapi Papa Geovandra sangat sayang terhadap jeff sedari kecil.


"Jeff berenang lah keluar nak, Papa mohon !" Tuan Geovandra berteriak degan suara yang bergetar. Dia berharap Jeff bisa meloloskan diri dari musibah ini. Dia berharap Jeff bisa berenang ke tepian danau. Namun jeff masih belum bisa ditemukan.


Rania melihat tuan Geovandra menangis. Rania makin sedih di buatnya.


"Yatuhan kakak, aku mohon keluarlah dari air, kak aku berjanji tidak akan menggangu kakak lagi , kak semoga saja benih yang telah kakak tanam ini bisa tumbuh, dan akan aku besarkan menjauh darimu kak, aku mohon kak keluarlah." Tangis Rania sangat pilu. Gadis itu berteriak sejadi-jadinya lalu menangis dengan rintihan kesakitan.


"Kamu harus tumbuh nak kamu harus tumbuh sayang, kita tunggu Papi kamu berenang nak!" Ucap Rania sambil mengelus perutnya. Dan terus menangis. Rania sangat ingin dia hamil anaknya Jeff. Harapannya sangat besar. Rania sungguh berharap. Kejadian dua hari lalu bisa menjadi sebuah nyawa. Nyawa yang sangat dia harapkan keberadaanya.


"Aku mohon keluarlah dari air kak, aku mohon!" Ratap Rania lemah karena sudah sangat lelah menjerit dan menangis terus-menerus.


1 jam kemudian.

__ADS_1


Jino keluar dari air. Wajahnya terlihat lelah Dengan setumpuk kekecewaan yang dia rasakan. Dia berjalan dengan tubuh yang basah. Menghampiri sang ayah yang tengah duduk dengan memegang dadanya yang masih terasa sakit.


"Bagaimana Jino, apa Jeff sudah ditemukan?" Ucap apa Dengan suara serak.


"Belum Pa!" Jino menggeleng pelan. Wajahnya lesu dan tak bersemangat. Dia merasa sangat gagal menolong Jeff.


"Yatuhan Jeff, yatuhan ." Papa Geovandra terus menangis dan terus mengucapkan nama tuhan. Dia sangat sedih karena Jeff belum bisa ditemukan.


"Jino mau istirahat dulu Pa, nanti Jino lanjutkan lagi mencari Jeff." Ucap Jino pelan. Dan papa Geovandra masih dengan mata yang basah. Dia masih berharap  Jeff bisa ditemukan dengan selamat.


"Beruntunglah Kisya sudah tergolong." Ucap Papa Geovandra pelan. Jino tersentak. Jino baru sadar bahwa Kisya juga ikut di dalam mobilnya Jeff.


"Apa Pa, bagaimana Dengan Kisya?" Jino gagap dan hatinya berdebar Dengan amat kencang.


"Kisya sudah selamat, walau masih belum bangun. setidaknya kisya selamat." Papa menyeka air matanya. Dan menghela nafas berat. Jino merasa lega mendengar ucapan sang papa. Dia takut sekali terjadi sesuatu pada Kisya. Kalo terjadi sesuatu terhadap Kisya mungkin saja Jino pun tidak akan bisa hidup.


"Syukurlah, semoga Kisya cepat bangun!" Ucap Jino perlahan dan merasakan dadanya luang. Kini kini mulai berdiri dan hendak mencari kembali keberadaan Jeff. Jino kembali menyelam ke dasar danau. berharap dia bisa secepatnya menemukan Jeff. Karena Jino tidak mau adikmya meninggal dengan cara seperti ini. Jino akan berusaha terus mencari keberadaan Jeff bersama tim SAR.

__ADS_1


Bersambung❤️


__ADS_2