
Jino dengan kencang mendorong gadis itu sampai gadis itu terjatuh ke lantai.
"Aw." gadis itu kesakitan.
Jino langsung berdiri dan menghampiri sang istri. Jantung Jino berdetak begitu kencang ketika itu. Jino sangat takut Kisya salah faham.
"Sayang!" Jino lalu memeluk Kisya dengan lembut. Kisya masih terdiam. Kisya tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan. Ada perempuan lain yang duduk di pangkuan sang suami yang sangat dia rindukan. Kisya hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam. Kisya ingat betul ucapan Natali di luar. Bahwa Jino sedang ada tamu wanita yang tidak diundang.
"Ayo duduk sayang!" ucap Jino menuntun sang istri duduk di sofa. Kisya dan Jino kini duduk dengan begitu dekat. Mata Kisya sudah memerah. Hampir saja air matanya jatuh namun sebisa mungkin dia tahan. Dadanya terasa sesak. Kisya menatap wajah wanita yang ada di hadapannya. Kira-kira seusia dengan dirinya. Gadis itu sungguh cantik dan seksi.
Kisya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Jino. Dan jino membelai lembut rambut sang istri. Dan mengecup kening Kisya dengan mesra.
"Kak Jino." Gadis itu tiba-tiba saja memanggil Jino dengan sebutan kakak. Jino sama sekali tidak menghiraukan gadis itu.
"Kak, kenapa kakak mendorong ku seperti tadi, biasanya kakak tidak seperti itu!" ucap Rebeka dengan manja.
Kisya masih terdiam masih bersandar di bahu sang suami. Kisya mulai menonton sebuah drama. Angel tiba-tiba saja masuk.
"Ini airnya nona Rebeka!" ucap Angel menyimpan air nya di meja.
"Siapa dia Angel?" Tanya Kisya dengan pelan sambil menatap Angel.
"Tidak tahu Nyonya, dia datang menerobos." ucap Angel.
"Aku kekasihnya kak Jino, kak bilang dong kalo aku kekasihmu!" Ucap gadis itu menatap Jino. Namun Jino masih asik mengendus bau pada rambut sang istri. Jino sangat suka wangi tubuh dan rambut istrinya itu.
"Kekasih siapa?" ucap Kisya sambil menatap gadis itu dengan intens.
"Aku kekasihnya kak Jino, kamu pasti istrinya kan." Gadis itu tersenyum sinis seolah menertawakan Kisya. Kisya hanya diam lalu Kisya memainkan dasi sang suami.
"Yang, dia siapa?" Ucap Kisya manja, Kisya memainkan dasi dan sesekali memainkan dada suaminya. Jino hanya bisa menelan ludah ketika istrinya menggodanya.
"Entahlah sayang, dia datang tiba-tiba?" Ucap Jino sambil terus mengelus rambut istrinya.
"Kak Jino kenapa kamu tidak mau mengakui aku sebagai kekasihmu, padahal kamu janji mau menikahiku!" Gadis itu mulai mengisak.
"Yatuhan, dia menangis Angel." ucap Kisya pura-pura terkejut.
"Ah saya tidak tahu Nyonya." Angel kebingungan. Sedang Jino masih terus menciumi wangi rambut sang istri dengan nakal. Jino juga kadang berbisik di telinga Kisya. Membuat Kisya kegelian.
__ADS_1
"Sayang, sudah ih nakal sekali!" ucap Kisya mencubit perut Jino.
"Aw, sakit sayang!" Jino meringis.
Kisya lalu bersandar lagi di bahu sang suami. Dan kini Kisya mulai memainkan dada suaminya lagi. Jino memejamkan matanya dan mengehembuskan nafasnya begitu berat.
"Sayang, kamu membuat aku tegang." Jino berbisik mesra. Dan Kisya malah tersenyum dengan manis dia menatap sang suami dan tersenyum manja.
Angel takjup dengan sikap Nyonya mudanya. Dia tidak marah ataupun terlihat cemburu. Bahkan gadis itu masih menangis. Sedang Jino dan Kisya malah asik main bisik-bisikan.
"Kak Jino lihat aku, istrimu harus tahu hubungan kita!" Rebeka masih saja ngotot.
Namun Jino dan Kisya sama sekali tidak perduli. Jino malah langsung menggendong sang istri ke ruangan sebelah.
"Daebak!" Angel merasa takjup dan tersenyum dengan senang melihat Jino menggendong Kisya.
"Sayang ,ih masih ada tamu!" ucap Kisya merasa malu. Sedang Jino maju terus pantang mundur. Jino lalu merebahkan tubuh sang istri di tempat tidurnya. Jino lalu menutup dan mengunci pintu ruangan itu. Meninggalkan Angel dan Rebeka berdua.
Jino duduk dan menatap sang istri dengan rasa bersalahnya.
Kisya duduk dan diam. Kisya mulai memperlihatkan rasa cemburu dan kemarahannya.
"Tidak tahu!" Jino menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak berbohong kan?" Kisya menahan kemarahannya.
"Tidak sayang!" Jino Menggenggam tangan sang istri dengan lembut.
"Jangan bohong kak!" Kisya mulai menitikan air matanya.
"Aku bersumpah tidak berbohong, aku hanya mencintaimu sayang!" ucap Jino dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kalau begitu panggil satpam dan usir dia!" Ucap Kisya.
Jino mengangguk dan berdiri ingin keluar. Tiba-tiba Kisya menarik tangan Jino. Kisya membuka jas dan dasi Jino. Lalu membuka kancing kemeja Jino. Kisya lalu memberi kismarks di dada Jino yang putih. Jino hanya bisa memejamkan mata. Setelah itu Kisya mendorong Jino agar keluar dari ruangan ini dan mengusir gadis itu.
Ceklek .
Jino membuka pintu. Angel terkejut melihat bosnya berantakan seperti itu. Pandangan mata Angel pokus pada tanda merah di dada Jino. Rebeka membulatkan matanya. Betapa terkejut melihat Jino. Mereka menyangka Jino dan Kisya habis beradu kekuatan.
__ADS_1
"Angel panggil keamanan dan usir dia!" ucap Jino lantang. Kisya mendengar ucapan Jino dari dalam.
"Kak jangan usir aku, ko kamu tega sih, aku hamil anak kamu kak!" ucap gadis itu menangis. Angel segera menelepon keamanan. Kisya membuka bajunya dan hanya mengunakan tanktop saja. Dia keluar melihat gadis itu menangis.
Kisya Mengambil air di meja dan.
Cuuuurrr.
Kisya mengguyur kepala gadis itu dengan segelas air.
"Ups, maaf.. aku tidak suka kebisingan!" Kisya menatap gadis itu dengan hina.
"Kenapa kamu lakukan ini padaku, aku bahkan sedang mengandung bayi dari suamimu!" Gadis itu berteriak.
"Karena kamu murah, jadi aku bisa berbuat sesuka hatiku!" Kisya menatap gadis itu dengan tatapan malas.
"Ayo sayang kita masuk!" Ajak Jino dan Kisya mengangguk. Beberapa saat kemudian beberapa keamanan datang dan memaksa di gadis yang bernama Rebeka itu pergi dari kantor.
Jino segera meminta James untuk menyelidiki gadis tersebut.
"Pokonya cari tahu identitas pelacur itu, dan bawa ke mejaku besok!" Bentak Jino di telepon.
"Siap bos akan saya usahakan!"
"Dan lagi sekarang juga laporkan dia ke kantor polisi atas nama pencemaran nama baik, dia sudah mengatakan bahwa dia hamil anaku, aku akan menuntutnya !" ucap Jino merasa sangat geram. Kisya mendengar semua ucapan Jino. Kisya merasa sangat kesal dengan kebadiran gadis asing tersebut.
"Baik bos!" Ucap James. Lalu Jino menutup telepon tersebut. Jino merasa kesal dan sangat takut Kisya salah faham. Jino menatap sang istri yang memang sedang diam menahan amarahnya. Jino menggenggam tangan Kisya lalu mengecup tangan itu penuh kelembutan. Namun Kisya hanya diam. Dia masih kesal menatap baju sang suami.
"Buka semua bajumu kak, tadi dia duduk di pangkuanmu kan?"
"Iya, maaf ya sayang!" Jino merasa sangat bersalah.
🌺 Bersambung 🌺
Yuk siapa yang mau pesan buku My Baby, silahkan japri ke admin ya 087779966421
__ADS_1