
Ceklek.
Pintu kamar rawat inap terbuka dan seseorang berdiri mematung dengan tatapan tajam .
Glekk.
Jino menelan Saliva dan langsung melepaskan genggaman tangan sang mantan kekasih. Mata Lintang terbelalak melihat ke arah pintu. Dan segera melepas juga genggaman tangannya.
"Boy ,sa sayang."
Ucap Lintang merasa terkejut dengan kedatangan sang suami.
Jino menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.
"Maap mengganggu !..
Ucap Boy dengan nada rendah. Wajahnya merah padam menahan amarah. Lalu dia berjalan meninggalkan Jino dan Lintang.
"Dia pasti salah paham sayang!...
Ucap Jino sambil menghela nafas sembarang. Lintang terdiam kebingungan.
"Ayo cepat kejar suamimu!..
Ucap Jino .
"Ah , iya iya!..
Lintang lalu pergi meninggalkan Jino sendiri. Jino mengacak rambutnya sembarang karena merasa frustasi.
"Ah.. dia pasti salah faham."
Ucap Jino merasa kesal pada dirinya sendiri. Lalu Jino duduk dan meminum air mineralnya. Pikiranya menerawang jauh memikirkan Lintang. Jino kasian jika Lintang harus bertengkar dengan suaminya gara-gara dirinya.
"Aku harus bagaimana?..
Jino menghela nafas panjang. Lalu memejamkan mata karena merasa sangat pusing.
*******
Lintang berlari mengejar sang suami. Terlihat Boy sudah masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraanya sangat cepat. Lintang mengejar dengan mobilnya. Mobil Boy semakin kencang dan Lintang pun menyusul. Sampai akhirnya Boy parkir di depan sebuah rumah mewah yang Lintang sendiri tidak tau rumah siapa itu.
Boy turun dan masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Lintang bergegas ikut masuk.
"Sayang tunggu !
Teriak Lintang .
Boy baru menyadari kalo Lintang mengikutinya. Boy menoleh dan kini menatap sang istri dengan sendu.
Boy menghela nafas dan duduk di kursi yang ada di teras rumah. Lintang datang dan duduk di samping sang suami.
"Rumah siapa ini?..
Ucap Lintang pelan.
Boy masih terdiam. Lintang menatap Boy Dengan inten. Lintang baru mengetahui kalo Boy cemburu sangatlah lucu. Lintang tersenyum sedan Boy masih terdiam membisu.
"Kenapa menyusul ke rumah sakit?..
__ADS_1
Ucap Lintang , dan lagi-lagi Boy hanya terdiam.
"Kenapa hanya diam?..
Untuk kesekian kali Lintang bertanya namun Boy Masi terdiam tanpa kata.
"Yasudah aku pergi lagi ke rumah sakit"
Ucap Lintang sambil berdiri dan hendak pergi meninggalkan sang suami.
"Jangan pergi, jangan temui dia lagi, jangan genggam tangannya seperti itu, aku cemburu sayang!..
Ucap Boy sambil menarik tangan Lintang dan memeluk pinggang Lintang dengan sangat erat.
Lintang tertegun dan hanya bisa diam mendengar ucapan sang suami. Lintang lalu membalikan badannya dan membalas pelukan sang suami.
"Kamu cemburu ya sayang?..
Lintang terkekeh.
"Bagaimana aku tidak cemburu melihat kalian berpegangan tangan. Seperti itu."
Ucap Boy membenamkan mukanya di perut Lintang yang rata.
"Tidak udah cemburu, tadi aku hanya merayu Jino agar mengijinkan Kisya bertemu baby Vano ,tidak lebih ."
Ucap Lintang mengelus rambut Boy dengan penuh kasih sayang.
"Benarkah, tetapi kalian tidak boleh berpegangan tangan, aku tau kamu masih mencintainya, tetapi tolong jangan melakukan kontak fisik!..
Ucap Boy dengan suara yang berat.
"Cuma begitu saja ko cemburu, sedangkan aku adalah istrimu seluruh tubuhku milikmu!..
"Benarkah, seluruh tubuh mu adalah miliku?..
Ucap Boy pelan.
Lintang tersenyum. Boy langsung menggendong Lintang masuk ke dalam rumah.
"Eh ini ,kita mau kemana, rumah siapa ini?..
Teriak Lintang merasa malu takut ada yang melihat.
"Ini rumah kita sayang , rumah untuk kita merawat anak-anak kita." Ucap Boy masih menggendong Lintang dan kini Boy naik ke lantai dua dan mulai masuk ke sebuah kamar yang bernuansa pink.
"Ini rumah kita, ini kamar kita?..
Ucap Lintang merasa sangat senang. Senyum lebar dia torehkan karena suaminya begitu menggemaskan memberinya hadiah rumah yang sanagat besar. Sebuah rumah lantai 3 dengan design rumah ala Eropa. Dengan jumlah kamar yang sangat banyak. Benar-benar sangat luas.
"Kamu Suka sayang?..
Boy membaringkan tubuh Lintang di kasur king size nya dengan perlahan.
"Iya Boy, sangat suka."
"Tidak boleh memanggil nama lagi, tetapi panggil aku suami atau sayang!..
Ucap Boy sambil mengecup kening Lintang dengan Lembut.
"Oke sayang."
__ADS_1
Boy lalu hendak mengecup bibir Lintang yang indah seperti bunga yang sedang mekar. Namun Lintang menolak. Lintang masih belum bisa untuk menyatu dengan Boy. Lintang belum bisa untuk menjadi istri yang sempurna.
Bahkan kecupan Boy, Lintang tolak. Boy memejamkan matanya dan memeluk Lintang dengan erat.
"Maap!
Ucap Lintang dengan nada bersalahnya.
"Sampai kapan dia akan menjadi raja dihatimu?..
Boy membenamkan wajahnya di pundak Lintang.
"Tunggu sebentar lagi, aku juga ingin segera melupakanya !..
Ucap Lintang dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sebentar itu berapa hari, berapa Minggu berapa bulan, berapa tahun?..
"Maap sayang, aku sendiri belum tau, yang pasti aku sudah berusaha untuk melupakanya. Tolong bantu aku sayang!..
Ucap Lintang pelan.
Boy memejamkan matanya . Dia merasa harus lebih bersabar pada sang istri. Sedari awal sudah tahu dengan jelas bahwa hatinya Lintang hanya milik Jino . Tetapi Boy bertekad pasti bisa menaklukan hati Lintang. Rasa cintanya kepada sang istri sudah dia rasakan sedari kecil. Sehingga kini tekadnya sudah bulat ingin selalu bersabar sampai Lintang menerimanya dengan sepenuh hati.
Lintang memeluk sang suami dan akhirnya dia terlelap. Boy melihat Lintang sudah terlelap lalu dia bangun dan menyelimuti tubuh sang putri. Boy berjalan menuju ke balkon kamarnya. Dia menghela nafas panjang . Sambil sesekali menoleh ke arah sang istri yang masih asik terbuai mimpi.
"Aku akan berusaha bersabar sampai kamu menerimaku sayang, aku yakin sekeras apapun batu karang tidak jika setiap hari terkena percikan ombak lautan maka batu karang itu akan menipis dan berlubang. Jika saat itu terjadi maka aku akan masuk ke dalam hatimu sayang ."
Boy menghela nafas panjang. Betapa besar cintanya kepada sang istri padahal sudah jelas istrinya tidak mencintainya.
*******
Lintang terbangun dan melihat sekeliling untuk mencari keberadaan sang suami namun tidak ada. Lintang bangun dan mencoba untuk mencuci mukanya. Dia melangkah keluar kamar dan ternyata dari atas Lintang sudah melihat suaminya sedang memasak di dapur . Lintang berlari menuju ke arah sang suami. Dia berlari di tangga dan akhirnya dia terpeleset.
"Ahhh."
Jerit Lintang terguling dari lantai dua sampai ke bawah.
Boy terkejut dengan suara jeritan sang istri dan alangkah terkejutnya dia kala melihat Lintang sudah terjatuh dengan darah yang menetes dari kepalanya.
"Lintang ,sayang."
Boy berlari menghampiri Lintang dan langsung memeluk Lintang dengan kecemasanya. Boy Menggendong sang istri dan langsung membawa Lintang ke dalam mobil . Boy melajukan Kecepatan dengan extra menuju ke rumah sakit terdekat. Lintang masih tidak sadarkan diri.
"Sayang sabar sayang bertahanlah!..
Ucap Boy dengan suara yang bergetar. Boy terus melajukan kecepatannya dan sampailah dia di depan IGD rumah sakit . Boy ketakutan melihat istrinya pingsan. Tubuhnya bergetar dengan raut wajah yang penuh dengan kecemasan.
******
Bersambung
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1