Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Mencoba


__ADS_3

Degupan jantung itu semakin kencang. Malam semakin larut dan dingin. Walau sudah di kamar hotel, tetap saja angin malam bisa menelusup masuk ke dalam celah-celah jendela kamar. Namanya juga di Kota Bandung, Ciwidey adalah tempat yang sangat dingin.


Entah kenapa rasanya bulu-bulu halus kedua manusia itu seolah-olah naik dan menusuk ke kulit masing-masing.


Cupp.


Sebuah kecupan lembut pria itu layangkan di kening sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Kamu adalah istriku sekarang, hidupku bersamamu selamanya, Lana Sayang, terimakasih telah menerima aku dengan isi hatiku yang hancur," ungkap Jeff dengan bisikan mesra. Sambil terus menatap pantulan cantik sang istri yang kini seolah menjadi rembulan tercantik malam itu.


"Tidak perlu berterima kasih padaku, untuk hatimu yang hancur, aku akan mencoba membangun kembali hatimu menjadi sebuah hati yang utuh, kita akan berusaha hidup susah dan senang bersama," jawab Allana pada sang suami. Rasanya wanita itu sudah siap untuk menerima semua konsekwensinya menjadi istri dari seorang Jeff.


"Buat aku melupakan dia," pinta jeff.


"Baiklah, akan aku buat seperti itu," jawab Allana.


"Lana, bisakah kamu melahirkan anak-anakku. Aku ingin hidup bahagia bersamamu bersama anak-anak kita, sebaiknya kita tinggal jauh dari mereka, kita harus hidup bahagia seperti mereka," ungkap pria itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ini malam pertama pernikahan kita, kenapa harus mengingat mereka, tidak usah menyebut mereka lagi, ini adalah hari yang spesial untuk kita, kamu telah membuat aku tersinggung," ungkap Allana sambil menatapnya dengan tajam.


"Maafkan aku Sayang. Aku harus apa untuk menebus kesalahanku," tanya Jeff sambil membelai lembut rambut Allana dan mengucapkan kembali kening wanita tersebut.


"Entahlah, yang pasti kamu harus membuat aku senang," pinta Allana sambil menolehkan senyum yang manis.


Jeff menyeringai mendengar ucapan istrinya meminta hal seperti itu. Tapi dalam pikiran Jeff saat ini adalah malam pertama. Jeff bisa menyentuh Allana dengan halal. Karena mereka sekarang sudah menikah mereka suami istri. Berbuat apapun tidak ada yang akan melarang.


Pria itu beranjak duduk dan mencoba untuk meminum air putih yang ada di atas nakas.

__ADS_1


Gluk.


Pria itu minum beberapa teguk. Sepertinya Jeff agak sedikit gugup, maklumlah kali pertama dia harus menyentuh perempuan, laki-laki itu harus mempersiapkan diri.


"Ini yang pertama untukmu, tapi bukan untukku, apa kamu kecewa bahwa aku bukanlah seorang perawan?" tanya Allana dengan suara yang lembut.


Jeff menoleh ke arah sang istri tanpa menjawab, lalu pria itu langsung mengecup bibir Allana dengan lembut.


Pria itu memberikan kecupan yang sangat menggelitik, membuat Allana hanya bisa memejamkan matanya, ketika kini bibirnya sudah penuh dengan ciuman kasih sayang.


"Kenapa mengungkit masa lalu, kamu perawan atau bukan. Aku sudah memilikimu," ungkap Jeffan sambil mencoba menatap Allana dengan tajam. Wanita itu tersenyum, lalu dia membelai rambut suaminya dengan lembut, setelah itu Allana pun membuka Lingeriie yang dia kenakan.


Membuat Jeff terbelalak, memakai sebuah Lingeriie saja Lana sudah terlihat begitu cantik, apalagi melepas Lingeriie tersebut.


Berapa kali Jeff menelan saliva, dia tidak tahu ternyata Allana semulus itu. Tubuhnya bagaikan sebuah boneka Barbie yang halus dan lembut tanpa cela.


Kini Jeff sudah melempar sembarang beberapa kain yang sudah dia lepas. Dan menyisakan kedua tubuh polos yang hampir saja melekat. Mereka belum bersatu tetapi rasanya udara panas tiba-tiba merasuk ke dalam ruangan tersebut.


Pria itu memberikan ciumann pada sang istri dengan begitu lembut. Seolah-olah istrinya adalah sebuah ice-cream yang sangat nikmat.


Allana sebenarnya sedang menunggu. Apa yang akan terjadi dengan dirinya saat ini, dia sudah tidak sabar ingin merasakan aksi dari sang suami, tetapi suaminya malah menatapnya dan menyentuh seluruh tubuhnya dengan belaian lembut tangannya.


Allana yang sedang merebahkan tubuh cantiknya, kini hanya bisa diam ketika tangan Jeff mulai menyentuh seluruh tubuhnya. Tiba-tiba saja Jeff berhenti di jempol kakinya. Pria itu memberikan ciuman dimulai dari jempol kaki sampai akhirnya sampai di ujung rambut.


"Kamu berdebar, Jeff?" ungkap Allana sambil melihat kegelian, ketika Jeff terus menghujani tubuhnya dengan ciuman.


"He, iya," jawab Jeff sambil menolehkan senyum yang manis, lalu pria itu pun mulai menatap ke arah dada sang istri.

__ADS_1


"Rasanya mau meledak." Jeff berkata dengan malu-malu, lalu dia pun menggerakkan tangannya untuk menyentuh kedua benda milik sang istri.


"Ya Tuhan. Ini belum apa-apa, dasar amatir," Allana terkekeh dengan warna pipi yang merona merah, dia tidak percaya bahwa suaminya benar-benar amatiran, baru saja seperti itu sudah mau meledak. Bagaimana kalau mereka bersatu.


"Allana kamu cantik sekali, tubuhmu begitu muluss dan seksii. Aku tidak percaya bahwa hari ini tiba, di mana aku melihat dirimu menyerahkan diri pada aku," ungkap Jeff sambil membelai lembut rambut Allana lalu mulai menelusuri leher jenjang sang istri dengan kecupannya.


Kedua tangan pria itu dengan perlahan mulai menyentuh dada sang istri, dengan lembut. Dan membuat Allana hanya bisa memejamkan mata merasakan penetrasi yang dirasa.


"Emhh Jeff, aku ingin lebih," deesah Allana dengan lembut. Jeff lalu menghentikan kecupan pada leher sang istri.


"Aku pun sama Sayang, sudah tidak tahan," ungkap Jeff dengan tatapan mata yang berkabut.


"Jeff."


"Iya, Sayang."


"Aku mencintaimu, jeff."


"Aku juga akan mencintaimu, aku janji, aku akan memberikan hatiku seluruhnya untukmu," kata Jeff sambil langsung mengulumm lembut nipplee sang istri. Membuat Allana tidak karuan, dia begitu gemas dengan apa yang Jeff lakukan.


Tangan kanan Jeff meremass lembut bongkahan kenyal milik istrinya. Lalu sebelan kanan masih dia mainkan dengan mulutnya, pria itu seolah menjadi seorang bayi yang kehausan.


"Emhh ahh, Jeff tolong aku," bisik Allana dengan tatapan sayu, dia tidak tahan dengan manuver dari suaminya. Wanita itu ingin lebih dari pada itu. Namun Jeff masih anteng dengan mainan barunya.


🎄🎄🎄🎄


Besok lagi ya ....

__ADS_1


__ADS_2