
Setelah memeluk sang buah hati, Bunda Nisya bergegas untuk memanggil Jino ke luar mansion. Terlihat Jino dan tuan Geovandra sedang berbincang. Bunda Nisya berjalan menuju ke arah nereka berdua.
"Jino, masuklah!" Bunda Nisya berkata dengan nada pelan.
"Apa Kisya setuju?" Papa bertanya.
Bunda Nisya mengangguk seraya berkata.
"Iya, Kisya setuju."
Jino dan Papa ternyum dengan bahagia mendengar kabar baik dari bunda Nisya. Mama Murni pun ikut merasakan kebahagiaan. Mereka lalu masuk kembali ke dalam mansion. Hati Jino terasa hangat. Dia sangat senang Kisya mau menerima pernikahanya. Akhinya mereka duduk bersama lagi. Sesaat semua terasa hening. Tak ada satu katapun yang terucap.
Semua ingin mendengar ucapan Kisya menerima lamaran Jino. Namun Kisya terdiam. Papa Geovandra lalu menepuk bahu Jino perlahan. Seolah memberi kode untuk memulai percakapan. Jino melihat Papa dan langsung mengerti kode itu.
"Kis, benarkah kamu menerima pernikahan kita besok?" Ucap Jino pelan. Kisya hanya mengangguk tanpa berkata sepatah katapun. Jino tersenyum tipis.
"Sukurlah, Ada yang mau Papa bahas, soal pernikahan besok, menurut agama islam, wanita yang sudah bercerai, baik cerai mati atau cerai hidup, tidak boleh langsung menikah kembali dengan pria lain, dan harus menjalani proses masa idah terlebih dahulu, selama seratus hari, dengan tujuan untuk membersihkan rahim wanita tersebut dari bibit sang mantan suami." Tutur Papa dengan jelas.
"Bibit?" Ucap Kisya terkejut.
"Iya, bibit mantan suami yang ditanamkan dalam rahim istri." Ucap Papa lugas.
Jino hanya terdiam mendengarkan ucapan sang Papa. Namun Kisya merasa sangat malu di buatnya.
"Papa berkata apa, kak Jeff bahkan belum pernah menyentuhku sama sekali, jadi tidak ada satupun bibit dalam rahim Kikis." Seketika wajah Kisya bersemu merah. Bunda Nisya dan Mama Murni ikut tersenyum. Terlihat Jino menatap Kisya dengan tatapan yang tajam. Dia merasa sangat menang di buatnya. Karena dari awal hanya dia yang telah menyentuh Kisya.
__ADS_1
Jino begitu bersyukur pada akhirnya Kisya hanya miliknya. Rasa senang Jino tak terkira. terlihat Kisya hanya menunduk dengan semu merah. Papa tersenyum seraya berkata.
"Baguslah, berarti tidak ada kata idah, kamu masih suci dan tidak perlu menjalani proses idah, besok kamu dan Jino akan segera menikah, Papa harap kalian bisa berbahagia. Saling berbagi kasih dan sayang. Merawat buah hati kalian dengan penuh cinta."
"Buah hati? Ucap Kisya terkejut.
Deg.
Jantung jino berdetak tak karuan. Ketika. Kisya bertanya hal tersebut.
"Iya Baby Vano adalah buah hati kalian, bukankah setelah menikah, Baby Vano otomatis menjadi anakmu Kis." Ucap Papa sambil menatap Kisya.
Ucapan Papa membuat Jino merasa lega. Pertanyaan Kisya tadi sontak membuat jantungnya terasa lepas. Belum waktunya Kisya untuk mengetahui semuanya. Kisya mengangguk dengan wajah bersemu merah. Wajah yang tergambar begitu polos dan sempurna.
"Kamu menjadi istri Jeff atau menjadi istrinya Jino, kamu tetap menantu Mama." Mama Murni memeluk Kisya dengan erat. Mama Murni kembali menitikan air matanya karena perasaanya yang masih campur aduk. Antara senang dan sedih. Namanya juga masih berduka. Belum bisa tersenyum selebar biasanya.
Bunda Nisya berharaf Jino tidak berbuat jahat lagi dan dia sudah menyesali perbuatannya.
"Jino." Ucap bunda datar.
Jino menoleh pada Bunda Nisya.
"Iya bu." Jino menjawab.
"Aku harap kamu tidak mengecewakan Bunda, Bunda memberikan satu-satunya harapan Bunda kepadamu, Bunda telah memaafkan semua tentang itu, dan jadilah suami dan Ayah yang baik untuk anak-anak kalian!" Bunda berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Jino tersenyum dengan tipis.
__ADS_1
"Bu, aku akan menjanjikan satu hal kepada ibu."
"Apa itu?" Tanya sang Bunda.
"Aku akan selalu menyayangi kisya menjaga dan menemaninya sampai aku tak bisa bernafas lagi, aku menjanjikan itu di hadapan semuanya, apakah Bunda mempercayai aku sekarang!"
"Bukan cuma ucapan yang harus kamu buktikan, tetapi prilakumu sendiri." Bunda berkata sambil menatap Jino dengan tajam. Tatapn Bunda begitu menusuk sampai Jino seolah merasakan tusukan dalam tubuhnya.
"Bunda hanya tinggal duduk saja, dan lihat betapa Jino mencintai Kisya." Ucapan Jino membuat Bunda Nisya merasa sangat lega. Akhirnya Bunda Nisya bisa memaafkan Jino.
"Baik akan bunda lihat, tetapi jika sesuatu hal terjadi dan itu membuat Kisya menangis, maka maafkan Bunda, karena Bunda akan mengambil Kisya kembali." Ucap sang Bunda dengan penuh penekanan.
"Jino berjanji bunda, Jino Takan mengecewakan Bunda Papa dan Mama, Kis kakak berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu."
Ucap Jino sambil menatap mata sendu yang basah itu. Kisya menganggukan kepalanya dan tersenyum dengan tipis.
"Yasudah , semuanya sudah selesai dan Papa sudah lapar." Ucap Papa Geovandra dengan senyuman
"Oh iya, mari kita makan dan pindah ke meja makan, ayo pak, jeng!" Ajak Bunda Nisya dengan senyumanya yang manis. Semua lalu berpindah ke meja makan. Mereka makan dengan lahap. Begitupula dengan Jino yang sudah terasa low energi karena begitu lelah sehabis menyelam. Seusai makan para orang tua masih berbincang untuk acara besok. Sedangkan Jino kini sudah berada di dalam kamar Kisya karena menidurkan Baby Vano.
Baby Vano terlihat begitu lelap tidur di dalam kamar sang Mommy. Kisya lalu datang dan melihat Jino dan bayinya. Jino dan kisya hanya duduk dan diam. Tak ada bahasan apapun. Jino merasa canggung dan Kisya juga. Mereka seolah seperti orang yang baru bertemu untuk pertama kali. Itu semua karena Kisya masih belum bisa melepakan semua rasa bersalahnya kepada Jeff. Jino sendiri tidak akan memaksa kisya.
Jino akan bersabar sampai Kisya benar-benar membuka diri untuknya. Jino tau dengan jelas bahwa Kisya begitu mencintai dirinya. Namun semua rasa bersalahnya terhadap Jeff membuat rasa cinta itu seolah tertimbun dan tak terlihat lagi. Kali ini jino akan berusaha sebaik mungkin mengatur semua rasa sabarnya demi gadis yang besok akan dia pinang.
Sungguh tidak menyangka bahwa dirinya akan menikahi Kisya. Takdir tuhan telah mempermainkan mereka berdua. Mereka di pertemukan dengan cara perjodohan dan sebuah tragedi. Dan kini bahkan mereka saling jatuh cinta dan akan segera mengecup indahnya kata yang bernama berumah tangga. Membayangkan hal itu saja sudah membuat jantung jino berdebar kencang. Karena dia begitu mencintai Kisya teramat dalam.
__ADS_1
Bersambung🌺