Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Berdegup


__ADS_3

Jino mengirim pesan singkat pada supirnya untuk pulang  ke kantor terlebih dahulu dengan menggunakan taxi. Dia hanya ingin berdua saja dengan Kisya. Dia membukakan pintu depan mobilnya dan mempersilahkan Kisya untuk masuk. Kisya pun masuk dengan perlahan. Kisya duduk dengan nyaman.


Jino lalu berlari dan masuk ke mobilnya hendak mengemudi. Jino memasang sabuk pengaman. Kisya hanya mematung. Tak ada reaksi apapun. Jino sesaat melihat ke arah Kisya dan tersenyum tipis. Namun Kisya malah melihat ke arah kaca. Jino mendekati kisya. Badan Jino kini sudah sangat dekat dengan badan kisya. Kisya merasa begitu terkejut.


Kisya menatap Jino dengan heran dan gugup. Jino menatap wanita di hadapannya dengan penuh rasa cinta. 


"Ka, kak,.. " Kisya mulai gugup. Wajah Kisya merona merah. Badan Jino semakin condong ke arah Kisya dan mereka sudah sangat dekat. Wajah mereka pun sudah sangat dekat. Mata elang Jino menatap Kisya seolah sedang kelaparan. Kisya semakin gugup.


Degupan jantung Kisya semakin terasa kencang. Seperti seseorang yang sedang berlari Marathon. Rasanya Kisya begitu sulit untuk bernafas bahkan kerongkongannya terasa kering dan sangat sulit untuk menelan Saliva. Helaan nafas Jino membuat bulu kuduk kisya seolah berdiri. Bukan karena takut cerita misteri namun karena begitu dekat Jino menghembuskan nafasnya.


Kisya menelan Saliva sangat berat. Degupan jantungnya tak bisa lagi dia kendalikan. Mulutnya kaku tak bisa bersua. Nafasnya cepat dan tubuhnya seolah melemah. Jino masih menatap Kisya dengan tatapan lembut penuh rasa cinta. Kini wajah mereka bahkan hanya berjarak beberapa senti saja. Rasa panas menjalar di sekujur tubuh Kisya.


Apalagi sekarang tiba-tiba tangan Jino hendak bergerak di daerah pinggangnya.


Sreet.


Jino menarik seatbelt milik Kisya. Dan memasangkannya.


"Hah hah, sungguh mengejutkan." Ucap Kisya pelan sambil membuang mukanya. Dia berfikir negatif. Dia pikir Jino akan mengecupnya. Ternyata Jino hanya memasangkan seat belt untuknya . Kisya berusaha mengembalikan degupan jantungnya yang kencang. Dia sungguh malu telah berfikir macam-macam tadi.


Jino tersenyum manis dan langsung tancap gas. Jino mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sembari menyetir sesekali Jino mencuri pandang menatap Kisya ,lalu kembali menatap jalanan. Kisya masih anteng memandang ke luar kaca mobil. Dia seolah enggan untuk melihat ke arah Jino. Jino lalu menekan tombol musik . Dan terdengar alunan musik yang terdengar merdu.


Tangan kiri Jino lalu menarik tangan kanan kisya. Kisya tersentak dan menatap ke arah Jino .


"Menggenggam tangan sepeti ini bolehkan?... Ucap Jino pelan dengan senyuman manisnya lalu pokus  kembali ke jalan raya.


Tangan Jino Menggenggam erat tangan lembut milik Kisya. Tangan yang selembut sutra dan seputih susu itu begitu membuat jantung Jino berdebar. Hanya berpegangan tangan seperti rasanya jantung jino serasa mau melompat karena senang.

__ADS_1


Kisya sendiri semakin berdegup dengan sensasi berpegangan tangan di dalam mobil seperti ini. Entah kenapa cuma berpegangan tangan tetapi rasanya begitu mendebarkan untuk keduanya. Sepanjang jalan tak ada satu patah katapun terucap. Namun sepanjang jalan pulang mereka merasakan aura hangat dan sebuah ketenangan.


Jino masih senyum senyum sendiri karena begitu senang bisa jalan berdua bersama Kisya. Dia baru pertama kali mengantar Kisya pulang.  Jino ingin sekali bisa mengantarkan Kisya pulang dan pergi kemanapun yang Kisya mau. Jino ingin sekali menjadi supir pribadi Kisya.


"Kita mau kemana?..


Ucap ksiya merasa heran karena Jino malah membawanya ke tempat lain.


"Ke kantor dulu ya, aku sudah kangen sama jagoan neon."


Ucap Jino dengan senyumanya.


"Baby Vano kah?...


Ucap Kisya sumberingah. Kisya begitu senang mendengar bahwa dia akan bertemu dengan baby Vano, bayi kesayanganya.


"Iya sayang, kita tunggu dia di sini saja, biar Angel yang mengantar Vano kita ke sini." Ucap Jino sambil memarkirkan mobilnya di depan lobi. Jino tidak mau Kisya turun dan terlihat oleh Jeff dan papa Geovandra. Mereka menunggu sesaat. Menunggu Baby Vano di antar oleh Angel. Jino mengirim pesan kepada angel agar secepatnya membawa Baby Vano ke depan lobi.


"Apa lelah?.. ucap Jino pelan sambil terus menggenggam tangan kisya seolah tak mau dia lepas. Jino melepas genggaman Kisya pada saat mau over gigi Transmisi saja. Kisya menggelengkan kepalanya dengan pelan. Sambil menatap Jino dengan tatapan lembut.


"Lantas kenapa sepertinya begitu lelah?...


Sekali lagi Jino bertanya. Hanya helaan nafas saja yang terdengar tidak ada satu patah pun terucap. Jino Masih Menggenggam erat tangan yang lembut itu.


"Ini tidak baik untuk hatiku, kita harus menjaga jarak, dan itu harusnya kakak dengarkan." Ucap Kisya pelan.


"Bukankan kikis sendiri yang mau kakak antar pulang?...

__ADS_1


Ucap Jino tersenyum mesem.


"Iya tapi ini bukan rumah."


Kisya menghela nafas berat.


"Iya ini bukan rumah, kakak hanya mau jemput bayi kecil saja , apa kamu tidak rindu padanya?... Ucap Jino pelan.


"Tentu saja rindu, semuanya serba salah kak, aku jadi bingung." Ucap Kisya menghela nafas lagi . Sepertinya sangat susah untuk mencerna keadaan. Dia harus menghindari Jino tetapi dia sangat mencintai Jino.  Apalagi bayi yang tampan itu benar-benar membuat dia jatuh cinta. Tapi smuanya bertolak belakang dengan keadaan dimana dia harus secepatnya mengatur hatinya agar bisa kembali ke semua. Kembali pada Jeff yang telah mencintainya selama 5 tahun ini.


"Jalani dan nikmati selama Kita bisa." Ucap Jino dengan suara seraknya.


"Tapi semuanya membuatku semakin bingung, jika kita sepeti ini terus, bagaimana aku bisa melupakan kakak?..


Ucap Kisya dengan helaan nafas beratnya.


"Jangan melupakan aku, aku tak mau kamu lupakan, begitupula sebaliknya." Ucap Jino sambil mengecup jemari Kisya dengan penuh kelembutan. Kisya hanya nenatap Jino dengan tatapan sendu. Sebenarnya Kisya begitu senang di perlakukan selembut itu. Tetapi dia tidak boleh terlena dengan keadaan yang sempit ini.


Dia harus berusaha untuk mengatur perasaanya. Semua demi Jeff dan demi orang-orang sekitarnya yang begitu mendukung hubungannya dengan Jeff. Tidak bisa dia bayangkan jika dia memutuskan Jeff dan memilih Jino. Maka semuanya akan hancur. Dan hubungan keluarga pun akan berantakan. Dan Kisya tidak ingin itu terjadi. Dengan segenap tenaga yang tersisa. Dia harus bisa mengatur degup jantungnya. Dia harus bisa mengembalikan hatinya ke tempat yang semula.


Bersambung❤️


Readers tersayang.. sudahkan menekan love.. ayo tekan love yuk.. ❤️.. agar aku semangat untuk update besok🤭🤭🤭.. salam sayang dari Lee.


Love


Like

__ADS_1


Star


Oke😍😍😍


__ADS_2