Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Kolam Renang


__ADS_3

Pagi itu Jino sudah tidak sabar untuk menceburkan diri di kolam renangnya. Dulu hampir setiap pulang sekolah dia berenang. Dan setelah jadi atlit dia berenang di wisma atlit. tapi kini semuanya berubah. Jino sudah tidak sebebas dulu lagi. Semenjak kelahiran Baby Vano dan dia mulai mencari nafkah. Jino sangat jarang berenang.


Padahal berenang adalah hidupnya. Jino sudah bersiap dengan celana renangnya dan mulai menggendong putra kecilnya.


"Ayo kita belajar berenang Baby!" Jino mengecup sang bayi dan bayi itu tertawa gemas. Jino membuka baju Baby Vano dan menyisakan celananya saja. Baby Vano begitu senang saat Jino mulai menggendongnya ke dalam air. Jeritan tawa bahagia terdengar begitu jelas dan nyaring. Ayah dan anak itu sedang bermain air.


"Ya ampun sepagi ini kalian sudah berenang?" Mama Murni berdecak kagum. Mama Murni tertawa karena Baby Vano begitu senang dan menjerit kegirangan.


"Ayo Mama mau ikut?" ajak Jino.


"Ah Mama tidak mau, sudah tua dan memakai pakaian renang, sungguh memalukan." ucap Mama Murni dengan senyumanya.


Jino kembali mengajarkan Baby Vano berenang. Bayi kecil itu begitu bersemangat dan terus menjerit senang. Jino begitu takjup dengan semangat buah hatinya. Jino yakin Baby Vano akan bisa menyukai olah raga berenang seperti dirinya.


"Ayo Baby, Daddy lepas ya!" Ucap Jino mencebur buah hatinya ke dalam air kembali. Dan seterusnya. Tiba-tiba saja Kisya datang. Jino begitu terkejut. Pasalnya baru pertama kali dia melihat istrinya mengenakan bikini. Kisya begitu seksi mengenakan pakaian renangnya.


"Wahhh.. Mom!" Jino takjup dibuatnya. Kulit putih Kisya terpampang. Perutnya bahkan terlihat dengan jelas. Jino melihat Kisya begitu seksi dengan pakaian renang yang dia kenakan. Lagi-lagi Kisya sudah membuatnya jatuh cinta berkali-kali.


"Baby kamu senang?" Kisya tersenyum. Dia duduk di pinggir kolam renang seolah enggan untuk turun.


"Iya nih Baby senang Mommy." Jino terus memainkan Baby Vano. Baby Vano terus berusaha belajar berenang . Badannya mengenakan pelampung dan terlihat begitu lucu.  Kisya begitu senang melihat Jino dan Baby Vano bermain air tersebut. Baby Vano pasti akan sangat pintar berenang nantinya. Dia akan sekeren sang Ayah.


Kisya saja begitu terpukau melihat betapa gagahnya Jino ketika berenang. Dia masih ingat saat dia melihat Jino di wisma atlit. Sedang berlomba bersama teman-teman sesama atlit. Kisya sampai terpana dibuatnya. Sampai sekarang Kisya masih saja suka dengan suaminya yang sangat mahir berenang. Tubuh Jino yang tinggi, kulit yang putih , dan perut berbentuk kotak-kotak seperti roti sobek. Berenang dengan kecepatan yang hebat. Itu salah satu hal yang sangat Kisya sukai dari sang suami.


Tapi pada dasarnya. Kisya sangat suka semua yang ada pada diri Jino. Apapun itu dan bagaimanapun semuanya Kisya suka.


"Mom, turun sini!" Ajak Jino. Sedang Kisya hanya tersenyum dengan manis.


"Ayo Mom!" Sekali lagi Jino mengajak Kisya turun ke kolam renang. Namun Kisya menggeleng dan tersenyum dengan lucu.

__ADS_1


Baby Vano menjerit berteriak seolah memanggil Kisya untuk turun bersama mereka. Namun Kisya malah  bersandar di bangku depan kolam renang. Kisya membaca majalah dan meneguk jus jeruknya.


"Ayolah Mom!" Ajak Jino. Kisya hanya melambaikan tangan.


"Lihatlah sayang Mommy kamu gak mau ikut main bersama kita." ucap Jino sambil menatap Baby Vano. Dan si bayi langsung menangis dengan kencang.


"Mamama mama mamam." jerit Baby Vano sambil menatap Kisya dengan air mata yang mengalir deras. Kisya terkejut dan langsung bangun. Kisya tidak tega melihat buah hatinya menangis memanggil dirinya. Kisya langsung terjun ke air dan berenang mendekati Jino dan Baby Vano. Jino terkejut melihat Kisya begitu cepat tanggap. Ketika sang bayi memanggilnya.


Jino sangat senang. Kisya begitu perhatian dan menyayangi anak mereka. Baby Vano terus menangis. Dan Kisya kini sudah sampai dan langsung memeluk tubuh sang bayi mendekapnya dengan erat


"Ini Mommy sayang!" Kisya mengecup buah hatinya dengan lembut. Terlihat bahwa Kisya begitu menyayangi sang buah hati. Dengan seketika Baby Vano terdiam dan memeluk erat sang Mommy.


"Baby, ada yang sakit, apa mau berhenti main airnya?" Ucap Kisya bertanya kepada batita lucunya. Baby Vano menggeleng dan dia lalu bergerak. Ternyata Baby Vano menginginkan sang Mommy untuk bermain air bersamanya. Lalu Kisya langsung melepas Baby Vano dengan segera Jino memeluknya. Baby Vano terus belajar berenang bersama Daddy dan Mommy-nya.


Sampai mereka lupa waktu. Mama Murni sudah mulai berteriak memberi kode. Karena Baby Vano sudah terlalu lama di kolam.


"Ayo naik, Baby Vano sudah terlalu lama di dalam air, nanti dia sakit!" ucap Mama Murni sambil berdiri di samping kolam renang.


"Sayang."


"Iya sayang, ada apa?" tanya Kisya.


"Kamu sering berenang?"


"Ah tidak, nanti kulitku hitam, malas sekali." Sanggah Kisya.


"Syukurlah." Jino membuang nafas lega.


"Hmm, kenapa?" Kisya merasa heran.

__ADS_1


"Bersyukur saja!"


"Bersyukur kenapa?" Kisya semakin penasaran.


"Bersyukur karena ternyata kamu jarang pakai baju renang." Jino mengecup kening sang istri.


"Oh, iya betul aku jarang pakai bikini, rasanya tidak nyaman." Kisya terseyum malu.


"Sudah, lain kali jangan pakai bikini lagi ya, kamu sangat seksi pakai itu." Bisik Jino mesra.


"Oh ya ampun yang, setiap perempuan mengenakan bikini pasti seksi dong."


"Tapi kamu beda sayang." Jino mulai memeluk tubuh seksi sang istri.


"Bedanya?"


"Karena kamu selalu membuatku terpikat sayang." Jino mengecup leher Kisya dengan lembut dan Kisya hanya memejamkan matanya saja. Tiba-tiba saja.


"Ya ampun kalian." ucap Papa Geovandra menggelengkan kepalanya.


"Papa." Jino merasa malu saat papanya tiba-tiba saja datang. Apalagi Kisya merasa sangat malu dan pipinya merah merona. Bahkan bisa saingan dengan merahnya saos tomat.


"Naiklah Jino, ada hal penting yang harus Papa bahas!" ucap Papa sambil pergi meninggalkan Jino dan Kisya.


"Iya Pa!" Ucap Jino. Lalu Jino menatap sang istri. Mereka bersdua saling bertatapan. Merasa penasaran dengan apa yang akan dibahas oleh Papa Geovandra.


"Ayo sayang kita naik !" ucap Jino. Dan Kisya mengangguk. Mereka dengan segera naik dari kolam renang dan mereka mandi. Lalu berganti baju dan segera mengahampiri Papa Geovandra yang sudah menunggu mereka sedari tadi. Papa terlihat serius. Entah apa yang akan Papa bahas dengan Jino saat ini. Yang pasti Papa terlihat sangat serius.


🌺 Bersambung 🌺

__ADS_1



__ADS_2