
“Ada, Dik, tapi agak berat …,” jawab Pak Ade sambil menghentikan mobilnya mendadak karena ada bantal yang melayang ke tengah jalan.
“Ya Tuhan! Siapa seenaknya melempar bantal ke jalan?” umpat Bu Nisa.
Pak Ade dan Bu Nisa pun menoleh ke pinggir jalan tempat asal dari pelempar bantal itu. Ternyata ada seorang emak-emak sedang mengusir suami istri dengan melempar semua barang milik pasangan suami istri tersebut.
“Mas, itu bukannya Pak Dimas teman kerjamu dulu di Koperasi Selawase?” tanya Bu Nisa pada suaminya.
“Iya, Dik. Ada apa dengan Pak Dimas? Kenapa perempuan itu mengusirnya?” Pak Ade bertanya-tanya.
“Coba kita turun, Mas! Kasihan sekali Pak Dimas dan istrinya,” jawab Bu Nisa.
Mereka berdua pun turun dari dalam mobil menuju Pak Dimas dan istrinya yang sedang memohon-mohon pada perempuan tua itu. Ternyata perempuan tua itu adalah pemilik kontrakan yang sudah enam bulan ini belum dibayar oleh Pak Dimas. Akhirnya, Pak Ade pun melakukan negosiasi dengan pemilik kontrakan tersebut untuk memberi waktu Pak Dimas mengemasi barangnya. Tentunya Pak Ade mengeluarkan sejumlah uang sebagai tebusannya. Pak Dimas kaget sekali dengan kedatangan temannya yang misterius itu. Ia tidak menyangka akan bertemu teman lamanya dalam keadaan seperti itu. Pak Dimas mengaku kepada Pak Ade bahwa ia sedang dalam masa kesulitan uang setelah anak satu-satunya masuk ke rumah sakit sehingga tidak sanggup membayar uang kontrakan. Pak Ade pun memberikan tempat tinggal kepada Pak Dimas dan keluarganya di rumah kosong di depa rumah Pak Ade. Pak Dimas dan istrinya sangat berterima kasih kepada Pak Ade dan Bu Nisa.
Tidak hanya itu, Pak Ade juga memberikan job khusus kepada Pak Dimas untuk membantu kesuksesan usahanya. Dan benar saja, dengan adanya Pak Dimas, Pak Ade akhirnya bisa memenangkan tender yang sangat ia inginkan itu. Secara kebetulan, kontraktor saingannya itu tertangkap oleh polisi atas kepemilikan Narkoba. Sejak saat itu hubungan Pak Ade dan Pak Dimas sudah seperti keluarga sendiri. Kedua istri mereka pun sangat akrab. Usaha Pak Ade tambah sukses dengan keberadaan Pak Dimas sebagai tim khusus di CV-nya. Pak Dimas tidak harus ngantor seperti karyawan lain. Ia hanya bekerja di saat-saat tertentu saja. Di waktu kosong, Pak Ade lebih banyak berkutat dengan aplikasi permainan judi online. Sampai-Sampai Bu Dimas kesal dengan suaminya karena kurang diperhatikan.
“Mas jangan judi online terus yang dikerjakan! Apa gitu, Kek! Anak kita sudah tambah besar. Nantimalah tiru-tiru Mas hobi main judi online,” protes Bu Dimas.
“Loh, kamu ini apa kurang uang belanjanya? Masa sebulan limajuta nggak cukup?” jawab Pak Dimas.
“Cukup sih, Mas. Tapi, kalau Mas tidak main judi online pasti uang kita sudah banyak. Kita bisa beli apapun yang kita inginkan,” jawab Bu Dimas.
__ADS_1
“Lah, uang belanja itu kan juga sebagian dari hasil judi online juga, Dik,” jawab Pak Dimas.
“Judi online apaan? Lah wong Mas nggak pernah menang mainnya. Menang sejuta kalah dua juta. Terus begitu sampai kiamat. Lagipula ibu juga nerima uang bulanan ini langsung dari Bu Ade. Gaji kamu kan sebagian emang langsung ditransfer ke aku karena Bu Dimas tahu kamu gila judi online,” jawab Bu Dimas.
“Ya sudah kalau begitu kenapa kamu masih protes, Dik? Kita kan sudah sama-sama dapat uang bulanan dari Pak Ade dan Bu Nisa,” jawab Pak Dimas.
“Ah, sudahlah. Mas ini kalau dinasehati nggak pernah mau mendengarkan. Lagipula kenapa Mas itu tidak kerja tiap hari saja ke Pak Ade biar gajinya tambah besar?” ujar Bu Dimas.
“Ah, kamu ini, Dik. Mau ikut campur saja urusan pekerjaan suami. Itu urusan laki-laki. Sana dah buatin kopi susu buat mas nanti kalau mas menang, aku belikan tas branded terbaru,” goda Pak Dimas.
“Halah! Kamu itu nggak bakalan menang main judi online itu, Mas. Kamu itu dikibulin penyedia aplikasi kok mau?” gerutu Bu Dimas sambil menuju ke dapur untuk membuatkan kopi pesanan Pak Dimas.
“Dasar perempuan! Awas, kalau aku sampai menang banyak tak buat nikah lagi baru kamu tau rasa!” gerutu Pak Dimas dengan mata sayunya yang kelelahan karena sering begadang.
Saking lamanya menunggu akhirnya Bu Nisa pun merasa kecapekan dan hampir tertidur di kursi tunggu. Untunglah, dokter Marni segera datang untuk memaanggilnya kembali.
“Bu Nisa!” panggil dokter Marni.
“Iya, Dok. Bagaimana hasil rongte suami saya, Dok?” tanya Bu Nisa dengan rasa penasaran.
Perempuan cantik di depan Bu Nisa pun menjawab dengan ramah.
__ADS_1
“Alhamdulillah, organ dalam suami ibu tidak ada yang terluka serius. Tapi, suami ibu harus dirawat di sini dulu dua atau tiga hari agar luka luarnya cepat sembuh dan tidak infeksi,” jawab dokter Marni tegas.
“Syukuralah, Dok, Saya sangat senang mendengarnya. Apa sekarang saya sudah boleh meliha suami saya?” tanya Bu Nisa kegirangan.
“Boleh, Bu. Tapi suami ibu sudah kami beri suntikan penenang agar bisa beristirahat. Nanti sekalian ibu juga membantu memindahkan suami ibu ke kamar perawatan,” jawab dokter Marni.
“Siap, Dok. Terima kasih banyak atas pertolongan dokter,” jawab Bu Nisa sambil berjalan menuju tempat suaminya.
Bu Nisa sedih melihat suaminya sedang terbaring di atas kasur rumah sakit. Tapi, ia juga senang karena suaminya tidak mengalami cedera yang serius seperti dugaannya. Satu jam kemudian Pak Ade dipindahkan ke ruangan VIP. Pak Dimas dan Bu Dimas membantu Bu Nisa untuk mengangkat tas berisi kebutuhan Pak Ade dan Bu Nisa selama di rumah sakit.
“Bu Nisa, apa kami berdua boleh pulang sekarang?” tanya Pak Dimas.
“Boleh, Pak. Saya titip Revan ya. Tolong nanti malam mungkin Pak Jefri mau ke sini. Tolong ajak Reva untuk melihat kondisi ayahnya,” jawab Bu Nisa.
“Iya, Bu,” jawab Pak Dimas dan mereka berdua pun pamit pulang.
Bu Nisa hanya berdua saja di dalam kamar VIP itu. Entah kenapa sejak kepergian Pak Dimas dan istrinya, Bu Nisa merasa kurang nyaman berada di dalam kamar itu. Apalagi Pak Ade masih dalam keadaan tertidur. Suara air di kamar mandi yang tiba-tiba menyala sedikit mengganggu konsentrasi perempuan itu.
BERSAMBUNG
Adakah Reader yang pernah dirawat di rumah sakit? Sakit apa waktu itu?
__ADS_1
Kira-Kira besok aku update berapa bab, ya, enaknya? 2,3,apa 4 bab?
Kalau yang komentar sedikit berarti update 1 bab saja heheeh