
Sore itu Lilia berendam di dalam tungku obat yang mendidih, dan benar saja apa yang dikatakan oleh Shio Fang Lilia sama sekali tidak merasakan panas malahan Lilia merasakan kesejukan dari air mendidih yang dipakai berendam olehnya.
Sementara itu Shio Fang sendiri memilih kembali ke dalam kamarnya untuk melakukan kultivasi pemulihan diri, akibat terlalu banyak energi murni yang di keluarkannya saat proses mengeluarkan racun dari dalam tubuh Lilia.
Malam hari Shio Fang keluar dari dalam kamarnya, paman Li langsung mengajak Shio Fang untuk makan bersama, karena mereka semua sengaja belum makan untuk menunggu Shio Fang agar dapat makan bersama.
Di meja makan telah dipenuhi berbagai macam masakan, dan mata Shio Fang langsung tertuju ke arah sup ikan yang menjadi makanan favoritnya.
Tanpa ragu Shio Fang kemudian meraih meraih sub ikan itu dan mulai makannya. "Masakan sup ikan Bibi memang sangatlah enak, aku sangat menyukainya," ucap Shio Fang kemudian mengisi sup ikan ke dalam mangkuk untuk kedua kalinya.
"Bukan bibi yang memasaknya nak Shio Fang, Lilia yang telah memasak semua makanan yang ada di atas meja ini," jawab bibi Li.
"Benar nak Shio Fang..., putriku memang pandai memasak dan jika anak Shio Fang ingin menikmati terus masakan enak darinya, nak Shio Fang bisa tinggal lebih lama bersama kami," timpal paman Li.
"Bukan aku menolak untuk tinggal lebih lama di sini, akan tetapi masih banyak hal yang harus kulakukan termasuk mengikuti turnamen yang akan diadakan di Guild Alkemis.
"Kak Shio Fang ingin ikut turnamen itu?" tanya Lilia.
"Benar.., aku akan mengikuti turnamen itu karena aku membutuhkan tumbuhan akar langit surga sebagai hadiah utamanya," jawab Shio Fang.
"Kak Shio Fang dapatkah aku ikut bersamamu ke guild Alkemis, karena aku ingin sekali menonton para alkemis hebat dalam memurnikan pil," ucap Lilia.
Shio Fang menghentikan makannya dan menatap ke arah Lila. "Kau akan pergi bersamaku ke sana dan kau akan berada di sana untuk menjadi murid di Guild Alkemis".
"Penatua yang datang bersamaku untuk melihat keadaan kemarin merupakan penatua dari guild Alkemis, dia menyerahkan plakat ini padaku untuk kuberikan padamu, agar kau bisa menjadi murid di guild Alkemis," jawab Shio Fang sambil memberikan plakat emas di tangannya kepada Lilia.
Lilia begitu sangat senang melihat token emas yang kini berada di tangannya, mata Lilia berkaca kaca karena sebentar lagi impiannya untuk menjadi seorang Alkemis dapat terwujud.
__ADS_1
"Ayah ..., ibu...," ucap Lilia Sambil memandangi kedua orang tuanya.
Paman dan bibi Li menganggukkan kepalanya ke arah Lilia, dan tak lama kemudian Lilia menatap kearah Shio Fang sambil berucap. "Trimakasih kak Shio Fang".
Shio Fang hanya tersenyum, kemudian diapun berkata. "Aku ingin kau menjadi alkemis hebat agar dapat melampauiku, dan untuk itu kau harus berlatih dengan giat selama di sana agar kau bisa menjadi seorang Alkemis sehebat di masa depan, dan tentunya kau akan membanggakan kedua orang tuamu," ucap Shio Fang.
"Aku pasti akan belajar dengan giatnya di sana kak, dan aku akan buktikan jika di masa depan aku akan menjadi seorang Alkemis hebat," jawab Lilia.
Setelah makan mereka melanjutkan perbincangan di ruang keluarga, kini Shio Fang meminta kepada Lilia untuk menunjukkan gulungan yang selama ini dipelajarinya.
Lilia tanpa menolak langsung memberikan gulungan yang dipelajarinya selama ini kepada Shio Fang.
Shio Fang memperhatikan isi di dalam gulungan dengan cermat, matanya terus memperhatikan secara mendetail apa yang tertulis dan terhambat di sana.
"Gulungan ini merupakan gulungan yang lebih mengutamakan teknik pembuatan pil racun daripada pembuatan pil penyembuh".
"Kau sangat beruntung mendapatkan gulungan langka ini dari rumah lelang itu, karena gulungan ini merupakan tehnik racun tingkat tinggi. Walaupun seluruh racun telah aku keluarkan dari tubuhmu, akan tetapi racun baik yang berada di tubuhmu masih ada yang akan membuatmu kebal dari berbagai macam racun, dan untuk itu aku akan memberikan julukan baru yang kelak akan mengemparkan dunia Alkemis, aku akan menjuluki mu Dewi racun," ucap Shio Fang dengan senyuman di wajahnya.
"Muka Lilia benar-benar memerah setelah mendengar candaan dari Shio Fang, di saat dirinya begitu sangat serius mendengarkan perkataannya, tiba tiba saja Shio Fang bercanda dengan menjelukinya Dewi racun.
Shio Fang kemudian memperbaiki gulungan itu dengan teknik jari matahari yang dimilikinya, yang membuat gulungan itu mengeluarkan cahaya hijau terang, yang menerangi ruang keluarga.
Cahaya terang dari kitab gulungan di dalam genggaman Shio Fang, membuat bibi Li, paman Li serta Lilia tercengang di buatnya.
"Kau boleh mempelajari gulungan ini tanpa harus takut akan terkena racun, karena tubuhmu saat ini telah kebal terhadap semua racun".
"Besok merupakan hari keberangkatan kita menuju ke Guild Alkemis, paman dan bibi bisa ikut mengantarkan sampai kesana".
__ADS_1
Dan kurasa tak ada yang harus kita bicarakan, dan untuk itu lebih baik kita beristirahat karena besok kita akan menempuh perjalanan jauh menuju ke Guild Alkemis," ucap Shio Fang.
"Kau benar nak Shio Fang, ada baiknya kita beristirahat terlebih dahulu, untuk menempuh perjalanan jauh esok hari," jawab paman Li.
Maka berangkatlah mereka semua untuk beristirahat, dan di dalam kamarnya Lilia begitu kagum terhadap pemuda yang telah menolongnya, dan berandai andai di masa depan Shio Fang bisa menjadi kekasihnya.
Sementara itu di dalam kamarnya, Shio Fang begitu sangat bersedih saat mengingat kembali bagaimana Yinzi lebih memilih pangeran elf dari pada dirinya, dan dia berjanji di dalam hati tak akan mengingat Yinzi kembali.
Saat ini Shio Fang menerawang kepada wanita cantik yang telah memberi warna di hatinya, dia adalah Marilyn yang telah membuatnya sampai ke daratan tengah untuk menemui calon tunangannya.
"Aku akan memperjuangkan cintaku, dan aku tak ingin kehilangan cintaku untuk kedua kalinya, aku akan menggagalkan pertunangan itu dan membawa pergi Marilyn dari sekte Pheonix surgawi," batin Shio Fang.
Karena rasa lelah yang melanda dirinya, pada akhirnya Shio Fang tertidur dengan lelap.
Pagi hari setelah membersihkan diri, Shio Fang menuju keruang keluarga dan di sana paman dan bibi lie telah menunggunya.
"Di mana Lilia paman?" tanya Shio Fang.
"Dia masih di kamarnya, dan sebentar lagi akan keluar dari kamarnya," jawab paman Li.
Tak lama kemudian Lilia keluar dari kamarnya, Shio Fang begitu sangat terkejut melihat paras cantik Lilia dengan rambut panjangnya yang tergerai, sehingga tatapan matanya tak lepas dari para cantik wanita muda yang berjalan ke arahnya.
"Kak Shio Fang ayo kita berangkat sekarang," ucap Lilia dengan tersenyum manis ke arah Shio Fang.
"A..a..ayo" jawab Shio Fang terbata bata, yang membuat paman dan bibi Li tertawa kecil melihat tingkah Shio Fang.
"Bodoh..., mengapa aku sampai terpesona dengan paras Lilia, hingga membuat aku terlihat konyol di mata bibi dan paman Li," batin Shio Fang.
__ADS_1
Bersambung