
Shio Fang kini berada di dalam hutan lebat wilayah Kunlun, tepatnya di dalam gunung Quanjing.
"Guru..., mengapa kau membawaku ke tempat ini dan tak membawaku ke menara surga atau ke tempat kelompok pheonix salju berada?" tanya Shio Fang.
"Shio Fang sebelum mencerna esensi benih jiwa teratai salju, maka semua guru pembimbing apalagi ketua agung menara surga akan mengetahui jika kaulah yang telah mengambil benih jiwa terasa salju, maka mereka akan mencari tahu siapa yang berada di belakangmu sehingga kau mampu untuk mendapatkan benih jiwa terasa salju yang ada padamu sekarang, kurasa kau telah mengerti dengan apa yang kukatakan ini".
"Sekarang lakukanlah kultivasi di tempat ini untuk menyerap esensi benih jiwa terasa salju yang berada di dalam tubuhmu, sehingga benih jiwa teratai salju dapat menyatu dan tak akan ada yang mengetahui keberadaannya setelah itu," jawab raja naga es.
"Baik guru..., aku akan mengikuti semua yang kau katakan," ucap Shio Fang.
"Shio Fang mengapa kau bawa binatang megic ular piton salju bersamamu?, ular piton itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, walaupun saat ini tubuhnya mengecil akan tetapi setelah dia pulih maka dia akan menjadi binatang yang mematikan dan sangat berbahaya bagi dirimu, ular piton salju tak ada yang pernah menjinakkan maupun bersahabat dengannya, karena piton salju mempunyai kecerdasan dan dapat berbicara layaknya seorang manusia," ucap raja naga es.
"Aku kasihan padanya guru.., tak mungkin aku membiarkan dia mati apalagi inti jiwanya diambil oleh orang-orang yang berada di gunung kelahiran elemen surga, aku akan merawatnya dan setelah pulih aku akan melepaskannya," jawab Shio Fang.
"Semua terserah padamu, aku telah memperingatkan sebelumnya dan jika terjadi apa-apa padamu maka jangan Kau salahkan gurumu ini," ucap raja naga es.
Shio Fang menarik nafas dalam mendengar perkataan Sang Guru, namun rasa kasihan melihat ular piton salju yang saat ini tengah terluka dan menjadi kecil, membuat Shio Fang tak tega kepadanya.
"Aku akan membiarkan ular piton salju itu disini, agar aku dapat berkutivasi menyerap esensi benih jiwa teratai salju yang berada di dalam dantianku," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian meletakkan ular piton salju di dekatnya, kemudian dia pun langsung melakukan kultivasi penyerapan esensi benih jiwa teratai salju yang berada di dalam tubuhnya.
Dalam penyerapan esensi jiwa teratai salju yang dilakukan oleh Shio Fang, membuat area sekitar tempat itu berselimutkan salju yang sangat tebal, dan piton salju yang berada di dekat Shio Fang dapat merasakan kekuatan besar di dekatnya, yang membuat ular piton salju tersadar dari pingsannya.
Piton salju yang kehilangan hampir seluruh kekuatan yang berada di dalam tubuhnya, setelah menelan benih jiwa tak teratai salju, tiba-tiba saja merasakan energi murni yang sangat besar yang membuatnya sedikit demi sedikit dapat mengembalikan kekuatan tubuhnya yang hilang, setelah dia berada di dekat pemuda yang tengah melakukan kultivasi.
__ADS_1
Ke inginan untuk menyerang Shio Fang segera diurungkannya, karena bias energi yang keluar dari tubuh pemuda yang berada dekatnya begitu sangat menguntungkan bagi dirinya.
3 hari tiga malam Shio Fang melakukan kultivasi penyerapan esensi benih jiwa teratai salju, dan pada akhirnya Shio Fang berhasil menyerapnya, sehingga benih jiwa teratai salju kini telah menyatu dengan tubuhnya.
Shio Fang perlahan membuka matanya, dan dia pun begitu sangat terkejut melihat ular piton salju telah melingkar di sisinya, seperti tengah melakukan kultivasi dan saat ini besar tubuhnya hampir menyamai saat pertama kali Shio Fang melihat ular piton salju.
Shio Fang segera meloncat mengambil jarak dengannya, karena dia tahu ular piton salju yang saat ini dilihatnya hampir sepenuhnya menguasai kekuatannya kembali.
Ular piton tiba-tiba membuka matanya dan menatap liar ke arah Shio Fang, dan Shio Fang tahu jika tetapan itu merupakan tatapan seekor binatang buas pada masanya.
"Aku yang telah menyelamatkan mu, Aku tak ingin mencari permusuhan denganmu, Jika kau tak ingin mengucapkan terima kasih kepadaku maka kau jangan melukaiku," ucap Shio Fang kemudian mundur menjauh dari keberadaan ular piton salju.
"Kau telah mengambil benih jiwa teratai salju dariku, untuk itu aku akan memakan mu agar kekuatan esensi jiwa teratai salju dapat terserap oleh tubuhku," ucap suara serak ular piton salju.
"Jika kau tak ingin berteman denganku, maka aku akan melawanmu walaupun nantinya aku harus mati," jawab Shio Fang.
Shio Fang begitu sangat terkejut melihat teratai salju yang berada di telapak tangannya, yang lebih kuat berpuluh-puluh kali lipat dari sebelumnya, yang membuat Shio Fang sangat yakin dapat mengalahkan ular piton salju yang saat ini kekuatannya masih belum kembali sepenuhnya.
Apa yang ada di dalam pikiran Shio Fang tak berbanding dengan kenyataan yang ada, serangan cepat yang dilakukan ular piton salju kepadanya, mampu menghempaskan Shio Fang berkali-kali ke atas tanah keras yang berada di tempat itu.
Ular piton salju kembali melesat cepat ke arah Shio Fang yang menimbulkan angin dingin di sekitar tempat itu, melihat hal itu dengan cepat Shio Fang bersalto di udara untuk menghindari terjangan ular piton salju, karena dia tak ingin kejadian serupa menimpanya kembali.
Saat ular piton salju menyabetkan ekornya, maka sebuah cahaya berwarna putih yang berbentuk bulan sabit langsung menuju ke arah Shio Fang, yang membuat Shio Fang dengan cepat melepaskan inti es lotus surga untuk menyambut serangan ular piton salju kearahnya.
Serangan keduanya saling beradu di udara, yang menimbulkan ledakan keras di tempat itu.
__ADS_1
Shio Fang terseret beberapa meter ke belakang, yang membuat dadanya terasa sesak akibat kekacauan energi di dalam tubuhnya.
Di dalam keterpurukannya itu, tiba-tiba saja benih jiwa teratai salju yang berada di dalam Dantian Shio Fang segera bereaksi, yang membuat kekacauan energi di dalam tubuh Shio Fang menghilang seketika itu juga, berganti dengan tetangga baru yang berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.
Shio Fang kini baru menyadari jika inti jiwa teratai salju yang berada di dalam tubuhnya, mempunyai misteri kekuatan besar yang terkandung di dalamnya.
Shio Fang tiba-tiba merasakan tubuhnya tak dapat dikendalikannya, dia seperti digerakkan oleh satu kekuatan yang sangat kuat dari dalam dantiannya, yang mengajak dirinya melangkah ke arah ular piton salju yang saat ini tengah kembali ingin menyerangnya.
"Apa yang harus aku lakukan, aku tak bisa mengendalikan diriku..., celaka..., jika terus begini aku bisa mati dibunuh oleh piton salju yang ada di hadapanku itu," batin Shio Fang.
Binatang Magic tingkat Kaisar berwujud ular piton salju kemudian mengeluarkan aura yang sangat kuat dari tubuh nya, dan kembali melesat dengan sangat secepat ke arah Shio Fang.
Melihat hal itu Shio Fang hanya bisa pasrah, karena dirinya tak dapat mengelak lagi akan serangan ular piton salju yang menuju ke arahnya.
Namun tiba tiba saja ular piton salju berhenti Setelah begitu dekat dengan Shio Fang, semua itu akibat cahaya menyilaukan mata yang tiba-tiba saja keluar dari dalam tubuh Shio Fang.
Shio Fang dapat merasakan jika ular piton salju mulai terserap masuk ke dalam dantiannya, dan pada akhirnya ular piton salju masuk dan berada di tempat yang sama dengan benih jiwa teratai salju yang berada di dalam dantiannya.
Rasa keterkejutan dan juga rasa penasaran dengan apa yang telah terjadi, membuat Shio Fang hanya terdiam dan mencerna keadaan yang ada.
Raja naga es tiba tiba berkata dari dalam simbol Dewa yang ada di tubuh Shi Fang.
"Hari ini merupakan hari keberuntungan bagimu Shio Fang, benih jiwa teratai salju berhasil menyerap ular piton salju masuk ke dalam dantianmu, dan tentunya hal itu akan membuatmu semakin bertambah kuat".
"Setelah seluruh kekuatan ular piton salju kembali pulih, dan inti jiwa teratai Salju dapat menguasai jiwanya secara utuh, maka kau akan dapat menggunakan ular piton salju untuk menjadi pelindung mu di masa depan, sungguh ini merupakan pemberian langit yang sangat luar biasa pada mu," ucap raja naga es.
__ADS_1
Bersambung