Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Memurnikan darah emas


__ADS_3

"Kau sudah kembali Shio Fang" ucap pangeran Cin Sha setelah melihat Shio Fang berjalan ke arahnya.


Shio Fang menganggukan kepalanya kemudian berkata. "Terimakasih karena telah menjaga tubuhku saat spritualku pergi meninggalkan tubuh kasar ku," jawab Shio Fang.


"Kau tak usah berlebihan seperti itu, sudah kewajiban untuk menjaga tubuhmu dari para binatang buas pengganggu ini," ucap pangeran Cin Sha sambil tersenyum.


"Sudah berapa lama aku meninggalkan tubuh kasarku?" tanya Shio Fang.


"Sudah 10 hari lamanya Kau pergi dan syukurlah kau kembali dengan selamat," jawab pangeran Cin Sha.


"Bagaimana, apakah kau telah menemukan harta karun yang berada di dalam air terjun itu?" tanya pangeran Cin Sha tiba tiba.


Shio Fang menganggukan kepalanya kemudian tersenyum. "Aku telah menemukan harta karun itu dan tentunya harta Karun itu dapat membuat kita melakukan penerobosan ke tingkat selanjutnya," jawab Shio Fang kemudian menunjukkan gumpalan darah emas sebesar bola pingpong yang mengeluarkan aura energi kuat di dalamnya.


Sesaat pangeran Cin Sha mengernyitkan keningnya melihat gumpalan darah emas sebesar bola pingpong di telapak tangan Shio Fang, sang pangeran tak tahu untuk apa kegunaan darah emas itu.


Shio Fang yang mengetahui keraguan di dalam pikiran sang pangeran, kemudian menjelaskan kegunaan darah emas itu.


"Darah emas ini akan kumurnikan agar menjadi sebuah pil obat langka, setelah itu akan kita pergunakan untuk melakukan penerobosan ke tingkat selanjutnya Dengan menyerapnya".


Dengan adanya pil emas ini maka kau pun akan menerobos ke tingkat semesta, dan putri Cin Cin yang tak memiliki kekuatan seperti para fraksi ahli karena memiliki tubuh bulan dingin, akan mendapatkan keuntungan dari darah emas ini dengan dapat mengontrol serta memperkuat tubuh bulan dingin yang dimilikinya, dan kekuatan bulan dingin itu setara dengan praktisi ahli di tingkat semesta," ucap Shio Fang.


Binar cahaya kegembiraan terlihat di kedua mata petinggi istana Cahaya ilahi itu, mereka tak menyangka jika harta karun yang di rasakan Shio Fang bisa sangat menguntungkan seperti itu.


"Pangeran, ada baiknya kita mencari tempat untuk memurnikan darah emas ini sebelum kita kembali ke istana, agar tak ada kecurigaan dari para petinggi istana saat melihat kemajuan yang akan kita dapatkan setelah mengkonsumsi darah emas hasil pemurnian yang akan kulakukan," ucap Shio Fang.


Pangeran Cin Sha dan Putri Cin Cin menganggukan kepalanya dan tak lama kemudian mereka bertiga melesat mencari tempat untuk memurnikan darah emas yang ada padanya.

__ADS_1


"Shio Fang sepertinya tempat ini sangat cocok untuk melakukan pemurnian, Selain tempat yang terbuka tempat ini juga mengandung banyak energi alam di dalamnya," ucap pangeran Cin Sha.


Shio Fang berhenti berlari dan terdiam sesaat di tempat itu, dari apa yang dikatakan pangeran Cin Sha oadanya Shio Fang memang dapat merasakan energi alam yang sangat berlimpah di tempat itu.


"Kau benar pangeran, tempat ini memiliki energi alam yang sangat berlimpah, dan sangat cocok untuk melakukan pemurnian pil," jawab Shio Fang.


Pada akhirnya Shio Fang mempersiapkan segala hal untuk melakukan pemurnian pil di tempat itu, Tungku pemurnian Yin kemudian dikeluarkannya, setelah membakar tungku pemurnian pil dengan menggunakan api putih dari kekuatan spiritual miliknya, Shio Fang kemudian memasukkan darah emas dan menggabungkannya dengan jejak spiritual yang ada di dalam tubuhnya, dan tak lama kemudian tungku pemurnian seketika itu bergejolak hebat saat petir emas menghantam masuk ke dalam tungku pemurnian Yin millik Shio Fang.


"Berhasil..., aku telah berhasil memurnikan darah emas ini menjadi pil obat untuk meningkatkan kekuatan," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian menjejakkan kakinya ke tanah maka 6 buah pil sebesar kelereng segera keluar dari dalam tungku pemurnian Yin, dan masuk kedalam guci giok yang ada di genggaman tangan nya.


Setelah menyimpan kembali guci giok itu, Shio Fang kemudian berjalan kearah kedua petinggi istana cahaya ilahi yang ada di hadapannya.


"Kalian ambillah pil ini, setelah mengkonsumsinya maka kalian harus melakukan kultivasi penyerapan pil obat darah emas ini, untuk dapat menerobos ke tahap selanjutnya," ucap Shio Fang.


Keduanya kemudian menganggukkan kepalanya dan menerima sebuah pil dari guci giok yang ada di tangan Shio Fang, dengan tanpa ragu mereka langsung mengkonsumsi pil darah emas itu.


Stelah melihat keduanya melakukan kultivasi tempat itu, Shio Fang menutup area tempat itu menggunakan kekuatan spritual yang di milikinya, agar keberadaan makhluk hidup yang ada di dalam hutan pegunungan orgy, tak akan mengetahui keberadaan mereka bertiga saat melakukan kultivasi di tempat itu.


Shio Fang dapat tersenyum lega melihat pancaran aura energi murni dari tubuh pangeran Cin Sha dan putri Cin Cin yang tengah melakukan kultivasi, dan diapun segera ikut melakukan kultivasi di tempat itu.


1 bulan berlalu, tiba tiba saja Shio Fang dan pangeran Cin Sha melakukan penerobosan. Pangeran Cin Sha dapat merasakan kekuatan semesta yang kini di dapatkannya.


"Aku telah berhasil mendapatkan kekuatan semesta, dan ini merupakan keberuntungan bagiku," ucap pangeran Cin Sha.


Pangeran Cin Sha menyadari jika untuk menembus penghalang kekuatan semesta begitu sangat luar biasa sulit, karena selama ini dia mengetahui jika para partisi ahli harus terbentur dalam peningkatan kekuatan untuk menuju ke tingkat semesta, yang membuat para praktisi itu harus tetap berada di tingkat dewa Emperor sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.

__ADS_1


Sementara itu Shio Fang tersenyum melihat jika kekuatannya telah menembus ranah Dewa Emperor, kekuatan yang selama ini begitu sangat diinginkannya.


"Dengan kekuatan dewa emperor yang ada padaku saat ini, akan sangat sulit bagi praktisi muda di akademi Kunlun untuk dapat menyaingi ku," batin Shio Fang.


Shio Fang kemudian teringat akan guru Gobin dan guru Ema yang begitu banyak berjasa sehingga dia bisa menjadi seperti sekarang ini. "Setelah aku kembali, maka aku akan memberikan hadiah pil darah emas ini kepada kalian berdua, agar kalian berdua tak lagi berada di tingkat Dewa Emperor setelah mengkonsumsinya," ucap Shio Fang dengan senyuman di wajahnya.


Shio Fang tiba tiba dikejutkan dengan aura tubuh bulan dingin yang di miliki putri Cin Cin, aura dingin itu mampu memadatkan udara menjadi es dan membuat pohon-pohon radius 100 meter menjadi membeku dan hancur menjadi serpihan serpihan kecil es.


"Kekuatan bulan dingin begitu sangat menakutkan, aku dapat merasakan jika kekuatan besar ini akan dapat menghebohkan para praktisi kuat alam surgawi di masa depan," gumam Shio Fang.


Putri Cin Cin perlahan membuka matanya, dan melihat kearah Shio Fang dan pangeran Cin Sha yang tertegun menatapnya.


"Bagaimana dengan kekuatan bulan dingin yang ada di tubuhmu saat ini," tanya Shio Fang dengan tiba tiba.


"Aku merasakan kekuatan yang sangat luar biasa hebat di dalam tubuhku, sehingga aku dapat melepaskan kekuatan besar itu untuk menyerang dan bertahan dalam sebuah pertarungan".


"Kak Cin Sha, kak Shio Fang coba lihat aku," ucap putri Cin Cin dengan keceriaan di wajahnya.


Setelah berkata seperti itu, dari belakang putri Cin Cin seketika itu juga mengeluarkan sebuah sayap yang terbuat dari es, dan sayap itu mulai dikepakkan hingga tubuh Putri Cin Cin mulai terangkat ke udara.


Pangeran Cin Sha dan Shio Fang begitu sangat terkejut melihat kekuatan putri Cin Cin yang dapat membentuk sayap es di tubuhnya, yang belum tentu para praktisi ahli kuat yang memiliki kemampuan tertinggi element es mampu untuk melakukannya.


Kembali keduanya semakin terkejut saat melihat kecepatan Sang Putri bersama sayap es miliknya, yang mampu berpindah-pindah tempat seperti berkedip menuju ketempat tujuannya.


Setelah memamerkan kekuatan yang dimilikinya, putri Cin Cin kemudian muncul di hadapan keduanya dengan keceriaan di wajahnya.


"Terimakasih kak Shio Fang, kau telah membuatku menjadi praktisi hebat dengan tubuh bulan dinginku," ucap sang putri.

__ADS_1


Shio Fang menganggukkan kepalanya akan tetapi di hatinya menjadi heran. "Sejak kapan putri ini bisa memanggil namaku dengan panggilan kak Shio Fang, bukankah panggilan itu akan membuat pangeran Cin Sha menjadi bertanya-tanya terhadapku," batin Shio Fang.


Bersambung


__ADS_2