
Shio Fang memberikan dua pil obat masing masing satu kepada kedua jendral sambil berkata. "Aku ingin kalian menelan pil pemberianku itu karena aku tak menginginkan sebuah penghianatan di masa depan, jika kalian berdua menelan pil obat dariku maka aku akan percaya jika kalian berdua memang ingin mengikutiku," ucap Shio Fang.
Kedua jendral saling bertatapan mata, sedetik kemudian mereka melihat ke arah pil obat berwarna emas yang ada di telapak tangan mereka, dan pada akhirnya kedua jenderal seketika juga menelan pil pemberian dari Shio Fang.
Shio Fang tersenyum saat melihat kedua Jenderal telah menelan pil obat pemberian darinya, karena pil itu merupakan alat yang dapat membuat kedua jenderal tak bisa melakukan pemberontakan di masa depan, karena pil itu dapat meledak dengan sendirinya jika suatu hari kedua Jenderal melakukan pengkhianatan kepada Shio Fang.
Shio Fang kemudian berjalan ke depan di iringi tatapan ratusan ribu pasukan dari kekaisaran cahaya surgawi yang melihat dua Jenderal besarnya saat ini tengah mengikuti Shio Fang, yang tentu saja hal itu membuat kebimbangan di hati para pasukan kekaisaran cahaya surgawi untuk melakukan pertempuran kembali.
Shio Fang pada akhirnya tiba di tempat pertarungan antara kaisar Liu Meng Tian, dengan Shio Zen dan putra mahkota dengan Shio Ruo.
Pertarungan Shio Zen dan kaisar Liu Meng Tian masih sangat berimbang, karena mereka sama-sama memiliki kemampuan di ranah semesta dua kali melewati kesengsaraan Nirwana, beda halnya dengan putra mahkota kekaisaran yang saat ini telah babak belur dihajar oleh Shio Ruo, karena sebenarnya kekuatan yang dimiliki putra mahkota masih berada di ranah semesta Bintang 7 sempurna, beda halnya dengan kekuatan yang di miliki Qing Ruo saat saat ini yang telah melewati 3 kesengsaraan Nirwana, yang membuat pertarungan itu menjadi berat sebelah hingga putra mahkota saat ini telah terluka parah.
Sebenarnya Qing Ruo dapat dengan mudah menyingkirkan putra mahkota, namun dengan banyaknya harta surgawi yang dimiliki putra mahkota membuat Qing Ruo agak kesulitan untuk menghadapinya.
Kehadiran Shio Fang di tempat itu tentu saja membuat Kaisar Liu Meng Tian merasa heran, bagaimana bisa Shio Fang dapat keluar dari cengkraman para petinggi Akademi Kunlun.
Shio Fang yang mengetahui jalan pikiran Kaisar Liu Meng Tian kemudian berkata. "Semua petinggi dari Akademi kunlun telah aku kalahkan, dan saat ini giliran mu untuk aku lenyapkan.
Shio Fang kemudian mengeluarkan pedang pemecah surga dan saat ini telah berada di genggaman tangannya. Aura mengerikan yang keluar dari dalam pedang itu membuat Kaisar Liu Meng Tian merasa ketakutan.
__ADS_1
Sang kaisar kemudian mencoba melarikan diri dari tempat itu, akan tetapi dua jarum hitam misterius telah menghentikan langkahnya untuk memasuki portal spasial, dan hal itu membuat Kaisar Liu Meng Tian seketika itu juga ambruk ke tanah.
Kaisar Liu Meng Tian kemudian berteriak lantang saat melihat kedua jenderalnya berada di tempat itu.
"Jendral Huang, jendral Yuga apa yang kalian tunggu!, cepat serang Shio Fang!!" teriaknya.
Jendral Huang dan jendral Yuga yang sebelumnya merupakan Jenderal besar di kekaisaran cahaya surgawi, sama sekali tak menghiraukan perkataan dari kaisar Liu Meng Tian, kedua jendral malah memalingkan wajahnya untuk tak melihat keberadaan kaisar Liu Meng Tian yang tentu saja membuat sang kaisar merasa kesal, namun dirinya tak bisa melakukan apa apa mengingat kondisinya yang saat ini tengah terpuruk.
Shio Fang kemudian membawa kaisar Liu Meng Tian terbang tinggi keudara, dan di sana Shio Fang kemudian berkata yang disertai penyaluran tenaga dalam hingga suaranya dapat menggema dan terdengar oleh seluruh pasukan yang tengah bertempur.
"Pemimpin kalian telah berada di tanganku, tak ada alasan lagi bagi kalian semua untuk bertempur karena kekaisaran cahaya surgawi telah aku taklukan," ucap Shio Fang.
Pemandangan itu seperti pukulan yang sangat keras bagi para praktisi dan pasukan besar kekaisaran cahaya surgawi, yang membuat seluruh pasukan cahaya surgawi pada akhirnya menyerahkan diri pada kekaisaran Jiangma.
Saat ini pertarungan antara tetua Wang Chu dan tetua Suta, serta tetua Mandalika dan tetua yikzi pada akhirnya harus berakhir dengan menyerahnya kedua tetua dari kekaisaran cahaya Surgawi, karena saat ini mereka telah dikepung oleh para praktis hebat yang di miliki kekaisaran Jiangma.
Sementara itu putra mahkota yang tengah bertarung menghadapi Shio Ruo, pada akhirnya harus menemui ajalnya terkena serangan bola api hingga membuatnya menjadi debu.
Dalam waktu singkat pasukan dua Kekaisaran besar telah menguasai kekaisaan cahaya surgawi dengan sepenuhnya. Shio Fang kemudian memerintahkan seluruh jendral, komandan pasukan dan para perwira tingginya, untuk merekrut kembali pasukan kekaisaran cahaya surgawi yang ingin bergabung dengannya, dan membunuh semua pasukan baik jendral dan komandan yang menolak untuk bergabung, karena sebenarnya Shio Fang ingin menata ulang Kekaisaran cahaya surgawi dengan nama Kekaisaran Phoenix, agar dapat membangun pasukan itu sebagai pusat kekuatan Shio Fang dalam menggempur Kekaisaran ilahi.
__ADS_1
Shio Fang kemudian memerintahkan kelima adiknya untuk melakukan koalisi dengan kekaisaran Kekaisaran yang berada di wilayah surgawi, dalam membentuk aliansi besar kekaisaran.
Dan jika ada Kekaisaran yang tak ingin bergabung dalam aliansi besar Kekaisaran, maka Kekaisaran itu akan di musnahkan oleh kekaisaran Phoenix, hingga pada akhirnya dalam jangka waktu 3 bulan banyak kekaisaran yang telah bergabung ke dalam aliansi kekaisaran besar yang diketuai oleh Shio Fang.
Rapat tertutup seluruh petinggi kekaisaran Phoenix, beserta para petinggi yang telah membentuk aliansi kekaisaran besar saat ini telah berlangsung.
Di saat itu Shio Fang akan mempergunakan waktu selama 4 bulan lamanya, untuk membangun portal menuju ke daratan Tengah tepatnya ke wilayah kekaisaran cahaya ilahi, guna melakukan penyerangan besar besaran dalam menghancurkan kekaisaran cahaya ilahi yang berada di daratan itu.
Dalam bulan pertama, Shio Fang telah membina para pemuda dari seluruh negeri yang berada di wilayah kekaisaran phoenix, dan memberikan pelatihan beladiri singkat kepada mereka semua untuk menjadi pasukan baru bagi kekaisaran Phoenix.
Saat ini Shio Fang telah menjelma sebagai seorang praktisi yang terkenal dan sangat dihormati di wilayah surgawi, hampir seluruh orang yang ada di wilayah surgawi mengetahui jika dirinya merupakan kaisar baru bagi wilayah kekaisaran phoenix.
Yang membuat nama Shio Fang menjadi satu satunya praktisi yang menduduki tahta puncak sebagai praktisi hebat di wilayah surgawi, karena semua praktisi kuat yang berada di saat sama sekali tak berani untuk memprovokasi dan bahkan menghadapinya di dalam sebuah pertarungan satu lawan satu.
Saat ini ketiga istri Shio Fang yaitu putri Liuyinzi, Dewi Lilia dan Dewi Giok telah hamil muda, setelah pernikahan yang terjadi sebelum melakukan penyerangan ke istana cahaya surgawi.
Kabar itu tentu saja membahagiakan Shio Fang, karena ketiga istrinya akan memberikannya keturunan.
Bersambung.
__ADS_1