
Pagi begitu cerah dengan cahaya matahari yang tanpa penghalang langsung menerpa akademi Kunlun. Di dalam ruangan pelatihan tampak sosok pemuda tengah fokus dalam melakukan pelatihan nya, dia adalah Shio Fang yakini tengah memfokuskan diri melatih teknik pemindahan ruang dan waktu yang diberikan oleh penatua Xuan Yuan padanya.
Tehnik ruang dan waktu merupakan teknik memindahkan diri dari tempat awal menuju ke tempat yang diinginkan tanpa adanya hambatan yang berarti. Tehnik ini sangat berguna bagi seorang praktisi untuk melakukan serangan dari dekat dan juga sangat berguna untuk melarikan diri di saat-saat kesulitan telah melanda.
Di hari yang ke-8 itu pada akhirnya Shio Fang mengakhiri pelatihannya karena dia telah menguasai teknik yang sangat menakutkan itu.
"Tehnik ini begitu sangat luar biasa, karena aku dapat melakukan pertarunganku dalam jarak dekat untuk melancarkan kekuatan pemusnah teratai malapetaka surga di masa depan. Sepertinya kekuatan penguasa angin kini tak berguna lagi bagiku Karena aku telah menguasai teknik pemindahan ruang dan waktu," ucap Shio Fang.
Saat ini Shio Fang berpikir pada siapa dia akan mewariskan kekuatan penguasa angin yang dimilikinya, dan setelah Shio Fang berpikir panjang kepada siapa dia akan memberikan kekuatan penguasa angin itu, maka Shio Fang berpikir untuk mewariskan kekuatan itu kepada Zeng Bilqis yang merupakan teman kecilnya saat berada di wilayah kekaisaran Jiangma.
"Bagaiman rupa dan wajahnya sekarang, apakah saat dia bertemu denganku kembali Putri Zeng Bilqis akan tetap manja padaku seperti apa yang dilakukannya sewaktu di kekaisaran Jiangma, aku sangat penasaran bagaimana rupa adik kecilku itu setelah dia berumur 15 tahun," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian keluar dari dalam ruang pelatihannya, dan saat ini dia tengah berjalan di sekitar area paviliun pheonix salju, untuk sekedar melihat-lihat dan menghirup udara segar pagi itu.
Namun tiba tiba langkah Shio Fang terhenti saat merasakan kedatangan dua orang yang saat ini langsung menangkupkan kedua tangan memberi hormat kepadanya.
Shio Fang sesaat melirik kepada kedua orang tersebut, dan saat melihat keduanya Shio Fang lantas berkata. "Sepertinya kalian berdua telah menguasai teknik pedang luka angin musim semi yang telah ku ajarkan pada kalian berdua," ucap Shio Fang.
"Kami telah menguasainya dengan sangat sempurna, dan saat ini kami berdua telah membentuk teknik baru dari kekuatan pedang luka angin musim semi, dan kuharap formasi berpasangan yang telah kami ciptakan itu bisa mendapatkan nama yang baik dari ketua besar," ucap Lin Hua Hua.
"Kalian berdua sepertinya sangat percaya diri dengan formasi berpasangan itu, saat ini aku ingin mencoba kekuatan formasi yang kalian ciptakan itu dan kuharap formasi itu tak mengecewakanku," ucap Shio Fang.
"Kami berdua akan berusaha sebaik mungkin, dan kuharap Ketua besar bisa memberikan pencerahan jika formasi yang telah kami ciptakan memiliki kekurangan," ucap Qing Yu.
"Baiklah jika begitu, saat ini ikutlah dengan ku karena aku akan mencoba kekuatan formasi itu di hutan Akademi Kunlun, karena aku tak menginginkan apa yang kalian dapatkan dariku diketahui orang lain karena hal itu akan membuat kecemburuan di hati mereka," ucap Shio Fang.
__ADS_1
"Baik ketua besar," ucap Qing Yu.
"Mendekatlah kearah ku," ucap Shio Fang.
Mendengar perintah Shio Fang, tanpa ragu mereka berdua lalu mendekat ke arah Shio Fang dan tiba-tiba saja Zeep...!, ketiganya menghilang dari tempat itu dan muncul di tengah-tengah belantara hutan Akademi Kunlun.
Qing Yu, Lin Hua Hua begitu sangat terkejut saat melihat hutan belantara yang ada di sekeliling mereka, keduanya sama sekali tak menyangka jika Ketua besar memiliki kekuatan teleportasi yang sangat menakutkan seperti itu.
"Kalian tak usah berpikir apapun tentang diriku, aku ingin kalian berdua menunjukkan teknik pedang luka angin musim semi berpasangan yang kalian ciptakan," ucap Shio Fang kemudian mengambil jarak dari kedua praktisi elite kelompoknya.
Mendengar perkataan Shio Fang keduanya kemudian menganggukkan kepala dan sesaat kemudian mereka berdua langsung mengeluarkan pedang dari dalam cincin ruang yang mereka miliki.
Setelah keduanya saling berpandangan satu dengan yang lainnya, tak lama kemudian keduanya seketika itu juga melesat cepat ke arah Shio Fang dan langsung menggunakan teknik penggabungan pedang luka angin musim semi.
Shio Fang kemudian membentuk pedang energi dan saat ini telah berada di genggaman tangan kanannya. Dengan pedang energi di genggaman tangan kanannya itu, Shio Fang mulai melakukan pertarungan dengan kedua praktisi elite kelompoknya.
Percikan bunga api pun tercipta saat senjata yang mereka miliki saling berbenturan, hingga pada akhirnya Qing Yu melesat keudara sementara Lin Hua Hua terus memburu Shio Fang dengan pedang yang berada di genggaman tangannya.
"luka angin musim semi...," teriak Qing Yu sambil menebaskan pedangnya ke bawah.
Tiba tiba saja dari tebasan Qing Yu melesat selarik sinar yang dipenuhi kekuatan angin yang sangat menakutkan di dalamnya, seketika itu juga melesat dengan cepat ke arah Shio Fang.
Shio Fang yang menyaksikan serangan mematikan yang menuju ke arahnya, langsung mengayunkan pedangnya hingga selarik sinar berbentuk bulan sabit seketika itu juga berbenturan dengan pedang energi yang berada di genggaman tangan kanan Shio Fang.
"Duar...!"
__ADS_1
Ledakan pun tercipta di tempat itu yang membuat Shio Fang melangkahkan kakinya mundur selangkah ke belakang.
Shio Fang dapat merasakan kekuatan dahsyat dari serangan yang dilakukan Qing Yu padanya, dan pada saat Shio Fang terlena akan kekagumannya terhadap kekuatan tehnik serangan pedang luka angin musim semi yang dilancarkan Qing Yu padanya, tiba tiba saja Shio Fang merasakan Serangan yang sangat menakutkan dari depannya, serangan itu merupakan kekuatan tehnik pedang luka angin musim semi yang dilancarkan Lin Hua Hua kepadanya.
Melihat serangan cahaya berbentuk bulan sabit yang dilepaskan Lin Hua Hua padanya, membuat Shio Fang seketika itu menapakkan telapak tangan kirinya ke depan untuk menyambut datangnya serangan cahaya berbentuk bulan sabit yang telah dilancarkan Lin Hua Hua, hingga terbentuklah telapak tangan raksasa yang kini saling berbenturan dengan kekuatan cahaya dari tehnik luka angin musim semi yang dilancarkan Lin Hua Hua.
Ledakan energi pun terjadi yang membuat beberapa pohon besar tumbang di tempat itu. Shio Fang yang telah mampu menahan kekuatan besar tehnik pedang luka angin musim semi yang dilancarkan ke arahnya, pada akhirnya harus dikejutkan kembali dengan kekuatan yang sama dari serangan tebasan pedang yang dilancarkan praktisi elite kelompoknya.
Melihat kedua cahaya putih yang membentuk bulan sabit menuju ke arahnya, membuat Shio Fang melepaskan pedang energi yang berada di genggaman tangannya hingga pedang itu melayang di udara, dan dengan sekali kibasan tangannya pedang itu terpecah menjadi dua dan langsung melesat cepat menuju ke arah dua sinar berbentuk bulan sabit yang mengarah padanya.
"Duar...!!"
Ledakan keras pun terjadi di udara saat kedua energi saling bertemu yang menimbulkan gelombang kejut besar, yang dapat menumbangkan pohon-pohon besar di sekitar hutan.
Qing Yu dan Lin Hua Hua pada akhirnya mengeluarkan kekuatan dari penggabungan teknik luka angin musim semi. Qing Yu kemudian melesat cepat ke arah Lin Hua Hua dan pada akhirnya menampakkan tangan kirinya ke belakang tubuh Lin Hua Hua, kemudian menyalurkan seluruh kekuatan elemen angin yang dimilikinya ke dalam tubuh Lin Hua Hua.
Lin Hua Hua yang mendapatkan kekuatan besar di dalam tubuhnya, segera meloncat ke udara dan menebaskan pedang yang berada di genggaman tangannya ke arah Shio Fang.
Sinar berbentuk bulan sabit yang lebih besar dua kali lipat dan sebelumnya seketika itu juga melesat kearah Shio Fang.
Shio Fang dapat merasakan Serangan yang dilancarkan Lin Hua Hua kali ini dapat menyamai kekuatan Dewa Kaisar, hanya dapat melihat serangan itu dan tak ingin menepisnya karena Shio Fang mengetahui dengan pasti jika serangan itu saling berbenturan dengan kekuatan yang dimilikinya, hal itu akan berbuat kedua praktisi elite kelompoknya akan terluka parah.
Lin Hua Hua begitu sangat terkejut saat melihat serangannya sama sekali tak ditepis oleh Shio Fang seketika itu juga menjadi khawatir kepada ketua besarnya, namun keterkejutannya itu segera sirna setelah sedetik lagi serangannya menghantam tubuh Shio Fang sang ketua besar telah menghilang dari pandangan matanya.
Bersambung
__ADS_1
Bersambung